
Selena mengembangkan senyumnya menenteng kotak bekal makan siang untuk Ryan.
Tiba dikantor Ryan , ia langsung menuju ruangan Ryan tanpa menunggu ijin dari pegawainya.
" pasti Mr Ryan senang " ucapnya penuh percaya diri.
Selena terus berjalan sampai di depan ruangan Ryan. Sekertaris Ryan hanya tertunduk senyum melihat kedatangan Selena , karena ia telah diperintahkan oleh Hendro untuk menerima Selena jika gadis itu ke kantor anaknya.
tok tok tok
" masuk " sahut Ryan didalam.
Selena berjalan masuk menghampiri Ryan yang sedang sibuk.
" hai Mr Ryan " sapa Selena tersenyum cerah , secerah mentari di pagi hari.
Ryan mendongakkan kepalanya menatap Selena.
" kau "
" Mr Ryan aku membawakan mu makan siang " Selena memperlihatkan kotak bekal makanannya.
" taruh saja di meja , nanti aku makan " jawabnya kembali melanjutkan pekerjaannya.
Selena terbelalak dengan perubahan sikap Ryan , biasanya dia akan memaki Selena atau mengusir bahkan menghina makanannya.
" kenapa kau diam saja , aku bilang simpan saja di meja " perintah Ryan sekali lagi.
" baik Mr Ryan " Selena tergagap lalu menaruh makanan di meja , ia pun duduk di sofa membuka kotak makanannya lalu menyiapkannya.
" kau masak apa ? tanya Ryan duduk disofa.
" aku masak capcay , kentang balado sama beef teriyaki " jawab Selena.
" sepertinya enak "
Selena makin tak percaya dengan perubahan sikap Ryan begitu drastis. Masih ingat kemarin Ryan marah-marah padanya , tapi sekarang dia malah bersikap biasa saja seolah melupakan kejadian kemarin.
" makanlah Mr Ryan "
Ryan mengangguk lalu ia menaruh beberapa lauk dipiring yang sudah Selena siapkan. Dia begitu lahap memakan makanan Selena.
Selena menatap lekat pria yang sedang duduk disebrangnya. Ryan begitu lahap menyantap masakannya.
" enak Mr Ryan ? tanya Selena
" iya enak " jawabnya datar.
" syukurlah kau menyukainya Mr Ryan "
Ryan tak merespon ucapan Selena ia lebih memilih menghabiskan makanannya.
" terimakasih buat makanannya " ucap Ryan menyantap habis makanan dari Selena.
" sama-sama Mr Ryan " balas Selena tersenyum. Lalu ia membereskan kotak makanannya.
" kau akan pulang " tanya Ryan.
" iya , aku sudah mengantarkan makan siang untuk mu , setelah selesai ya aku pulang " jawab Selena.
" baiklah , hati-hati dijalan "
Mata Selena terbelalak mendengar ucapan Ryan. Sungguh ia terkejut dan juga senang. Ryan akhirnya mau membuka hatinya untuk Selena. Sebenarnya ia pun agak takut jika berhadapan dengan Ryan yang dingin dan suka memakinya. Entah kenapa sekarang Ryan bersikap biasa padanya.
" tentu saja Mr Ryan , kalau begitu aku permisi Mr Ryan " pamit Selena.
" iya "
Selena melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Ryan yang terus menyunggingkan senyumannya.
Melihat Selena telah keluar Ryan berjalan menuju kaca dinding yang menampakkan pemandangan kota yang padat.
Pandangannya lurus kedepan. Entah apa yang dipikirkannya.
" kita lihat , apakah kau bisa mengobati luka hati ku ini Selena " lirih Ryan bersedekap menatap lurus ibukota yang padat.
Di rumah Sean.
" apa lusa kita ke Barcelona? pekik Bella . Sean memintanya untuk berbulan madu ke negara tersebut.
" tapi Sean , bagaimana dengan Zyan ?
" bibimu akan menemaninya disini selama kita pergi honeymoon." ucap Sean santai.
" tapi "
" sudahlah Bella , aku sudah bicara dengan bibimu maupun dengan Zyan , dan mereka setuju kalau kita honeymoon " potong Sean.
Bella menghela nafasnya kasar. " kau bertindak semau mu Sean " desis Bella.
Sean menautkan kedua alisnya. " aku sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari sayang , dan aku pun sudah meminta ijin pada bibi dan juga Zyan " jelas Sean.
