Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Kembali


Beberapa bulan kemudian.


Bella merasakan sakit perut yang amat luar biasa, Ryan dengan sigap membawa Bella kerumah sakit.


Di rumah sakit dengan cepat Bella mendapatkan penanganan yang tepat, Bella terus menerus menjerit kesakitan.


"sakit ian, arrghh " mencekal lengan Ryan.


"sabar bell...." rasa sakit cekalan Bella tak sebanding dengan melihat Bella yang kesakitan.


"argghh...Sean bodoh,, kenapa membuat aku seperti ini " racau Bella.


"dia pergi ... ninggalin aku kaya gini ...arghh..."


Bella terus meracau ,Ryan yang disisi Bella mendapat serangan cekalan,,cakaran dan pukulan dari Bella.


Saat akan dibawa keruang bersalin, Ryan meminta untuk masuk menemani Bella. Dengan kepayahan Bella mulai mengejan.


"tarik nafas yang kuat.... keluar kan " teriak sang dokter


Bella mengikuti arahan dokter, Ryan memegang tangan Bella,, walaupun kadang Bella mencakar tangannya.


"come on.... sebentar lagi keluar " teriak sang dokter.


Bella menarik nafasnya dalam-dalam, mengejan kuat-kuat.


"Ian...sakit ,,,,aduuhhh..." rintih Bella


"ayo bell....tenang.... sebentar lagi keluar " Ryan mencoba menenangkan Bella, padahal ia sendiri sangat panik.


"ayo tarik nafas lagi " teriak dokter.


Bella terus mengejan, dan tak lama seorang bayi laki-laki itu sudah ditangan sang dokter.


"hah..hhh..hahh.hhh " Bella bernafas lega.


"bell,,,anakmu sudah lahir " ucap Ryan tersenyum, lalu mencium kening Bella.


"kamu hebat bell....kamu wanita kuat " ucap Ryan.


Bella tersenyum bahagia, ia terus melihat ke arah bayinya itu.


Usai bersalin Bella dipindahkan keruang perawatan. Ryan mengurus semuanya dari keperluan bayi Bella hingga perawatan Bella.


"Ian mana bayiku ???tanya Bella saat diruang perawatan.


"sebentar lagi bell,,,, sabar ya " Ryan mengelus rambut Bella.


Tak selang berapa lama perawat membawa box bayi menghampiri Bella dan Ryan.


"ini tuan bayinya " ucap perawat


"terimakasih " balas Ryan.


"ian aku pengen gendong " pinta Bella


"baiklah " Ryan meraih bayi Bella di box, menggendongnya ke pelukan Bella.


"bayinya sangat tampan ya " seru Bella membelai lembut pipi bayinya.


"iya...sangat tampan bell "


"kalau Sean masih hidup pasti dia sangat senang, apa lagi anaknya seperti papanya,tampan " ujar Bella.


Hati Ryan mendadak berdenyut sakit, mendengar ucapan Bella. Sungguh Ryan sedikit iri, tapi ia tak mau menampakkan sakit hatinya.


"bell "


"hmmm "


"ah tidak...nanti saja kalau kamu sudah pulih "


Bella mengkerutkan keningnya, " ada apa ian ???


"tidak...aku bahagia kamu sehat dan selamat melahirkan bayimu " elak ian.


"iya ian,,,, terimakasih kamu mau menemaniku di masa-masa ini " Bella memegang tangan Ryan.


Ryan mengangguk, "kamu akan kasih nama siapa bayimu bell ???


"aku udah nyiapin sebuah nama, Zyan dastan. gimana menurutmu Ian ???


"hmm...bagus ,,,aku suka "


"terimakasih "Bella tersenyum.


Setelah beberapa hari dirumah sakit, Bella di ijinkan pulang, dengan setia ryan selalu menemani Bella.


" bell...aku mau bicara sesuatu "


"apa Ian ?? Bella sedang menggendong bayi Zyan.


Ryan meraih Zyan dari gendongan Bella, dibaringkan di kasur Bella.


" ayo duduk sini " meraih tangan Bella menuju sofa dekat ranjang Bella.


"ada apa ian ???


"bell...apa kamu siap pulang ke Indonesia???


"apa....kembali ke Indonesia???


"iya....tapi kita tidak tinggal di Jakarta,,tapi di Surabaya, bagaimana bell???


"aku ikut kamu aja ian,,,selama denganmu aku ikut"


Ryan tersenyum, " bell....apa kamu mau menerima ku sebagai ayah Zyan ???


Bella terkejut bibir nya kelu, " a...ku . "


"aku janji....aku akan menjagamu dan zyan,,,tak kan ku biarkan orang lain menyakitimu " janji Ryan.


"ian....aku belum bisa menerimamu sebagai suamiku,,,aku......"


"tidak apa bell....aku mengerti...tapi jika kamu sudah siap menerima ku,,,, bilang padaku bell,,,aku akan menunggumu" sela Ryan.


"terimakasih ian "


"iya " Ryan mengelus rambut Bella.


Ryan menunggu 4bulan setelah kelahiran bayi Zyan, untuk siap berpergian jauh.


"apa semuanya sudah siap bell "


"sudah ian "


"jangan lupa Zyan dibawa " canda Ryan.


