
" persetan dengan cintamu itu,. kini tinggal kau pilih, kau ingin masuk penjara atau kau ingin mati di tanganku " Sean perlahan mengeluarkan senjata sejenis revolver dari balik jasnya. Menodongkan ke depan kepala Sabrina.
Sontak mata Sabrina membulat saat Sean menodongkan pistol di depan kepalanya. Bibirnya bergetar, degup jantungnya berdetak cepat, keringat dingin mengucur dari keningnya.
"se..an " guman Sabrina ketakutan
" ku hitung sampai 10 detik untuk memilih, kau ingin masuk penjara atau mati ditangan ku " teriak Sean.
"Sean maafkan aku, aku benar-benar minta maaf padamu, tolong beri aku kesempatan " mohon Sabrina terisak
"kau dengan mudahnya meminta maaf padaku,, apa kau tak tahu seberapa parahnya kau menabrak Bella, ia mungkin tak mati, tapi kau membuatnya koma, " bentak Sean penuh emosi.
"tolong beri aku kesempatan Sean, aku mohon " mohon Sabrina
" tinggal 5 detik lagi " ucap Sean.
" Sean ku mohon " Sabrina makin ketakutan.
"cepat katakan wanita ****** " bentak Sean penuh emosi.
" iya aku memilih masuk penjara " ucap Sabrina ketakutan, air mata mengalir deras dari kedua matanya.
Sean menarik sudut bibirnya. Menarik kembali pistol yang ditodongkannya.
"bawa dia ke penjara " titah Sean kepada anak buahnya.
"baik tuan "
Mereka melepaskan ikatan Sabrina membawa Sabrina pergi.
" Sean beri aku kesempatan, aku mohon " ronta sabrina.
" Sean " teriak Sabrina,
Sean tidak menggubris teriakan Sabrina,ia langsung melangkah pergi meninggalkan rumah kosong itu. Perasaannya sedikit lega, telah membereskan orang yang menabrak Bella.
kini tinggal giliran mu Daniel , Sean menyeringai.
Dirumah sakit Ryan kedatangan Ramon dan rekan-rekan kerja Bella. Mereka ingin melihat kondisi Bella.
"ya ampun bell,,, tega sekali orang itu menabrakmu hingga seperti ini " seru Lia prihatin
" kau sudah menemukan orangnya Ian??? tanya Ramon
" orang-orang suruhan Sean sudah menemukannya, tapi gue belum tahu siapa yang menabraknya." jelas Ryan.
"hah... semoga cepat ketemu, gue aja geram , tega-teganya orang itu menabrak lalu meninggalkan Bella yang terkapar, untung ada yang nolongin kalau gak, mungkin Bella.... "
"stop,, kau jangan berucap seperti itu " potong Ryan kesal
"maafkan gue " Ramon tertunduk
" oh ya, kemana si Sean ?? tanya Ramon
"dia gue suruh pulang, semalam dia nungguin Bella, sekarang giliran gue yang nungguin "
Ramon mengangguk.
" oh ya pak Ryan, apa anaknya Bella sudah tahu, bahwa mommy nya kecelakaan ?? tanya Lia.
" sudah, lebih baik memberi tahunya, takutnya kalau tidak diberi tahu, dia pasti akan menangis terus "
Lia mengangguk. Ramon melirik arloji di tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, Ramon dan rekan-rekannya pamit undur diri karna mereka menjenguk pas jam makan siang, mereka harus kembali ke kantor.
"thanks ya udah mau jengukin Bella " ucap Ryan kepada teman-teman Bella.
"iya pak, kami juga ingin melihat kondisi Bella " tukas Rendi.
Ryan tersenyum.
" Ian gue balik dulu ya, " Ramon menepuk pundak Ryan.
"iya Mon ,makasih " balas Ryan.
Ryan pun mengantar Ramon dan rekan-rekannya ke depan pintu kamar. Setelah kepergian mereka Ryan kembali masuk, duduk disamping Bella.
Ryan menggenggam tangan Bella, mencium telapak tangannya.
Bella cintaku, apapun yang terjadi aku akan tetap disini menunggumu, menemanimu seumur hidupku, ku mohon sayang bangun. apa kau tidak ingin cepat menikah denganku, memakai gaun pengantin yang indah, berdansa denganku ditemani indahnya bintang dan bulan.
bernyanyi bersama , berjalan-jalan menikmati indahnya dunia. kau pernah bilang padaku kau sangat menyukai bunga sakura di Jepang, aku akan mengajakmu kembali kesana, kumohon sayang bangun lah , Ryan terisak pilu.
Dadanya begitu sakit menatap Bella, sebegitunya besarnya cinta Ryan kepada Bella. Ryan menitikan air matanya hari-hari indah kebersamaan Bella membuat ia semakin rindu. Hanya harapan dan doa yang ia panjatkan untuk Bella.
Disaat ia sedang menangisi Bella, pintu kamar terbuka. Seseorang menghampirinya.
