Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Ke rumah oma


Akhirnya dengan segala pertimbangan Ryan merevisi berkas yang kemarin di tolak Mr Davis. Ia mengikuti saran Selena untuk mengubah konsep sesuai dengan keinginan Mr Davis.


Dan sekarang Mr Davis tersenyum melihat berkas yang kemarin Ryan revisi kembali.


" saya suka dengan konsep ini Mr Ryan " Mr Davis tersenyum melihat berkas yang ia baca.


" terimakasih Mr Davis saya senang mendengarnya " ucap Ryan tersenyum.


" baiklah, saya akan berkerjasama dengan anda " Mr Davis mengulurkan tangannya.


" terimakasih Mr, saya harap kerja sama kita bisa langgeng " balas Ryan.


" baiklah saya akan siapkan kontrak nya "


" terimakasih Mr Davis. "


Saat mereka sedang membicarakan tentang kerjasama, Selena masuk kedalam ruangan ayahnya.


"ayah " teriak Selena menghampiri ayahnya.


" selena " sahut Mr Davis.


Melihat Ryan ada di kantor ayahnya, bibir Selena tersungging.


" kau disini Mr Ryan "


" iya " jawab Ryan datar.


" Selena , ayah sudah melihat revisi berkas kemarin dan ayah sangat suka konsepnya. " ungkap Davis.


" oh ya, bolehkah aku melihatnya ayah "


Seketika Ryan diam mematung melihat Selena melihat berkas yang sudah direvisinya. Ia merevisi sesuai saran Selena.


Selena menyunggingkan senyumnya melihat konsep Ryan yang ia sarankan padanya.


" bagus " ucap Selena manggut-manggut.


" ayah juga sangat menyukai konsepnya sesuai dengan keinginan ayah "


Selena tersenyum mengangguk. Ryan diam membeku, ia ketahuan membuat konsep sesuai saran Selena.


" kau sangat pintar Mr Ryan " ucap Selena tersenyum


" ah iya.. terimakasih " ucap Ryan .


Selena terus tersenyum menatap Ryan, hingga Ryan dibuat salah tingkah olehnya.


" Mr Davis, saya permisi " pamit Ryan.


" kau pasti sibuk , baiklah tak apa , besok kau kembali lagi kemari kita akan mendatangi kontrak. "


" baik Mr Davis, kalau begitu saya permisi " Ryan bersalaman dengan Mr Davis, dan tentu nya mengabaikan Selena.


Setelah kepergian Ryan, Selena duduk di sofa berhadapan dengan ayahnya.


" bagaimana Selena, konsep ini bagus kan ini pas dengan keinginan ayah "


" iya ayah sangat bagus "


ternyata dia mengikuti saran ku ,tapi banyak juga ide-ide yang lainnya juga yang ia buat, hmm dia sangat pintar.


" oh ya Selena, lusa kau harus kembali ke Indonesia, kau tahu sendiri Oma mu ingin bertemu dengan mu, ayah sama ibumu belum bisa kesana "


" baiklah ayah, aku akan pergi, aku juga kangen sama Oma,"


Mr Davis tersenyum. Oma Selena asli Indonesia sedangkan opa nya berkewarganegaraan Kanada, mereka menikah dan mempunyai anak Davis Yonathan ,menikahi wanita berkewarganegaraan Kanada bernama Sherly Yonathan.


Selena sering berkunjung ke Indonesia untuk mengunjungi Oma dan opa nya. Kesibukan orang tuanya mengharuskan Selena untuk sering mengunjungi Oma nya di Indonesia.


lusa kemudian


Selena masuk kedalam pesawat first class nya. Ia duduk dengan nyaman, namun tak disangka disebelah nya ternyata Ryan, sedang duduk santai sambil membaca majalah.


" hai Mr Ryan " sapa Selena melambaikan tangannya.


Ryan menoleh, melihat Selena satu kabin dengannya, memutar bola matanya.


" ngapain kau disini ??


" memangnya kenapa ?? tanya Selena balik.


" kau mengikuti ku " Ryan memicingkan matanya.


" ternyata kau punya sifat kepercayaan diri yang tinggi Mr Ryan "


Ryan kembali menatap lurus, rasanya malas berurusan dengan gadis tengil ini.


" kau akan ke Indonesia Mr ?? tanya Selena.


" aku juga akan ke sana , kenapa ya kita sering bertemu apa kita berjodoh Mr ??


Ryan tak menggubris ucapan Selena, ia lebih memilih memejamkan matanya menyumpal telinganya dengan earphone. Menaikkan volume musik agar tidak mendengar ocehan Selena.


Sedangkan Selena terus menerus mengoceh tanpa sadar Ryan mengacuhkannya.


" nanti kau sudah disana aku ingin kau mengajakku jalan-jalan Mr, aku ingin tahu negara Oma ku, aku belum sekalipun jalan-jalan, karena aku belum punya teman disana." oceh Selena.


" menyebalkan " dengus Selena melipatkan kedua tangannya.


