Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Kembali ke Surabaya


" kenapa kau pergi dengan dia sih " kesal Sean,


Saat ini Bella akan kembali lagi ke kota Surabaya. Bella akan berangkat dengan Ryan, membuat Sean kesal setengah mati. Tadinya Sean memaksa untuk ikut,namun Bella melarangnya karna kesehatan Sean belum pulih.


"sudahlah terima saja " ejek Ryan


"awas kau yaa " gertak Sean.


Kedua pria itu seperti anjing dan kucing saja, bertengkar dimana pun dan kapanpun hanya masalah sepele.


"aku berangkat Sean " pamit Bella.


"Daddy aku pamit ya,,, semoga Daddy cepet sembuh " pamit Zyan mencium telapak tangan Sean.


"kalian tega ninggalin aku " Sean pura-pura terisak.


"jangan seperti anak kecil Sean,, Zyan saja aku tinggal tiap hari tidak pernah merengek " sarkas Bella.


Sean mengerucutkan bibirnya sebal.


"rasain " ledek Ryan.


Sean menatap tajam Ryan.


"hati-hati di jalan ya,,, berikan aku pelukan dulu dong sayang " pinta Sean manja.


"Zyan peluk Daddy " perintah Bella


Ryan tertawa, usaha Sean tidak dibalas Bella.


Zyan memeluk Sean. " Daddy cepat sembuh ya,,nanti main lagi samaa Zyan "


"iya boy... hati-hati di jalan, kabarin kalau sudah sampai ya "


"oke dad"


"anak pintar " Sean mengelus rambut Zyan.


"ya sudah ayo, nanti telat bell "ajak Ryan.


Bella mengangguk menggiring Zyan masuk ke dalam mobil Ryan.


"bye...bye..." Ryan tersenyum mengejek


"sialan " umpat Sean.


Mobil Ryan melaju kencang menjauh dari pekarangan rumah Sean. Sean terus mengamati mobil ryan hingga tak terlihat lagi, mata Sean memicing melihat seseorang sedang mengamati rumahnya.


Ia memanggil satpam yang berjaga di depan gerbang.


"iya tuan "


"apa kau melihat orang mencurigakan sekitar rumah ini "


"tidak tuan,,, saya tidak melihat "


"ya sudah sana kembali "


"baik tuan "


Sean terus menatap orang yang sedang bersembunyi dibalik pepohonan yang mengamati rumahnya. Ia masuk lalu menghubungi Tio, ia menyuruh Tio untuk menangkap orang yang mencurigakan di sekitar rumahnya.


"siapa yang main-main denganku " geram Sean tangannya mengepal kuat.


Surabaya


"akhirnya sampai juga " seru Bella,


"istirahat lah bell....Zyan pasti kecapean " ucap Ryan. Zyan terlelap di kursi belakang mobil Ryan.


"terimakasih ian "


"iya sama-sama"


Bella membuka pintu mobil Ryan, mengendong Zyan perlahan takut mengganggu tidurnya.


", sekali lagi terima kasih " ucap Bella.


"iya sayang " balas ryan gemas, pasalnya Bella terus mengucapkan terima kasih.


Ryan membawa koper Bella hingga depan pintu rumah Bella.


"aku pamit ya bell "


"iya "


Ryan mencium pipi Zyan,namun bibir nya tak sengaja menyentuh bibir Bella. Kepala Zyan yang menyender di ceruk leher bella, membuat Ryan tak sengaja menyentuh bibir Bella.


Sontak mereka langsung diam membeku.


"ah aku masuk dulu " Bella membuka pintu langsung menutupnya.


Ryan masih diam membeku, setelah sekian lama ia tak sengaja menyentuh bibir Bella yang selama ini dia idamkan.


"ah...apa yang terjadi " guman Ryan. ia memegang bibir nya, tersenyum senang. walaupun tak sengaja menyentuh bibir Bella, hatinya begitu bahagia.


"ah, senangnya " Ryan menyunggingkan senyumnya, berjalan menuju mobilnya.


Sedangkan Bella dadanya berdegup kencang, dengan kejadian tadi, ia langsung membawa Zyan ke kamarnya. Membaringkan Zyan yang kelelahan.


"ah apa ini,, kenapa dadaku berdebar begini " Bella memegang dadanya.


Bella menarik nafasnya, menetralkan debaran jantungnya. Kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Esoknya Bella kembali beraktivitas, ia mulai bekerja kembali, setelah seminggu mengurus Sean, kini ia kembali ke rutinitas sehari-harinya.


Pekerjaannya sudah menunggu selama seminggu dokumen menumpuk di meja kerjanya.


" bell " Lia masuk ke ruangannya.


"hmm "


"kamu dari mana saja,,kata bos Ramon kamu ke Jakarta...apa bener ??? tanya Lia


"iya...aku mengurus Sean yang sakit "


"apa....pak Sean yang cabul itu " teriak Lia


"kau serius bell,,,,, ko kamu bisa sih ngurus CEO cabul itu,,, memangnya dia sakit apa " ucsy Lia tak percaya.


