Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Kecelakaan


Keesokan harinya saat sarapan.


" sebaiknya kamu dirumah saja dulu, kalau masih capek, tidak usah ke toko kue" ujar Sean


" aku sudah baik kan Sean...semalam kan kamu memijatku" menatap genit Sean


Sean tersenyum "kau jangan menggodaku sayang,, ini masih pagi"


"siapa yang menggoda mu,,benarkan semalam kamu memijatku?? ucap Bella polos.


"iya iya...kau selalu bisa menjawab ku" Sean menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah sarapan Bella mengantar Sean ke teras rumah .


"kalau kau masih capek sebaiknya dirumah" perintah Sean


"aku sudah baikan,, lagian aku bosan dirumah,, boleh ya aku ke toko kue" rengek Bella


"iya baiklah,,,tapi jangan terlalu capek ya"Sean mengecup kening Bella.


"iya "


Setelah mengantar Sean,Bella bersiap pergi menuju toko kue bibinya yang sekarang sedang ramai-ramainya. Sesampainya di toko Bella langsung membantu para karyawan toko bi marni.


"Bella sudah..kamu diam saja..bibi takut kamu capek... nanti Sean nyalahin bibi kalau kamu sampai sakit" ujar bi Marni


"tapi bi...masa aku duduk manis... sedangkan bibi sama yang lain sibuk"


"udah tenang saja,,, semua pasti cepat selesai mending kamu duduk saja sana", perintah bi marni


",tapi bi........."


"tidak ada penolakan Bella," potong bi marni.


Akhirnya Bella duduk di tempat favoritnya. Bella yang mulai bosan memutuskan keluar untuk mencari cemilan. Ia menyebrang jalan melihat abang-abang tukang siomay, sudah sangat lama ia tidak memakan jajanan kaki lima semenjak menikah dengan Sean.


Setelah membeli siomay Bella perlahan menyebrang,namun tiba-tiba sebuah motor dengan kecepatan tinggi akan menabrak Bella,Ryan yang melihat motor itu tak mengerem saat Bella akan menyebrang,ia langsung berlari kearah Bella dengan cepat ia mendorong tubuh Bella kencang agar terhindar dari motor tersebut.


Bella dan Ryan tersungkur di pinggir jalan, motor yang tadi akan menabrak Bella malah kabur dengan kencangnya.


"aww..."Bella meringis kesakitan


"kamu tidak apa-apa bell..apa kamu terluka " tanya Ryan cemas


"tidak ian....'" Bella terlihat menahan sakit nya


Beberapa orang menghampiri mereka, membantu menolong Ryan dan Bella.


"Bu Marni"teriak Ryan


Bi marni yang mendengar teriakkan Ryan, langsung ke depan melihat Bella dan Ryan di bawa beberapa orang dengan penuh luka lecet.


"apa yang terjadi??? bi Marni panik


"Bella hampir tertabrak motor,," jelas Ryan


"ya ampun Bella,,,apa kamu tidak apa-apa?? bi Marni cemas


"tidak apa-apa bi,,,aku hanya lecet,, tapi Ian sepertinya kena senggolan motor tadi"


"sebaiknya kalian ke rumah sakit...obatin luka-lukanya,,bibi khawatir kalian kenapa-napa" perintah bi Marni.


Bi Marni memesan taxi online membawa Bella dan Ryan ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit Bella dan Ryan mendapatkan penanganan, Bella hanya mendapatkan luka lecet di kedua tangan dan sebelah keningnya tergores. Sedangkan Ryan luka di bagian tangan dan kakinya yang tersenggol motor.


"Bella "seru Sean berlari menghampiri Bella dan memeluknya.


"Sean,, kau disini" tanya Bella terkejut


"tentu saja,, karena istriku terluka" Sean menangkup kedua pipi Bella


"apa bibi yang memberi tahu mu???


" iya,,, setelah mendengar kamu kecelakaan aku langsung kemari' jelas Sean


"maafkan aku Sean.. membuat mu meninggalkan pekerjaan... pasti kau sangat sibuk" Bella merasa bersalah


"tidak usah kau pikirkan tentang pekerjaan ku sayang,,, yang terpenting kau... bagaimana apa yang terluka,,apa dokter disini sudah mengobati mu,, kalau belum biar aku yang menyeret dokter di rumah sakit ini untuk mengobati mu" cecar Sean


"Sean tenanglah,,,,aku sudah di obati,..lihat" Bella memperlihatkan perban di lengannya.


"syukurlah,,,aku sangat khawatir sayang" membelai rambut Bella.


