
Kantor Ramon
" Bella kau dari mana saja,,,saya khawatir kamu kenapa-kenapa ??? tanya Ramon,
"saya diculik sama rekan bisnis bos Ramon " celetuk Bella
"siapa ??? mata Ramon menatap tajam seolah tak percaya ada rekan bisnisnya menculik anak buahnya.
"Sean "
"apa " teriak Ramon terkejut.
Bella mengangguk.
"tidak mungkin bell " Ramon menggeleng kepalanya tak percaya.
"untuk apa saya bohong pak,, sebelumnya dia juga melecehkan saya "
Ramon tak habis pikir Sean bisa melakukan hal diluar batas.
"kalau bos Ramon tak percaya,,,,suruh saja orangnya kesini,,,saya yakin dia masih berada di kota ini " tukas Bella.
Ramon menatap Bella, ia masih tak percaya.
"sebentar saya hubungi Sean " ia pun menekan nomor handphone Sean. Beberapa menit berdering namun belum diangkat.
"hallo " sapa Sean disebrang sana.
"kau dimana??? teriak Ramon
"aku ada di apartemen ku,,,, kenapa??
"maksudku...kau berada di Jakarta atau di Surabaya ??
"Surabaya " jawab Sean
"bisakah kau ke kantor ku Sean " pinta Ramon.
"ada apa???
"ke kantor saja dulu,,,aku ingin bicara denganmu" Ramon langsung memutuskan panggilannya.
Ramon memiliki sifat emosi yang mudah meledak-ledak tapi ia bos yang baik dan perhatian terhadap semua karyawannya. Ramon yang seumuran dengan sean telah berteman sejak lama,namun Ramon tak mengetahui bahwa Sean telah menikah sebelumnya.
", gimana bos,,,,dia disini kan ??? tanya Bella.
"iya kau benar,,,,ya sudah kembali ke ruangan mu " perintah Ramon.
"baiklah,,,saya permisi " Bella bangkit dari duduknya, meninggalkan ruangan Ramon.
"sialan si Sean,,,apa lagi yang dia perbuat,," gerutu Ramon kesal.
Dua jam kemudian Sean baru tiba di kantor Ramon. Ia langsung menuju ke ruangan Ramon. Sean masuk kedalam tanpa permisi, dilihatnya Ramon sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"ada apa ??? tanya Sean tanpa basa-basi
"kau masuk ke kantor ku tanpa mengetuk pintu dulu " kesal Ramon.
"ya maafkan aku" Sean duduk di sofa yang berada di ruangan Ramon .
"Sean... apa yang telah kau lakukan pada Bella??? Ramon menghampiri Sean, ia duduk dihadapannya.
"memangnya apa ?? kilah Sean
''bella bilang kalau kau menculiknya???
Sean menaikkan sebelah alisnya
"aku tidak menculiknya....lagian dia istriku " jawab Sean enteng.
"apa.....sejak kapan dia jadi istrimu " Ramon terkejut
"sudah lama " jawab Sean
"kau jangan bercanda Sean....Bella itu janda "
"iya janda....tapi sebelumnya menikah denganku" terang Sean
"cihh ..kau mengada-ngada Sean . .aku tak percaya " decih Ramon
"kalau kau tak percaya mending kau panggil dia kemari" usul Sean.
"baiklah sebentar, ku panggilkan " Ramon menuju meja menghubungi sekertaris nya untuk memanggil Bella.
"sebenarnya apa yang kau inginkan dari Bella,,, sampai segitunya kau menginginkan dia " ujar Ramon kembali menghampiri Sean.
"yang pasti dia istriku,,,,dan kau tahu Ramon,,,dia wanita satu-satunya yang membuat gairahku kembali lagi "
"maksudmu.... junior mu berdiri lagi setelah sekian lama "
"iya kau benar " Sean tertawa.
"menjijikkan " Ramon menggelengkan kepalanya.
Tak lama Bella masuk keruangan Ramon. Bella menghampiri bosnya.
"bos " sapa Bella
"bell.... duduklah " titah Ramon
Sean menatap Bella intens, hari ini Bella terlihat cantik seperti biasanya.
"bell,,,maafkan saya sebenarnya ini tak pantas,,,tapi saya tidak ingin terjadi fitnah diantara kalian" jelas Ramon.
"iya bos tak apa "
"apa benar kau sudah menikah dengan Sean sebelumnya" tanya Ramon .
"tidak bos "
"apa....kau jangan bohong Bell " Sean menaikkan suaranya.
" itu tidak benar bos...lagian pak Sean tidak mengingat istrinya" tukas Bella.
"Sean " Ramon melirik Sean
"aku ada buktinya " Sean mengeluarkan 2 buku nikahnya.
Ramon meraih buku tersebut, ia membaca buku nikah Sean.
"Bella ini benar,,,ini juga asli " ujar Ramon.
