
Setibanya di hotel Bella langsung menuju ke kamarnya, dibuka pintu kamarnya ternyata Lia juga belum pulang, padahal sudah pukul 8 malam.
Mengingat kejadian tadi Bella langsung menghubungi Ramon bosnya.
"hallo bos Ramon" sapa Bella
"ada apa bell??? tanya Ramon disebrang sana
"saya tidak ingin ditempatkan lagi di perusahaan SW,"
"kenapa bell,,,,apa ada masalah "
Bella memejamkan kedua matanya,ia harus memberi tahu Ramon, kebrengsekan pemilik SW corporation.
"pak Sean mau memperkosa saya "
"apa.....jangan bohong kamu bell " ucap Ramon tak percaya
"saya tidak bohong pak,,,saya mohon saya tidak mau lagi ditugaskan di perusahaan SW, " Bella memelas
"hmm...nanti kita bicara lagi... setelah selesai saya akan ke kamar hotel mu " jelas Ramon.
"baik bos,,, terimakasih". Bella memutuskan panggilannya.
Bella menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi Bella meraih handphone nya menghubungi Zyan.
"hallo sayang,,sedang apa???
"Zyan sedang dibacakan dongeng mom " jawab Zyan.
"anak mommy gak nakal kan???
"gak dong mom,,,Zyan baik mom "
"mommy percaya sayang,karna Zyan anak yang pintar dan juga baik hati "
"iya dong mom,,, mommy kapan pulang???
"Lusa sayang mom pulang,,,Zyan mau dibawain oleh-oleh apa???
"mobil-mobilan remote mom,,,"
"oke sayang,,nanti mommy beliin yaa "
"hore,,,makasih mom " Zyan bersorak kegirangan
"iya sayang,,,ya udah Zyan bobo ya"
"oke mom,,,bye "
."bye ,,sayang".
Bella kembali merebahkan tubuhnya, pikiran melayang kejadian tadi membuatnya semakin membenci Sean.
sikap brengsek nya tak pernah hilang,,,apa mungkin dulu saat menikah denganku dia sering meniduri wanita manapun, ahh bodohnya aku ,malah bertahan dengannya, tiap hari selalu mengucapkan kata cinta tapi semuanya bullshits ...aku takkan kembali lagi padanya,,,geram Bella.
Bunyi ketukan pintu kamarnya terdengar, Bella bergegas membuka pintu kamarnya, dilihatnya Ramon bosnya, Lia dan juga Rendi. Mereka masuk kedalam, Bella mempersilahkan bosnya duduk di sofa.
"bell ... bagaimana keadaan mu??? tanya Ramon , sedang Lia dan Ramon terus menatap ke arah Bella.
"saya baik-baik saja bos....hanya sedikit takut saja " terang Bella
"apa yang dia lakukan padamu bell" tanya Ramon,
"pak Sean mencoba memperkosaku bos,,,,dan kemarin dia juga melecehkan ku bos di ruang kerja saya " jelas
",apaaa " teriak Lia dan Rendi bersamaan.
"ini tidak boleh dibiarkan bos...kita harus lapor polisi" ucap Rendi emosi.
"tenang lah ren,,,kau tidak tahu Sean itu sangat berkuasa,,, walaupun kita melaporkan nya dia bisa menuntut balik" jelas Ramon.
"terus bagaimana bos " tanya Lia kemudian
"kita tanya pendapat Bella,,mau nya gimana ??? timpal Ramon.
"saya cuma tidak mau ditugaskan di kantor pak Sean lagi" pinta Bella.
"apa kau ingin menuntut nya???tanya Ramon
"tidak bos,,,karna saya juga tidak ada bukti,"
"baiklah,,, saya akan mendatangi Sean, agar dia meminta maaf padamu"
",tidak perlu bos,,,saya tidak ingin merepotkan bos,"
"tidak apa,,,, sekarang istirahat lah,,,,,Rendi balik ke kamar mu " perintah Ramon.
