
"apa yang kau lakukan pada handphone,ini kali keduanya kau menghancurkan handphone ku " teriak Bella.
Sean mengkerutkan keningnya, " kapan aku menghancurkan handphone mu yang pertama??? tanya Sean heran.
"cihh...kau melupakan semuanya ternyata,,,apa kepala mu terbentur hingga kau melupakan semuanya,,, seolah tidak mengingat tentang hidupmu " sentak Bella
Sean bingung, wajah yang tadi merah padam tersulut emosi seolah menghilang begitu saja. ia seperti melihat potongan memori nya, Sean seperti mengingat dia membanting handphone seseorang di taman belakang rumah nya,, namun ia tidak jelas mengingat wanita yang dihadapannya. Melihat Sean yang bengong, Bella mendorong tubuh Sean.
Bella hendak beranjak namun tangan Sean dengan cepat mencekalnya.
" mau kemana kau " tahan Sean
"aku mau pulang " teriak Bella.
"kau tidak bisa pulang dari sini " wajah Sean kembali berkabut emosi
"lepaskan brengsek....kau itu punya tunangan,,, apa kata orang lain kau memiliki tunangan tapi membawa wanita lain kerumah mu " berontak Bella.
Sean menyeringai, "tidak ada yang berani menggosip tentang hidup ku " ucapnya bangga.
Bella terus memberontak hingga ia dihempaskan kembali ke kasur, Sean merobek baju Bella dengan satu tarikan, melemparkan ke sembarang arah. Namun Sean kembali melihat potongan memori nya, Sean mengerjapkan matanya menepis bayang-bayang memori, ia ingin menyelesaikan gairahnya yang sudah ia tahan berhari-hari.
"kau lagi-lagi merobek bajuku,......dasar sialan " Bella memukul-mukul dada Sean.
"aku baru pertama kali merobek baju mu,Bella "
"dasar bajingan kau Sean"
Sean melihat tubuh Bella yang polos,,,dua buah benda kenyalnya terasa menantang dibalut bra warna hitam. Sean menelan ludahnya terpesona melihat tubuh Bella, gairah Sean mulai bergejolak ia ingin merasakan apakah gairahnya menghilang atau malah sebaliknya.
Ia kembali merobek rok span bella, melempar nya asal,kini tubuh polos hanya sisa kain yang menutupi bagian intinya saja.
"Sean aku mohon lepaskan aku,,," mohon Bella.
Sean tidak menggubris ucapan Bella ia mengukung tubuh Bella mencium bibir Bella dengan rakusnya, air mata Bella mengalir deras, tangannya memukul-mukul tubuh Sean.
Sean terus meluncurkan aksinya merobek kembali bra yang membungkus buah kenyal milik Bella.
" Sean aku mohon lepaskan aku " Bella mulai terisak.
Bella terus memohon air mata mengalir begitu deras, hati Bella merasa bersalah kepada Ryan, ia tidak bisa menjaga dirinya. Rintihan Bella tidak digubris, Sean terus mencumbui tubuh Bella dengan kasar.
"akhh...kau masih sempit bell " racau Sean.
Air mata Bella sudah tak terbendung lagi, rasa sakit dan bersalah menjadi satu, rintihan demi rintihan terus keluar dari bibir Bella. Sean terus menghujani tubuh Bella kadang pelan kadang dengan cepat.
" sean hentikan " rintih Bella memukul-mukul lengan Sean.
aku baru merasakannya kembali kenikmatan yang dulu hilang,, rasanya tidak ingin berhenti menggempurnya, karna wanita ini gairah ku kembali lagi.
Pergulatan panjang usai setelah bella tidak bisa menahan hujaman Sean.
"hah....hah...hah...kau membuatku gila bell,,,,kau wanita yang mengembalikan gairah ku " nafas Sean tersenggal-senggal usai pergumulan panasnya.
Pagi hari Bella terbangun merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Mengerjapkan matanya perlahan menyusuri sudut kamar. Ingatan kembali semalam Sean memperkosanya dengan paksa, air mata menetes dari sudut matanya.
Sean brengsek
Bella duduk di tepi ranjang melihat baju nya sobek,beberapa bantal dan pakaian berceceran di lantai. Pintu terbuka Sean masuk dengan bertelanjang dada menampakkan otot-otot badannya dan hanya mengenakan celana training saja.
"kau sudah bangun " Sean menghampiri Bella.
Bella memalingkan wajahnya, ia sangat marah terhadap perlakuan Sean semalam.
"aku telah menyiapkan sarapan untukmu,,,,makanlah "
"aku mau pulang " ketus Bella.
"sarapan dulu,,nanti aku akan mengantarmu pulang" titah Sean
"aku tidak ingin,,,,aku mau pulang " teriak Bella emosi.
Sean mencengkram dagu Bella, menatap tajam manik hitam Bella.
"kau jangan membantah perintahku" kecam Sean
"aku mau pulang brengsek " desis Bella.
"aku akan mengantarmu,,jadi sarapan lah dulu " perintah Sean tegas. Sean melepaskan cengkeramannya berdiri dihadapan Bella.
"aku sudah menyiapkan baju untuk mu,,,,mandi setelah itu sarapan " titah Sean kembali.
