Terbelenggu Cinta

Terbelenggu Cinta
Pernyataan cinta


...Ketika kita tak bisa mencintai seseorang sepenuh hati, tapi harus bertahan, lelah fisik dan hati. Lelah fisik ketika harus pura-pura menerima,lelah hati harus merasakan kesakitan....


______________________________________________


"apa kau ingin keluar sayang??? tanya Sean d sela-sela sarapannya.


"tidak,,,,aku ingin dirumah saja,,"jawab Bella


Sean mengangguk. Mereka kembali melanjutkan sarapan tanpa ada yang berbicara lagi, pertengkaran tadi malam tidak satupun yang membahasnya. Sean akan mencari tahu penyebab Bella ingin berpisah dengannya.


Sedangkan Bella ia masih kalut dengan pikirannya,perkataan Daniel masih terngiang-ngiang di kepalanya.


"sayang aku berangkat dulu" Sean mencium kening Bella.


Bella hanya mengangguk


Setelah sarapan Bella menuju taman belakang,duduk di kursi ayunan.


aku bimbang,,,,Sean terlihat mencintaiku,tapi ucapan tuan Daniel seperti benar adanya, Sabrina pun bilang kalau Sean sering meniduri banyak wanita. apa benar setelah Sean bosan padaku,ia akan meninggalkan ku,, harusnya aku senang Sean akan meninggalkan ku tapi entah kenapa aku merasa sedih,kecewa dan marah,apakah aku mulai menerimanya,guman Bella dalam hati.


Lamunan terhenti melihat Lala dihadapannya.


"maaf nyonya,,,apa anda butuh sesuatu???


"tidak ada La" balasnya.


"maaf nyonya,,,,apa ada baik-baik saja "tanya Lala takut-takut


Bella menoleh ke arah Lala, " aku baik-baik saja,,,apa semalam kau mendengar kami bertengkar"


Lala nampak salah tingkah,semalam beberapa pelayan memang mendengar pertengkaran mereka.


"masalahnya sudah selesai,,kami hanya salah paham saja" terang Bella.


"saya takut tuan berbuat kasar lagi terhadap nyonya "


"tidak,,,,dia tidak berbuat kasar" Bella tersenyum.


"syukurlah,,saya merasa lega nyonya," Lala bernafas lega.


"apa kau khawatir padaku La???


"iya nyonya saya sangat khawatir,,,saya takut tuan akan berbuat kasar lagi,,tuan Sean sangat menyeramkan ketika marah" cicit Lala


Bella tersenyum " dia tidak akan melukai aku La,tenang saja"


"syukurlah nyonya,,, kalau begitu saya pamit "


Bella mengangguk.


Dikantor, Sean menyuruh Tio keruangan nya.


"jadi apa yang terjadi ? tanya Sean


"sepeninggal tuan, Bella tampak mengobrol dengan tuan Daniel." jelas Tio


"memang benar sebelum ke panggung,om Daniel dan istrinya menghampiri kami"


"mungkin tuan Daniel berbicara yang menyinggung perasaan nyonya Bella,tuan" pikir tio


"bisa jadi ," Sean tampak berpikir, "setelah meeting selesai kita akan menemui nya" lanjut Sean


"baik tuan".


Setelah meeting selesai Sean dan Tio menuju kantor Daniel. Sean penasaran pembicaraan apa yang membuat Bella ingin berpisah dengannya.


"permisi pak,,ada pak Sean dan pak Tio ingin bertemu bapak " ucap sekertaris wanita Daniel.


"ada apa,,kenapa mereka kesini??? tanya Daniel heran


"mereka bilang ada hal penting yang perlu di sampaikan" jelas sekertaris nya.


"suruh mereka masuk" titah Daniel.


"baik pak"


Sean dan Tio masuk kedalam,Daniel menghampiri keduanya.


"ada pada Sean,, tiba-tiba kau datang kesini? tanya Daniel keheranan


"saya ingin bicara dengan om,"


"ayo kita duduk dulu "Daniel mempersilahkan mereka berdua duduk.


"ada apa Sean??? Daniel mulai penasaran


"apa yang om katakan pada Bella?? jawab Sean menatap tajam Daniel


"memang apa,,,kita hanya ngobrol biasa" kilah Daniel


"semalam Bella tiba-tiba pergi meninggalkan saya di pesta,, setelah pulang ia marah dan ingin berpisah dengan saya"


"saya hanya memberi tahu kenyataan kepadanya"


", kenyataan apa om " Sean tak sabar


"kenyataan bahwa kamu tidak akan pernah setia dengan satu wanita" jelas Daniel


Sean membelalakkan matanya tak percaya om Daniel akan berbicara seperti itu kepada Bella.


"kenapa om lakukan itu" rahang Sean mengeras


"itu benar bukan,,,kau selalu bergonta-ganti pasangan dan kau sering meniduri mereka semua,,saya sudah katakan pada Bella semuanya" ujar Daniel gamblang


"ck..mana mungkin kau secepat itu berubah, Sabrina putri ku saja kau campakkan begitu saja"


"itu karna kesalahannya"


"itu hanya alasan mu saja,,kau tidak mendukungnya pergi ke Paris mengejar impiannya" Daniel mulai emosi


"saya sudah katakan padanya saya akan menjamin karirnya disini sampai sukses,tapi dia bersikeras ingin pergi ke Paris,,dan sekarang putrimu kembali lagi,tidak menjadi apa-apa disana, karirnya pun disini tidak dilirik oleh agensi manapun " sinis Sean


Daniel tersulut emosi mendengar perkataan Sean yang tajam.


