Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Godaan


Pukul 8 malam Sean dan Bella baru tiba dirumahnya. Zyan yang berada diruang tamu langsung menghampiri kedua orangtuanya.


" Mom sama Daddy dari mana ?"


" Maafkan Daddy ya boy. Tadi ada urusan penting jadi tidak mengabari kamu ," jawab Sean.


" Oh begitu ," Zyan manggut-manggut.


" Kamu sudah makan sayang ?" tanya Bella.


" Sudah mom," jawab Zyan.


" Ya sudah masuk kamar gih besok sekolah kan."


" Iya mom." Zyan langsung melangkah menuju kamarnya.


" Kalian dari mana?" Kini bi Marni yang bertanya.


" Maaf bi kami ada urusan sebentar," jawab Bella gugup.


" Kalau kalian pergi kasih tahu Zyan biar dia tak mencari kalian. Apalagi kalian meninggalkannya di acara orang lain , untung ada bibi . Kalau tak ada bibi anak kalian tinggal sendirian ditempat ramai," omel bi Marni.


" Iya bi maaf," Bella tertunduk malu.


" Ya sudah kalian istirahat."


" Iya bi." Bella pun menyikut perut Sean. " Gara-gara kamu aku diomelin," gerutu Bella.


" Maaf sayang," Sean merangkul bahu istrinya.


" Ingat jangan menyentuh ku selama sebulan," Bella melepaskan rangkul Sean dengan kasar. Kemudian melangkah pergi menuju kamarnya.


" Kita lihat saja nanti siapa yang akan tak tahan tak disentuh , aku apa kamu," seringai Sean mengikuti Bella ke kamarnya.


Di hotel.


Hari berlalu begitu cepat. Acara pernikahan Selena dan juga Ryan telah usai. Kini mereka tengah berada dihotel yang telah dipesan oleh orang tua Ryan untuk beristirahat. Termasuk kedua orang tua Ryan dan berserta keluarga Selena, karena perjalanan cukup jauh dari tempat dimana Ryan menikah dengan rumah Selena dan juga Ryan.


Karena terlalu lelah dengan acara pernikahan yang dari pagi sampai malam. Jadi mereka menginap di hotel.


Selena masuk kedalam kamar hotelnya duluan, Ryan masih mengobrol dengan orangtua Selena.


" Apakah malam ini akan terjadi," Selena tersipu malu melihat ranjang yang telah dihias dengan bunga-bunga mawar.


" Lebih baik aku mandi saja dulu." Selena pun melepaskan gaun pengantinnya lalu bergegas masuk ke kamar mandi.


Ryan yang telah selesai dengan urusannya , ia kembali ke dalam kamar hotelnya. Badannya terasa amat lelah setelah seharian berdiri menyambut para tamu.


Masuk kedalam kamar tak nampak keberadaan Selena. Ia pun melepaskan jas dan kemejanya. Melemparnya ke sofa.


" Mr Ryan," panggil Selena.


Ryan yang berdiri membelakangi Selena , berbalik kearah suara Selena.


Deg


Jantung Ryan berdegup kencang menatap Selena yang mengenakan lingerie. Ryan menatap Selena dari ujung kaki sampai kepala. Selena sangat cantik dan menggoda.


" Kau sudah tiba Mr Ryan," Selena mendekat.


Namun Ryan masih bergeming menatap Selena. Entah kenapa badannya mulai panas melihat Selena mendekat menampakkan dadanya yang hanya ditutupi lingerie tipis.


" Mr Ryan," panggil Selena kembali.


" Ah ya kenapa?" Ryan tersadar dari lamunan kotornya.


" Kau sudah tiba disini ? apa kau mau mandi?"


" iya aku akan mandi," Ryan melangkah menuju kamar mandi dengan gugup.


Selena kembali memperhatikan kasur yang telah dihias bunga-bunga. Ia terus tersenyum menatapnya.


" Ahh bagaimana ini ? apa dia akan melakukannya sekarang? aku gugup," guman Selena senyum-senyum.