Bella tak menanggapi perintah Sean,ia masih diam duduk ditepi ranjang. Melihat Bella diam saja emosi Sean kembali tersulut.
"ayo mandi,,,atau aku yang akan memandikan mu " hardik Sean
"aku mau pulang brengsek"
Sean kesal lalu membopong tubuh polos Bella ke kamar mandinya, Bella memberontak memukul-mukul dada Sean.
Sean mendudukkan Bella di bathtub, menyiram tubuh Bella.
" hentikan " teriak Bella
Namun Sean terus menyemprotkan air ke tubuh Bella.
"aku memandikan mu " ucap Sean.
Darah Sean berdesir kembali melihat tubuh Bella yang polos tersiram air. Perlahan ingatan tentang ia pernah bercinta di kamar mandi dengan seorang wanita dilintas dipikiran nya.
"hentikan brengsek " Bella meraih selang air yang Sean pegang.
Sean menatap Bella, kabut gairah kembali menyelimutinya, nafasnya memburu melihat Bella dihadapannya. Dengan sekejap Sean mendorong tubuh Bella ke dinding, merapatkan tubuhnya ke tubuh Bella.
" lepaskan aku,,,,kau mau memperkosaku lagi hah " bentak Bella
Bella akan menendang Sean, namun kaki Bella ditahan oleh Sean. Mengangkat sebelah paha bella dengan lututnya. Sean langsung memposisikan dirinya,menarik celananya kebawah, menghujami milik Bella.
akhh ini gila ...kenapa aku terlena oleh tubuhnya,,aku tak ingin melepaskannya.
Bella terus berontak,namun Sean lebih kuat menahan serangan tangan Bella yang menurutnya tidak seberapa.
Usai pergumulan panas dikamar mandi Sean membopong tubuh Bella, mereka keluar dari kamar mandi dengan tubuh polos mereka.
"pakai bajumu,,,, setelah itu sarapan,,," perintah Sean, ia memberikan handuk kepada Bella.
Setelah memakai pakaian Bella duduk disofa melihat handphonenya yang hancur, seketika ingat dengan Zyan putranya, ia sudah berjanji kalau hari ini pulang, dan lagi bos Ramon pasti mencarinya karena tak ada kabar.
"kenapa tidak makan " tanya Sean.
"aku tidak lapar,,," ketus Bella.
Sean duduk disamping Bella, meraih sandwich lalu menyuapkan ke mulut nya.
"buka mulut mu " perintah Sean
Bella mengkerutkan keningnya.
"kau tidak mau makan,,jadi aku menyuapimu dengan mulutku...ayo buka mulut mu"
"tidak...aku akan makan sendiri" dengan cepat Bella meraih sandwich nya.
Sean tersenyum senang, menatap Bella hatinya terasa hangat, ini baru pertama kalinya ia merasakan perasaan nyaman setelah bercinta dengan wanita,dan gairahnya kembali lagi.
"aku ingin menelpon anakku " pinta Bella tiba-tiba.
"baiklah " Sean mengambil handphone nya, memberikan kepada Bella.
"telpon lah "
Dengan ragu Bella meraih handphone dari tangan Sean, mulai menekan nomor telepon mbak Tuti. Panggilan berdering beberapa menit.
"hallo " sapa mba Tuti disebrang sana
"hallo mbak,,,,ini aku Bella " jawab Bella
"mbak Bella,,,, nomor hp nya ganti???
"tidak mbak,,,aku pinjam hp orang lain...mbak Zyan dimana????
"Zyan ada mbak,,, sebentar " terdengar mbak Tuti memanggil Zyan.
"hallo " sapa Zyan
"hallo Zyan ini mommy,,,"
"mommy..."
"iya sayang,,, kamu lagi apa???
"mommy ko gak video call,,,, mommy kapan pulang???
"mommy pulang hari ini sayang,,,, sebentar lagi mommy akan berangkat,,tunggu ya sayang " Bella tersenyum.
Sean menatap dalam Bella yang sedang menghubungi anaknya, saat berbicara dengan anaknya Bella tersenyum penuh cinta membuat Sean merasakan kehangatan.
dia cantik sekali,,,,aku harus memiliki nya untuk selamanya...persetan dengan tunangannya,,selama dia belum menikah akan ku genggam erat.. tubuhnya terlalu indah untuk pria lain.
"ya sudah mommy tutup dulu ya sayang,, sampai jumpa " Bella mengakhiri panggilannya. Memberikan handphone kepada Sean.
"aku mau pulang " pinta Bella.
"aku akan mengantarmu "
",tidak perlu,,,aku bisa pulang dengan travel."
"travel,,,,mau sampai jam berapa,,,kamu naik pesawat pribadi ku "
"aku tidak mau " tolak Bella
" apa kau tega dengan anak mu yang tengah menunggu kedatangan mu,,,tapi kau tidak sampai-sampai."
Bella termenung yang dikatakan Sean memang benar,tapi ia juga masih marah dengan perilaku Sean yang semena-mena.
"come on....ini demi anakmu " bujuk Sean.
Sean ingin mengetahui lebih dalam lagi kehidupan Bella. Pria mana yang beruntung yang telah menikahi sebelumnya.
___________________________________________
Dukung terus yaa like comment and vote
Biar author semangat up nya 🥰🥰
happy reading 💐💐💐