Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Cemburu


"kenapa kau menyuruhku kesini Sean " seru Bella saat ia tiba diruangan kantor nya.


"tidak ada....aku hanya ingin kau disini menemani ku" sahut Sean datar


"kau seperti bocah ingin ditemani oleh ibunya" sarkas Bella.


Sean berdiri menghampiri Bella disebrang meja kerjanya.


"kau dari mana???tanya Sean dingin


"aku dari toko kue bibiku"


"sepertinya kau sedang asyik mengobrol dengan seorang pria " menatap tajam Bella.


"kau tahu darimana ??? apa Mike yang memberi tahu mu???


"kau sudah berkenalan dengan bodyguard mu itu??? tanya Sean tatapan matanya sangat dingin,setiap perkataannya mengintimidasi.


"iya tentu saja...aku hanya menanyakan namanya saja???


"benarkah begitu??


"iya Sean "


"tapi ku dengar kau menanyakan masalah pribadinya "


oh ****...si Mike itu ternyata ember,,, ku pikir dia tidak mengadu.. nyatanya seperti bocah mengadu pada induknya, gumam Bella.


"aku hanya menanyakan dia sudah menikah atau belum...itu saja"


"kenapa kau menanyakan hal itu,,,apa kau tertarik padanya" Sean benar-benar mengintrogasi nya.


"tidak Sean...aku hanya bertanya saja..kau ini berlebihan"


"lalu sedang apa kau ditoko kue bibimu,,, mengobrol berdua dengan seorang pria"


"dia ian Sean...pria yang menolong ku dulu,,,lagian dia bekerja di situ"


"bekerja apa dia ingin mendekati mu,,,, sepertinya dia tertarik padamu" Sean benar-benar sedang mengintrogasi Bella seolah Bella menjadi tersangka nya.


"tidak mungkin...dia tahu aku sudah menikah denganmu" elak Bella


"bisa saja kan dia diam-diam menyukai mu"


"oh Sean...kau ini mau mengintrogasi atau apa,,aku seolah penjahat yang sedang di interogasi oleh mu "


Sean menghampiri Bella,jarak wajah Sean dan Bella begitu dekat hanya beberapa senti saja.


"jangan macam-macam Bella...apa lagi berdekatan dengan pria lain" ucap Sean dingin


Bella hanya diam menatap dalam sorot mata Sean.


"sebaiknya kau disini saja menunggu aku bekerja"


"baiklah " jawab Bella malas.


Sean melirik jam tangannya, " sebentar lagi aku ada meeting,,kau tunggu saja disini,,,kalau tidak kau bisa tidur dikamar "


Bella hanya mengangguk, Sean membereskan dokumen yang akan ia bawa untuk meeting.


"aku tinggal dulu " pamit Sean


"iyaa"


Meeting Sean memakan waktu lama,Bella yang mulai bosan menunggu Sean,ia masuk keruangan kamar sean, merebahkan tubuhnya niat hati ingin keluar dari rumah,malah terjebak di kantor Sean, benar-benar menyebalkan.Perlahan Bella memejamkan matanya,rasa kantuk yang ia rasakan tidak bisa ia tahan.


Pukul 4 sore Sean baru menyelesaikan meeting nya,ia masuk keruangan mencari keberadaan bella. Sean mendekati ruang kamar yang biasa ia pakai,dan benar saja Bella sedang terlelap di kasur.


"kau pasti bosan menunggu ku" ucap Sean membelai lembut rambut Bella.


"Bella...sayang...Bella...bangunlah " Sean membangunkan Bella perlahan.


Bella menggeliat menatap Sean dengan tatapan bangun tidurnya.


"Sean kau sudah selesai"


"iya....apa kau lapar ???


"iya aku lapar "


"cuci muka mu lalu kita pergi makan"


"baiklah," Bella beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. sedangkan Sean menunggunya di ruang kerjanya.


Sesampainya di restoran seafood Bella dan Sean masuk kedalam,memesan makanan yang akan mereka santap.


"Sean.. sampai aku akan di jaga oleh bodyguard mu itu??tanya Bella


"sampai keadaannya membaik,..kau tahu sendiri kemarin kita telah menjebloskan Sabrina ke penjara...aku takut Daniel akan bertindak nekad pada mu"


"tapi aku baik-baik saja tanpa harus dijaga,, aku hanya pergi ke toko kue bibiku saja "


"seperti kau,,,,kau juga seperti itu,,,apa orang-orang kaya memang seperti itu??


