
.
.
.
" jauhkan tangan mu dari lengan istri ku " teriak Sean emosi.
Sean langsung menerjang Ryan dengan tinjunya.
Bella memekik melihat Sean yang meninju wajah Ryan.
" Sean stop " Bella mencoba menahan amukan Sean.
" sudah ku peringatkan padamu jangan menyentuh istri ku " teriak Sean.
Semua orang yang melihat amukan Sean tidak bisa membantu, mereka takut apa lagi banyak anak-anak yang menonton, mereka lebih melindungi anak-anak dan menjauh dari pria yang mengamuk di area bermain.
" Sean hentikan , banyak anak-anak yang melihat termasuk anakmu " ucap Bella menenangkan Sean.
Sean baru berhenti saat ia menoleh ke anak laki-lakinya.
Security yang mendengar keributan datang menghampiri mereka.
" ada apa ini " tanya security mall.
" mereka berkelahi pak, anak-anak kami sangat ketakutan karena ulah mereka " celetuk ibu-ibu yang memegangi anaknya.
" kalian ikut saya " perintah security.
" sebaiknya kalian ikut " ucap Bella melihat Sean dan juga Ryan.
Akhirnya mereka mengikuti kemana security mengajak mereka ke kantornya.
" duduklah " ucap security.
Sean dan Ryan duduk dihadapan security.
" ada masalah apa sampai kalian berkelahi ? tanya security.
" dia memegang tangan istri saya " ucap Sean emosi.
Security itu hanya mengernyitkan keningnya, cuma masalah pegang tangan saja sampai baku hantam.
" apa benar apa yang tuan ini tuduhkan " security itu menatap Ryan.
" tidak seperti itu , dia hanya mengada-ngada " kilah Ryan.
" kau " Sean akan melayangkan tinjunya namun ditahan oleh security.
" berhenti pak , anda jangan main pukul saja " tahan security.
" lihat kan pak dia yang duluan mukul saya harusnya dia saja yang ditangkap " ucap Ryan memprovokasi.
" sudah cukup , sebaiknya anda minta maaf " security itu menatap Sean.
" kenapa harus saya dia yang duluan yang pegang tangan istri saya " bentak Sean tak terima.
" Sean minta maaf sama Ian " pinta Bella.
" kenapa kau juga membela nya " ucap Sean tak suka.
" bukan begitu , kamu duluan yang memukulnya , minta maaf lah demi anakmu " pinta Bella.
Sean menatap Zyan yang menatapnya tertunduk takut.
Sean akhirnya menurunkan egonya ia meminta maaf kepada Ryan.
" maaf " ucap Sean malas.
Ryan menyunggingkan senyumnya , gampang sekali membuat Sean naik pitam. Apalagi sekarang ia dilihat oleh anaknya , rencananya berhasil.
" iya tak apa , aku sudah biasa diperlakukan seperti ini " Ryan beranjak dari tempat duduknya ia menghampiri Zyan.
" Zyan sayang , maafkan ayah ya , ayah pulang dulu kamu hati-hati ya " ucap Ryan kepada Zyan.
" ayah " Zyan menatap Ryan. " maafkan Daddy " ucap Zyan pelan.
Ryan tersenyum. " tak apa sayang , sebaiknya kamu hati-hati dengan Daddy mu yang pemarah itu "
" Ian " sentak Bella.
Ryan tersenyum mengejek lalu pergi.
" lihat apa yang dia lakukan , harusnya dia tak ikut dengan kita " geram Sean.
" sudah Sean sebaiknya kita pulang , tidak enak dilihat orang-orang " ajak Bella.
" pak terimakasih , saya dan suami saya permisi dulu " pamit Bella kepada security.
" iya nona , sama-sama ".
Disepanjang perjalanan pulang baik Bella maupun Zyan sama-sama diam. Bella sedikit khawatir dengan Zyan , ia takut Zyan akan membenci Daddy nya.
" Zyan kamu mau menginap ditempat Daddy " tanya Sean saat ditiba dirumah bi marni.
Zyan menggeleng, kemudian ia keluar dari mobil Sean langsung masuk kedalam rumahnya.
" Sean " Bella memegang tangan Sean.
" tak apa bell , ini salahku yang tak bisa mengendalikan emosi ku " .
