
Empat hari sudah Sean dirawat, dengan setia Bella menemaninya hingga pulih. Ryan pun turut menemani, ia takut Sean mencuri-curi kesempatan untuk berdekatan dengan Bella.
"sayang,,, pegangin aku " rengek Sean, meminta bantuan Bella saat akan turun dari ranjangnya.
cih dasar manja ,batin Ryan kesal.
Bella akan membantu Sean, namun dengan cepat Ryan meraih tangan Sean untuk membantunya.
"biar aku saja bell,,,,kamu urus Zyan saja " tahan Ryan.
"oh iya,,, makasih ya ian "
ck....sialan pria ini , decak Sean.
"kau jangan macam-macam Sean " bisik Ryan penuh penekanan.
"pergi kau sialan " balas Sean tajam.
Ryan mencengkram lengan Sean kuat, matanya menatap tajam Sean.
"aww....aduhh... " pekik Sean pura-pura kesakitan.
Bella menghampiri Sean. " ada apa Sean "
"tanganku sakit bell,,, dia tidak ikhlas membantu ku " adu Sean manja.
",Ian..." gertak Bella
"aduh sakit Bell " Sean pura-pura mengaduh kesakitan.
sialan si Sean.
"sini biar aku bantu, " Bella memapah tubuh Sean bangkit.
Seringai muncul dari bibir Sean, ia berhasil membuat Ryan panas. Sean memeluk pinggang Bella erat, berpura-pura kesusahan.
"sayang temenin aku di dalam " pinta Sean,
"aku tidak bisa Sean " tolak Bella.
"aku masih kesusahan bell " Rajuk Sean.
"kamu dibantu ian saja ya " tawar Bella.
"tidak...dia tidak ikhlas membantu ku "
Dengan terpaksa Bella memapah Sean masuk ke dalam kamar mandi, namun di tahan Ryan.
"mau ngapain kamu bell " tanya Ryan.
"Sean meminta ku masuk kedalam,,, dia masih kesusahan "
"tak usah,,,biar aku saja, tidak pantas seorang wanita berduaan dengan pria dikamar mandi,,, apa lagi tidak ada ikatan " sarkas Ryan
"dia masih istriku " geram Sean.
" itu dulu,,, sekarang dia calon istriku " ucap Ryan tajam.
"sudah kalian jangan bertengkar " Bella menengahi.
"maaf aku tidak bisa membantumu Sean,, biar Ian saja yang membantu mu "ujar Bella.
Kini giliran Ryan yang tersenyum mengejek ke arah Sean.
"tak usah kau bantu,,, aku bisa sendiri " ketus Sean.
"aku akan membantumu,,, siapa tahu kau kesusahan memegang nya " kekeh Sean
"sialan " umpat Sean, ia pun menutup pintu kamar mandinya dengan kencang.
"see... dia aneh bukan,,,aku sudah mau membantu malah di tolak, "ucap Ryan kepada Bella.
"kalian sama saja seperti anak-anak" jawab Bella meninggalkan Ryan
Ryan tersenyum, setidaknya Sean tidak memanfaatkan Bella dengan alasan sakit nya.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka, Sean berjalan menuju ranjangnya.
" Sean kau sudah selesai " tanya Bella "
Sean mengangguk, lalu naik ke ranjangnya.
"kapan aku pulang bell " tanya Sean. menatap Bella
"nanti sore Sean "jawab Bella.
"nanti kamu pulang sama aku kan???
"tidak,,,Bella tidak akan pulang denganmu " sambar Ryan.
"ck...kau ini sangat menggangu ,,pergi sana " decak Sean.
"gue akan pergi kalau bella juga pergi " sinis Ryan.
" sudahlah,,,kalian jangan bertengkar,,untung Zyan tak ikut kemari,, kalau dia ikut melihat tingkah kalian seperti anak kecil, apa kalian tidak malu " omel Bella
"maafkan aku istriku " ucap Sean pelan.
