
Sean mengajak Bella dan Zyan makan malam di sebuah restoran. Sean ingin mengatakan kepada Zyan bahwa ia dan juga Bella akan segera menikah.
" boy Daddy sama mommy akan segera menikah , apa kau setuju ? tanya Sean meminta pendapat Zyan.
" Zyan terserah mommy sama Daddy saja karena itu hak kalian " jawab Zyan disela makannya.
" terimakasih Zyan " Sean mengelus rambut Zyan.
" aku sudah tak sabar menikah dengan mu sayang " ucap Sean tersenyum genit kepada Bella.
Bella mendelik tajam ke arah Sean.
" Zyan apa kah kamu ingin adik ? tanya Sean.
Bella semakin menatap tajam Sean.
Zyan menghentikan makannya, lalu ia menatap Sean.
" adik ? hmm sepertinya boleh dad , aku kesepian dirumah, Daddy sama mommy sibuk terus "
" baiklah , adikmu akan segera hadir kamu doakan saja supaya mommy mu mau memberikan adik untuk mu " Sean tersenyum genit kepada Bella.
" Sean hentikan kekonyolan mu " delik Bella.
" kekonyolan apa sayang , Zyan meminta adik tentu saja sebagai orang tua kita harus memenuhi keinginannya " kilah Sean tersenyum
" menyebalkan " guman Bella sebal
Usai makan malam Sean mengantar Bella dan Zyan ke rumah bi Marni, karena malam ini Zyan ingin bersama Bella.
" makasih ya Sean sudah mengantar kami " ucap Bella tiba dirumah bi Marni.
" sama-sama sayang " balas Sean tersenyum.
" Zyan salam dulu sama Daddy " titah Bella.
" iya mom " Zyan pun mencium tangan Sean.
" dad aku menginap disini dulu ya , Daddy hati-hati dirumah " ucap Zyan.
" iya boy , kau tenang saja " kekeh Sean. Mengelus rambut Zyan.
" ya udah kamu masuk sayang , diluar dingin mommy masih ingin berbicara sama Daddy " perintah Bella.
" iya mom " Zyan mengangguk. " dah dad " Zyan melambaikan tangan ke arah Sean lalu masuk kedalam rumah.
" dah boy " balas Sean.
" Sean , aku mau bertanya padamu ?
" bertanya apa bell ? tanya kan saja selagi aku bisa menjawabnya "
" apa perlu aku mengundang Ryan ?
Raut wajah Sean seketika kesal mendengar ucapan Bella. " kau jangan macam-macam bell, kau tahu dia sempat mengancam kita untuk menggagalkan pernikahan kita "
" aku tahu Sean , tapi mungkin dengan dia tahu pernikahan kita dia takkan mengharapkan aku lagi "
" tidak Bella, aku bilang tidak ya tidak jangan cari masalah " ucap Sean tegas.
" iya baiklah " ucap Bella pasrah.
" sebaiknya kau istirahat, jangan berpikiran macam-macam apa lagi berniat menemui pria itu " kecam Sean.
" iya Sean "
" ya sudah masuklah "
Bella akhirnya melangkah masuk kedalam rumahnya. Sean menatap punggung Bella hingga masuk kedalam rumahnya.
takkan ku biarkan pria itu mengganggu pernikahan yang telah aku dan Bella impikan , batin Sean .
Sean melangkah masuk kedalam mobilnya meninggalkan rumah Bella.
Esoknya Bella sudah bersiap untuk pergi ke toko kue bibinya. Bella berserta bi Marni dan Zyan menaiki taksi menuju toko kue.
" hore akhirnya aku bisa makan kue Oma lagi " ucap Zyan girang.
" tentu saja sayang ,kamu boleh memilih kue mana pun yang kamu suka " ucap bi marni.
Kini mereka telah tiba di toko kuenya. Toko yang nampak sudah bersih dan rapi di bereskan oleh para karyawan bi marni.
" Zyan duduk di sana ya nanti mommy bawakan kue yang enak buat Zyan " ucap Bella menunjuk kursi di pojokan yang dekat jendela.
" siap mom " ucap Zyan memberi hormat.
Bella menggelengkan kepalanya. Ia langsung menuju etalase dimana kue-kue sudah tertata rapi. Bella mengambil black forest sepotong dan juga red Velvet sepotong untuk Zyan.
" ini sayang habiskan ya , " Bella meletakkan 2 piring kue dan juga es Milo kesukaan Zyan.
" terimakasih mom " Zyan tersenyum penuh kegirangan.
" mommy tinggal dulu ya mau bantuin Oma "
" iya mom "
Bella kembali ke belakang menuju dapur, kue-kue pesanan telah siap untuk dibungkus Bella pun membantu para pegawai bibinya.