" aku pulang dulu ya , kamu hati-hati dijalan . Aku akan bicara dengan Zyan pasti dia akan mengerti "
" tak apa bell , jangan paksakan dia "
Bella mengangguk.
" dah Sean " Bella keluar dari mobil Sean.
" dah sayang " balas Sean.
Bella pun masuk kedalam mencari keberadaan Zyan.
" Zyan sedang apa ? tanya Bella.
" tak ada mom " jawab Zyan.
Bella duduk disamping Zyan yang sedang melamun.
" kamu pasti memikirkan masalah tadi ya ? tebak Bella.
" mom apa Daddy galak dan pemarah ? tanya Zyan tanpa menatap Bella.
" Daddy marah karena ada alasannya sayang "
" tapi kenapa Daddy memukul ayah ian ? aku takut mom lihat Daddy yang tadi mukul ayah ian "
" Zyan , Daddy sayang sama mommy saking sayangnya dia tidak memperbolehkan orang lain menyentuh mommy termasuk ayah ian " Bella mencoba menjelaskan perlahan.
" Zyan juga sering menyentuh mommy , apa Daddy juga akan memukul Zyan " tanyanya polos.
" itu tidak mungkin , karena Daddy sayang juga pada Zyan . Sekarang dengar " Bella memegang kedua bahu Zyan untuk menatapnya.
" apa Daddy sering marah padamu " tanya Bella.
Zyan menggeleng.
" apa Daddy suka memukul mu ?
Zyan pun menggeleng.
" apa Daddy sering bentak-bentak kamu " tanya Bella lagi.
" tidak mom , Daddy selalu baik Walaupun gak ada mommy ".
" nah itu sudah tahu , Daddy tidak akan melukai mu ataupun memukul mu sayang karena dia sayang sama kamu "
Zyan menatap lekat mommynya.
" yang jelas tadi ayah ian berbuat yang mommy tak suka jadi Daddy mu marah padanya , tapi nanti juga bakal baikan lagi." jelas Bella.
" mereka akan baikan lagi mom ? tanya Zyan.
" iya pasti mereka baikan lagi , dan sekarang Zyan jangan takut sama Daddy ya karena Daddy sayang banget sama Zyan " Bella memeluk tubuh Zyan.
" iya mom "
Ryan tiba dirumahnya dengan perasaan bangga. Bangga karena berhasil membuat Zyan membenci Sean , itu pemikirannya.
" hallo Mr Ryan " sapa gadis yang tak lain Selena.
Ryan memicingkan matanya menatap gadis yang ia benci berada di rumahnya.
" kau , ngapain kau disini " sentak Ryan menghampiri Selena yang sedang duduk diruang tengah.
" tentu saja menemui calon mertua " jawab Selena enteng.
" jangan mimpi kau akan menikah denganku " kecam Ryan.
" aku tidak bermimpi tapi itulah kenyataannya bahwa kau akan menikah denganku " ucap Selena yakin.
" kau " menunjuk jarinya ke depan wajah Selena.
" Ryan " bentak Anita.
" ma " Ryan menatap Anita yang marah padanya.
" apa yang kau lakukan pada calon menantu ku "
" mama juga ikut-ikutan dengan dia " tuduh Ryan.
" kenapa memangnya , dia akan jadi mantu mama "
" ma tapi aku tak menyukainya "
" itu bukan urusan mama yang jelas Selena akan menjadi mantu mama "
Ryan berdecak sebal , lalu ia meninggalkan mereka berdua. Rasa senang telah menang dari Sean harus menguap begitu saja saat melihat gadis yang tak disukai itu berada di rumahnya.
" dia marah Tante " Selena tertawa kecil.
" biarkan saja , dia memang seperti itu kalau dengan ibunya ".
" berarti dia manja sama Tante " tanya Selena tak percaya.
" ya bisa dibilang seperti itu "
" wah kalau begitu aku bisa manfaatkan Tante buat dia mau menikahi ku " ucap Selena tertawa.
" kamu ada-ada saja Lena , tapi Tante yakin kamu bisa membuat dia berubah "
" apakah aku bisa Tante ? tanya Selena tak percaya diri.
" Tante yakin kamu bisa " Anita memegang tangan Selena memberi keyakinan bahwa ia bisa membuat Ryan berubah.
.
.
.
jangan lupa like comment
.
.
.