", aku bukan istrimu Sean,,,kita sudah berpisah lama,"
Ryan tersenyum mengejek. "iya Bella bukan lagi istrimu Sean dia calon istriku "
Sean mengepalkan tangannya kesal, ia ingin sekali menghajar pria yang selalu mengikuti Bella kemana pun ia pergi
"dan kamu ian,,, sepertinya kita pikirkan lagi tentang hubungan kita "
"hah... kenapa bell" Ryan terkejut.
"aku tidak pantas dengan mu " tukas bella
"tapi aku mencintaimu"
",kita bicarakan nanti Ian "
Kini Sean tersenyum senang karena penolakan Bella tentang perasaan ryan.
rasakan , batin Sean.
Siang berganti sore Tio sudah menyelesaikan administrasi, Sean siap untuk pulang. Bella membereskan barang-barang Sean, Ryan masih setia menemani Bella walau tidak ada pembicaraan lagi setelah kejadian tadi siang.
"semua sudah beres " tanya Tio,
" sudah " jawab Bella.
Bella memapah Sean ke arah kursi roda.
"biar saya saja yang mendorongnya nona " pinta Tio
Bella mengangguk, ia membawa barang-barang Sean, sedangkan Ryan mengikuti Bella disampingnya.
Mereka telah tiba di lobby rumah sakit, mobil Sean sudah terparkir didepan. Tio membantu Sean masuk kedalam mobilnya.
"kau ikut denganku bell " pinta Ryan.
"apa-apaan kau ini,,Bella ikut bersamaku " sentak Sean.
" tidak..." ucap Ryan
"sudah.. hentikan " bentak Bella.
" aku akan ikut mobil Sean " ucap Bella tegas.
Sean menyunggingkan senyumnya menatap Ryan.
"kau bisa mengikuti dari belakang ian,,,kalau kau ingin ikut " ujar Bella, ia pun langsung masuk kedalam mobil Sean. Mobil langsung melaju kencang meninggalkan pelataran rumah sakit.
Tiba dirumah Sean, Zyan sudah menunggu di teras depan. Bella membantu Sean keluar dari mobilnya.
"Daddy " teriak Zyan berlari memeluk ayahnya.
" hei boy " Sean mengusap kepala Zyan.
"ayo masuk,,, Daddy harus istirahat " ajak Bella.
"mom biar Zyan saja yang membantu Daddy " pinta Zyan.
". baiklah sayang " Bella tersenyum.
Mereka pun masuk kedalam, Sean dan Zyan menaiki tangga menuju kamar Sean, Bella menuju dapur ia akan membuat bubur untuk Sean.
"Zyan apa kau senang punya Daddy " tanya Sean, setelah tiba dikamar.
"yes Daddy,,.tapi mommy bilang Daddy sudah meninggal,,,tapi nyatanya Daddy masih hidup,, berarti mommy bohong " ucap Zyan
"mommy tidak bohong Zyan,,,tapi mommy tidak tahu kalau Daddy masih hidup "
"oh gitu ya dad " Zyan mengangguk-anggukkan kepalanya.
Melihat tingkah Zyan ia begitu gemas, sean mengacak-acak rambut zyan
"kau sangat pintar boy.... siapa yang mengajari mu "
"ayah ian dad,,ayah ian mengajari zyan semua hal " jawab Zyan polos.
"apakah Zyan sangat menyukai ayah ian ???
"iya dad,,,ayah ian sangat baik, "
"bagaimana dengan Daddy"
", sepertinya Daddy baik "
"kalau Zyan harus memilih, Zyan akan pilih siapa,. Daddy atau ayah ian "tanya Sean
Zyan tampak berpikir, " kalau bisa semuanya dad , soalnya Zyan suka semuanya" cengir Zyan.
"pilih salah satu Zyan "
"tidak bisa dad,,,Zyan ingin semuanya,,ayah ian yang baik,, Daddy Sean ayah kandung Zyan " jawabnya.
