
Sekarang mereka duduk saling berhadapan,tak ada satu orangpun yang memulai pembicaraan. Bella yang sesekali melirik Sean dibuat bingung dan juga heran melihat sikap Sean yang sedang menahan amarahnya.
"Sean" guman Bella pelan
Sean tidak membalas ucapan Bella,ia masih terus menatap tajam dua orang dihadapannya.
"kenapa kalian kesini??? suara berat Sean menahan emosinya.
"Sean...kami datang kesini untuk meminta maaf kepada mu dan istri mu "jawab Daniel.
"cih maaf... setelah apa yang kalian pada istriku" decih Sean
Bella yang mendengar pembicaran mereka merasa bingung dan juga tak mengerti sebenarnya apa yang terjadi.
"sungguh Sean...maafkan kesalahan Sabrina..dia memang salah jadi om mohon padamu maafkan kesalahan Sabrina" mohon Daniel.
"kalian gampang sekali meminta maaf padaku dan istriku,. kesalahan kalian sangat fatal..kalau seandainya istriku sampai kehilangan nyawanya apa kalian juga akan meminta maaf dengan mudahnya " bentak Sean.
"ya kami bersalah Sean...Sabrina kesini untuk meminta maaf padamu...dia memang salah dan sangat labil...jadi dia dengan bodohnya bertindak tanpa pikir panjang."jelas Daniel.
"aku tidak akan pernah memaafkan kesalahan kalian,,aku akan menjebloskan Sabrina ke penjara" tegas Sean.
"Sean ada apa ini" Bella mulai berbicara,
"Bella...orang yang telah merencanakan penabrakan mu itu adalah dia, Sabrina " jawab Sean menahan emosi nya.
"apa...."ucap Bella tak percaya.
"Bella maafkan anakku Sabrina,,,maafkan atas tindakan bodohnya." mohon Daniel.
"jangan bicara dengan istriku " teriak Sean, wajah Sean memerah urat-urat lehernya menegang menahan emosi.
Daniel terdiam,dalam benaknya ia sangat membenci Sean hanya karna wanita yang bernama Bella,Sean berani membentak dan berteriak padanya,padahal dulu Sean sangat menghormati nya.
Sedangkan Sabrina hanya bisa tertunduk diam,ia benar-benar ketakutan.
Bella syok mendengar ucapan Sean, ternyata kecelakaan beberapa hari lalu bukan tidak sengaja,,tapi terencana oleh Sabrina.
"Sean sudah. kamu harus tenang,,kita bicarakan baik-baik" Bella mencoba menenangkan Sean,padahal hatinya juga masih terkejut.
"tidak Bella...mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya" tegas Sean.
"iya aku tahu Sean,,tapi cobalah bersikap tenang" bujuk Bella.
"Bella maafkan aku,,,aku memang salah telah mencelakai mu,,,, sungguh aku menyesal Bella" ucap Sabrina memohon.
Sean yang akan menjawab ucapan Sabrina,dengan sigap Bella menahan tangannya, menggeleng perlahan menatap Sean
Bella menarik nafasnya dalam-dalam, "Sabrina kenapa kau mau mencelakai ku??? ucapnya dengan tenang
Sabrina bingung menjawab pertanyaan Bella,,alasan dia ingin mencelakai Bella karna sakit hati di tampar oleh nya dan juga iri padanya,Sean lebih memilih Bella ketimbang dirinya yang telah mencintai Sean lebih dulu.
"a..ku..sakit hati "Sabrina gugup
Bella menyunggingkan senyumnya, " kau sakit hati karna apa Sabrina" tanya Bella lagi.
"Sean lebih memilih mu"
"kau sakit hati karna Sean lebih memilihku ketimbang kau Sabrina " Bella menggeleng-gelengkan kepalanya
"kau tidak elegan Sabrina,.. penampilan mu saja yang terlihat elegan tapi sikap mu tidak...kau mencelakai ku dan kau...sepertinya ingin membuat ku mati " sarkas Bella
Sabrina terperangah mendengar ucapan Bella. tak bisa dipungkiri pernyataan Bella ada benarnya,dan itu memang rencananya ingin melenyapkan Bella.
"kenapa Sabrina...kau terkejut..jadi benar kau ingin aku mati.... melenyapkan ku untuk mendapatkan Sean kembali...sungguh hal yang menjijikkan" ungkap Bella.
"tapi tenang Sabrina...Sean akan kembali padamu"
Ketiga orang itu pun terkejut dengan ucapan Bella, termasuk Sean ia tak menyangka Bella akan berbicara seperti itu.
"Bella " seru Sean pelan, wajahnya sangat terkejut dan tak percaya dengan ucapan Bella.
"benarkah itu " ucap Sabrina berbinar seolah mendapat angin segar.
"iya tentu saja...asal kau jujur padanya,,apa yang telah kamu perbuat padaku" Bella menatap dingin Sabrina.
"aku harus jujur apa?? tanya Sabrina bingung.
"kau ingin aku mati kan...itu rencana mu padaku,, jujur lah pada Sean,,,Sean tidak akan marah" ujar Bella.
"jangan Sabin,,, jangan terpengaruh " bisik Daniel.
Bella melihat Daniel berbisik kepada Sabrina, tersenyum tipis,
"kenapa tuan...kau menahan putrimu untuk jujur,..kalian sama-sama licik " sarkas Bella.
