
Malam hari Sean dan Bella menikmati indahnya malam di balkon kamarnya, menikmati semilir angin yang menerpa tubuh mereka. Meskipun demikian mereka enggan untuk masuk,masih betah dibalkon ditemani secangkir teh hangat.
"Sean... bagaimana harimu??? tanya Bella menyesap teh nya.
"baik.... Sabrina sudah masuk sel tahanan,,Tio sudah membereskan semuanya"
"kasian dia...hanya karena iri padaku sampai bertindak bodoh".
"dia memang seperti itu sejak lama,,aku sudah tak heran."
"bagaimana bisa kau dulu menjadikan dia kekasih mu Sean????
"ya mungkin karna dia cantik dan juga sexy " ucap sean menyeringai
Bella memutar bola matanya malas, "tentu saja dia cantik dan juga sexy,,dia seorang model yang harus selalu menjaga bentuk tubuhnya" dengus Bella
"kau cemburu sayang " kekeh Sean.
"tidak....untuk apa cemburu dengan wanita bodoh seperti dia" sanggah Bella.
"benarkah itu" goda Sean.
"sudahlah jangan kau memancing ku Sean...mau kupukul kau"
"memukul suami itu dosa Bella" kekeh Sean
"kau tahu dosa juga Sean" Bella menaikkan sebelah alisnya.
"tentu saja " Sean menyesap teh nya.
"memukul istri dan memperkosa istri juga termasuk dosa Sean " telak Bella
Sean terbatuk-batuk dengan ucapan Bella,sungguh Bella selalu bisa membalikkan kata-katanya.
"kau kenapa Sean...minum itu pelan-pelan, sampai terbatuk segala " ledek Bella
"tidak apa-apa" Sean mengelap sisa teh di bibirnya.
Bella menyunggingkan senyumnya, kembali menyesap teh nya.
"Bella apa kau ingin berbulan madu??? tanya Sean setelah beberapa menit terdiam.
"bulan madu??!!..aku rasa tidak...aku tidak ingin pergi kemana-mana"
"kau yakin,,,,kita sudah lama menikah dan kita belum berbulan madu sama sekali "
"terus apa hubungannya Sean....bulan madu itu hanya untuk orang-orang kaya saja....aku cuma orang biasa"
"kenapa kau bisa berpikir seperti itu....kau telah menikah dengan Sean Wiraguna pemilik SW corporation yang tampan dan juga berkuasa dimana-mana,,kau adalah ratu ku"
Bella terkekeh, "kau sangat percaya diri Sean...tapi ya aku memang istrimu...bukan ratu SW corporation mu yang kau banggakan itu, only your wife "
Sean tersenyum, "kau memang berbeda "
"aku tidak berbeda Sean aku juga sama dengan wanita lainnya yang mencintai uangmu,,,sampai cinta nya dengan uangmu,,aku rela menjual masa depanku padamu " sarkas Bella.
"sudahlah ayo kita masuk bell...ini sudah malam" ajak Sean.
Bella mengangguk beranjak dari tempat duduknya melangkah ke dalam kamarnya. Sebenarnya Sean sengaja mengajak Bella masuk ke dalam,ia tak ingin terus-terusan disindir oleh istrinya,Bella terlalu pedas saat menyindir ataupun berbicara dengan Sean.
Sungguh Sean tak berkutik saat Bella mendebatnya, Sean memang berwibawa dan tegas terhadap semua rekan bisnisnya, atau pun karyawan nya,tapi tidak dengan Bella,wanita yang mencuri ketenangan jiwanya saat pertama kali bertemu. Wanita yang ia inginkan sampai melakukan hal kotor sekalipun.
Keesokan paginya Sean dan Bella tengah menikmati sarapan.
"Sean apa sekarang aku boleh keluar ???
"tentu saja...kau akan dijaga oleh bodyguard"
"apa..." pekik Bella
"iya...aku tidak ingin ambil resiko Bella,,,bisa saja Daniel mengincarmu setelah apa yang terjadi waktu itu"
"baiklah kalau itu keputusan mu"
Mereka kembali melanjutkan sarapannya, seperti itu Bella mengantar Sean ke teras rumah, mengantar Sean pergi ke kantor.
"aku berangkat..jaga dirimu saat kau keluar,,, hubungi aku kalau ada apa-apa"
"iya suamiku "
Sean tersenyum lalu mencium kening Bella. Lalu berangkat ke kantor.
Bella bersiap untuk pergi ke toko kue bibinya,saat didepan teras seorang pria dengan setelan jas hitam menghampirinya.
"permisi nyonya" pria itu membungkukkan badannya.
"kau siapa?? tanya Bella
"saya Mike...saya ditugaskan untuk menjaga anda" jawab nya.
"oh "Bella masuk ke dalam mobilnya, disusul Mike yang sekarang menjadi supirnya sekaligus pengawalnya.
"nyonya mau kemana ???tanya Mike saat didalam mobil.
