
Tok tok tok
Bella membuka pintu rumahnya, seorang pria datang bertamu.
"ian " seru Bella
"hei sayang " sapa Ryan tersenyum
"ayo masuk, " ajak Bella.
Ryan mengangguk melangkah masuk kedalam rumah.
"duduk ian........ sebentar aku panggil Zyan "
Bella masuk kedalam menuju teras belakang manggil zyan yang sedang bermain.
"sayang ada ayah ian " panggil Bella.
"ayah ian datang mom " seketika Zyan menghentikan aktivitas mainnya.
"iya sayang,,,,ayo kita ke depan " ajak Bella.
Zyan berlari kedalam rumah menuju ruang tamu.
"ayah ian " teriak Zyan memeluk Ryan yang tengah duduk
"jagoan ayah " membalas pelukan Zyan.
"ayah ko baru datang sekarang....katanya mau pulang bareng sama mommy " protes Zyan.
"maafkan ayah ian sayang " balas Ryan.
"ayah...kemarin mommy pulang dianter sama temannya "
"oh ya...siapa ????
"Zyan gak tahu yah,,,dia laki-laki badannya besar sekali yah " cerita Zyan.
bella diantar seorang pria....siapa dia???
Bella datang dari belakang membawakan minuman untuk Ryan.
"lagi ngomongin apaan sih,,,kayanya seru banget " tanya Bella
"ini obrolan sesama lelaki....iya kan Zyan " Ryan menatap Zyan.
"hmmm " dengus Bella
Ryan dan Zyan tertawa melihat sikap Bella.
"oh ya...ayah beliin oleh-oleh buat Zyan " Ryan memberikan paper bag untuk Zyan
"wah ini buat Zyan yah ???
"iya sayang "
"hore Zyan banyak mainan " teriak Zyan girang.
"ya udah Zyan bawa mainan nya ke kamar ya " pinta Bella
''ya mom.... makasih ayah ian " Zyan berlari menuju kamarnya.
Bella menggeleng kepalanya.
"bell...."
"iya "
"kemarin kamu pulang sama siapa??
degh
"hmm...kemarin....aku.... maafkan aku Ian "
"maaf untuk apa bell..."??? tanya Ryan heran
"sebenarnya kemarin aku bertugas di Jakarta dengan bos Ramon dan pegawai lainnya...dan kau tahu ian....Ramon berkerja sama dengan Sean CEO SW corporation....Sean masih hidup" jelas Bella
degh....Bella bertemu dengan Sean,,, tidak mungkin.
"kau bertemu dengan Sean ???
"iya...tapi sepertinya dia tidak mengingat aku "
"bell ..apa kamu mau kembali lagi padanya" tanya Ryan, raut wajah Ryan terlihat sedih.
"aku tidak tahu ian....aku bingung " jawab Bella.
Ryan tidak ingin melepas Bella begitu saja, ia sudah berjuang menyakinkan Bella untuk menikah dengannya.
"bell...aku mohon jangan kembali padanya,, aku sangat mencintaimu bell " mohon Ian.
"aku..." Bella menghela nafasnya.
"bellaaa " teriak seseorang, pria itu berdiri di ambang pintu rumah Bella.
"Sean " seru Bella
akh sialan kenapa dia kemari, gerutu Ryan.
Sean menghampiri Bella,ia berjongkok di hadapan Bella.
"aku sudah tahu semuanya " ucap Sean
"apa " jawab Bella terkejut
apa dia mengingat semuanya,batin Ryan.
"aku adalah suami mu bell,,,ini buku pernikahan kita " Sean mengeluarkan 2 buku nikah milik Bella dan dirinya.
tidak mungkin, batin Ryan
"Sean bangun lah ...." pinta Bella , Sean pun bangun.
"kembali lah padaku bell " pinta Sean menggenggam tangan Bella.
Ryan terdiam perasaannya sangat sakit.