"baik bos " jawab Rendi, ia pun keluar dari kamar Bella, sebenarnya ia masih pengen kepo, tapi bos Ramon mengusir nya.
Ramon berdiri, " kalau begitu saya pamit ,,,,besok kamu tak usah kembali lagi ke kantor Sean "
"terimakasih bos" ucap Bella
Ramon mengangguk, melangkahkan kakinya menuju pintu kamar hotel Bella dan keluar . Lia mengunci kamar mereka,
"bell...aku tak menyangka CEO seperti dia memperlakukan wanita seenaknya " geram Lia
"orang kaya memang seperti itu,,mereka punya kekuasaan dan uang,,,jadi selalu menindas kaum lemah seperti kita "
"padahal dia sudah punya tunangan yang cantik kaya model,,kenapa masih godain wanita lain"
"begitulah seorang pria takkan pernah puas."
"dulu aku mengagumi nya sekarang malah kebalikannya,,aku jijik padanya" Lia bergidik
"makanya jangan terpesona dengan penampilan yang keren dan tampan,,itu hanya kedok menutupi kebrengsekan nya " kekeh Bella.
"kamu benar bell "
Lia benar-benar polos ia tidak mengetahui kehidupan orang kaya seperti apa, yang dia pikir hanya kehidupan mewah bak ratu atau raja.
Ramon melajukan mobilnya menuju kantor Sean, sebelumnya ia menanyakan keberadaan Sean kepada asisten nya Tio .Sean masih dikantor nya.
"Sean " seru Ramon
"apa yang kau lakukan pada Bella????
"Bella....aku tidak melakukan apa-apa padanya" kilah Sean.
"jangan bohong Sean,,,,,Bella menceritakan nya semuanya,,ulahmu yang akan memperkosa nya dan juga kau melecehkannya" terang Ramon.
"maafkan aku Ramon,,,,aku benar-benar tak tahan melihat tubuh Bella"
"jangan minta maaf padaku,,, minta maaf lah ke Bella,,,,dia tidak ingin ditempatkan di kantor mu lagi "
"hah.... baiklah aku akan meminta maaf padanya"
"aku tahu kau brengsek Sean,,,,kau selalu meniduri banyak wanita,,tapi kenapa harus pegawai ku,,,apa lagi Bella, dia wanita yang menjunjung tinggi harga dirinya,, walaupun dia janda dia tidak pernah mau berpacaran dengan pria manapun,,, walaupun banyak yang menginginkan dia tidak murahan Sean " geram Ramon.
Sean diam mendengarkan ucapan Ramon , ia memang salah menggoda terus Bella , tapi ia juga tidak bisa menahan gairahnya ia menginginkan tubuh Bella.
",besok aku akan meminta maaf kepadanya"
"bagus kalau gitu,,,,dan besok dia tidak lagi di tempatkan di kantor mu" Ramon pun berlalu pergi meninggalkan ruangan Sean.
arrgh sial.... ternyata dia mengadu ke Ramon..kita lihat besok akan ku pastikan tubuhnya menjadi milikku.
Esoknya Bella kembali ke kantor Ramon, perasaannya lebih baik dari hari sebelum-sebelumnya. Bella dengan cepat mengerjakan pekerjaannya, ia ingin cepat pulang ia ingin membeli mobil remote yang dipinta Zyan.
Pukul 4 sore Bella sudah bersiap untuk pulang, ia pamit kepada Lia untuk mampir dulu ke toko mainan anak, Lia tidak bisa menemaninya karena pekerjaannya belum selesai.
Bella menuju sebuah mall dipusat kota tersebut. Ia berjalan-jalan membeli oleh-oleh untuk Zyan dan juga mbak Tuti. Hingga malam menjelang Bella bersiap untuk pulang ke hotel, ia menunggu taksi di depan mall tersebut. Kedua tangannya penuh dengan barang belanjaan, mood kemarin yang membuatnya turun naik terbayar kan dengan berbelanja.