Selena bolak balik didepan ranjang yang akan ditempati mereka berdua untuk tidur. Tak lama Ryan keluar dari kamar mandi yang hanya mengenakan handuk yang melingkar di perut sampai pahanya.


" Kau belum tidur?" tanya Ryan mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" Kasurnya penuh dengan bunga," Selena beralasan. Namun fokus mata Selena tertuju ke arah otot-otot Ryan yang kekar.


Ryan melirik ranjang yang ternyata telah dihias bunga-bunga.


" Biar nanti aku bersihkan," Ryan mengambil bajunya dikoper lalu kembali ke kamar mandi untuk memakai pakaian.


" Hah mau dibersihkan?" Selena termenung.


" Aku kira malam ini akan terjadi," guman Selena berharap.


" Kau serius akan membersihkan bunga-bunga ini?" tanya Selena.


" Memangnya kenapa ?" Ryan menautkan kedua alisnya.


" Apa kau akan tidur dengan bunga-bunga ini ?" kembali Ryan bertanya.


" Ah tidak . Silahkan bersihkan," Selena gelapan.


Ryan merapikan bunga-bunga yang berada di ranjang. Membuangnya ke tong sampah lalu merapikan kembali kasurnya.


" Sudah beres. Kalau mau tidur silahkan," ujar Ryan.


" Lalu kau tidak tidur?"


" Aku juga akan tidur."


" Ayo kita tidur bersama," ajak Selena tersenyum.


" Apa?" Ryan mengkerutkan keningnya.


" Kita sudah menjadi pasangan suami istri jadi tak masalah buat tidur bersama," cengir Selena.


" Tapi."


" Ayolah Mr Ryan," Selena mendekatkan tubuhnya ke tubuh Ryan.


Seketika tubuh Ryan langsung memanas. Tubuh Selena begitu intim menempel ke tubuhnya.


" Aku ," ucapan Ryan terjeda mana kala Selena memeluk tubuhnya.


" Ayo Mr Ryan,"rayu Selena menduselkan kepalanya di dada bidang Ryan.


" Ah ya ayo kita tidur," Ryan gugup. Dadanya berdegup kencang.


" Ayo Mr Ryan," Selena tersenyum cerah.


Selena pun merangkak naik ke ranjang. Ryan yang memperhatikan Selena merangkak naik ke ranjang tak sengaja melihat pemandangan yang membuatnya tubuhnya langsung memanas kembali.


Bokong Selena terekspos sempurna didepan tubuh Ryan. Sungguh pemandangan yang membangkitkan gairah.


" Ayo sini Mr Ryan," pinta Selena.


Ryan mengangguk ,lalu naik ke kasur. Perlahan ia membaringkan tubuhnya. Rasa panas ditubuhnya masih terasa seolah membakar tubuhnya yang meminta dituntaskan.


" Mr Ryan ," seru Selena mendekati tubuh Ryan.


^^^Akh apa lagi ini ? sungguh menyesalkan. Jujur aku tergoda dengan tubuh indahnya tapi aku belum mau melakukannya, batin Ryan.^^^


" Akhirnya kita sudah menikah . Terimakasih telah menerima ku sebagai istri mu Mr Ryan," ucap Selena.


Suaranya menggoda


Padahal Selena berbicara biasa saja , namun di benak Ryan , Selena seperti menggodanya.


" Mr Ryan apakah aku boleh memeluk mu," Selena mendongakkan kepalanya menatap Ryan.


" Apa?"


" Aku boleh memeluk mu," ulang Selena. Namun Selena langsung memeluk tubuh Ryan tanpa persetujuannya.


Tubuh Ryan semakin panas padahal AC menyala dingin. Selena benar-benar membuatnya kelabakan dengan tubuhnya yang menginginkan Selena.


Aku tak boleh melakukannya


Ryan terus menggeleng-geleng kepalanya , mengusir gairah yang memuncak.


Tak waktu lama Selena sudah tertidur memeluk tubuh Ryan karena kelelahan. Sedangkan Ryan masih belum bisa tidur , godaan tubuh Selena terus memintanya untuk menerjang Selena.


*Tahan Ryan tahan.


.


.


.


Jangan lupa like comment and vote*


.


.


.