
Zyan tertidur di pangkuan Ryan, setelah makan Zyan mengajak ryan bermain-main,tanpa diduga Zyan tertidur pulas di pangkuan Ryan.
"sini aku pindahin dulu ke kamar " bella meraih tubuh Zyan di pangkuan Ryan.
"biar aku saja bell " Ryan mengendong Zyan ke kamarnya.
Ryan kembali keruang tamu dimana Bella duduk disofa. Ia duduk di dekat Bella,
Ryan meraih tangan Bella, " bell...aku datang kemari untuk melamar mu,"
Bella menghela nafasnya, " Ian aku mau menerima mu"
"benarkah itu bell " Ryan sedikit terkejut tak percaya
"iya " Bella mengangguk
"kau benar-benar serius bell " Ryan tersenyum senang, hampir ia berjingkrak,namun ia menahannya. Setelah sekian tahun lamarannya selalu ditolak, akhirnya Bella menerimanya, sungguh Ryan sangat senang.
"aku serius ian,," Bella tersenyum.
"akhhh aku bahagia sekali" Ryan memeluk tubuh Bella.
Bella membalas pelukan Ryan, ia menyingkirkan perasaan yang belum mencintai Ryan, ia yakin lambat laun ia akan mencintai Ryan, seperti ia mencintai Sean dulu.
"bell...kapan kita menikah " Ryan melepaskan pelukannya
"kau ini....baru juga ngelamar udah pingin nikah aja "
"hehehe,,,,abisnya aku seneng banget bell,,,,"
"lagian kan aku belum ketemu orang tua kamu,,,masa udah main nikah-nikah aja "
"ah iya aku lupa....tapi kemarin papa ku bilang saat kamu menerima lamaran ku,,kamu harus ikut aku ke Jakarta."
"ke Jakarta??? ulang bella
"iya...papa sama Mama ingin bertemu dengan mu bell" jawab ryan tersenyum
"apa aku pantas Ian,,,,"
"kenapa kamu ngomong seperti itu bell,,,,kamu telah menerimaku jadi kenapa jadi gak pantas...justru kamu lah yang pantas jadi ibu dari anak-anakku kelak" Ryan membelai rambut Bella.
"aku takut keluarga mu tidak suka denganku,,,,apa lagi status ku yang janda anak satu "
"aku sudah cerita pada mereka bell tentang kamu dan juga Zyan....dan mereka gak ada masalah dengan itu,,,asal aku bahagia mereka ikut bahagia bell "
"oh begitu " desah Bella.
" kau tenang saja bell...tidak akan ada yang memisahkan kita,,,aku janji akan selalu menjaga mu dan mencintaimu seumur hidupku"
" kau gombal saja Ian " kekeh Bella
".aku serius sayang "
"udah panggil sayang aja " Bella semakin terkekeh.
"karna kau akan jadi istri ku bell,,, kau ini " Ryan mencubit pipi Bella.
"aww,,,,sakit ian " Bella memegang pipinya
"abis kamu gemesin sih,,,jadi pengen cium '"
Bella melotot seketika mendengar ucapan Ryan.
"jangan macam-macam"
"hehehe...maaf sayang " cengir Ryan.
Waktu cepat berlalu hingga sore tiba, Ryan mengajak Bella dan Zyan jalan-jalan di taman dekat komplek rumahnya. Zyan dibangun kan Bella karna ia sudah tidur cukup lama, setelah nya Bella mengajak Zyan jalan-jalan.
"ayah kita akan pergi kemana??? Zyan bersiap untuk jalan-jalan.
"hanya jalan-jalan sore saja sayang " jawab Ryan
"oh "
"apa kau tidak senang sayang??? kini Bella menanyai anaknya
",aku selalu senang mom,,apa lagi Zyan jalan-jalan sama mommy dan ayah ian " Zyan tersenyum polos.
Mereka tiba di taman yang sudah dipenuhi oleh para keluarga yang sedang main sore. Ryan dan Bella duduk di bangku taman, sedangkan Zyan bermain dengan teman-teman satu sekompleks nya.
"bell,,,,aku senang sekali akhirnya kamu mau menerimaku setelah sekian lama "
"kalau kamu senang aku juga senang Ian " balas Bella.
"apa kamu terpaksa "
Bella sempat diam sejenak, jujur ia sebenarnya hanya mengikuti apa yang Zyan mau, bukan dari hatinya.
"tidak ian...aku benar-benar menerima mu,,ya walau aku belum mencintaimu tapi aku akan berusaha " Bella tersenyum lembut.
Ryan tersenyum lembut, " akan ku buat kau mencintaiku bell "
Bella hanya tersenyum, memerhatikan Zyan yang sedang main.
"ya boleh..."
"ajak juga Zyan dia pasti senang "
"memang boleh ??
"kenapa tidak,, aku akan mengenalkan kamu dan Zyan pada orang tuaku"
"baiklah "
Ryan menggenggam tangan Bella seolah tak mau jauh-jauh darinya. Zyan sedang asyik bermain dan bercanda dengan teman-temannya.
Bella sempat melamun, lamaran yang ia terima semata-mata ingin menyenangkan Zyan dan juga ia ingin balas budi kepada Ryan. Ryan yang selalu menemani dan membantunya,hingga ia bisa hidup dengan tenang seperti ini.
