Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
tragedi alat pel


"kenapa kamu diam saja bell,," tanya Sean saat perjalanan pulang dari villa.


"tidak apa-apa"jawab Bella datar


"apa kamu masih marah ???tanya Sean kembali


"fokus menyetir saja Sean"ketus Bella


Sean tertawa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"maafkan aku sayang "mengusap lembut puncak kepala Bella.


"aku kesal padamu Sean,,,tidak bisakah kau menahan dari hasrat bercinta mu itu,,aku sangat lelah melayani mu" protes Bella


Sean tersenyum "aku tidak bisa saat bersama mu sayang" kekehnya.


Pergumulan panas di kolam kemarin sore hingga malam hari, membuat Bella kesal padanya. Pria itu tak henti hentinya menghujani tubuh Bella yang sudah kelelahan.


Sampai di depan rumah pun Bella masih mendiami Sean, sedangkan Sean ia malah senyum-senyum sendiri melihat tingkah Bella yang kesal padanya.


"maaf tuan,,,ada tuan Tio diruang kerja tuan" pelayan wanita menghampiri Sean dan Bella yang baru tiba.


"iya"


"sayang kamu istirahat yaa"ucap Sean


"tidak kau suruh juga aku akan istirahat "sinis Bella ia pun melangkah pergi menuju kamarnya.


Sean terkekeh melihat Bella yang masih kesal padanya, Sean pun menuju ruang kerjanya.


Diruang kerja Tio sudah menunggunya.


"apa kau sudah membawa dokumen yang ku pinta?? tanya Sean berubah tegas


"sudah tuan,,,"Tio menyerahkan beberapa dokumen ke arah Sean.


"oke,," Sean menerima dokumen membuka lembar per lembar.


"tuan besok peresmian gedung apartemen dengan pak Hendro "ucap Tio


"iya baiklah,"sahut Sean


"malamnya pak Hendro mengadakan pesta di hotelnya tuan"lanjut Tio


"oke,,aku akan datang"


"apa ada hal yang tuan inginkan??tanya Tio sebelum ia pamit.


"selidiki dimana mantan kekasih istriku"perintah Sean tegas


"baik tuan,, kalau begitu saya permisi" Tio pun keluar dari ruang kerja Sean.


Bella merebahkan tubuhnya di ranjang, sungguh sangat lelah tubuhnya setelah kemarin sore ia digempur oleh Sean hingga malam hari.


"kau menyebalkan Sean" guman Bella kesal


dia kadang bersikap manis,kadang juga bersikap kasar,aku sungguh tak mengerti. Dan hatiku belum bertaut dengannya, walaupun kita sering bercinta, rasanya aku belum merasakan getaran cinta, apakah hatiku masih bertaut dengan Devan,tapi......


Lamunan Bella buyar saat Sean masuk ke kamar.


"kau lelah sayang" Sean tersenyum meledek


Bella menatap sinis Sean "tinggal kan aku sendirian"


"sini aku pijitin "bujuk Sean


"aku tidak mau dipijit sama pria mesum seperti mu" ketus Bella


"mesum juga suamimu sayang" seringai Sean


Bella beranjak dari ranjang.


"mau kemana ???tanya Sean


Bella berhenti dan menoleh "aku mau ke ruang spa,,aku mau dipijat.."


"aku ikut "Sean menghampiri Bella, berjalan bersisian menuju ruang spa.


Usai di massage Bella kembali ke kamarnya,rasa lelahnya berkurang setelah dipijat. Ia pun ke kamar mandi untuk berendam mumpung Sean tertidur di ruang spa. Bella tidak membangunkan dan pelayan pun diperintahkan Bella supaya tidak membangunkan Sean.


Bella mengisi bathtub dengan air hangat ditambahkan wewangian untuk merilekskan tubuh dan pikiran nya.


"ini sangat nyaman" Bella memejamkan matanya merasakan air hangat dan aroma terapi dari wewangian.


kenapa ada yang memegang pahaku,batin Bella masih terpejam


"seaannn...."pekik Bella kaget


"hai sayang,,, kamu mandi ko' tidak mengajakku" seringai Sean


"keluar kamu Sean" teriak Bella


"aku juga mau mandi sayang"


Bella menggeram tertahan,tidak bisakah Sean tidak menggangu quality time nya.


"pergi Sean,,,bisa tidak kau ini tidak menggangu quality time ku"geram Bella


"aku juga sedang quality time denganmu sayang" cengir Sean


hhah menyebalkan sekali pria ini,runtuk bella


...Sean menarik kaki Bella mendudukkannya di pangkuannya,kedua sisi kaki Bella menjepit perut Sean,posisi yang pas menurut sean...


"Sean..." Bella melotot


"kau sudah enakan setelah dipijat ???


"maksudmu apa Sean" Bella menatap menyelidik


"tidak ada maksud apa-apa,,,"Sean menyeringai mesum


Dari tatapan Sean,Bella mengetahui maksud Sean.


"Sean,,,sudahlah aku capek " keluh Bella


"aku tidak,,,,"sahut Sean


Tidak ingin menunggu lama Sean memposisikan dirinya ke arah Bella, dan sesuai perkiraan Sean,benda yang menegang dari tadi masuk ke dalam inti Bella.


"akhh Sean,,,,,kau brengsek"Bella mengumpat sekaligus merasakan desakan kenikmatan yang Sean berikan.


Kilat gairah dari sorot mata Sean saat Bella mulai mendesah membuat Sean semakin bergejolak. Sean meluncurkan aksinya lagi,entah sudah berapa banyak pelepasan yang mereka berdua keluarkan,Sean tidak mau berhenti, setelah Bella tidak berdaya,Sean baru berhenti ia tersenyum puas.


