
Bella sedang mengemasi barang-barang Sean,ia akan pergi ke luar kota mengunjungi proyek pembangunan apartemennya.
"apa lagi yang ingin kamu bawa"tanya Bella
"kamu"Jawab Sean menyeringai
"aku tidak mau ikut "ketus Bella
"harusnya seorang istri mengikuti kemana pun suaminya pergi"sindir Sean
", bekerja lah yang baik Sean"Bella menghela nafas
"sayang kau beneran tidak mau ikut??tanya Sean memeluk tubuh Bella
"tidak Sean"jawab Bella datar
Sean menghela nafas nya susah sekali mengajak Bella. "kalau aku kenapa-kenapa gimana????
"Sean kamu itu udah dewasa jangan seperti anak kecil"bentak Bella.
"kamu ini tidak bisa diajak bermanja-manja",dengus Sean
Sean benar-benar seperti anak kecil yang suka bermanja-manja dengan Bella,entah kenapa sifat Sean yang tegas dan dingin berubah saat bersama dengan Bella.
"kamu tidak malu sama badan besarmu ini,",, sindir Bella.
"tidak saat dengan mu sayang"Sean mencium leher Bella memberi kecupan mesra
"Sean hentikan"desah Bella
"apa sudah bisa sayang"tanya Sean dengan suara yang sedang menahan hasratnya.
"Belum bisa Sean"
"kenapa lama sekali ini bahkan mau seminggu"kesal sean
Bella tersenyum tipis akhirnya bisa mengerjai Sean juga,padahal sudah beberapa hari yang lalu Bella selesai datang bulan nya. "kamu ini hanya memikirkan itu saja"
"aku pria normal bell'"
"Sean selama kamu di luar kota aku menginap di rumah bi Marni boleh tidak"tanya bella
"No Bella,,,,kamu boleh pergi,tapi tidak untuk menginap" sanggah Sean
"baiklah"jawab Bella
"sayang selama aku pergi kamu jangan macam-macam,"ingat Sean
"iya aku mengerti,"jawab Bella
"ya sudah aku mandi dulu kamu ikut kan antar aku ke bandara"
"iya aku ikut"
Bella mengantar Sean pergi ke bandara di mobil Sean tak henti-hentinya menciumi Bella,
"Sean hentikan kamu tidak malu ada pak Dodi"mengarahkan matanya ke arah supir yang mengemudikan mobilnya
"dia tidak melihat sayang"elak Sean
Bella benar-benar kesal suaminya memang kelewat mesum dimana pun dan kapanpun.
Setelah mengantar Sean ke bandara Bella ke toko kue bi Marni seperti biasa membantu bibinya di toko. " bell kamu sering kesini Sean tidak marah"tanya bi Marni saat menata kue di etalase.
"tidak bi,,,aku udah minta izin ke dia,,dan dia ngijinin"jawab Bella
"oh gitu,,,bibi takut kamu gak pamit pergi kesini terus,,bibi gak enak bell,,kamu kan udah punya suami""tutur bi marni
"Bella juga tahu bi,,,makanya Bella ijin dulu "
"sukur deh kalau gitu bibi lega "
"bibi ke belakang dulu ya bell"lanjut bi marni
"iya bi"Bella melanjutkan menata kue-kue di etalase.
"hei kamu karyawan baru ya"sapa seorang pria
"bukan"jawab Bella datar
"lalu kenapa kamu ada di sini...apa jangan-jangan kamu maling yaa",tuduh seorang pria itu kembali.
"jaga ucapanmu"sinis Bella
"kalau kamu bukan maling kenapa ada disini??ucap pria itu ngotot, pria itu menghampiri Bella mencekal tangan Bella kuat.
"lepaskan,,,,kau ini siapa menuduh orang sembarangan"bentak Bella mencoba melepaskan cekalan tangan nya.
mendengar ribut-ribut didepan bi marni melangkah cepat ke arah suara keributan.
"Ian...."teriak bi Marni
"bi cewe ini mau maling,,,aku sudah memegangnya supaya tidak kabur"ucap pria yang bernama Ian itu
"lepaskan Ian,,,dia ponakan bibi"
"apaaa.....",Ian terlonjak kaget melepaskan cekalan tangan nya.