Perjalanan menuju Indonesia memakan waktu yang sangat panjang. Selena mulai bosan duduk diam ditempatnya. Ia melirik Ryan yang berbaring memejamkan matanya. Ryan begitu menikmati perjalanan panjangnya.


Selena mendekati Ryan yang tertidur, ia menggoyangkan tubuh Ryan.


" Mr Ryan, Mr Ryan " panggil Selena.


Ryan tak menggerakkan badannya, ia masih diam membeku ditempatnya.


" Mr Ryan " Selena mengguncangkan tubuh Ryan dengan keras. Sontak Ryan terkejut , terbangun dari tidurnya.


" kau gila " sentak Ryan


Selena mundur dari tempat Ryan. " maafkan aku Mr. aku bosan " cicit Selena.


" kalau kau bosan jangan menganggu ku bocah " bentak Ryan. Beberapa orang yang berada di first class melihat ke arah Ryan, mereka terganggu dengan suara teriakan Ryan.


" aku hanya ingin mengajak mu mengobrol Mr Ryan "


" jangan menganggu ku, aku ingin kembali tidur, awas saja kalau kau menggangu ku akan ku lempar kau keluar pesawat ini " hardik Ryan, ia kembali memejamkan matanya.


Selena mendengus sebal, pria disebelahnya tidak bisa ajak bicara baik-baik.


" dasar Mr pemarah, kalau sifat dia seperti itu pasti tidak akan ada yang mau menikah dengannya " guman Selena, namun ucapan Selena terdengar oleh Ryan.


" aku mendengarnya, " teriak Ryan, masih dengan memejamkan matanya.


Selena menatap kesal, ia ingin melempar Ryan dengan sebuah benda agar dia pingsan melemparnya keluar pesawat ini.


Perjalanan yang panjang akhirnya usai, Selena bersiap untuk keluar dari pesawat, ia menoleh ke arah Ryan yang bersiap juga untuk keluar.


" Mr Ryan, bagaimana kalau kita keluar bersama " usul Selena.


" tidak terimakasih " balas Ryan datar


" hmm, aku sangat lelah melewati perjalanan ini, bisa kah kau mengantar ku kerumah Oma ku " pinta Selena


" tidak bisa "


Ryan melangkah keluar dari pesawat, langkahnya yang panjang membuat Selena kewalahan mengimbangi langkah Ryan.


".Mr Ryan tunggu " teriak Selena, melihat Ryan yang sudah begitu jauh dari jangkauannya.


" hah, dia benar-benar meninggalkan ku, awas saja kalau ketemu akan ku ikat dia " guman Selena kesal.


Sedangkan Ryan ia menuju mobil yang telah menjemputnya, ia ingin cepat-cepat kembali kerumah, perjalanan yang panjang membuat tubuhnya sangat lelah.


Selena berdiri di lobby bandara mencari kendaraan untuk dinaikinya. Selang beberapa menit Selena menaiki taksi meminta mengantar nya kerumah Omanya.


Disepanjang jalan Selena terus menggerutu dengan sikap Ryan yang dingin terhadap dirinya.


dia dingin sekali denganku, susah sekali mendekati dia, apa dia juga begitu dengan wanita lain, aku juga ingin lihat sisi hangatnya, tapi sepertinya mustahil, dia kalau melihat ku bawaannya emosi terus, tapi aku sepertinya pernah melihat dia, tapi aku lupa dimana,?


apa hanya perasaanku saja, tapi aku seperti pernah bertemu dengannya sebelumnya, akh sudah lah nanti kalau bertemu lagi aku akan menanyakan nya, batin Selena.


Perjalanan menuju rumah Oma nya sekitar satu jam setengah. Ia berhenti di gerbang depan rumah yang lumayan besar, Selena menghampiri pos satpam untuk membuka kan gerbang rumah Oma nya.


Tiba di depan pintu rumah Omanya, Selena mengetuk pintu tak selang berapa lama seorang wanita tua yang masih terlihat cantik diusia tuannya nampak anggun dan berwibawa.


" Oma " sapa Selena


" Selena, cucuku " balas Omanya


Keduanya pun saling memeluk menyalurkan kerinduan yang mendalam.


" ayo sayang masuk, Oma kangen sama kamu " ajak Oma.


" Selena juga kangen Oma, "


Mereka pun duduk disofa ruang tamu.


" kau sendiri lagi kesini sayang ?


" ya seperti yang Oma lihat, aku selalu sendiri, ayah sama mommy sangat sibuk "


" mereka selalu saja sibuk, kapan mereka akan mengunjungi wanita tua ini "


" Oma jangan bersedih, sekarang ada Selena disini Oma tak perlu khawatir sepertinya Selena akan lama tinggal disini " ujar Selena antusias.


" benarkah itu cucuku " Oma menatap tak percaya Selena.


" benar Oma " yakin Selena.


" ahhh,, Oma senang sekali " teriak Oma kegirangan. " kau harus berjanji sayang "


" iya Oma " mencoba menyakinkan Oma nya.


____________________________________________


happy reading 💐💐


jangan lupa like comment and vote yaa


udah lewat jam 12 malem belum kelar review juga, maafin yaa 😣😣😣