Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Sean marah


"bell kamu dari mana???tanya bi Marni saat Bella masuk ke dalam toko


"aku dari cafe sebrang bi"jawab Bella


"kamu ketemu sama siapa bell"bi Marni menggeram


",aku bertemu dengan Devan bi,,lalu dia mengajakku ngobrol di cafe sebrang"


"bellaaa,,,,,,"bi Marni menghampiri Bella memegang kedua bahu Bella. "kenapa kamu mau bertemu dengan dia bell,,,,"geram bi Marni


"a,,,ku,,,,"Bella panik tiba-tiba bi Marni tampak marah


",bell,,ingat kamu sudah bersuami,,,apalagi suamimu sedang tidak ada disini,,kamu harus jaga kehormatan seorang istri untuk suamimu bell"sentak bi marni menahan emosi


"kau tahu bell,,,bibi membenci mantan pacarmu itu,,'"


Bella membelalakkan matanya tak percaya,kenapa bibinya membenci Devan sebelumnya dia sangat menyukai Devan,tapi kenapa sekarang bibinya membenci Devan.


"kenapa bibi membenci nya???tanya Bella


"setelah kamu menikah dengan Sean,,dia datang kerumah bibi,,,dia menuduhmu menjual diri pada Sean,,,bibi kaget kenapa dia bisa berpikiran seperti itu,,,bibi tidak percaya kalau kamu jual diri kepada Sean,, karena bibi yakin kamu bukan gadis yang seperti itu"terang bi marni panjang lebar


Bella benar-benar tak percaya ternyata Devan menanyakan hal itu kepada bibinya,pantas saja bi Marni membencinya.Tapi semua tuduhan itu benar adanya,Bella memang menjual dirinya kepada Sean. Bella takut jika ia mengakui bibinya akan marah dan kecewa padanya.


"bi,,,bibi percaya kan sama Bella"mencoba menenangkan bibinya.


"bibi percaya padamu bell,,kamu tidak akan melakukan hal yang dituduhkan Devan"


Bella mengusap punggung bi Marni mencoba menenangkannya. " sudahlah bi jangan terlalu dipikirkan,, sekarang Bella sudah menikah dengan Sean,,dan Bella bahagia"


"Sean pria baik bell,,,,jangan sampai kamu mengkhianatinya"tutur bi marni


", iya bi"ucap Bella lembut.


Bella benar-benar frustasi kalau Devan berhasil membebaskannya dari Sean,hal ini pasti terbongkar dan bibinya pasti akan tahu. Bi marni pasti akan sangat kecewa dan sakit hati,apa sebaiknya aku tetap dengan Sean,batin Bella.


Sedangkan di luar kota sana Sean menatap emosi ke arah handphonenya,ia mendapat laporan dari anak buahnya yang memata-matai istrinya, mengirimkan foto-foto istrinya bertemu dengan mantan kekasihnya. Sean menggeram menahan emosinya ia harus kembali pulang menemui istrinya.


"Tio carikan aku tiket pulang sekarang"teriak Sean


"tapi tuan pekerjaan kita......." kalimat Tio terjeda


"aku bilang Carikan tiket pulang,, aku akan pulang malam ini,,kau mau membantah perintahku hah"bentak Sean emosi


"baik tuan saya carikan "Tio bergegas pergi,ia tidak mau bosnya menghajarnya,Sean sangat menyeramkan saat ia marah,ia akan menghajar siapapun yang membuat ia emosi.


"kau berani menemuinya saat aku tak ada disana bell"geram Sean


Sean sangat kecewa dengan Bella, bisa-bisanya saat Sean tak ada Bella malah bertemu dengan mantan kekasihnya. Apa lagi difoto Devan menggenggam tangan Bella,Sean semakin marah.


Bella yang baru selesai mandi sedang mengeringkan rambutnya yang basah,terlonjak kaget saat pintu kamar nya dibuka kasar.


"Sean,,,,"seru Bella


Sean menatap tajam ke arah Bella ia benar-benar dipuncak emosi,Bella mengkhianatinya.


"Sean kenapa kamu sudah pulang"tanya Bella heran


"kenapa kalau aku pulang cepat,,, apa kamu takut jika aku mengganggu nostalgia mu dengan mantan pacarmu???sarkas Sean


Bella menaikkan alisnya tak mengerti ucapan Sean, " Kamu ini bicara apa sih??