"kita sudah lama berpisah Sean " ucap Bella melepaskan genggaman tangan Sean.
"tapi aku mencintaimu "
Bella melirik Ryan yang tertunduk, mendengar Sean mengungkapkan perasaannya.
"aku tidak bisa Sean "
"kenapa ??? Sean tak terima
"aku akan menikah dengan Ian " jawab Bella.
"apa " Ryan dan Sean sama-sama terkejut. Ryan dengan perasaan senang nya,sedang kan Sean terkejut karna Bella memilih pria lain.
"kau masih istriku bell,,,,kita belum berpisah " kecam Sean
"kemana saja saat diriku terpuruk , kau bahkan tidak mencari ku selama ini "
"maafkan aku " ucap Sean pelan.
Ryan tersenyum penuh kemenangan.
"see...Bella akan menikah denganku " ucap Ryan.
"takkan ku biarkan kau menikah dengan istriku " hardik Sean menatap tajam Ryan
"Bella telah memilih ku " Ryan ngotot
Kedua pria itu saling melemparkan tatapan membunuh.
"stop.... sebaiknya kalian keluar dari rumahku " Bella mengusir kedua pria itu.
"tapi aku suami mu bell " kukuh Sean.
"aku juga calon suami mu bell " Ryan bersikeras
Bella memejamkan matanya, menghela nafasnya,kedua pria ini membuatnya pusing.
"keluar sekarang " bentak Bella.
Kedua pria itu terdiam tak ada yang mau keluar.
Bella melirik Sean dan Ryan, kedua pria itu tak bergeming.
"tidak...baik aku keluar..." ucap mereka berdoa serempak.
Akhirnya kedua pria itu keluar dari rumah Bella. Mereka saling menatap tajam satu sama lain.
"kenapa kau kembali " tanya Ryan tajam
"karna aku suaminya" balas Sean tak kalah tajam.
"cihh suami... selama ini kau kemana saja " decih Ryan.
"aku memang salah...tapi aku akan memperbaiki semaunya" jelas Sean
"tidak perlu....biar aku saja yang memperbaiki semaunya"
"maksudmu "Sean menaikkan sebelah alisnya
"aku yang akan menikah dengan Bella " Ryan tersenyum bangga.
"takkan ku biarkan " Sean menarik kerah baju Ryan
"disini akulah yang pemenangnya" Ryan terus memanasi Sean
"kau " Sean akan melayang kan tinju,,namun Bella langsung keluar melihat pertikaian mereka
"hentikan " teriak Bella.
Bella melotot tajam kearah mereka berdua.
"kenapa kalian masih disini,,, apa-apaan ini.. kalian mau berkelahi di rumah ku " teriak Bella marah-marah.
kedua pria itu terdiam, mereka sekejap menjadi takut dengan Bella. Zyan yang mendengar mommy nya teriak-teriak berlari menghampiri Bella.
"mom ada apa ??? tanya Zyan.
"sayang,,,,kenapa kamu keluar " jawab Bella lembut
"mommy teriak-teriak,,,Zyan kira ada apa mom " tanya Zyan polos.
"gak ada apa-apa sayang " mengusap rambut Zyan.
Zyan menatap dua pria yang tertunduk takut.
"mom..." Zyan melirik Bella.
"Zyan masuk kedalam ya " perintah Bella.
Namun Sean langsung berjongkok dihadapan Zyan.
"Zyan ini Daddy " ucap sean.
Ryan dan Bella menatap tak percaya Sean akan berbicara seperti itu dengan Zyan.
Zyan kebingungan pasalnya Bella memberi tahu bahwa Daddy telah meninggal.
"Daddy.....tapi kata mommy Daddy aku udah meninggal om " jawab Zyan polos.
"Daddy masih hidup boy,,,, Daddy ini adalah suami mommy mu,,,,maafkan Daddy yang tidak menjemputmu" ucap Sean
Bella makin geram dengan ucapan Sean, begitupun dengan Ryan, ia mengepalkan tangannya.