"kalau mommy menikah,,Zyan pilih siapa???
"menikah itu apa dad ???
Sean menepuk jidatnya, ia pikir Zyan tahu nyatanya ia hanya anak kecil yang belum mengerti urusan kehidupan dewasa.
"ya sudah kalau tidak tahu " ujar Sean.
Sebuah ketukan pintu, mengalihkan perhatian mereka, Bella masuk kedalam kamar Sean membawa nampan.
"kalian sedang membicarakan apa ???tanya Bella
"pembicaraan lelaki... iya kan boy " ucap Sean.
Zyan hanya mengangguk, mengiyakan ucapan Sean.
"hmm ya sudah .. Sean ayo makan dulu buburnya " perintah Bella.
"suapi dong mom " ucap Sean manja.
"kau sudah tua Sean,,,gak mau sama umur " ketus Bella.
"mom.. Daddy kan masih sakit,,,, biasanya kalau Zyan sakit mommy selalu nyuapin Zyan." sela Zyan.
" tuh denger,,,anak kita bilang seperti itu,,"
" iya baiklah " Bella mengerucutkan bibirnya.
Sean menatap gemas wanita yang pernah jadi istrinya itu, kalau saja Zyan tak ada mungkin Sean akan langsung menerkam bibir manis Bella.
Mobil Ryan melaju kencang menuju rumah Sean, hati Ryan sangat panas melihat kepedulian Bella terhadap Sean. ia tidak ingin Bella kembali bersama lagi dengan Sean. Sudah cukup dirinya menunggu Bella, hingga akhirnya Bella mau menerimanya,namun masa lalu Bella kembali lagi padanya. Ryan benar-benar kesal dengan kehadiran Sean.
"brengsek kau Sean,,, takkan ku biarkan kau merebut Bella lagi " umpat Ryan.
Mobil Ryan tiba di pekarangan rumah Sean. ia bergegas masuk kedalam. Namun di tahan oleh pelayan.
"anda tidak boleh masuk tuan " tahan si pelayan
"saya temannya bella "
"sebaiknya anda tunggu sebentar,, saya akan memberi tahu nyonya Bella "
" cepatlah"
Pelayan itu bergegas menuju kamar Sean.
tok tok tok
"ada apa " tanya Bella saat membukakan pintu
"ada teman nyonya Bella di bawah " jawab si pelayan.
"siapa "
"ehm,,,saya lupa menanyakan nyonya "
"ya sudah...saya akan kebawah nanti "
"baik nyonya " pelayan menundukkan kepalanya, berlalu pergi.
"ada apa bell " tanya Sean
"sepertinya ian baru saja tiba "
" ck...mau apa dia kemari,, mengganggu istirahat ku saja " decak Sean.
" ya sudah aku kebawah dulu Sean,,"
"jangan lama-lama bell,,, kalau perlu usir dia "
Bella menggeleng-gelengkan kepalanya. Bella menuruni anak tangga menuju ruang tamu.
"Ian " panggil Bella.
" bell,,,apa kau sudah selesai,,,ayo ikut aku,,aku akan membawamu ke apartemen ku " pinta Ryan.
"tak perlu ian,,,aku akan tinggal disini dulu,, lagian lusa aku akan kembali lagi ke Surabaya "
"tapi ....."
"aku pasti akan jaga diri ian,,, sebaiknya kamu pulang yaa,,, kamu pasti lelah,,,besok kamu bisa datang kemari lagi" bujuk Bella selembut mungkin.
Ryan mengelus pipi Bella. " baiklah aku pulang,,,jaga dirimu bell,,,besok aku akan kemari "
Bella mengangguk tersenyum. Ryan mendekat ke arah Bella lalu mencium keningnya.
"aku pulang,," pamit Ryan.
Bella mengantarkan Ryan menuju mobilnya, hingga mobil Ryan menjauh dari rumah Sean,ia kembali masuk kedalam rumah.
_____________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰
happy reading 💐💐💐