
.
.
.
Selena kini telah berada di kantor Ryan , ia sudah bertekad mengikuti saran yang Bella berikan.
" ya setidaknya kita mencoba dulu " ucap Selena melangkah menuju ruangan Ryan.
" selamat siang nona , bisa saya bantu ? sekertaris Ryan berdiri menahan Selena yang terus melangkah keruangan bos nya.
" oh ya, aku kemari untuk bertemu dengan Mr Ryan , kau tahu siapa aku ? Selena mendekat kan tubuhnya ke hadapan sekertaris Ryan.
" saya ..."
" aku tunangannya Mr Ryan " potong Selena , berlalu menuju ruangan Ryan.
Selena tidak mengetuk pintu terlebih dahulu sebaliknya ia mengintip di sela-sela pintu.
" ternyata dia ada , hihi " guman Selena cekikikan.
Selena perlahan masuk kedalam ruangan Ryan. Ryan yang tampak sibuk dengan pekerjaannya ia tidak menyadari bahwa Selena mengendap-endap mendekatinya.
" Mr Ryan " seru Selena pelan.
Ryan mendongakkan kepalanya. Melihat Selena dihadapannya sontak ia terjengit kaget.
" kau " sentak Ryan kesal.
Selena menampakkan deretan giginya tersenyum tanpa rasa bersalah.
" ngapain kau kemari ? tanya Ryan tak suka.
" Mr Ryan , aku kemari membelikan mu kue cheese cake biar kamu semangat kerjanya " ucap Selena meletakkan bungkusan kue tersebut di sisi meja kosongnya.
Ryan menatap bungkusan kue tersebut.
" bawa saja , aku tak suka dengan kue mu itu " ketus Ryan ,ia kembali meneliti setiap laporan yang sedang ia kerjakan.
" oh baiklah, kalau begitu aku permisi , bye Mr Ryan " ucap Selena.
Selena langsung keluar dari ruangan Ryan.
" hei kenapa kau tak bawa bungkusan kue nya " teriak Ryan.
Ryan menatap bungkusan kue tersebut, sedikit tergerak hatinya ia memutuskan untuk membukanya.
" Bella cake " sebuah tulisan di plastik yang Selena bawa.
" dia membeli kue ini di toko Bella cake " ulang Ryan terus memperhatikan plastik yang bertuliskan ' Bella cake '.
Ryan membuka plastik tersebut mengeluarkan isi didalamnya.
" apa ini ? sebuah nota kecil bertuliskan kata-kata cinta dari Selena.
...*hai Mr sunshine...
...semoga kau menyukai kue nya, semangat untuk kerja nya , jaga kondisi kamu jangan sampai sakit kalau kau sampai sakit bagaimana nanti kau menikahiku...
...for your love Selena*...
" dasar bocah " Ryan sedikit menyunggingkan senyumnya. Lalu ia membuka kue tersebut.
" ini pasti buatan Bella " Ryan menghirup aroma kue dihadapannya.
" wangi , tapi aku tak Sudi memakannya "
Ryan menekan nomor sekertaris untuk keruangan nya.
" ada apa bos ? tanya sekertaris Ryan, telah tiba dihadapan meja Ryan.
" ambil lah dan habiskan " Ryan menunjuk dengan dagunya kearah bingkisan yang diberikan Selena.
" buat saya bos " tanyanya
" iya , ambil kalau perlu kau habiskan kalau tak habis buang saja " perintah Ryan mutlak.
" ba.. baik bos " sekertaris Ryan langsung meraih bungkusan tersebut kemudian pergi dari ruangan Ryan.
Ditempat lain Selena terus menyunggingkan senyumnya ini hal yang ia lakukan untuk membuat Ryan mau menerimanya.
" let's see , sekarang aku akan mengirimi Mr Ryan pesan " Selena mulai mengetik sesuatu di ponselnya.
" tak apa tidak dibalas yang penting aku telah mengganggu pikiran dan hari-hari nya. " ucap Selena senang.
" Lena kau kenapa ketawa-ketawa gitu Oma jadi ngeri liatnya " seru Omanya menghampiri Selena yang sedang berada di ruang tamu.
" gini Oma aku sedang meneror tunangan ku Ryan." jawab Selena tertawa.
" meneror ? Oma mengernyitkan keningnya bingung.
" iya Oma , aku sedang mengikuti saran dari wanita yang dicintai oleh Ryan."
" wanita yang dicintai Ryan ? saran ? maksudmu apa Lena Oma tidak mengerti " Oma Eva kebingungan.