"cukup Sean ..... sekarang kamu pergi dari rumah ku " perintah Bella.
"aku ingin bertemu dengan anakku,,,," tolak Sean.
"kau pikir dia anakmu " geram Bella.
"hah .. maksudmu" Sean terkejut.
"dia bukan anakmu " jawab Bella.
"tidak mungkin " ucap Sean tak percaya.
"Zyan masuk " membimbing Zyan masuk kedalam rumah,lalu menutup pintu.
"apa maksudmu bell " tanya Sean
"pergilah.... kau bukan ayahnya "
"kau bohong bell ..kemarin kau bilang Zyan tidak punya ayah " Sean menatap tajam Bella.
"iya memang,,, tapi bukan berarti dia anakmu Sean "
"argh kau pasti bohong,,,,aku ingin tes DNA "
"kau tak bisa seenaknya saja,,,,dia anak Bella..dia yang memutuskannya" ujar Ryan .
"kau dia saja " Sean menatap tajam Ryan.
"aku calon suaminya Bella " Ryan tak kalah menatap tajam.
Kedua pria itu mulai melempar tatapan tajam.
"stop...aku mohon pada kalian pergi dari sini,,,aku ingin istirahat " pinta Bella.
" baiklah bell,,,aku pamit pulang " Ryan menghampiri Bella membelai lembut rambut Bella.
Sean yang melihat Ryan berani menyentuh Bella, darahnya mendidih tak terima. Sean langsung menepis tangan Ryan dari rambut Bella.
"jangan kau sentuh-sentuh....dia masih istriku " kecam Sean.
Ryan menyunggingkan senyumnya, " dia calon istriku "
"pergi kau " usir Sean.
"Bella aku pulang ya " Ryan mengelus pipi Bella,
Sean pun kembali menepis tangan Ryan dari pipi Bella. Ryan tersenyum penuh kemenangan ia pun berlalu pergi menuju mobilnya. Sean masih mengawasi Ryan hingga mobil Ryan melaju kencang meninggalkan rumah Bella.
Bella hendak masuk kedalam,namun dengan cepat Sean mencekal tangannya.
"lepaskan Sean "
"bell....ku mohon aku mencintaimu" Sean melembut
"kau punya tunangan Sean,,, pikirkan perasaan Sabrina,,,apa kau tidak ingat apa yang dia lakukan padaku saat jadi istri mu "
"memang dia melakukan apa?? tanya Sean bingung.
"kau ini sudah ingat,,,, apa hanya pura-pura ingat Sean " Bella memicingkan matanya
"aku..." Sean gelagapan.
"jawab " bentak Bella.
"tapi aku suami mu bell,,,,,buku nikah tadi itu buktinya " kilah Sean.
"hanya status untuk apa....ingat Sean aku akan menikah dengan ian"
"takkan ku biarkan."
"Sean...kau bahkan tak mengingatku....untuk apa kau masih menginginkanku "
"karna aku jatuh cinta padamu,,,, walaupun aku belum mengingat mu,,,,tapi rasa dihatiku sangat menginginkan mu bell.."
"kau pintar membual dari dulu sean" sarkas Bella .
"ku mohon beri aku kesempatan bell " mohon Sean
"kau mengemis cinta padaku Sean,,,,mana Sean yang selalu membanggakan dirinya " decih Bella
Sean tertunduk sungguh ia sangat menginginkan Bella, entah kenapa dia seperti ini, sikap arogannya hilang saat berbicara dengan Bella.
"pulanglah Sean " bujuk Bella
"aku ingin tes DNA dengan anakmu,,,agar aku yakin kalau dia bukan anakku atau bukan " pinta Sean.
"terserah kau saja " Bella meninggalkan Sean, ia masuk kedalam rumah.
Sean mengepalkan tangannya ia berjanji tidak akan membiarkan Bella milik pria lain selain dirinya.
__________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰🥰
happy reading 💐💐💐💐