Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Kebenaran


Diperjalanan pulang , Sean menyuruh Bella ke restoran. ia ingin mengajak Bella makan.Tak berselang lama Bella sampai di restoran tempat yang Sean janjikan. Ia masuk ke dalam restoran yang sudah dipesan Sean.


Sebuah ruang VIP untuknya dan Sean.


Bella disuruh menunggu karena Sean masih dalam perjalanan, tak lama pintu di terbuka seorang wanita cantik melenggang masuk tanpa ijin.


"kau " seru Bella


",hallo Bella,, sedang apa kau disini, apa kau sedang menunggu mangsa baru" ucap Sabrina melipatkan kedua tangannya di dada.


"maksudmu" Bella melotot tajam.


"aku sudah tahu semuanya, kau menikahi sean karena kau mempunyai hutang padanya. dan kau menyerahkan tubuhnmu agar terbebas dari hutangnya. dasar wanita licik" cemooh Sabrina


"jaga ucapanmu Sabrina" teriak Bella.


"kau jangan so' suci Bella, wanita dari kalangan rendah hanya bisa memanfaatkan tubuhnya saja,dasar wanita murahan" Sabrina makin menjadi.


Plak .. sebuah tamparan mendarat di pipi Sabrina, wajah Bella memerah berkilat emosi yang mendalam.


"jika kau tidak tahu masalah, kau jangan coba mengira-ngira Sabrina" geram Bella


Sabrina memegang pipi yang ditampar oleh Bella. " berani kau menyentuh ku,wanita murahan" Sabrina akan menampar balik,tapi tangannya di tahan oleh Sean.


"Sean" Sabrina menoleh ke arah Sean.


"kau berani menampar istriku"Sean menghempaskan tangan Sabrina.


"Sean kenapa kau membela gadis murahan ini" sentak Sabrina


"jaga ucapanmu Sabin, dia istriku" bentak Sean


Sabrina menyunggingkan ujung bibirnya " tak ku sangka kau mau membeli tubuh wanita dari kalangan rendahan seperti dia " ejek Sabrina


Rahang Sean mengeras, "sekali lagi kau berbicara pada istriku, aku akan bongkar semua kebusukan mu saat tinggal di Paris." ancam Sean


Sabrina terkejut mendengar ancaman Sean. Sean mengetahui skandalnya saat tinggal di Paris , tak ingin membuat masalah lagi ia pergi meninggalkan ruangan VIP tersebut.


"kau tak apa sayang" Sean menghampiri Bella yang masih tampak emosi.


Bella menggeleng pelan, walaupun masih emosi Bella mencoba tenang.


"ayo duduk dulu" ajak Sean


"Sean,,,aku.... arghh...." Bella tidak melanjutkan kata-katanya, dadanya terasa sesak atas penghinaan Sabrina tadi.


"tenang sayang,,,apa pun yang terjadi aku akan tetap menjagamu takkan ku biarkan orang lain menginjak-injak harga dirimu,karena kau istriku"


"Sean.... bagaimana kalau bibiku tahu,, pasti akan sangat kecewa padaku, aku tidak peduli dengan omongan orang yang menyebutku murahan,tapi aku takut dengan bibiku " ucap Bella frustasi.


"tenang bella,, aku akan mengatasi semuanya, kau jangan takut, serahkan semuanya padaku" Sean mencoba menenangkan Bella.


Bella mendesah berat,ia benar-benar takut bibinya mengetahui semuanya.


"sayang jangan kau pikirkan lagi... serahkan semuanya padaku"


"aku....." menatap Sean frustasi.


"sebaiknya kita makan, kau belum makan kan??? bujuk Sean


"aku jadi tidak nafsu makan"


"kau harus makan sayang,,,jangan kau pikirkan lagi, percaya padaku" yakin Sean.


"baiklah Sean."


Awalnya Bella tidak menyentuh makanan nya, tapi Sean terus membujuknya untuk makan,menyuapinya sedikit demi sedikit,asal Bella makan. Sean tidak ingin Bella terus-terusan memikirkan kejadian tadi.


Setelah kejadian sore tadi Bella tampak merenung, ia memang salah mencari jalan melunasi hutang nya dengan menerima tawaran Sean menikah dengannya.


apa yang akan terjadi kalau bibi tahu,desah Bella


"sayang kau masih memikirkan kejadian tadi??tanya Sean


"aku tidak memikirkan masalah itu,, yang aku pikirkan itu bagaimana kalau bibi sampai tahu."