" gini Oma aku tadi sempat mampir ke toko kue untuk membeli kue, dan ternyata aku bertemu dengan wanita yang dicintai oleh Mr ryan. Dia menyarankan ku untuk mengganggu hidup Ryan biar dia tak bisa melupakan ku "
" Oma belum paham Lena "
" ya udah Lena ceritain dari awal ya "
Selena pun menceritakan pertemuannya dengan Bella di toko kue sampai menyarankan Selena untuk mengganggu hidup Ryan.
" oh jadi begitu , boleh juga sarannya " Oma Eva manggut-manggut.
" ternyata nona Bella sangat baik Oma cuma ya dia gak punya ekspresi wajah , kadang aku bingung dia sedang merasakan apa " ungkap Selena.
" benarkah itu ?
" iya Oma , nanti kapan-kapan aku ajak Oma menemuinya dia kerja di toko kue bibinya "
" baiklah Lena , terus rencana selanjutnya apa ? Oma Eva mulai kepo.
Sean memarkirkan mobilnya di depan toko kue bibinya Bella. Ia berencana mengajak Bella dan juga Zyan jalan-jalan.
" sayang " panggil Sean kala mendapati Bella sedang melayani pembeli.
Sontak ketiga pembeli yang berjenis kelamin perempuan itu terkejut dengan kehadiran Sean bak dewa Yunani yang menghipnotis pandangan mereka.
" gila sexy and hot banget " bisik si wanita kepada temannya.
" aku mau walaupun cuma sekedar one night stand dengannya " balas temannya.
" gila aku juga ingin " bisik wanita satunya.
Ketiga wanita itu tak henti hentinya memuji wajah dan tubuh Sean yang gagah dan tentunya sangat sexy, itu menurut mereka.
dasar cewek-cewek liat yang hot aja langsung pengen ngangkang di bawahnya, batin Bella geleng-geleng kepala.
Bella merapikan pesanan kue yang di beli oleh ketiga wanita tersebut.
" sayang , mana Zyan ? tanya Sean menghampiri Bella.
Ketiga wanita yang terus memandang Sean kini beralih melirik Bella.
" dia disana " tunjuk Bella ke arah Zyan yang sedang menggambar.
Sean tersenyum berlalu pergi menuju meja dimana Zyan duduk.
Ketiga wanita itu lalu menatap Bella.
" mbak itu suaminya ya ? celetuk wanita tersebut.
" hmm iya " jawab Bella.
" gila , mbak beruntung banget dapat cowok se-hot dia , pasti servis nya memuaskan kan mbak " ucap temannya heboh.
" ini mbak kuenya , totalnya seratus empat puluh ribu " Bella mengalihkan pembicaraan.
" mbak gimana sih dapat suami seperti itu , bagi tipsnya dong "
" iya mbak , aku juga mau "
" ayo mbak kasih tahu kita lah yang jomblo-jomblo ini "
Bella tersenyum kikuk, dia juga bingung harus menjawab apa , yang jelas bukan Bella yang mengejar-ngejarnya namun sebaliknya.
" maaf mbak-mbak saya tidak bisa menjawab " ucap Bella ramah.
" ah gak asik si mbak mah "
" iya nih "
" ya udah yuk balik " ajak wanita yang lainnya.
Ketiga wanita itu pun melangkah pergi namun pandangan mereka masih tertuju pada Sean yang sedang menemani zyan menggambar.
" hot Daddy bo "
" iya bener " ketiga wanita itu cekikikan memuji ketampanan Sean.
Bella menggeleng kepalanya. Bella melihat Sean yang sedang berbincang dengan Zyan.
aku akui dia memang tampan tapi ...dia sangat menyebalkan , pemaksa dan juga cabul .
" ada apa kau kemari Sean ? tanya Bella menghampiri ayah dan anak yang sedang asik berbincang.
" aku ingin mengajak Zyan jalan-jalan " jawab Sean menatap Bella.
" semalam kan kita sudah jalan " tukas Bella.
" semalam cuma makan malam sayang , kalau sekarang aku ingin mengajak Zyan main di area permainan "
" oh "
" kau ikut ya " pinta Sean.
" baiklah " jawab Bella.
Sean tersenyum hangat menatap Bella.
" Bella " teriak seseorang di ambang pintu masuk toko.
Sean dan Bella menengok ke sumber suara tersebut, tak terkecuali Zyan pun menengok.
" ayah ian " seru zyan.
________________________________
.
.
.
Jangan lupa like comment and vote
biar author semangat up nya.
.
.
.
salam sehat semua, lagi musim penyakit 🤧🤧
.
.
.