Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Emosi


Usai ijab Kabul Ryan dan Selena menyalami semua tamu undangan.


" Mom ayo kita kesana," ajak Zyan.


" Iya sayang. Ayo Sean ," ajak Bella.


Bella pun menggandeng tangan Sean menghampiri pengantin baru.


" Ayah ian , selamat ya ayah sudah menikah sekarang," ucap Zyan menyalami Ryan.


" Zyan kau datang . Ayah merindukanmu."


" Zyan juga."


" Selamat ya Ian , Selena semoga langgeng, " doa Bella.


" Sama-sama nona Bella . Terimakasih sudah menyempatkan datang di acara pernikahan kami," balas Selena tersenyum.


" Terimakasih sudah datang bell," ucap Ryan.


" Sama-sama ," Bella tersenyum manis.


Melihat interaksi Ryan dan Bella yang sama-sama melempar senyuman hati Sean semakin berkabut api cemburu.


" Selamat , semoga kau tak menganggu kehidupan keluarga kami lagi ," ketus Sean.


" Sean, " bisik Bella tak enak dengan perkataan Sean dihadapan Ryan dan juga selena.


" Ayo kita pergi ," ajak Sean membawa Bella dan juga Zyan menjauh dari Ryan dan juga Selena.


" Mr Sean kenapa bicara seperti itu, " Bella mengernyitkan keningnya.


" Biarkan saja kau tak usah memperdulikannya dia memang arogan, " jawab Ryan.


Kembali Ryan dan Selena menyalami beberapa tamu yang memberikan ucapan selamat pada mereka berdua.


" Sean kau apa-apaan bicara seperti itu kepada Ian," desis Bella.


" Kenapa ? kau marah padaku ?" tantang Sean.


" Bukannya begitu Sean kau harus menghargai mereka , kita disini cuma tamu jadi jaga sikapmu," hardik Bella.


Rahang Sean mengeras ia tak terima dengan ucapan Bella. Sean bertambah yakin Bella memang tak rela jika Ryan menikah dengan Selena.


" Kau cemburu padanya ?"


" Maksudmu apa Sean?" Bella bertanya balik.


" Jangan pura-pura bell aku melihat kau menangis saat dia akan mengucapkan janji sucinya kepada Selena ," tekan Sean. Sorot mata Sean terpancar penuh kemarahan.


" Sean berhentilah bersikap cemburu buta," balas Bella menatap tajam Sean.


" Bella , Sean jika kalian ada masalah selesai kan diluar jangan disini . Apa kalian tak malu dilihat oleh tamu-tamu Ian," ujar bi Marni memperingati.


" Maaf bi hanya salah paham," ucap Bella.


" Ayo ikut denganku," Sean mencekal tangan Bella.


" Kemana ?"


Sean terus mencekal tangan Bella menariknya sejajar dengan langkahnya yang lebar.


" Sean , lepaskan sakit," rintih Bella.


Tetapi Sean terus menarik tangan Bella hingga parkiran mobilnya.


" Masuk ," mendorong tubuh Bella masuk kedalam mobilnya.


Pintu mobil terbanting keras. Sean langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Sean kita mau kemana ?"


" Kau diam saja ," bentak Sean.


" Tapi aku takut Sean . Kau melajukan mobilnya terlalu cepat," ucap Bella panik.


Sean tidak menggubris ucapan Bella. Mobil terus melaju menjauh dari kota. Hingga beberapa jam kemudian mobil Sean tiba di sebuah rumah di dekat perkebunan teh. Rumah yang begitu asri.


" Keluar ," Sean menarik tubuh Bella keluar dari mobilnya.


" Sean ini dimana ?" tanya Bella.


Sean menarik tubuh Bella masuk kedalam rumah tersebut. Sudah ada orang yang tinggal disitu.


" Tuan Sean ," sapa seorang pria paruh baya menghampiri Sean.


" Kau pulanglah . Jika aku belum menghubungi mu jangan sekali-kali kau kemari," perintah Sean.


" Baik tuan saya permisi."


Tiba dikamar Sean membanting tubuh Bella ke ranjang.