" ya sudah terserah kau saja " dengus Bella sambil melipat kedua tangannya.
" berarti besok kita berangkat ya "
" besok ? katanya lusa " Bella melotot kesal.
" besok saja sayang , nanti sore bibimu sudah kemari " Sean cengengesan.
Sean malah semakin tersenyum melihat Bella kesal , ada hiburan tersendiri saat Bella mengamuk ataupun kesal padanya.
Besoknya Bella dan Sean bersiap berangkat ke Barcelona , mereka pun berpamitan kepada Bi Marni dan juga Zyan.
" Zyan baik-baik ya sama Oma " pesan Bella.
" iya mom , mom jangan lupa bawa oleh-oleh ya " ucap Zyan.
" iya sayang "
" kau tenang saja boy , mommy sama Daddy akan membawakan mu seorang adik " ucap Sean tersenyum lebar.
Bella langsung melotot tajam ke arah Sean.
" benarkah dad ? tanya Zyan antusias.
" tentu saja " jawab Sean yakin.
" jangan membuat janji kalau tak bisa menepati " sarkas Bella.
Sean terkekeh geli . " akan kupastikan aku menepati janjiku pada Zyan "
" whatever " dengus Bella.
Setelah berpamitan sean dan Bella masuk ke mobil diantar supir Sean ke bandara. Sean akan menggunakan jet pribadinya , karena ia tak mau berdesak-desakan dengan penumpang lain. Ia ingin Perjalanan panjang menuju Barcelona terasa nyaman tanpa harus satu pesawat dengan orang lain.
Bella duduk tenang di bangkunya memejamkan kedua matanya.
" sayang kau tak apa-apa ? tanya Sean khawatir.
" tidak " jawab Bella datar.
" baiklah , kalau kau perlu sesuatu kau bisa panggil aku "
" hmm " Bella berdehem.
Perjalanan panjang menuju Barcelona Bella habiskan dengan tidur sedangkan Sean ia tak bisa tidur . Sesekali ia menatap Bella yang tertidur lelap.
" kau begitu lelap nya tidur didalam pesawat " Sean menatap Bella yang tak bergerak sama sekali dalam tidurnya.
Tiba di bandara Barcelona , Sean dan Bella telah ditunggu oleh supir pribadi sean. Membawa kedua majikannya menuju tempat dimana Sean mempersiapkan untuk ber-honeymoon.
" silahkan tuan " supir membukakan pintu mobilnya untuk Sean.
" terimakasih " jawab Sean.
Sean dan Bella masuk kedalam sebuah villa yang berada di pinggir pantai. Bella melihat sekeliling villa dan pantai tersebut terlihat sepi.
" ini kamar kita sayang " Sean menunjukkan sebuah kamar yang menghadap kearah pantai.
" Sean kenapa sepi sekali disini ? tanya Bella.
" ya aku memilih tempat ini supaya tidak ada yang akan menganggu honeymoon kita " Sean merangkul pinggang Bella.
" tapi aku takut " ucapan Bella terpotong.
" kau tenang saja disini aman , aku telah menempatkan beberapa penjaga yang tak jauh dari villa ini , dan tentunya beberapa pelayan juga jika mereka di butuhkan pasti mereka akan datang " jelas Sean.
Bella mengangguk tanda mengerti.
" aku lapar Sean "
" kau mau makan apa ?
" apa saja ,yang jelas sesuai lidahku "
" baiklah sayang makanan akan segera datang " ucap Sean , melepaskan rangkulannya, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
Tak butuh waktu lama makanan sudah tersaji dimeja makan.
" wow , sepertinya lezat " ucap Bella menatap beberapa makanan yang tersaji dimeja makan.
" makanlah yang banyak sayang , kau perlu stamina " terselip makna dalam ucapan Sean.
Bella langsung melahap apa saja yang sudah tersaji, sungguh perutnya sangat lapar setelah perjalanan panjangnya. Sedangkan Sean hanya terkekeh melihat tingkah Bella yang kelaparan.
" aku kenyang " ucap Bella mengusap perut yang telah terisi penuh.
" istirahat lah bell "
" baiklah , lagian aku juga mengantuk " Bella berjalan menuju kamarnya.
" ya istirahat lah setelah itu kau harus melayani ku " guman Sean menyeringai.
.
.
jangan lupa like comment and vote
.
.
.