Usai membantu dibelakang Bella kembali ke depan mengecek kembali kue apa saja yang telah habis.
" mbak saya minta cheese cake dong " pinta seorang gadis yang sedang melihat-lihat etalase.
" utuh saja " jawabnya.
Bella pun mengambil kue yang utuh sesuai yang diminta gadis tersebut.
Gadis itu yang tak lain selena menuju meja kasir untuk membayar kue pesanannya.
" berapa mbak ? tanya selena mengambil dompet di tasnya
" delapan puluh lima ribu " jawab Bella.
" ini " Selena menyerahkan uang seratus ribuan lalu ia menatap Bella dengan intens.
" kau Nona Bella kan ? tanya Selena.
Bella mengernyitkan keningnya bingung. " iya . kamu tahu namaku " tanya Bella balik.
" tentu saja aku tahu , kau itu wanita yang cintai oleh tunangan ku ,Mr Ryan " celetuk Selena.
Bella tersenyum kaku menatap gadis dihadapannya.
" ini kembalian dan ini kue nya " Bella menyerahkan uang dan kue pesanan Selena.
" terimakasih nona Bella , tapi bisa kah kita bicara ? pinta Selena
" bicara ? mau bicara apa ya ? Bella menggaruk tengkuknya yang tak gatal .
" ini tentang tunangan ku , ayo lah ku mohon " Selena memelas.
Bella melirik sekeliling dan memutuskan untuk mengiyakan ajakan Selena.
" baiklah , ayo kita duduk disana " tunjuk Bella kearah meja yang kosong .
" okey " Selena menurut , ia pun menuju meja yang ditunjuk Bella.
Setelah keduanya duduk Selena agak canggung berhadapan dengan wanita yang masih dicintai Ryan. Sedangkan Bella ia terlihat tenang meski sedikit was-was dihatinya.
" nona Bella , aku hanya ingin menanyakan beberapa hal padamu tentang tunangan ku Mr Ryan. Kau tahu semenjak aku tahu bahwa kau adalah wanita yang cintai Mr Ryan aku merasa minder , kau sangat cantik dan juga dewasa " ungkap Selena panjang lebar.
" lalu apa yang akan kau tanyakan nona " tanya Bella datar.
" bagaimana caranya agar Mr Ryan menyukai ku seperti dia menyukai mu , mungkin ini pertanyaan bodoh tapi dia sangat dingin dan kasar padaku , aku bingung harus menghadapi sikap dia "
" Ryan dingin dan kasar ? Bella mengkerutkan keningnya tak percaya.
" iya Mr Ryan sangat dingin dan kasar padaku , malah kemarin aku membuatkannya bekal makan siang dia malah melemparnya tanpa mencicipi sedikitpun " ucap Selena sedih.
Bella sedikit terkejut dengan pernyataan Selena dengan sikap Ryan yang berubah kasar. Namun tanpa menunjukkan keterkejutan pada Selena, Bella menampakkan wajah yang datar .
" aku sedikit terkejut dengan ucapan mu tentang Ryan yang kasar dan dingin. Tapi jujur Ryan sejak dulu Ryan mempunyai sifat yang periang dan humoris , makanya aku tak menyukainya karena dia sering mengganggu ku "
" hah , benarkah itu Mr Ryan periang dan humoris ? tapi kenapa denganku dia berubah kasar dan sangat dingin "
" mungkin dia sedang banyak masalah " tebak Bella asal.
" tidak tidak bukan banyak masalah tapi dia belum bisa move on dari mu nona "
Bella sedikit canggung saat Selena menyinggung tentang dia dan juga Ryan.
Bella menghela nafasnya. " kau ingin Ryan menyukai mu ?
Seketika bola mata Selena membulat sempurna penuh harapan.
" iya nona Bella , kau mau memberi tahu ku ? tanya Selena penuh harap.
" menurut pandangan ku sekarang Ryan butuh penghibur disaat-saat patah hatinya , kau perlu menghibur nya dengan cara yang kau bisa "
" tapi apa nona Bella , kemarin saja kotak bekalku dilemparnya "
" ganggu dia terus sampai dia bosan dan menginginkan mu pergi menjauh darinya , lalu setelah itu kau bisa meninggalkannya "
" maksudmu apa nona kenapa aku harus meninggalkannya " bentak Selena tak terima.
" begini saat kamu mengganggu dia terus , otomatis Ryan sangat terganggu dengan sikapmu itu , walaupun dia membenci mu tapi disaat kau meninggalkannya dia pasti akan kehilangan sosok pengganggu seperti mu "ungkap Bella
" benarkah itu ? tanya Selena tak percaya.
" cobalah saranku ini , kalau tak berhasil datanglah kemari . Kau tahu dimana aku berada " ucap Bella datar.
.
.
.
.
Jangan lupa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰
.
.
.
.