" Sean kau apa-apaan sih ? ini dimana ? acara pernikahan Ian belum selesai."


" Diam." teriak Sean penuh emosi.


" Kau masih saja memikirkannya hah, " bentak Sean.


" Kau ini kenapa Sean ?" tanya Bella bingung.


" Aku marah saat kau masih saja memikirkannya," seru Sean penuh emosi. Tangannya mengepal kuat.


" Aku sudah bilang padamu aku tak ada perasaan apa-apa padanya," ucap Bella meyakinkan Sean.


" Kau bohong ," hardik Sean.


" Sean aku tak bohong," Bella berdiri menghampiri Sean.


" Kenapa kau menangis saat dia mengucapkan janji suci dengan Selena ?"


" Aku cuma bahagia saja Sean . Selena akhirnya bisa meluluhkan hati Ian. Hanya itu saja Sean," Bella berkata jujur.


" Aku tak percaya."


" Kau ini kenapa sih ? aku bilang jujur padamu tak ada yang ditutup-tutupi dengan perasaan ku Sean."


Emosi Sean sudah tak terbendung lagi, lalu ia mencengkram kedua bahu Bella. " Jangan coba membohongiku bell," tekan Sean berkilat emosi.


Bella menatap takut. Sean kembali seperti dulu yang suka berbuat kasar saat cemburu.


Tiba-tiba Sean merobek gaun bella dengan brutal.


" Sean kau apa-apaan," pekik Bella.


" Memberimu hukuman agar kau tak berbohong padaku apa lagi menyembunyikan perasaan mu untuk orang lain," kecam Sean.


Gaun yang sudah robek tercecer dilantai. Hanya kain tipis segitiga dan bra saja yang menutup bagian tubuh sensitif Bella.


Sean balikkan tubuh Bella lalu mendorongnya keranjang.


" Sean kau mau ngapain," Bella benar-benar takut dengan sikap Sean sekarang ini.


" Diam saja dan terima hukuman mu," hardik Sean.


Sean melipatkan kedua paha Bella. Lalu sebuah tamparan keras mendarat di bokong Bella.


" Aww Sean," teriak Bella.


" Ini hukuman untuk mu," Sean kembali menampar bokong Bella satunya.


" Sean hentikan sakit," mohon Bella. Tangan Bella mencengkram erat sprei saat tamparan tangan Sean mendarat dikedua bokongnya.


" Sean kumohon , sakit," Bella terisak. Rasanya sangat perih dan sakit ketika Sean memukul kedua bokongnya.


" Ini hukuman untuk mu jadi terima saja," ucap Sean setelah puas menampar bokong Bella.


Bella menangis sesenggukan kejadian dulu terulang kembali. Sean bertindak kasar padanya saat ia sedang cemburu.


Sean membalikan tubuh Bella agar menghadapnya. Menarik lain tipis yang menghalangi area sensitifnya.


" Sean please," mohon Bella berurai air mata.


Namun Sean tak peduli ia menurunkan sleting celananya. Menancapkan kejantanannya ketubuh Bella.


" Sakit Sean ," teriak Bella. Saat Sean dengan sengaja langsung menancapkan kejantanannya tanpa foreplay terlebih dahulu , membuat Bella kesakitan.


" Ini hukuman untuk mu," geram Sean, terus memaju mundurkan pinggulnya dengan kasar.


Bella tak bisa melawan Sean yang lebih besar badannya. Air mata terus menerus mengalir dari kedua matanya. Rintihan demi rintihan tidak bisa membuat Sean peduli dengan istrinya yang kesakitan.


Tak lama Sean meraih puncaknya. Melepaskan penyatuan yang sangat menyakitkan. Ia langsung meninggalkan Bella sendirian dikamar.


" Kenapa dia bertindak seperti itu lagi," tangis Bella meringkuk. Tubuh Bella terasa sangat sakit apalagi dibagian sensitifnya dan juga bokongnya. Sean sungguh kejam.


Bella ditinggalkan seperti wanita ****** yang telah puas ditinggalkan begitu saja. Perasaan Bella hancur dan sakit. Sean memperlakukannya seperti wanita murahan.


.


.


Jangan lupa like comment and vote


.


.


.