"apa kau tidak lelah Sean " tanya Bella saat Sean menggosok paha bell


Sean yang berjongkok menengadah kepala "tidak ketika denganmu,,,kau membuatku selalu semangat dan bergairah "sahut Sean menyeringai


"dasar mesum"dengus Bella pelan.


Usai mandi bersama ditambah pergulatan panas mereka Sean dan Bella makan malam.


"bell,,,besok malam ada pesta rekan bisnis ku,,kamu harus menemani ku"ucap Sean disela-sela makan malam.


"apakah aku harus ikut ???


"tentu saja,,,,semua orang tahu kalau aku sudah menikah,,,jadi besok kau temani aku"


"iya baiklah" Bella menghela nafasnya


"aku akan persiapkan gaun untuk mu,,,nanti pelayan yang akan mempersiapkannya"ujar Sean.


Bella hanya mengangguk, melanjutkan makan malamnya.


"Sean,,, bolehkah aku ke tempat bibiku" tanya Bella hati-hati


"untuk apa,,,besok ada acara Bella"


"acaranya kan malam,,,nanti sore aku pulang dan bersiap" bujuk Bella


Sean nampak berpikir "iya baiklah,,,,tapi secepatnya kamu pulang dan bersiap,,, kalau sampai kamu belum siap saat aku pulang,,,ada hukuman yang akan menunggumu"ancam Sean


apa....dihukum....hukuman apa yang akan Sean berikan,,aku takut ia berbuat kasar lagi,batin Bella tak tenang.


Pagi saat toko kue akan buka Bella sudah datang di depan toko.


"Bella,,,"sapa Ryan, orang pertama ia temui saat menunggu toko buka.


"ada apa pagi-pagi sudah datang " sambung Ryan lagi


"aku mau ketemu bibiku"


"bibimu masih dirumah dong bell," kekeh Ryan


"sudahlah buka tokonya,aku ingin masuk"


"iya baiklah,,,nona yang cantik"


Bella menghembuskan nafasnya, setelah Ryan membuka toko kue bi Marni,Bella menerobos masuk ke dalam.


"kamu ini kenapa bell,,,"tanya Ryan heran.


"aku tidak apa-apa,,,,mana karyawan yang lain??


"sebentar lagi mereka datang" Ryan pun mulai beberes toko,tidak lama karyawan yang lain datang. Menatap heran Bella,masih pagi ponakan bos nya sudah datang.


"ko dia ada disini pagi-pagi gini" bisik Reni ke arah Ryan.


Ryan mengedikkan bahunya,ia lanjut beberes.


"ian,,,apa yang harus aku bantu??tanya Bella


"tidak usah,,,kamu kan ponakan Bu Marni pemilik toko ini,,masa bantuin beberes sih"


"tapi aku ingin membantu,,,,aku tidak enak hanya diam melihat kalian kerja"


"tidak usah bell,,," Ryan meyakinkan


Tetapi Bella ngotot mengambil alih alat pel yang Ryan pegang,aksi tarik menarik antara Bella dan Ryan berebut alat pel,di tonton karyawan lain yang hanya tertawa melihat dua insan yang berebut seperti bocah yang memperebutkan mainan.


"berikan padaku ian" Bella menarik alat pel


"tidak bell,,,kamu duduk saja sana,,,nanti tanganmu kotor"balas Ryan


"aku sudah biasa,,"Bella ngotot menarik kembali.


''pokonya tidak usah bell,,"


Sampai akhirnya aksi tarik menarik berubah tragedi,Bella yang tak bisa mengimbangi tarikan Ryan tertarik ke arah Ryan, menubruk tubuh Ryan hingga jatuh ke lantai. Bella menindih tubuh Ryan yang jatuh terlentang.


"aduh " rintih Ryan merasa kesakitan di pinggangnya.


"aw,,," Bella pun mengaduh kesakitan menubruk tubuh Ryan.


"kalian sedang melakukan apa"" bentak bi Marni melihat Bella menindih Ryan.


bi Marni pun membantu Bella berdiri, "Bella sedang apa kamu sama ian?? selidik bi marni.


Ryan pun bangun dan menceritakan kronologi kejadian tarik menarik itu.


"ya ampun,,,bibi kira kamu berbuat mesum bell "bi Marni tertawa mendengar kejadian tadi


"untuk apa aku berbuat mesum bi,,aku sudah punya suami" elak Bella


"hmmm....yang punya suami bangga" ledek Ryan.


"sudah-sudah,,,,ian bereskan yaa" perintah bi Marni


" baik Bu "sahut Ryan.


"dan kamu Bella,,kenapa kamu sudah ada disini?? cecar bi marni.


"a..ku,,bosan dirumah bi" kilah bella


"ya sudah kamu duduk dulu sana,,bibi buatkan kopi yaa"


"iya bi".


Bi Marni kebelakang membuat kopi untuk Bella. Ryan pun menghampiri Bella saat bi marni tak ada,ia ingin meledek Bella kembali.


"enak ya yang sudah punya suami"ledek Ryan


"bisa diam tidak,,," ketus Bella


"gimana rasanya menindih tubuh pria lain....lebih hangat suamimu atau aku"


"jaga ucapanmu Ryan,,, kejadian tadi hanya sebuah kecelakaan"desis Bella.


"iya aku tahu,," sahut ryan enteng.


"apa kau menyukai nya" cengir Ryan.


"ian,,,kau ini"geram Bella,,ia pun mengejar pria tak tahu malu itu,kesal rasanya setiap saat ke toko pasti ian selalu meledek ataupun menjahilinya.