Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Devan di penjara


Sore hari Sean pulang kerumahnya saat akan menaiki tangga ia berpapasan dengan Bella,Sean menatap Bella begitu pun dengan Bella, mereka saling menatap tanpa bertegur sapa. Sean melanjutkan menaiki tangga menuju kamarnya.


kenapa dengan wajahnya lebam begitu,batin Bella


Bella pun menuruni tangga menuju arah dapur mengambil baskom di isikannya air hangat dan handuk.


tok tok tok


Bella mengetuk pintu kamar Sean namun tidak ada sahutan,ia membuka pintu kamar Sean menengok ke arah penjuru kamar tapi kamar kosong.Diletakannya baskom di meja ia pun duduk di sofa menunggu Sean yang sepertinya sedang mandi.


Beberapa menit kemudian Sean keluar dari kamar mandi,ia hanya menggunakan handuk menutupi pinggang sampai pahanya saja,


Sean keheranan melihat Bella ada di kamarnya


.


"bell,,,ada apa??? Sean menghampiri Bella


"duduklah aku kompres luka lebammu"


Sean manut menghampiri Bella duduk di sampingnya. Bella dengan perlahan mengompres luka lebam di wajar Sean.


Sean tersenyum menatap Bella ia pikir Bella masih memperdulikannya.


"apa kau ingin tahu kenapa mukaku begini???tanya Sean


"itu bukan urusanku"jawab Bella datar


"mantan pacar mu yang membuat aku seperti ini"ucap Sean,


Bella terdiam tapi ia mulai mengompres kembali tanpa membalas ucapan Sean.


bella beranjak dari duduknya membawa baskom dan handuk lalu ia keluar dari kamar Sean.


reaksinya biasa saja apa dia menutupinya,aku pikir dia akan bertanya,kau benar-benar susah di tebak bell,guman sean


Bella meletakkan kembali baskom di dapur.


Dev apa yang kamu lakukan,batin Bella pilu


"nyonya,,, sedang apa???sapa Lala


"tidak ada "jawab Bella datar


Bella pun pergi menuju ruang tengah,duduk di sofa menyandarkan kepalanya,memejamkan mata.


Sean turun melihat Bella yang berada di ruang tengah,ia pun menghampirinya.


apa dia tertidur,batin Sean


"bell,,,,kamu tidur"menyentuh pundak Bella


"tidak,,,"jawabnya masih memejamkan matanya


Sean duduk di samping Bella " bell maafkan aku,,,"


"maaf untuk apa???sahut Bella


"maaf untuk semuanya"lirih Sean


"semua sudah terjadi"


Sean mendesah pelan,sifat Bella yang dingin membuat Sean bingung susah sekali mendekati Bella apa lagi menyentuh hatinya.


"bell,,,kamu pindah ke kamar ku lagi yaa"pinta Sean lembut


"iya,,,,"


apa...semudah itu,batin Sean terkejut. ia pikir akan susah membujuk Bella pindah ke kamarnya akan tetapi Bella langsung menjawab 'iya'.


sungguh susah di tebak dengan ekspresinya yang datar malah nyaris tidak punya ekspresi.


"maaf tuan,, makan malam sudah siap"seru seorang pelayan


"baiklah,,,"sahut Sean


"bell ayo kita makan dulu" ajak Sean


Bella mengangguk membuka matanya kembali,Sean dan Bella jalan beriringan menuju ruang makan. Sean sangat senang Bella mau bicara lagi dengannya walaupun hanya beberapa kata,bahkan masih peduli mengompres wajah lebamnya.


...💐💐💐...


"apa benar ini kediaman Devan Prayoga?? beberapa polisi mendatangi kediaman rumah devan


"benar,,,,ada apa ya pak sama anak saya???tanya Bu Marta


"anak ibu telah melakukan tindakan pemukulan terhadap saudara Sean Wiraguna."jawab pak polisi


"tidak mungkin anak saya seperti itu pak"Bu Marta tak percaya


"tolong panggilkan anak ibu"


"Dev,,,,,Devan,,"panggil Bu Marta


"ada apa Bu???tanya Devan menghampiri


"saudara Devan anda di tahan karena melakukan tindakan pemukulan terhadap saudara Sean Wiraguna,ini surat penangkapan nya"jelas pak polisi


"Devan kamu gak mungkin melakukan itu kan"tanya Bu Marta panik


"iya Bu,,,aku memukulnya"


"ayo saudara Devan,,ikut kami"perintah pak polisi


"pak tolong jangan bawa anak saya", histeris Bu Marta


"sudahlah Bu,,aku pasti akan baik-baik saja"Devan menenangkan ibunya


"Devan,,apanya yang baik kamu di bawa polisi"bentak Bu Marta,


"ayo saudara Devan masuk ke mobil", perintah pak polisi


Devan akhirnya masuk ke mobil polisi,Bu Marta sangat syok Devan anak yang sangat baik, pergaulan nya pun tidak dengan anak-anak nakal kenapa tiba-tiba ia di tangkap


ada apa ini kenapa Devan memukul Sean Wiraguna,Sean pengusaha kaya itu,bukankah dia suami Bella,batin Bu Marta.


