Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Pilu


Mata Ryan membulat melihat Selena , ternyata Selena cucu dari nyonya Eva , sang pemilik acara.


" Mr Ryan " sapa Selena tersenyum.


" kau " balas Ryan menatap tajam.


" kalian sudah saling mengenal ?? tanya Anita melihat kearah Ryan dan Selena.


" sudah Tante, kami bertemu di Toronto " sambar Selena.


" wah kebetulan sekali ya " ucap nyonya Eva.


" bagaimana bisa kau bisa kenal dengan Selena Ryan " tanya Hendro kepada Ryan.


" dia datang ke kantor ayahku om, dan disana lah kami berkenalan " timpal Selena.


Ryan semakin tak nyaman dengan obrolan kedua orangtuanya dan juga selena.


" pah aku pulang duluan "Ryan pamit pergi,


" Ryan tunggu lah sebentar," tahan Suhendro


" aku capek pah " ucap Ryan.


" kau akan kemana, Ryan ? sebuah suara berat menghampiri mereka semua, termasuk Ryan yang terlihat terkejut dengan kedatangan pria tersebut.


" pak Sean " sapa nyonya Eva sopan.


" nyonya Eva selamat ulang tahun " Sean menyalami nyonya Eva.


" terimakasih pak Sean " balasnya.


" kau disini " Ryan memicingkan matanya.


" iya memang nya kenapa ?? tanya Sean balik.


" dimana Bella ?? tanya Ryan.


" dia di Surabaya "


" kau tak mengajaknya??


" tidak " jawab Sean datar.


" pak Sean , apa kabarmu ?? sapa Suhendro


"saya baik" balas Sean.


" pak Sean kenalkan ini cucu saya namanya Selena " nyonya Eva memperkenalkan Selena kepada Sean.


Sean hanya mengangguk tersenyum, dan dibalas oleh Selena dengan anggukkan.


" pak Sean , dimana istrimu " tanya nyonya Eva.


".dia di Surabaya ,"


" kenapa kalian berjauhan ?? tanya nyonya Eva.


" ceritanya panjang nyonya, " jelas Sean.


Nyonya hanya mengangguk.


" maaf semuanya, saya permisi pergi" pamit Ryan


" kau mau kemana?? tanya Sean.


" pulang " Ryan melangkah pergi.


Sean dan yang lainnya melanjutkan obrolannya, Selena yang melihat kepergian Ryan, ia meminta ijin ke toilet kepada Omanya, ijin ke toilet hanya alasan Selena untuk mengejar Ryan . Setelah mendapat ijin Selena melangkah keluar rumahnya mencari keberadaan Ryan.


Namun tidak melihat keberadaan Ryan, sepertinya dia sudah pergi.


yah pergi lagi, aku belum mengobrol dengannya, batin Selena.


Ryan melajukan mobilnya ke arah ke club malam, ia ingin menghilangkan rasa penat dihatinya.


Tiba di club malam Ryan menuju lantai atas, dimana ia memilih tempat duduk yang jauh dari orang-orang, ia ingin menyendiri.


Pelayan membawa minuman beralkohol dihadapan Ryan. Ryan langsung menenggak minuman tersebut, menatap lantai dansa yang penuh dengan orang-orang menari melepaskan kepenatan.


Ryan terus menerus meminum beralkohol nya , ia sangat kesal dengan dirinya sendiri, karena belum sepenuhnya bisa melupakan Bella. Walaupun ia berkata move on tapi jauh di lubuk hatinya ia masih memikirkan Bella.


" arrgh ****, kenapa aku tak bisa melupakan mu bell " lirih Ryan.


" setelah sekian lama aku lari darimu, tapi hatiku masih memikirkan mu bell," Isak Ryan, tak terasa air matanya menetes, hatinya sangat pilu.


" argghh. " teriak Ryan.


Pukul dua dini hari Ryan baru kembali kerumah dengan keadaan mabuk. Jalannya sempoyongan tapi ia masih sedikit sadar.


" kau darimana saja Ryan " suara berat yang emosi terdengar keras di gendang telinga Ryan.


Ryan terus berjalan melangkahkan kakinya menuju anak tangga.


" Ryan " teriak Suhendro kesal.


" ada apa sih pah ?


" kau darimana ? Suhendro mendekati tubuh Ryan.


" kau mabuk ,hah ? tercium bau alkohol dari mulutnya.


" siapa peduli, aku mau tidur "


" Ryan ,papah belum selesai bicara, " bentak Hendro.


" apa lagi sih pah " kesal Ryan.


" ngapain kau mabuk hah, kau masih mengingatnya ? bukan kah kau yang bilang kau mau melupakannya" Suhendro tahu apa yang terjadi pada putranya, saat Ryan hilang kendali dan mabuk-mabukkan ia pasti sedang memikirkan Bella.


" aku mencintai nya pah, aku masih mencintai nya, " ucap Ryan pilu.


" lupakan dia Ryan, dia sudah milik orang lain "


" apa kau sudah gila, dia milik Sean, lupakan dia " hardik Suhendro.


" aku tak peduli " teriak Ryan , ia pun melangkah pergi menuju kamarnya.


Melihat kondisi Ryan yang semakin sulit dikendalikan Suhendro mempunyai sebuah rencana untuk masa depan putranya.