"bos itu hanya buku untuk status,,,dia saja tidak mengingat istrinya" kilah Bella
"Bella walaupun aku belum bisa mengingat mu,,, tapi itu sudah jelas kalau kita pernah menikah sebelumnya " tekan Sean.
"maksudmu apa Sean,,,kau tak ingat istrimu??? Ramon makin bingung.
"aku hilang ingatan " jawabnya.
"apa...kau hilang ingatan,,,jangan bercanda Sean...kau saja masih mengingat ku "kekeh Ramon.
"aku tak bercanda Ramon,, kalau kau tak percaya kau bisa menanyakan pada Tio" kesal Sean.
"bos sebaiknya saya permisi,,, pekerjaan saya masih banyak" ucap Bella
" ya sudah kamu kembali ke ruangan mu "
Sean hanya terdiam melihat kepergian Bella, ia masih berharap Bella mau menerimanya kembali.
"sebaiknya kau pulang sean... pekerjaan ku banyak " usir Ramon.
"kau menyuruhku datang ke sini,,,,tapi kau mengusir ku,,,sialan kau Ramon " decak Sean.
"haha...kau hanya pembual Sean,,,Bella tak mengakui mu sebagai suaminya,,, lalu kau juga tak mengingatnya,,,kau mengada-ngada saja Sean " ledek Ramon.
Sean beranjak dari duduknya, kesal rasanya Ramon meledeknya.
"kau mau kemana Sean " teriak Ramon saat Sean keluar dari ruangannya.
Sean tidak menggubris teriakan Ramon, ia terus melangkah mencari ruangan Bella. Sean ingin memberi hukuman karena bella tak mengakuinya didepan Ramon.
Sean menyelusuri setiap sudut ruangan,tak lama ia menemukan ruangan Bella. Perlahan ia masuk, Bella terlihat fokus pada pekerjaannya, berdiri dihadapan Bella.
Bella mendongkakkan kepalanya, terkejut melihat Sean berada di ruangannya.
"Sean kau " melotot tajam
"hallo istriku" seringai Sean
"Ngapain kau kemari "
"tentu saja bertemu dengan istriku"
"keluar " bentak Bella
Sean perlahan menuju kursi yang Bella duduki, tubuh Bella bergetar, dadanya berdegup kencang, ia takut Sean akan berbuat macam-macam terhadapnya. Sean menarik tubuh Bella dipeluknya erat-erat.
Mata Sean dengan mata Bella bertemu jaraknya hanya beberapa senti saja. Deru nafas Sean menyeruak ,mata tajam Sean menatap dalam manik mata Bella.
"kau harus ku beri hukuman " suara serak Sean menahan gairah.
"keluar Sean,,,aku akan teriak kalau kau macam-macam dengan ku" gertak Bella.
"silahkan saja.... ruangan mu jauh dari orang-orang,, kenapa Ramon menempatkan mu di ruangan yang sangat minim pegawai "
"dasar kau brengsek " memukul-mukul dada Sean.
Sean dengan cepat menyambar bibir Bella dilumatnya dengan rakus, ciuman mendalam dan menuntut lebih. Ciuman terus menerobos masuk kedalam mengabsen seluruh rongga mulut Bella.
"ah " ******* lolos dari bibir Bella.
Sean semakin bersemangat mendengar ******* Bella, ia memepetkan tubuh Bella ke dinding. Sean terus menciumi bibir Bella tangan Sean perlahan menarik rok span Bella ke atas, membelai inti Bella.
Bella mendesah merasakan intinya dimainkan oleh jari Sean.
"lepaskan brengsek " desah Bella.
Nafas Sean kian memburu ia ingin menutut lebih, gairahnya datang ingin menyelesaikan semuanya. Dengan cepat Sean menurunkan celana memasuki inti Bella.
"Sean kau ...akh " teriak Bella
Sean semakin gila menghujani tubuh Bella,dia tidak peduli ia sedang berada dimana. Hingga akhirnya cairan hangat masuk ke dalam rahim Bella.
Sean menatap Bella yang terengah-engah,kilat mata Bella menunjukkan kebencian. Sean tersenyum mengecup bibir Bella.
"aku mencintaimu bell "
"lepaskan aku brengsek...akan ku laporkan kau "ucap Bella setengah terisak
"aku masih suamimu bell "
Bella mendorong tubuh Sean, merapikan pakaiannya berlari keluar. Sean menatap kepergian Bella, hatinya sangat senang bisa menjerat Bella kembali dengan bercinta dengannya.
Ditoilet Bella membersihkan sisa-sisa percintaan Sean, hati Bella sangat sakit diperlakukan seperti wanita ****** memuaskan hasratnya dimana saja. Air mata Bella mengalir mengingat kembali kejadian tadi.
"brengsek kau Sean " tangis Bella.
"aku tak akan pernah mau kembali padamu "
____________________________________________
Sean emang ya gak tahu diri 😤😤😤
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰
Happy reading 💐💐💐