"kau "Daniel melotot tajam


Sean menyunggingkan senyumnya ,"itu kenyataan nya om"


sejurus kemudian Daniel menyerang perkataan Sean dengan masalah ia menikahi Bella karna hutang


"jangan so' kau Sean,,,,kau menikahi Bella karna dia berhutang padamu kan,, memanfaatkan hutang nya lalu ia menyerahkan tubuhnya padamu" sinis Daniel


om Daniel tahu,batin Sean


"jangan kau pikir saya tidak tahu,,kau menjeratnya dengan hutang lalu kau menikahinya hanya untuk menikmati tubuhnya"


Mendengar Daniel berbicara seperti itu Sean akan mengajar Daniel,namun ditahan oleh Tio.


"sabar tuan" bisik Tio


Daniel menyunggingkan bibirnya


"dan saya sudah bilang pada Bella jika suatu saat kau tidak lagi membutuhkan tubuhnya,,saya sudah siap menjadikannya sugar Daddy nya"


Sean makin tersulut emosi akhirnya Sean menghajar pria tua itu dengan bogem mentah kearah wajah Daniel.


"kau menawari Bella dengan hal menjijikan orang tua bajingan" teriak Sean memegang kerah baju Daniel.


"kau juga bajingan Sean,kau meniduri semua wanita" balasnya.


Sean kembali menghajar Daniel dengan brutal,tidak peduli ia orang tua, Tio mencoba menahannya tapi tenaga sean lebih kuat, ketika marah Sean memang selalu lost control.


"jangan pernah ganggu hidup kami,terlebih Bella istriku" Sean melepaskan Daniel lalu pergi dari ruangan Daniel dengan penuh emosi.


Daniel menyeka darah di bibirnya, ia menatap tajam Sean yang telah pergi meninggalkan ruangannya.


"tunggu saja pembalasan ku" guman Daniel emosi.


Di mobil,perjalanan menuju kantor Sean,ia masih emosi,menggeram tertahan. Perkataan Daniel yang ingin menjadi kan Bella simpanannya membuat Sean emosi, kilatan emosi disorot matanya memancarkan kekesalan yang mendalam. Tio tidak bisa melakukan apa-apa,saat Sean marah tidak akan ada yang bisa mengendalikannya.


"Tio antar kan aku pulang" perintah Sean


"baik tuan " Tio mengangguk


Sesampainya di rumah,Sean bergegas ke kamar menemui istrinya Bella. Sean masuk mencari keberadaan Bella yang tak tampak di kamar nya.


"Bella,,kau dimana?? panggil Sean setengah berteriak


Bella keluar dari kamar mandi menatap Sean, "kamu sudah pulang Sean "


Sean langsung memeluk Bella erat, seperti tidak ingin kehilangan Bella.


"ada apa Sean?? tanya Bella bingung


"tolong jangan pernah berpikir yang tidak-tidak tentang diriku"sahut Sean masih memeluk


Bella mulai tak mengerti dengan ucapan Sean.


" Sean ada apa,,,aku tak mengerti" tanya Bella lagi


Sean melepaskan pelukannya, menatap teduh wajah Bella.


"aku mencintaimu sayang,, sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu hingga tua nanti"


Bella menatap tak percaya.


"aku sudah tahu semuanya,apa yang membuatmu marah semalam"


" kau tahu Sean " Bella tercengang


"iya..aku sudah menghajar pria tua itu,dia mengakui semuanya padaku,,tak kan ku biarkan kau dihina olehnya" terang Sean


"maafkan aku Sean,,aku benar-benar terbawa emosi dengan perkataannya" sesal Bella


" tidak apa sayang,,kau boleh marah padaku,asal kau jangan pernah berpikir untuk berpisah denganku"


"aku benar-benar mencintaimu bell,, aku memang salah menikahimu dengan cara menjeratmu dengan hutang,tapi sekarang aku benar-benar mencintaimu,, percaya lah padaku" lanjut Sean


"Sean bolehkah aku bertanya padamu?? Bella tampak ragu bertanya


" tentu saja"


"apa kau masih bermain wanita dibelakangku??


"tidak sayang, setelah menikah denganmu aku tidak pernah sekalipun bermain wanita lagi,, hanya kau sekarang wanita yang menjadi istriku" Sean membelai rambut Bella.


Perasaan Bella mulai lega, keraguannya pada Sean telah hilang, Sean telah menjawab semua keraguan dan kecurigaan bella,hatinya seakan terobati


"Sean kau sungguh-sungguh mencintaiku?? Bella menatap sorot mata Sean,ia ingin tahu apa benar Sean mencintainya.


"sungguh Bella,,,aku benar-benar mencintaimu sampai kapanpun,sampai tua nanti,jangan pernah lagi ragu padaku" Sean bersungguh-sungguh.


Bella tersenyum tulus, " terimakasih kau sudah mencintaiku,,,aku juga akan berusaha untuk mencintaimu Sean"


Sean memeluk tubuh Bella,rasa bahagia membuncah di hatinya, akhirnya Bella mau menerimanya. Keduanya larut dengan perasaan bahagia.