Saat Bella sedang menunggu taksi, sebuah mobil berhenti dihadapannya . Bella melihat mobil tersebut, namun ia tidak mengenalnya. Seorang pria berpakaian casual menghampiri Bella.
"Sean " guman Bella
"hei bell...." sapa Sean
"mau apa kau " ketus Bella
"sebenarnya aku ingin ke hotel dimana kamu tinggal,,,tapi aku melihat mu disini "
"mau apa kau ke tempat ku???
"aku hanya ingin meminta maaf padamu " ucap Sean
"aku tidak akan pernah memaafkan mu " ketus Bella.
"kau memang mempunyai harga diri yang tinggi" decak Sean
Bella melangkah pergi meninggalkan Sean, namun Sean membopong Bella seperti karung beras masuk ke dalam mobilnya..
"lepaskan brengsek" Bella memukul-mukul punggung Sean
Sean dengan cepat memasukkan Bella ke dalam mobilnya, ia langsung tancap gas melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota
"berhenti " teriak Bella
Sean tidak menggubris perkataan Bella.
"aku bilang berhenti,,, bajingan kau Sean " Bella memukul-mukul lengan Sean.
"diam " Sean mendorong kasar tubuh Bella ke samping pintu mobilnya.
Dorongan yang kuat membuat lengan Bella terasa sakit. Sean melajukan mobilnya ke arah rumahnya. Tak lama mobil sampai di pekarangan rumah Sean, rumah yang dulu pernah Bella tempati saat menjadi istrinya.
Sean kembali membopong tubuh Bella masuk kedalam rumah, pelayan yang melihat tuannya membawa seorang wanita,hanya menunduk mereka tidak berani menatap tuannya. Sean menaiki anak tangga satu persatu menuju kamarnya.
Sean membanting tubuh Bella ke kasur empuknya. Sean menyeringai penuh kemenangan, wanita yang ia inginkan telah ia bawa ke ranjangnya.
"lepaskan aku brengsek" bentak Bella.
"aku tidak akan melepaskan mu" Seringai Sean.
Bella berlari menuju pintu kamar Sean, namun dengan cepat Sean menangkap tubuh Bella dibanting nya kembali ke kasur. Sean mencekal kedua tangan Bella disebelah kiri kanan nya.
"lepaskan aku Sean " berontak Bella.
"aku takkan melepaskan walaupun sekejap " ucap Sean tersenyum.
Tiba-tiba handphone Bella berdering, seseorang menghubungi Bella, Sean meraih tas Bella dengan posisi tubuh Bella di bawah kukungan sean.
Sean menaikkan sebelah alisnya, " Ian....siapa dia "
"kembalikan brengsek" teriak Bella.
"dia mengirim pesan untuk mu,,,,dia merindukanmu dan dia juga ingin cepat-cepat bertemu dengan mu" Sean membaca pesan dari ian.
"kau tidak sopan membaca pesan orang " sentak Bella.
handphone Bella kembali berdering, Sean menekan tombol hijau menjawab panggilan ian.
"hallo Bella,,,,aku merindukanmu " seru Ryan disebrang sana.
Mendengar seorang pria mengatakan hal itu, Sean langsung membanting handphone Bella hingga hancur.
"Sean apa yang kau lakukan, " teriak Bella.
"aku membenci ada pria yang merindukanmu,, siapa dia " geram Sean.
" itu bukan urusanmu"
"jawab " bentak Sean penuh emosi
Bella memejamkan matanya ia juga sedikit takut dengan bentakan sean.
"dia tunangan ku " ucap Bella pelan
Mata Sean menggelap rasa cemburu dan gairah menjadi satu, ia tidak ingin wanita yang di inginkan nya menjadi milik orang lain.
__________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up 🥰🥰🥰
happy reading 💐💐💐