"tentu saja...kamu ini "


Ryan dan Bella tertawa, walau bukan pasangan suami istri tapi mereka kompak menjaga dan mengasuh Zyan. Mungkin orang lain mengira bahwa mereka pasangan yang harmonis, tapi nyatanya mereka hanya tinggal bersama tanpa ada ikatan. Sejauh ini Ryan tidak menuntut Bella untuk mencintainya, Ryan menunggu saat hati Bella benar-benar ikhlas menerimanya, bukan karna paksaan.


Ryan dan Bella tiba di bandara Juanda Surabaya, mereka dijemput oleh temannya Ryan. Rio yang selalu membantu Ryan kini tangah menjemput Ryan dan Bella menuju rumah yang sudah Ryan beli,untuk tempat tinggal Bella dan Zyan.


"hei bro " rio memeluk tubuh Ryan.


"hai... thanks udah jemput gue " balas Ryan.


"santai "


"oh iya Bella kamu masih ingat kan ini Rio yang dulu bantuin kita pergi ke Jepang"


"tentu aku ingat,,,, terimakasih kamu udah bantuin kita " Bella tersenyum.


" no problem " jawabnya.


"ayo udah semua kan,,,," ajak Rio


"iya udah "


"kalian pasangan yang harmonis yaa kalau dilihat-lihat " goda Rio.


Sedang Ryan dan Bella hanya tersenyum canggung, mereka menuju mobil yang dibawa Rio. Mobil tancap gas menuju rumah yang akan Bella tempati.


Tidak lama mobil Rio sampai di cluster modern yang tampak asri. Mereka turun dari mobil, Ryan membantu Bella membawakan barang-barang Zyan.


"wah... rumahnya bagus Ian, tampak modern tapi asri." kagum Bella


"aku pilih kan rumah ini untuk mu dan juga Zyan." jawab Ryan.


Mereka masuk kedalam, didalam pun sudah lengkap dengan perabotan rumah tangga, Ryan benar-benar menyiapkan rumah untuk Bella dengan isinya.


"perabot nya udah lengkap ian,,,, aku kira masih kosong "


"iya...aku siapkan untuk mu bell " ucap Ryan tersenyum.


"makasih ya ian,,kamu selalu membantuku "


"iya sama-sama.... sebaiknya kamu istirahat, masuklah ke kamar,..aku mau bicara dengan Rio di teras " ucap Ryan


Rio dan Ryan pun menuju teras depan.


"thank ya udah bantuin gue "


"iya sama-sama bro....loe kan dulu suka bantuin gue,,, sekarang giliran gue....oh iya loe udah nyatain perasaan loe pada nya ???


Ryan melirik kedalam sekilas. " udah...tapi gue gak bisa maksain hatinya,,,,dia belum cukup stabil,,,biarkan dia bilang dengan sendirinya,,gue gak mau maksa " ucap Ryan.


"gue cuma bisa dukung apa pun yang loe jalani" Rio menepuk pundak Ryan.


"thanks bro,,,"


"terus loe mau tinggal dimana,,gak mungkin kan tinggal bareng "


"gue tinggal di apartemen gue,,,gak jauh dari sini "


"oh oke..."


"loe mau minum???


"gak bro,,,gue mau langsung balik aja," ujar Rio.


"oke kalau gitu,,, sekali lagi thanks ya "


"oke " Rio berlalu masuk ke dalam mobilnya, Rio melambaikan tangannya ke arah ryan langsung tancap gas.


Ryan kembali masuk kedalam, ia melihat Bella yang sedang membereskan barang-barangnya.


"mau aku bantu bell???


"ah tidak usah.... sedikit lagi selesai "jawab Bella tersenyum


"oh iya besok ada pembantu yang akan bantu-bantu kamu dirumah" ucap Ryan


"oh Ryan....tidak perlu lah,,,aku bisa sendiri "


"tidak bisa...aku takut kamu kecapean,dan lagi kamu baru punya baby pasti repot "


"kamu selalu membantuku,,,aku tidak membalasnya."


"kamu bisa jadi istri ku bell " Ryan tersenyum.


Bella terdiam, ia bingung harus berkata apa.


"bercanda bell,,,,kamu langsung kaget gitu " Ryan tertawa.


Bella tersenyum kaku, sebenarnya ia memang tidak perasaan apa-apa dengan Ryan. tapi yang dikatakan Ryan ada benarnya,untuk membalas jasa-jasanya mungkin jadi istri ryan itu jalannya.


"bell....kenapa bengong...aku tadi hanya bercanda "


"ah tidak....Ryan beri aku waktu untuk menyadari perasaan ku pada mu '"


" Bella jangan dipikirkan,,,aku hanya bercanda,,,jangan memaksakan perasaan mu "


"tapi ....."


Ryan meletakkan telunjuk tangannya dibibir Bella, Ryan menggeleng perlahan.


"aku sayang padamu dan juga Zyan,,,tapi aku tak memaksa kamu mau membalas semua perasaanku pada mu"


Bella semakin tak enak,,Ryan begitu banyak berkorban untuknya, dari masa depresinya sampai sekarang Bella mempunyai baby Zyan. Sungguh Bella ingin membalas perasaan Ryan,,tapi hati Bella belum sepenuhnya memendam rasa kepada Ryan.


______________________________________________


Dukung terus yaa like comment and vote


Biar author semangat up nya 🥰 🥰🥰


happy reading 💐💐💐💐