"mungkin.... karena kami punya kekuasaan jadi kami bersikap seperti itu"


"kenapa aku terjebak dalam lingkaran orang-orang kaya" dengus Bella.


"karena aku yang menarik mu"


"bolehkah aku kembali jadi orang biasa Sean" pinta Bella


"maksudmu kau akan meninggalkan ku" Sean menaikkan sebelah alisnya


"iya....aku ingin jadi orang dari kalangan biasa saja...aku ingin meninggalkan mu saja" Bella berakting seolah akan meninggalkan Sean.


Sean menatap tajam manik hitam Bella,ia sedikit emosi saat Bella berkata seperti itu.


"jangan coba-coba meninggalkanku Bella " desis Sean menatap tajam Bella.


"kenapa memangnya"


"kau milikku,,, tak kan ku biarkan kau pergi dari ku,,,jika kau kabur meninggalkanku akan ku pastikan kau akan ku temukan sekali pun kau bersembunyi di lubang semut "ucap Sean tegas.


"hahaha...kau serius sekali Sean,,,aku hanya bercanda.." Bella tertawa,


Sean menggenggam tangan Bella erat. ",kau dengan mudahnya berbicara seperti itu dan kau bilang hanya bercanda,,,aku sangat kesal Bella,,jangan coba-coba mempermainkan ku" geram Sean.


"Sean lepaskan sakit " Bella meringis, pasalnya Sean menggenggamnya sangat kencang.


"berjanjilah kau tidak akan berbicara seperti itu lagi"ucap Sean mengintimidasi


"iya Sean...aku janji "


Sean melepaskan genggamannya,Bella merasakan sensasi panas dan kram


ditangannya. Sean melukai lagi.


kenapa dia kasar lagi padaku,ringis Bella.


Tak lama makanan pun tiba,Sean dan Bella menyantap makanannya dengan tenang dan tidak ada satu patah katapun keluar dari bibir mereka.


Ditoko kue


"ren...katanya Bella kesini...kemana dia sekarang?? tanya bi marni.


"iya tadi kesini Bu,,,,gak lama pergi sama bodyguard nya" jawab Reni


"bodyguard ???


"iya bu... sepertinya suaminya protective banget sampai mbak Bella dikasih bodyguard"jelas Reni.


"itu namanya sayang ren...ntar juga kalau kamu menikah pasti gitu"


"pria kaya mana yang mau sama aku Bu... kalau aku pengin punya bodyguard juga ya mesti bersuami kan kaya dong Bu"


"tak perlu yang kaya ren...yang penting sayang sama kamu " timpal Ryan


"kamu itu ikut-ikutan Mulu " dengus Reni.


"hahaha,,,lagian kenapa juga harus bermimpi punya suami kaya,,,Alan no'h nungguin kamu" ledek Ryan


"ogah...aku pengin punya suami kaya mbak Bella,,selain tampan dia juga kaya "


Ryan memutar bola matanya malas


"sudahlah kalian ini ribut mulu,,,cepat selesaikan bungkusin kuenya "bi Marni menengahi.


"baik Bu "jawab Reni dan Ryan kompak.


Bella dijaga bodyguard,,, sepertinya ada hal aneh,,tidak biasanya dia dikawal, biasanya hanya diantar supir,,,apa ini ada hubungannya dengan kecelakaan beberapa hari lalu,,mungkinkah Sabrina dilaporkan polisi oleh Sean., tapi kenapa Bella dijaga bodyguard,, sebaiknya aku tanya kan pada bella.batin Ryan.


"Ian.... bukannya kerja malah ngelamun,,," tegur Reni


"kau ini mengganggu saja ren...aku tidak sedang melamun" elak Ryan.


"alah palingan juga ngelamunin jorok" tebak Reni


"ishhh kau ini,,,sudah selesaikan membungkus nya aku mau pergi''


"kau mau kemana ian,,,ini belum selesai" teriak Reni,namun Ryan melangkah pergi ke luar toko.


_______________________________________________


dukung terus yaa like comment and vote


jangan lupa rating 5


biar author semangat untuk up nya 🥰🥰🥰


happy reading 💐💐💐💐