" gegar otak kali " jawab Bella asal


"serius bell...ko kamu mau sih ngurusin dia "


" gimana aku bisa nolak,, orang asistennya datang pagi-pagi buta meminta aku pergi ke Jakarta " dengus Bella.


"apa segitunya "


"iya " Bella mengangguk.


"apa sekarang kamu sama CEO cabul itu ada hubungan ???


"tidak ada " balas Bella cepat.


"ko kamu mau ngurus dia sih ..apa kamu dapat bayaran bell ngurus dia "


Bella mendelik tajam. " maksudmu apa Lia " sentak Bella.


"ya kamu kan gak ada hubungan dengan CEO cabul itu,,, berarti kamu dibayar dong buat ngerawat dia " ucap Lia.


"sebaiknya kau kembali kerja Lia,,,apa aku perlu aduin ke bos Ramon kamu nggosip terus " ancam Bella.


"ish kau ini gak asik " dengus Lia.


"udah sana pergi " usir Bella.


"iya iya ...aku pergi " Rajuk Lia, pergi meninggalkan ruangan Bella.


Bella mengusap wajahnya, hubungan rumit ini kenapa terjadi disaat hidupnya mulai tenang.


" argh...apa aku harus menghilang lagi ..tapi kemana " gumamnya.


Bella menyandarkan kepalanya di kursi. Kepala nya berdenyut memikirkan semua hal yang menyangkut hubungannya dengan Sean dan Ryan.


Jakarta


Saat ini Sean kembali lagi ke kantor, walaupun keadaan masih belum pulih tapi ia memilih berangkat ke kantor, diam sendirian dirumah membuat jenuh dan bosan tidak ada yang menemaninya seperti hari-hari kemarin.


"bagaimana kau sudah selidiki orang yang memata-matai rumahku " tanya Sean kepada Tio.


" sudah tuan ,,,saya sudah mengintrogasi nya"


"siapa dia "


"dia suruhan tuan Daniel "


Seketika matanya melotot tajam, tangan Sean mengepal kuat.


"apa alasannya " Sean menggertakkan giginya menahan emosi.


"mengawasi anda dan juga nona Bella, "


"apa....untuk apa " Sean menaikkan sebelah alisnya.


"sebenarnya saya ingin mengatakan hal ini kepada tuan, masalah kecelakaan yang tuan alami hingga tuan berpisah dengan nona Bella " terang Tio


"cepat katakan " ucap Sean tak sabar


"jadi hilangnya nona Bella karna ulah tuan Daniel, ia menculik nona Bella. "


"jadi ulah pria tua itu " rahang Sean mengeras , menggertakkan giginya menahan emosi.


"iya tuan, kemarin saat nona Bella merawat anda, saya menanyakan hal ini kepadanya, dan nona Bella telah memberitahukan kejadian yang sebenarnya "


" apa lagi yang Bella katakan "


"nona Bella bilang bahwa saat itu dia disekap oleh tuan Daniel, anda menyelamatkan nya namun karna banyaknya anak buah tuan daniel, tuan tidak bisa melawan mereka semua, nona Bella meminta membebaskan anda tapi dengan syarat nona Bella harus menjadi simpanannya "


" brengsek " Sean menggebrak mejanya. sorot matanya memancarkan kemarahan.


"lalu apa lagi ??? lanjut Sean.


"nona Bella menerima syarat itu,, tapi ia tidak mengetahui keadaan tuan Sean setelah itu, karna ia langsung dibawa pergi oleh tuan Daniel."


"jadi selama ini Bella jadi simpanannya tua Bangka itu "geram Sean.


"itu tidak terjadi tuan, nona Bella diselamatkan oleh ian, Ryan Suhendro "


"Ryan Suhendro,,,, maksudmu dia anak dari Suhendro ???


"iya tuan,, dia anak tuan Suhendro "


"kenapa Bella bisa kenal dengannya ???


"sebenarnya anak tuan Suhendro itu karyawan bibinya Bella, ia bekerja di toko kue yang dimiliki oleh bibinya Bella, mereka saling mengenal sejak itu."


"kenapa aku tidak tahu "


"tuan bukannya tidak tahu,,,tapi tidak mengingatnya., ingatan tuan berhenti saat masih berpacaran dengan nona Sabrina, jadi tuan tidak mengingat tentang nona Bella dan pria yang bernama Ian itu " jelas Tio.


"ah begitu "


Tio mengangguk.


"lalu apa kau sudah selidiki semuanya ??


"sudah tuan,,,saat ini saya sedang mengumpulkan bukti-bukti, supaya bisa memenjarakan tuan Daniel secepatnya"


"good job " Sean menyunggingkan senyumnya.


",tangkap tua bangka itu secepatnya, karena dia sudah mengusik kehidupan Sean Wiraguna " tekan Sean


"baik tuan " Tio menganggukkan kepalanya berlalu pergi dari ruangan Sean.


akan ku pastikan kau akan hidup di jeruji besi hingga kau mati membusuk di penjara, Daniel, batin Sean.


_____________________________________________


Dukung terus yaa like comment and vote


Biar author semangat up nya 🥰🥰


Happy reading 💐💐💐