
Sudah 2 hari Bella mengurung diri di kamar, hanya Lala yang dibolehkan masuk ke kamar, selama 2hari itu juga Sean frustasi tidak bisa melihat keadaan Bella hanya tahu dari Lala saja.
"La aku ingin makan bubur ayam"pinta Bella
"baik nyonya saya buatkan"
"kamu tidak usah membawanya ke kamar,,aku ingin makan di taman belakang"perintah Bella
"baiklah nyonya akan saya siapkan" Lala berlalu pergi,
Bella mendesah berat sebenarnya malas keluar dari kamar,tapi ia mulai bosan di kamar terus.
Rasa sakitnya belum sepenuhnya pulih,sakit fisik dan hati membuat Bella semakin membenci Sean.
Perlahan ia keluar dari kamar menuruni tangga menuju taman belakang. Sean yang berada di ruang tengah yang menghubungkan ke arah taman belakang, terkejut melihat Bella keluar dari kamarnya.Rasa khawatir bercampur rasa senang melihat Bella keluar dari kamarnya,Sean menghampiri Bella ia ingin sekali meminta maaf dan memeluknya.
"Bella,,,,,"sapa Sean lembut
Bella terdiam tidak membalas sapaan Sean,menatap lurus tanpa ekspresi.
"aku senang kamu keluar dari kamar,,,,a,,ku minta maaf padamu bell"sesal Sean
Bella menghela nafas nya lalu pergi meninggalkan Sean.
"bell,,, kamu mau kemana???Sean mencekal tangan Bella.
"itu bukan urusanmu"jawab Bella dingin
"bell,,,, maafkan aku,,,,"lirih Sean
Bella menghempaskan tangan Sean pergi menuju taman belakang.
Sean mengekori Bella dari belakang,rasa rindu sesal dan bahagia menjadi satu, istrinya yang 2hari mengurung diri di kamar akhirnya keluar.
sampai di taman belakang Bella duduk,di meja sudah tersedia bubur ayam yang Bella minta,ia mulai melahap makanannya tanpa mempedulikan Sean yang berhadapan dengannya. Sean menatap senang istrinya makan dengan lahap.
Melihat Bella yang hampir selesai makan Sean mulai memberanikan diri menggenggam tangan Bella di atas meja.
"lepaskan tangan kasarmu dari tanganku"sarkas Bella dingin menghempaskan tangan Sean
"maafkan aku bell,,,,aku cemburu melihat kamu bertemu dengan mantan pacarmu"sesal Sean
"sudahlah Sean lupakan,,,itu sudah terjadi,,,",ucap Bella datar.
"tolong tinggalkan aku,,,, aku ingin sendiri"pinta Bella
"baiklah,,,,aku pergi," Sean memilih mengalah meninggalkan Bella sendirian di taman.
Hati Bella sangat sakit mendengar ucapan maaf dari Sean,maaf baginya tak sepadan dengan sikap kasarnya yang berulang-ulang.
"hallo bibi"sapa Bella saat menelpon bi marni.
"bell,,,,kamu baik-baik saja kan,,,,kenapa gak ke toko lagi"tanya bi marni disebrang sana.
"aku baik bi,,,,Sean sudah pulang,,,jadi ia memintaku untuk di rumah saja dulu"bohong Bella
"oh gitu yaa,,,,ya sudah gak apa-apa bell,,bibi hanya khawatir kamu gak ada kabar kemarin-kemarin"
"aku baik bi,,,,,"
"syukurlah bibi senang,,,, ya udah ya bell bibi mau beres-beres kue, soalnya pesanan lagi banyak"
"iya bi,,,," panggilan di akhiri,Bella menghela nafasnya, seandainya ia meminta pisah dari Sean apa mungkin Sean tidak membuat bibinya menderita,ia takut akan melakukan hal yang sama ketika Devan mau membayar hutangnya.