"tidak cukup...dia telah membuat nyawa orang hampir melayang,,kau tahu tuan,,,ada seseorang yang menolongku dan dia hampir kehilangan nyawanya,,,apa kah dengan kalian meminta maaf padaku semuanya selesai,,,jika orang yang menolong ku mati,,,,aku akan sangat berdosa kepada keluarga nya,,,dia dengan bodohnya menolong orang yang tidak ada hubungan darahnya denganku." Bella meluapkan seluruh emosinya.
Sean hanya diam membiarkan Bella mengeluarkan amarahnya.
Sedangkan Daniel dan Sabrina hanya diam tidak bisa berkutik mendengar ucapan Bella.
"lebih baik kau mempertanggung jawabkan perbuatan mu Sabrina,,,apa kau ingin Sean yang menghukum mu...kau tahu sendiri, Sean seperti apa ketika sedang marah" ucap Bella.
"Bella maafkan aku...aku tidak ingin dipenjara... bagaimana dengan karir modelku" mohon Sabrina.
"kau sudah tahu resikonya,,,,tapi kau malah bertindak bodoh" sarkas Bella
"Bella...aku akan melakukan apa saja,,,asalkan jangan jebloskan aku ke penjara" mohon Sabrina putus asa.
"kalau kau tak ingin dijebloskan ke penjara,, berarti kau memilih Sean yang menghukum mu"
Dua pilihan yang membuat Sabrina tidak bisa menghindari nya. Papa nya pun tidak bisa membantunya.
"jadi... apa pilihan mu Sabrina, masuk penjara atau dihukum oleh Sean" tanya Bella
Sabrina masih diam, pikiran sudah tak karuan, harga dirinya telah diinjak-injak oleh Bella. Ia pikir akan gampang membujuk dan meminta maaf kepada Bella,,tapi nyatanya salah,,ia terjebak dengan dua pilihan yang tak bisa dihindari,,pilihan yang akan menghancurkan hidupnya.
"kalau boleh aku kasih saran.. mending kamu dipenjara daripada mendapat hukuman dari Sean...kau tahu sendiri kalau Sean sedang marah seperti apa..aku pun pernah mengalaminya " ungkap Bella
Sean masih terdiam,Bella benar-benar pintar dalam berdebat pantas saja ia selalu kalah saat bicara dengan Bella.
sedangkan Daniel ia juga merasa terpojok,tidak bisa membantu Sabrina. Wanita yang dia pikir Daniel lemah dan rendahan, bisa-bisanya memberi pilihan yang menghancurkan hidup putrinya.
"ayo Sabrina....mana pilihan mu...aku dan Sean menunggu keputusan mu " ucap Bella
"tidak bisakah aku mendapatkan pilihan lain " pinta Sabrina memelas
"kau ini terlalu serakah...aku memberikan mu dua pilihan tapi kau meminta pilihan lagi " Bella menggelengkan kepalanya
"Sean aku lelah... sebaiknya kamu hukum saja dia,,,dia mengulur waktu makan malam kita." pinta Bella.
Sean mengangguk setuju,ia pun menghubungi Tio sang asistennya dan menyuruh beberapa anak buahnya datang kerumah Sean.
Sabrina menghampiri Sean dan berlutut di kakinya "Sean...aku mohon jangan hukum aku,,,aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi,,,aku mohon Sean" mohon Sabrina.
",lepaskan kau pantas mendapatkan hukuman " mendorong tubuh Sabrina sampai tersungkur.
Daniel yang melihat perlakuan Sean,ia langsung menolong Sabrina.
"Sean...kau kejam sekali...kami datang kemari baik-baik,,kau malah memperlakukan kami seperti ini,,,Sabrina sudah mengakui kesalahannya,,dia juga telah meminta maaf padamu dan istrimu,,,tapi kau malah memperlakukan kami seperti ini," bentak Daniel emosi
"jika dia bersalah...tentu saja ada ganjarannya tuan" sela Bella.
"kau wanita rendahan,,,berbicara dengan sombongnya padaku dan putriku " teriak Daniel
Sean mencengkram kedua kerah kemeja Daniel, sorot mata Sean tajam menatap Daniel
"jangan kau berbicara seperti itu kepada istriku" ucap Sean menekan semua kata-katanya.
"kau dibutakan cinta oleh wanita itu Sean" ucap Daniel.
Kemarahannya Sean tak terbendung lagi ia menghajar Daniel hingga tersungkur seperti Sabrina.
"papa " teriak Sabrina menghampiri Daniel.
"Sean maafkan aku,,,aku mohon " air mata Sabrina mengalir deras dari kedua matanya.
"cih.... terlambat....kau milih dihukum oleh ku" ucap Sean emosi.
"Sean sudah cukup,..biarkan Sabrina dijebloskan ke penjara saja" Bella mencoba menenangkan Sean.
"baiklah kalau itu mau mu,,,aku tidak masalah,, dijebloskan ke penjara atau pun dihukum oleh ku,, sama-sama sepadan "ucap Sean.
Sabrina terus menangis meratapi nasibnya, tindakan bodohnya membuatnya mendapatkan masalah yang akan menghancurkan hidupnya
Sebenarnya Bella kasian melihat Sabrina seperti itu,tapi ia juga tidak bisa menerima kalau seandainya dia ataupun ian yang mati,apakah sepadan dengan meminta maaf saja. Ia pasti sangat bersalah kalau sampai yang menolongnya mati tanpa tahu apa kesalahannya.
______________________________________________
happy reading 💐 💐💐💐
Dukung terus yaa like comment and vote
biar author semangat up nya
terimakasih ❤️❤️❤️