"maafkan aku "
Bella menatap sinis memegang tangan yang sakit akibat ulah ian. "dia siapa bi,,, tiba-tiba datang menuduh orang maling"
"aku baru melihat nya sekarang,,,, kemarin tidak ada"tanya Bella
"kemarin-kemarin dia izin pulang kampung,,jadi kamu tidak bertemu dengannya"tutur bi marni
"maafkan saya nona,,,,aku kira kamu maling"memegang tengkuknya merasa tidak enak.
"iya " jawab Bella datar.
huh ketus sekali wanita ini,batin ian
"ya sudah,,,Ian kamu lanjut kerja yaa"perintah bi marni
", iya Bu,,siap " ian berlalu pergi ke dapur membantu karyawan yang lainnya.
"bi,,,, ko bibi bisa sih memperkerjakan pria kasar seperti itu"tanya Bella kesal
"bibi kasian sama dia,,saat bibi ketemu dia,,,,dia Luntang lantung gak jelas,,ya sudah bibi kasih kerjaan"tutur bi Marni
"emang bibi percaya sama cowok seperti dia? curiga Bella
"bell,,,tidak salahnya kita membantu,,,sejauh ini dia baik rajin pula "
"maafkan Bella bi,,,bibi benar tidak salahnya membantu orang."ucap Bella membenarkan ucapan bibinya
saat Bella akan pulang pria yang bernama ian itu menghampiri nya, "nona " panggil Ian
Bella menengok ke arah nya "ada apa???
"maafkan sikapku tadi,,aku benar-benar minta maaf" ucap ian menyesal
"tidak apa-apa",jawab Bella datar
."kalau gitu boleh kenalan ?? ian mengulurkan tangannya
Bella menyambut uluran tangannya "aku Bella ponakannya bi Marni ",ucap Bella penuh penekanan
"aku ian "balasnya
"kalau begitu aku permisi dulu,"pamit Bella
"iya nona Bella "jawab Ian
."panggil aku Bella saja"ujar Bella
"baiklahh....Bella"Ian tersenyum menatap Bella yang begitu cantik walaupun terlihat jutek.
Setibanya di rumah Bella merebahkan tubuhnya di ranjang, rasanya lelah seharian membantu bi Marni di toko kue di tambah lagi seorang pria menuduhnya maling.Cekalan tangannya pun masih terasa sakit,Bella meringis saat memegang tangannya.
Sean tiba di hotel tempat menginap selama beberapa hari untuk masalah pekerjaan.
Baru beberapa jam tidak bertemu dengan Bella ia merindukan sosok istri dinginnya itu.
Di raih nya telpon genggamnya mendial nomor istrinya, beberapa menit panggilan berdering tapi tidak di angkat-angkat. Sean terus menghubungi nomor Bella hingga panggilan ke 12 kali baru diangkat nya.
"kamu kemana saja aku hubungi tidak di angkat-angkat "emosi Sean
"maaf aku tadi sedang mandi"jawab Bella tenang
Sean yang mendengar Bella selesai mandi mengalihkan panggilan nya menjadi video call,agar ia dapat melihat Bella yang baru selesai mandi
"kenapa video call segala"decih Bella tak suka
"aku ingin melihat mu sayang"jawab Sean tersenyum mesum
"ada apa Sean" tanya Bella datar
"aku merindukanmu sayang,baru sebentar aku meninggalkanmu rasanya berat sekali"gombal Sean
"sekarang kita sudah ketemu"jawab Bella datar
"bedalah sayang,,,ini cuma tatap muka kalau ketemu langsung kan aku bisa menciummu"seringai Sean
Bella memutar bola matanya malas mendengarkan gombalan Sean.
"Bella buka bathrobe kamu "Sean menyeringai
"aku tidak mau "tolak Bella
"ayolah sayang aku ingin melihat tubuh polosmu,,,ya itung-itung buat penyemangat aku disini."mohon Sean
"kau gila Sean"desis Bella
"aku gila karena aku jauh darimu"gombal Sean
"aku tidak mau Sean "tekan Bella
"kamu ini tidak bisa menyenangkan suamimu"
"maaf Sean aku tidak mau" Bella lalu mengakhiri panggilan nya.
Sean benar-benar gila,batin Bella merutuki kemesuman suaminya.
Sedangkan disebrang sana,Sean kesal Bella mengakhiri panggilan video call nya,susah sekali membujuk istrinya.Tapi dia senang bisa melihat Bella rindunya terobati walaupun mendapat penolakan bertelanjang di panggilan video call nya.
maafkan yang telat update
kesibukan sebagai ibu rumah tangga dan penjahit juga,jadi telat update
dukung terus like comment and vote yaa ❤️❤️❤️