Di kediaman rumah sean,kini Bella tidur di kamar Sean, tentu nya Sean sangat senang. Bella sudah merebahkan tubuhnya di ranjang memulai tidur,sedangkan Sean masih berkutat dengan pekerjaannya. Suara panggilan mengalihkan fokus nya.


"hallo" sapa Sean


", halo tuan,,saya sudah memenjarakan mantan pacar istri tuan"sahut Tio


"bagus,,,,urus semuanya supaya dia mendekam selamanya di penjara"perintah Sean


"baik tuan", balas Tio. Sean memutuskan panggilannya beralih menatap Bella yang terlelap di ranjangnya.


takkan ku biarkan mantan mu merebut kau sayang,batin Sean menyeringai licik.


Keesokan harinya Sean mendatangi Devan di penjara.Rasanya senang sekali orang yang selalu menantangnya kini tak berkutik.


"apa kau senang tinggal di sini" ucap Sean mengejek


"apa kau sudah puas?? ucap Devan menahan emosi


"aku takkan puas saat kau benar-benar membusuk dipenjara"sahut Sean dingin.


"kau laki-laki brengsek,Bella tidak pantas dengan pria seperti mu"sarkas Devan


"lalu kaukah yang pantas dengannya??? asal kau tahu aku memberi tahu Bella,,tapi dia bilang itu bukan urusannya"Sean mencoba memanasi Devan.


"tidak mungkin"sanggah Devan


"ya sudah kalau kau tak percaya,,, sekarang nikmati kehancuran mu"ucap Sean dingin berlalu pergi.


Devan menatap tajam Sean ingin rasanya menonjok kembali wajahnya,tapi ia tidak ingin memperpanjang masalah. Bagaimana pun ia ingin membalas dendam atas perlakuan Sean.


Selang beberapa jam Bu Marta menjenguk devan di penjara.


"Devan ada apa ini, kenapa kamu bisa berurusan dengan Sean Wiraguna???tanya Bu Marta cemas


",aku memukulnya Bu,,,"


"tapi kenapa, pasti ada alasan kamu memukulnya???


"aku tak terima kalau Bella menikah dengan pria brengsek seperti dia,"


"apa kamu tidak waras Dev,,,Bella sudah menikah kenapa kamu masih menginginkan Bella lagi"geram bu Marta.


"aku tidak peduli Bu"


"Dev,,,kamu jangan cari masalah dengan Sean Wiraguna,,dia itu orang hebat,"


"aku tidak peduli Bu,, yang jelas aku ingin Bella kembali" ucap Devan,ia tak memberi tahu ibunya tentang hutang Bella. Kalau sampai ibunya tahu ia pasti semakin marah dan membenci Bella.


"ibu akan cari cara supaya kamu keluar dari sini,,,, kalau begitu ibu pamit dulu jaga dirimu baik-baik Dev"


"iya Bu"


Bu Marta pergi ke rumah bi Marni,ia ingin meminta tolong supaya bi Marni memberikan tahu Bella untuk membebaskan Devan.


sebenarnya ia gengsi untuk meminta tolong kepada bibinya Bella,tapi tidak ada jalan lain lagi. Menebus Devan dengan uang pasti jaminannya sangat mahal, sedangkan ia tak mempunyai uang saat ini.


tok tok tok


clekk


"Bu Marta,,,,,"seru bi Marni


"Marni aku ingin berbicara denganmu"ucap Bu Marta dengan nada angkuh


"ayo masuk Bu,,,, silahkan duduk'"


"ada apa ya Bu??? tanya bi marni


"Devan masuk penjara" sahut Bu Marta


"Devan masuk penjara,,,,?? ko bisa Bu??? bi Marni terkejut


"suami Bella lah yang membuat Devan mendekam di penjara"sinis Bu Marta


"memang nya Devan telah melakukan apa Bu???


"aku tidak tahu,,,, yang jelas aku minta tolong padamu,,,tolong bilang sama suami Bella untuk mencabut tuntutan nya"


"iya Bu nanti saya sampaikan"


"ya sudah saya pamit,,,"ujar Bu Marta


bi Marni mengantarkan Bu Marta ke depan. Bu Marta pun pergi tanpa mengucapkan terimakasih.


kenapa Sean memenjarakan Devan,batin bi Marta


dukung terus like comment and vote 💐


aku sempetin buat nulis, sebenarnya jadwal seharian ku agak padat.


mengurus bayi 6bln,menjahit pula dan kerjaan rumah yang gak ada beres nya.duhh jadi curhat