"kau akan bilang pada bibiku" Bella terkejut


"iya itu lebih baik,, daripada kita harus menyembunyikan itu terus menerus, menutupi bangkai akan tercium juga, sama halnya dengan masalah kita,, pasti suatu saat bibimu tahu, mending dia tahu dari kita langsung daripada dari orang lain" ujar Sean bijak


"aku tak menyangka kamu sangat dewasa dan bijak,, aku pikir kau hanya memikirkan ************ saja" ejek Bella


"kau ini,,, aku seorang pengusaha kaya dan sukses tentu aku harus pintar dan bijaksana" ucap Sean bangga


"iya deh,,kau memang pintar,, pintar ngibulin semua wanita sampai mau kau tiduri" sarkas Bella


"mereka saja yang menyerahkan tubuhnya sendiri dengan suka rela" kilah Sean


Bella menggeleng-gelengkan kepalanya berdebat dengan Sean tak akan ada habisnya,apalagi setelah dipuji Sean makin besar kepala.


Keesokan harinya Sean berjanji akan menemani Bella menemui bibinya untuk mengatakan kebenaran awal dari pernikahan mereka. Mereka tidak ingin menemui bibinya di toko kue melainkan di sebuah restoran.


Tiga orang itu sekarang sedang duduk berhadapan di ruang privat VIP sebuah restoran , perasaan Bella sangat gugup dan juga takut. Sean memegang tangan Bella memberikan ketenangan pada Bella.


"bi..saya dan Bella ingin mengatakan hal serius" Sean memulai pembicaraan.


"hal apa Sean,,,apa Bella hamil" pikir bi Marni


Sean dan Bella salah tingkah. " bukan itu bi...tapi..." Bella melirik Sean


Sean mulai menceritakan awal mula Bella menemui Sean dan menawarinya dengan pernikahan hingga hutangnya lunas.


Bi Marni melirik Bella yang sejak tadi tertunduk,tidak mau menatap wajah bibinya.


"Bella...kenapa kamu tidak jujur pada bibi" bi Marni menatap Bella intens.


Bella mengangkat kepalanya, "Bella minta maaf bi,,aku takut bibi akan kecewa dan marah padaku"


"itu tidak mungkin Bella,,,kamu berani mengorbankan masa depan mu demi bibi" bi Marni terisak.


Bella menghampiri bi Marni memeluk erat tubuh tua bibinya.


"maafkan Bella bi,,, mengambil jalan ini"


"terimakasih atas pengorbanan kamu bell,,,bibi tidak marah padamu,,,justru bibi merasa bersalah padamu kamu rela mengorbankan masa depanmu demi bibi" bi marni menangis di pelukan Bella.


"tidak bi,,,bibi sudah mengorbankan banyak hal untuk Bella,,, membesarkan Bella menyekolahkan Bella,, kini Bella membalas pengorbanan bibi" sahut Bella.


"terimakasih " bi marni menangis sesenggukan.


Kini Bella merasa lega telah mengatakan kebenaran nya,tidak ada lagi hal yang ia takutkan lagi.


"terus kalian menikah dengan cara seperti itu, apa ada cinta di antara kalian" tanya bi Marni


"saya menyukai Bella saat pertama kali kita bertemu bi, dan sekarang saya sangat mencintai nya" jelas Sean.


"dan kamu bell, bagaimana perasaan mu???


"aku mencoba mencintainya bi"


bi Marni mendesah, "bell maafkan bibi ya,, gara-gara masalah bibi, kamu jadi terseret, belum lagi dengan Devan, alasan kamu memutuskan dia karena hal ini kan"


Bella melirik Sean sekilas, " itu sudah menjadi takdir Bella bi,, mungkin kita tidak jodoh"


"saat dia datang menemui bibi, bahwa kamu jual diri, rasanya bibi kecewa padanya,Devan yang bibi kenal baik bisa berprasangka seperti itu"


"tapi kenyataannya seperti itu bi" ungkap Bella


"kamu tidak seperti itu bell,, sekali lagi maafkan bibi bell.. " sesal bi Marni


"semua sudah terjadi bi,,, dan sekarang aku mencoba untuk membina rumah tangga bersama Sean" Bella tersenyum melirik sean


"pernikahan itu sakral bell... jangan sampai kamu mempermainkan pernikahan," pesan bi Marni


"iya bi" balas Bella.


Setelah menyelesaikan masalah kini mereka makan bersama dan ngobrol. Perasan lega sudah Bella rasakan, tidak ada ketakutan dalam diri Bella. Apapun yang akan nanti bicarakan tentangnya ia sudah tidak merasa takut lagi,karena bibinya sudah mengetahui semuanya.