Bella benar-benar bingung,bertahan tapi tersiksa,pergi tapi orang lain yang menderita.
lebih baik aku bertahan,batin Bella
Diruang kerja Sean menghubungi Tio asisten nya,menanyakan Devan yang sekarang kerja dimana,ia ingin menghancurkan hidup Devan sampai dia berlutut memohon ampun padanya.
"bagaimana kau sudah dapat informasi tentang dia?
",sudah tuan,,,dia berkerja di perusahaan Mega indo,, dia mendapat pekerjaan itu dari temannya"jelas Tio
"bukan kah itu perusahaan kecil???tanya Sean
"iya tuan"jawab Sean
"kau tau apa yang harus kau lakukan Tio"perintah Sean tegas.
"saya mengerti tuan"balas tio,ia mengerti keinginan tuannya,merebut alih perusahaan Mega indo, mengalihkan menjadi perusahaan milik Sean,dan memecat devan. Bos dan asisten nya sama-sama licik.
Sean menutup panggilan dengan asistennya menyeringai licik sebentar lagi Devan benar-benar hancur,tidak akan ada yang bisa merebut miliknya.
Sean keluar dari ruangan kerjanya ia ingin melihat istrinya,tapi tiba-tiba suara wanita yang tak asing di telinga nya memanggilnya.
"Sean sayang,,,,"teriak Sabrina yang tak lain mantan kekasih Sean, menghambur memeluk tubuh Sean yang terpaku.
"kau,,,kenapa kau disini???sentak Sean
"aku merindukanmu sayang",ucap Sabrina manja.
Sabrina memeluk lalu menciumi wajah Sean, seketika Sean melotot ia melihat Bella yang menatapnya dia datar.
"lepaskan Sabin,,,,"berontak Sean
"sayang aku rindu padamu"suara Sabrina manja bergelayut manja di lengan kekar Sean.
Sean mencoba melepaskan rangkulan Sabrina tapi wanita itu terus-terusan merangkul nya.
"Bella,,,,"panggil sean.
Bella pergi ke kamar nya meninggalkan dua sejoli yang sedang melepas rindu.
"Sean dia siapa,,,,??tanya Sabrina
"dia istriku,,,,"jawab Sean
"apa,,,,kamu sudah menikah??? Sabrina terkejut
"iya,,,jadi sebaiknya kau pergi dari sini,,,,karna hubungan kita sudah berakhir dan sekarang aku sudah menikah"
"tapi Sean aku masih mencintaimu"lirih Sabrina
",cih cinta,,,,kau meninggalkanku tanpa ada kabar,kau lebih memilih pergi meninggalkanku,dan sekarang kau kembali,,apa kau sudah tak laku atau kehabisan uang Sabin"sarkas Sean.
Sean tahu bahwa Sabrina hanya menginginkan uangnya saja,di Paris pun Sabrina menjadi simpanan para produser model,hingga banyak skandal membuatnya tak laku lagi disana. Sean tahu karena ia memata-matai Sabrina yang berada di Paris.
"Sean aku tidak seperti itu",ucapnya manja
"pergilah,,,kau sudah tak ada hubungan lagi dengan ku"
Sean meninggalkan Sabrina sendirian,ia menuju kamar Bella,ingin menjelaskan kalau dia tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita itu.
"awas,kau Sean,,,, aku akan membuatmu kembali padaku"guman Sabrina kesal.ia pun pergi,kesal tidak ditanggapi oleh Sean
"bell,,,buka pintunya aku ingin bicara'"seru Sean mengetok pintu kamar Bella.
"bell,,aku cuma ingin menjelaskan kalau dia bukan siapa-siapa,,,, tolong buka pintunya"pinta Sean
"bell,,,,,," tapi Bella tidak membukakan pintu kamar nya,lama tak ada tanggapan Sean memilih pergi.
Di dalam kamar Bella benar-benar kesal, Sean dengan mudah nya bermesraan dengan wanita lain di depan matanya,sedang ia hanya bertemu dengan Devan Sean menyiksanya habis-habisan.
kau benar-benar lelaki brengsek Sean,guman Bella