Setelah kepulangan nya ke Indonesia Bella juga memberi tahu bibinya,bahwa ia baik-baik saja. Bi Marni berpikir Bella telah hilang, dan Sean tidak lagi mengunjungi toko kue bi Marni. Bi Marni ingin mengetahui keadaan Bella,namun ia tidak tahu alamat rumah Sean, nomor handphone Sean juga sudah tidak aktif. ia hanya bisa pasrah dengan nasib ponakannya.
Dan setahun berlalu Bella baru mengabari bibinya. Bi Marni sangat senang dan juga terharu,ia sempat sedih berlarut larut saat Bella tak ada kabar. Dan Sean pun seperti hilang, hingga akhirnya Bella menceritakan semuanya kepada Bi Marni, ia lega Bella masih hidup dan hidup tenang di kota lain.
" bell...kamu melamun " menepuk tangan Bella
"ah tidak Ian....kalau aku balik ke Jakarta,,aku ingin mampir ke rumah bi Marni,"
"tentu saja,,,aku juga kangen dengan bibimu...dan juga aku akan memberi tahu kalau aku sudah melamar mu "
"bi Marni juga pasti senang bertemu dengan Zyan,,bi Marni kan belum pernah bertemu langsung hanya video call saja "
Zyan berlari menghampiri Bella dan Ryan.
"ayah ayo ikut main bola sama aku... teman-teman aku bawa papanya buat tanding " Zyan menarik lengan Ryan
"sayang jangan seperti itu " ucap Bella
"tapi mom,,, temen-temen Zyan mengejek kalau Zyan gak punya Daddy... mereka gak mau main bareng Zyan kalau gak bawa Daddy" rengek zyan
Hati Bella berdenyut perih, Zyan selalu di ejek oleh teman sebaya nya karena tak mempunyai seorang ayah.
"jangan sedih jagoan, ayah ian sebentar lagi ayah akan menikah dengan mommy mu,,,jadi zyan tidak akan di ejek lagi," Ryan menenangkan hati Zyan.
"benarkah itu ayah ???
"itu benar,,,,ayo kita kesana,,kita tunjukkan kalau kita pasangan yang kompak "
"ayo yah " seru Zyan semangat.
Ryan mengajak Zyan menuju lapangan dimana tempat teman Zyan dan para ayahnya bermain bola.
Hati Bella sangat perih melihat Zyan yang selalu diolok-olok teman sebayanya,bahkan para ibu-ibu kompleks sering mengejeknya juga. Anak sekecil Zyan harus menerima penolakan dari orang-orang di sekitarnya, cuma karna dia tak mempunyai seorang ayah.
Jakarta
"Sean kapan kamu mau melamar ku??? Sabrina merangkul leher Sean
"secepatnya sayang...aku akan persiapkan segalanya" jawab Sean,
Mereka sekarang tengah berada di rumah Sean di ruang gym. Tiap weekend Sean selalu menyempatkan olahraga di tempat gym yang berada di lantai atas rumah Sean.
"jangan lama-lama sayang,,aku ingin segera menikah dengan mu" ucap Sabrina dengan suara manjanya.
"iya...aku janji aku akan meresmikan pertunangan kita saat pesta ulangtahun ku,,,jadi bersabarlah,, tinggal beberapa hari lagi kan "
"hmm baiklah....aku akan tunggu "
"sekarang kau duduk saja dulu,,,,aku mau melanjutkan olahraga "
Sean melanjutkan olahraganya, otot-ototnya semakin kencang dan berisi, akhir-akhir ini ia sering melatih otot-otot di tubuhnya, Sabrina yang melihat Sean berolahraga di tambah dengan otot-otot kekarnya membuat Sabrina terbakar api gairah. Ia ingin Sean bergulat dengannya di ranjang, saling mendesah meraih puncak kenikmatan.
Sabrina menggigit bibir bawahnya,ia semakin tak kuat menahan gejolak gairahnya, ia mendekati Sean yang sedang mengangkat barbel. Sabrina menarik Sean menghadap dirinya, dilumat nya bibir Sean dengan rakusnya, Sean membalas ******* Sabrina, ciuman yang Sabrina berikan penuh gairah, sedangkan Sean hanya membalas tanpa ada rasa nikmat dan terasa hambar.
Tangan Sabrina menyusup kedalam celana training Sean, mengelus perlahan kejantanan Sean, Sean mengerang tertahan, merasakan sentuhan Sabrina, tak lama Sean menahan tangan Sabrina.
"cukup Sabin " ucap Sean serak,, ia memang bergairah tapi entah kenapa ia tak begitu ingin melakukan nya dengan Sabrina.
"kenapa Sean,,,,aku ingin, please Sean, just do it " mohon Sabrina, ia benar-benar bergairah.
"no Sabin...aku belum siap " Sean menjauh dari Sabrina.
" "why...kau selalu menolakku Sean,,,apa yang salah dengan tubuhku " kini Sabrina memelas
"entahlah,,,hanya aku belum siap melakukan nya"
Sabrina menghela nafasnya,sungguh ia emosi saat Sean selalu menolak keinginan bercinta nya.
"ya sudah,,,aku pamit Sean '" dengan menahan emosi Sabrina melangkah pergi meninggalkan Sean .
"hah aku kenapa,,,,apa yang salah denganku,,, berkali-kali ku mencoba meniduri wanita,tapi tidak pernah berhasil " guman Sean.
______________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰 🥰🥰
Happy reading 💐💐💐💐