"gue sudah membereskan semuanya " ucapannya dingin dan datar
" siapa orang itu " tanya Ryan
" kau benar, Sabrina pelakunya " jawab Sean.
" ternyata dia, sudah 2 kali ia mencelakai Bella "
"dua kali " Sean mengkerutkan keningnya
"iya, pertama ia pernah menyuruh orang untuk menabrak Bella, namun Bella selamat karena gue yang menolongnya " ucap Ryan
" gue gak ingat tentang itu "
"hah... gue melupakan semua tentang Bella " desah Sean.
"itu bagus... jadi kau tak usah berharap lagi dengannya " ucap Ryan datar.
Mata Sean menatap tajam, bagaimana pun Bella tetap lah istrinya, walaupun dia belum mengingatnya.
Jakarta
Di kantor, Daniel marah-marah dengan orang suruhannya, bagaimana mereka bisa ketahuan oleh anak buah Sean.
"maafkan saya tuan , saya menempatkan orang yang salah " tunduk anak buahnya.
" kau bodoh sekali, kerja begitu saja tidak becus. " Daniel mencak-mencak
Seseorang dari luar masuk kedalam ruangan dengan tergesa-gesa.
"tuan maaf " serunya.
"ada apa ??? tanya Daniel emosi
" maaf tuan, saya mendapat info, bahwa putri anda Sabrina ditangkap oleh anak buah Sean di Surabaya "
" apa..... " Daniel melotot tak percaya
"kenapa dia ada di sana ?? bentak Daniel.
" saya tidak tahu tuan, tapi dari informasinya putri anda telah menabrak Bella, setelah itu dia di tangkap oleh anak buah Sean. "
"ah sialan, kenapa juga Sabrina bisa bertindak ceroboh seperti itu " kesal Daniel.
" apa kita harus menyelamatkan putri anda tuan " tanya anak buahnya.
" tak perlu ,, rencana kita sudah gagal karena kecerobohan anakku itu, sekarang kalian bubar " teriak Daniel penuh emosi.
Mereka pun keluar dari ruangan Daniel.
" hah sialan, ternyata Sean tidak bisa diremehkan, dia begitu cepat " guman Daniel kesal.
Tak lama sekertaris Daniel masuk tergopoh-gopoh.
"kenapa kau " Daniel menatap tajam
"maaf pak Daniel diluar ada polisi mencari anda " ucap sekertaris nya.
"apa..... ada apa mereka kesini " tanya Daniel kesal
"saya tidak tahu pak ,, saya cuma disuruh menyampaikan bahwa anda harus menemui mereka "
"bilang saja saya tidak ada " tukas Daniel
" tapi pak .... "
Beberapa polisi dan juga Tio menerobos masuk kedalam ruangan Daniel.
" hei apa-apaan ini " bentak Daniel.
" saudara Daniel anda kami tahan, ini surat penahanan untuk anda " seorang polisi menyerahkan suratnya.
Daniel menyambar surat tersebut,lalu membacanya. Matanya melotot tak percaya dengan surat penangkapan nya.
" ini tidak benar pak " bantah Daniel emosi
" kau jangan mengelak tuan Daniel, kau sudah merencanakan penculikan dan rekayasa pembunuhan terhadap tuan Sean lima tahun lalu" jelas Tio tegas.
"itu tidak benar, kau bahkan tidak ada buktinya " elak Daniel.
" saya sudah menyerahkan bukti-buktinya ke polisi, lebih baik anda menyerahkan diri anda, apa perlu polisi yang seret anda " tegas Tio.
" saya tidak bersalah " bantah Daniel emosi.
Tio memberi instruksi kepada polisi untuk menyeret Daniel keluar. Polisi pun membawa Daniel keluar ruangan, Daniel pun tak tinggal diam, ia terus-menerus memberontak, berteriak tak bersalah.
Seluruh karyawan yang berada di kantornya melihat Daniel diseret oleh polisi. Mereka kebingungan kenapa atasan mereka dibawa oleh polisi.
" ada kasus apa dengan pak Daniel " tanya pegawai yang melihat Daniel di seret polisi
" mungkin korupsi " sahut pegawai lain
Hingga Daniel dibawa masuk kedalam mobil polisi, semua pegawai masih membisikkan Daniel.
Tio berdiri dihadapan semua pegawai Daniel.
" pak Daniel telah ditahan oleh kepolisian karna kasus penculikan dan rekayasa pembunuhan terhadap istri dan tuan Sean , jadi mulai hari ini kepimpinan perusahaan akan digantikan oleh pak Regal selaku direktur utama di perusahaan SW corporation. kembali lah bekerja seperti biasa " ucap Tio tegas. lalu pergi meninggalkan perusahaan Daniel.
Tio menghubungi Sean
" tuan, Daniel sudah di tahan " seru Tio
" bagus " balas Sean disebrang sana.
______________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
biar author semangat up nya 🥰🥰🥰
happy reading 💐💐💐