"jangan mengelak Bella,,,kau bertemu dengan mantan pacarmu itu kan???sentak Sean


"kenapa,,,,kau takut kalau aku tahu kamu bertemu dengan mantan pacarmu itu bell'"


"Sean aku bisa jelaskan,,,aku memang bertemu dengannya"jujur Bella


",kau mengakuinya bell"geram Sean menahan emosinya


"iya tapi aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dia'"Bella meyakinkan Sean


"kau berbohong,,, kalau kau tidak ada hubungan dengannya kenapa kau mau di genggam oleh dia"teriak Sean emosi


Bella memejamkan matanya frustasi kenapa bisa begini, Sean marah besar.


"Sean maafkan aku tapi jujur aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dia,,, percayalah Sean"ucap Bella menyakinkan


"kau berkhianat dibelakangku bell,,,kau benar-benar wanita tak tahu diri"Sean mendorong Bella keras hingga jatuh ke lantai


Bella manatap Sean tajam,Sean mulai berbuat kasar lagi terhadapnya.


"Sean kau tahu apa yang Devan katakan" ucap Bella sedikit emosi


"jangan sebut nama pria itu"teriak Sean marah


"dia bilang kau memberi tahu kalau aku menjual diriku pada mu" Bella berdiri menatap tajam suaminya.


"iya kau menjual dirimu padaku"sarkas Sean menatap Bella tajam


"aku tahu,,,,aku memang wanita murahan yang kau beli,,,tapi aku punya harga diri Sean"


"kau punya harga diri,,,,tubuhmu saja sudah kau jual padaku"sinis Sean


Bella menghela nafas nya " iya aku dibeli olehmu,,,,tapi Devan menjanjikan akan membebaskan aku dari mu"


"apaaa....tidak semudah itu,,,kau tidak akan aku bebaskan walaupun mantan mu itu menebus mu dengan uangnya"desis Sean menangkup dagu Bella. sorot mata Bella dan Sean saling menajamkan, emosi kedua tak terkendali


"kau pikir,kau akan mudah bebas dari ku bell,,kau itu pemuas ranjang ku bell,"Sean menyeringai licik


"aku benci kau Sean,,aku sangat membencimu"teriak Bella marah


"aku tidak peduli,,,sekarang puaskan aku bell,,,,karna kau sudah aku beli,,,,"ujar Sean mendorong tubuh Bella ke ranjang.Menindih tubuh bella mencekal tangan Bella


"lepaskan brengsek"berontak Bella


Sean tidak menggubris ia melepaskan dasi yang ia pakai untuk mengikat tangan Bella.


Bella terus memberontak tapi tenaga sean lebih kuat darinya.


"nikmati saja ,,,,,"seringai Sean


...Sean mulai mencumbui seluruh tubuh Bella kadang ia menggigit kasar kulit putih Bella, hingga Bella teriak kesakitan,tapi sean malah menyukai nya. Sean benar-benar kasar saat berhubungan intim dengan Bella,ia tak memperdulikan Bella yang merintih kesakitan,memohon kepada Sean untuk berhenti, tetapi Sean terus menerus menghujani tubuh Bella....


...Hingga Bella pingsan pun Sean tidak ada ampun terus menghujani tubuh Bella , setelah 3jam permainannya Sean mencapai puncak kenikmatannya,ia mengakhiri pertempuran panasnya.terkulai lemas di samping Bella yang sudah pingsan dari tadi. ...


Sean menatap Bella iba sebenarnya ia tak ingin hal ini terjadi,karna Bella yang memulai Sean tersulut emosi dan ia menghujani tubuh Bella habis-habisan.


Sean menjambak rambutnya frustasi ia tak ingin kehilangan Bella,,ia benar-benar mencintainya.


Sean beranjak dari ranjang memakai boxernya berjalan menuju balkon kamarnya,ia menggeram menahan emosinya,ia masih teringat kata-kata Bella bahwa mantan kekasihnya akan membebaskannya.


", takkan ku biarkan kau merebut istriku Devan",geram Sean.


Sean menatap sendu Bella yang terbaring lemah, sebenarnya ia tak tega berhubungan intim dengan kasar,tapi karna emosi Sean menjadi sangat mengerikan.Mungkin sekarang tubuh Bella akan ada bekas memar, karena Sean benar-benar kasar menghujani tubuh Bella. "maafkan aku bell"lirih Sean menyesal