Semenjak Ryan bicara tidak akan melanjutkan pernikahan dengan Bella, sikap dia berubah menjadi dingin , ia lebih banyak diam dan kadang mabuk-mabukkan. Sikap hangat dan cerianya sirna begitu saja. Kedua orangtuanya sudah menasehatinya namun Ryan semakin tak punya semangat.


Suhendro sering membuat ryan sibuk agar bisa melupakan Bella, namun sepertinya sia-sia Ryan semakin parah ia mulai mabuk-mabukkan.


" ada apa pah ? tanya Anita saat Suhendro kembali ke kamarnya.


" Ryan baru pulang, ia mabuk mah "


" astaga anak itu " Anita menutup mulutnya terkejut.


" bagaimana mah, apa kita jalankan rencana kita secepatnya, agar Ryan bisa berubah, papah tidak mau dia terus terusan hidup seperti itu"


" mamah setuju saja pah, dari pada dia harus hidup seperti itu " ucap Anita.


" ya sudah sebaiknya kita kembali tidur " ajak Suhendro.


Surabaya


" mom mana baju ku ?. teriak Zyan.


" sebentar sayang "sahut Bella.


Bella sedang menyetrika baju sekolah Zyan, selama mbak Tuti cuti ia sedikit kewalahan mengurusi Zyan.


" mom " ucap Zyan menghampiri Bella.


" iya sayang ini sudah selesai " Bella dengan cepat merapikan baju seragam Zyan .


" ini sayang ayo Pake, mommy siap kan sarapan dulu "


Zyan meraih baju yang Bella berikan, ia langsung ke kamarnya untuk bersiap.


Didapur Bella sibuk menyiapkan roti bakar untuk Zyan. Ia pun belum bersiap untuk pergi ke kantor, Bella masih memakai baju tidur ia pun belum mandi sama sekali.


" ini sayang sarapan " Bella meletakkan roti bakar dihadapan Zyan.


" makasih mom " Zyan langsung melahap sarapannya.


Bella pun menyiapkan bekal Zyan untuk dibawa ke sekolah.


" mom aku sudah selesai " ucap Zyan.


" sebentar, " Bella memasukkan bekal untuk Zyan.


" aku pamit mom " Zyan menyalami tangan Bella. Bella mengantar Zyan ke gerbang rumahnya sudah ada jemputan yang menunggunya.


" dah mom "


" dah sayang "


Setelah Zyan berangkat, Bella kembali masuk ia bersiap untuk pergi ke kantor. Ia masuk ke kamarnya untuk mandi.


Mobil Sean tiba di pekarangan rumah Bella. ia segera keluar mengetuk pintu rumah Bella. Namun beberapa kali ketukan tidak ada sahutan dari dalam rumah . Sean tahu jam segini Bella belum berangkat, ia pun inisiatif membuka pintu rumah Bella dan ternyata tak di kunci.


Sean masuk kedalam memanggil-manggil Bella, namun tetap tak ada sahutan. Ia pun membuka pintu kamar Bella, saat Sean masuk suara pintu kamar mandi terbuka. Bella yang baru selesai mandi melihat Sean berada dikamar nya langsung berteriak.


" Sean ngapain kau, keluar " teriak Bella ia mempererat genggaman handuknya takut melorot.


Sean terpaku melihat Bella hanya menggunakan handuk hanya menutupi tubuhnya, handuk yang terlalu pendek itu mengekspos paha mulus Bella sampai beberapa sentimeter dari ************ Bella.


Sean menelan ludahnya, tanpa sadar ia mendekati Bella.


" Sean ku bilang pergi " teriak Bella semakin mundur kebelakang saat Sean menghampirinya.


Sorot mata Sean tajam dan penuh gairah melihat tubuh Bella yang hanya terbalut handuk.


" Sean stop " tangan bella menahan tubuh Sean yang terus mendekat.


Sean terus maju menghimpit tubuh Bella, namun sebuah tamparan keras di pipi Sean menyadarkan pikiran liar Sean.


" aku bilang keluar " teriak Bella, ia benar-benar emosi melihat tingkah Sean yang ingin menerkamnya seperti binatang.


" Bella maafkan aku " sesal Sean, ia baru sadar bahwa tindakannya membuat Bella marah


" keluar " desis Bella


" maafkan aku, aku keluar " ucap Sean menyesal, ia pun keluar dari kamar Bella.


argh sialan pria itu sifat cabul nya tak hilang-hilang


Bella pun secepatnya memakai baju kantornya, memoles wajahnya dengan riasan tipis. Setelah selesai Bella keluar dari kamarnya, ia menuju ruang tamu dimana Sean sedang duduk sambil menyenderkan kepalanya, mata Sean terpejam.


" Sean " panggil Bella


" Bella " Sean terbangun ia menatap Bella dengan tatapan menyesal.


" bell, maafkan aku, aku khilaf " Sean tertunduk


" sifat cabul mu, tak pernah hilang Sean"


", maafkan aku sayang "


" apa kau juga masih sering melakukan dengan wanita lain " selidik bella.


" ah tidak, wanita lain membuat ku tak bergairah, hanya kau wanita satu-satunya yang membuat ku bergairah."


"modus "


" benar sayang aku tak bohong "


____________________________________________


jangan lupa like comment and vote