"ke toko kue bibiku "
"dimana alamat nya nyonya"
"ah iya aku lupa...kau tidak tahu..ke jalan mawar "
Mike mengangguk, langsung tancap gas ke tempat yang dituju oleh majikannya.
"aku baru melihat mu,,,kau sudah lama kerja Sean atau baru???tanya Bella
"saya bekerja dengan tuan Tio,nyonya " Mike fokus menyetir
"sama saja.,baik Tio ataupun Sean itu sama saja "
Mike tidak menjawab masih fokus menyetir.
"kau sudah menikah ???
"maaf nyonya saya bukan tempat media wawancara, saya diperintahkan untuk menjaga nyonya" jawab Mike.
Mike tidak membalas ucapan Bella, masih tetap fokus menyetir.
Tak lama mobil Bella tiba ditoko kue bibinya, Mike dengan cepat keluar, membukakan pintu untuk Bella.
"kau tak perlu melakukan itu" ucap Bella
"ini tugas saya nyonya" jawabnya.
Bella berjalan masuk ke dalam toko bibinya, di ikuti Mike dibelakangnya.
"kenapa kau mengikuti ku???
"saya harus berada dekat dengan nyonya"
"kau tunggu saja diluar"pinta Bella
"tidak nyonya.. saya harus dekat dengan anda..dengan jarak 2 meter" jelas Mike.
"ah terserah lah " Bella duduk di tempat biasa. sedangkan Mike duduk tak jauh dari tempat duduk Bella.
"mbak Bella " sapa Reni menghampiri Bella
"hai ren " balas Bella.
"mau pesan apa mbak,,,atau pingin ketemu Bu Marni???
"aku pesan red Velvet sama americano,,dan tanya juga pria yang disana ia pengen pesan apa" tunjuk Bella ke arah Mike yang duduk memperhatikan Bella.
"memang dia siapa mbak???tanya Reni
"dia orang yang disuruh suamiku untuk menjaga ku" jelas Bella.
",oh... ternyata suami mbak sangat mencintai mbak yaa sampai memperkerjakan bodyguard segala" ucap Reni.
"mungkin " jawab Bella cuek.
"aku permisi dulu mbak " pamit Reni, lalu menuju meja Mike.
Bella menatap ke arah jalanan, kegiatan yang selalu ia lakukan, entah itu melamun atau hanya menatap kendaraan yang berlalu lalang.
"Bella " sapa Ryan duduk dihadapan Bella.
"kau "
"kemarin kau menelpon ku,, sekarang kamu ada disini,, apakah aku bermimpi" ucap Ryan tersenyum
"perlu aku tampar untuk memastikan nya??? usul Bella
"jangan dong...kamu kejam sekali sama suami keduamu ini" kekeh Sean
"ini sudah siang Ian,,, berhentilah bermimpi"
"aku tidak bermimpi...aku sangat ingin menjadi suamimu,,ya walaupun yang kedua juga tidak apa-apa"
Bella menghembuskan nafasnya,ia kembali menatap jalanan.
"Bella apa kau baik-baik saja" tanya Ryan nada bicaranya mulai serius.
"aku baik " jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya.
"kalau kau butuh bantuan... hubungi aku "
"iya "
Mike yang dari tadi memperhatikan Bella dihampiri seorang laki-laki terus mengawasi dari tempat duduknya.
"ini kopinya tuan " Reni meletakkan kopi capuccino pesanannya
Mike hanya mengangguk. matanya masih fokus mengawasi pria yang duduk di hadapan Bella.
"sebaiknya kau kerja ian" usir Bella
"aku baru saja mengantarkan pesanan,,,aku ingin duduk istirahat"
"tapi jangan disini istirahatnya...kau menghalangi pemandangan ku saja " ketus Bella
"aku juga pemandangan Bella,,, pemandangan yang sangat tampan dan menawan" ucap Ryan percaya diri
bella mengernyitkan keningnya, " kau dengan Sean sama narsisnya"
Ryan tertawa, "tapi aku lebih menawan Bella"
"sudahlah pergi sana.. aku akan memanggil bodyguard ku untuk mengusirmu kalau kau tak pergi dari sini"
"kau punya bodyguard Bella"
"iya..liat dibelakang mu...pria yang bersetelan jas hitam itu" tunjuk Bella
Ryan menoleh ke belakang,dan benar saja bodyguard Bella sedang menatapnya tajam.
"aku tidak takut,,,aku lebih takut kehilanganmu"
Bella melotot melihat Ryan,pria ini benar-benar membuat emosi Bella turun naik.
"silahkan mbak " Reni meletakkan pesanan Bella.
"Ian kau itu selalu saja mengganggu mbak Bella" ucap Reni menatap Ryan.
"memangnya kenapa,,,Bella saja tidak keberatan" sanggah Ryan.
Sedangkan Bella, ia tidak memperdulikan obrolan Reni dan juga Ryan. ia fokus memakan kue red Velvetnya. Sungguh ia menikmati kesendiriannya, tapi ada saja yang mengganggunya.
______________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote jangan lupa rating 5
biar author semangat buat up nya βΊοΈβΊοΈ
happy reading π πππ