"apa keningmu tidak apa-apa,,,,tidak gegar otak kan???


"hanya luka goresan Sean,,, jangan berlebihan " Bella mulai kesal dengan sikap Sean yang berlebihan.


"karena aku khawatir sayang"


"iya aku tahu,,,tapi yang lebih banyak luka itu ian...dia yang telah menolong ku,,,kau bukan dia yang menolong ku,,pasti aku sudah terkapar di jalanan" jelas Bella


" ian ??? ulang Sean


"dia itu karyawan bibiku,,, kau harus berterimakasih padanya"


Sedangkan diruangan lain, Ryan terbaring lemah di ranjang rumah sakit,,kaki dan tangannya cidera,tidak sampai patah tulang, tapi Ryan harus di rawat inap.


Pintu ruang inap Ryan terbuka, dua orang masuk kedalam kamar inapnya.


"ian bagaimana keadaan mu???tanya Bella khawatir


"aku baik-baik saja bell..." jawab ian , ia melirik seseorang disebelah Bella, suami Bella menatap dingin kepadanya.


"terimakasih ya ian kamu telah menyelamatkan ku,,,, kalau bukan karena mu aku mungkin sudah terkapar"


"iya bell,,, sama-sama,,, aku ikhlas bantu kamu" Ryan tersenyum menatap Bella.


Melihat interaksi Bella dan Ryan yang akrab dada Sean terasa panas, hatinya tidak terima Bella begitu akrab dengan seorang pria lain.


Sean berdehem,suara beratnya menarik perhatian dua orang yang dari tadi mengobrol.


"oh iya ian...ini suamiku namanya Sean "


Ryan hanya mengangguk pelan. sedangkan Sean menatap dengan wajah dinginnya.


"Sean "Bella menatap Sean


"saya sangat berterimakasih pada mu,,telah menyelamatkan istri saya" Sean merangkul pundak Bella, menunjukkan bahwa Bella miliknya.


"Sama-sama tuan "


"kau tak perlu khawatir saya yang akan membiayai perawatan mu sampai kau sembuh"ucap Sean dengan nada dinginnya.


"tidak perlu tuan... saya ikhlas menyelamatkan istri anda'" tolak Ryan


"jangan menolak... saya tidak ingin berhutang budi pada siapapun,,,jadi terimalah " tegas Sean.


Ryan menghela nafasnya, " baiklah tuan saya terima,,, terimakasih banyak"


"ian cepat sembuh ya.."ucap Bella


Dada Sean semakin bergemuruh mendengar Bella berbicara seperti itu kepada pria lain.


"ayo sayang kita keluar... biarkan dia beristirahat" ajak Sean,ia sudah sangat cemburu melihat keakraban mereka.


"iya baiklah.....Ryan aku permisi ya... cepat sembuh "


Ryan menganggukkan pelan. Bella dan Sean telah keluar dari ruangannya.


sepertinya Sean cemburu melihat Bella dekat dengan ku,, batin Ryan


Setibanya di rumah,Sean membantu Bella berjalan ke kamarnya.


"istirahat lah..." ucap Sean lembut


"iya" Bella berbaring di ranjang. Sean duduk di samping Bella,mengelus rambutnya.


"tidurlah"


"tapi aku tidak mengantuk Sean...aku hanya ingin tiduran saja"


"ya sudah aku temani "


"maafkan aku merepotkan mu Sean"


"tidak apa-apa sayang...aku ini suamimu sudah sepatutnya aku menjagamu dan merawat mu"


"terimakasih"


"apa kau ingat orang yang menabrakmu??? tanya Sean


"aku tidak terlalu ingat,,tapi dia berpakaian serba hitam, wajahnya pun tidak terlihat, dia pakai helm full kepala" terang Bella.


",begitu... apa orang itu langsung kabur???


"iya dia langsung pergi..." jelas Bella


ada yang aneh,batin Sean


Seakan tahu istrinya ada yang ingin mencelakainya.


"ya sudah kau istirahat....aku mau ke ruang kerja dulu"


Bella mengangguk.


Sean berjalan keluar dari kamarnya,ia menuju ruang kerjanya.


"Tio selidik kecelakaan yang menimpa istriku " titah Sean menghubungi Tio asistennya.


"baik tuan" sahut Tio disebrang sana


"setelah kau menemukan orang yang mencelakai istriku...berikan dia padaku.." perintah Sean.


"baik tuan... secepatnya saya akan menemukannya"


Sean mengakhiri panggilannya. Sorot mata Sean berkilat emosi, kecelakaan Bella terlihat ganjal,pikir nya.