
Bella terbangun esok harinya, tubuhnya sangat lelah semalaman Sean menggempurnya habis-habisan.
apa dia tidak pernah lelah setiap hari meminta jatah bercinta,belum lagi kalau siang hari ia menginginkannya lagi, batin Bella kesal
Bella beranjak dari tempat tidur ia ingin segera mandi,sisa percintaan tadi malam membuat tubuhnya sangat lengket dan lelah.
Usai mandi Bella bersiap ke dapur ia ingin membuat sarapan, perutnya terasa sangat lapar. Bella melihat Sean masih terbaring lelap,ia perlahan keluar dari kamar,tak ingin Sean bangun.
"La kamu sedang buat apa"seru Bella saat tiba di dapur.
Lala terlonjak kaget saat mendengar sapaan majikan perempuannya. " nyonya,,,,saya sedang membuat pancake nyonya" Lala menundukkan kepalanya
"wah,,, kebetulan aku sangat lapar La,,buat kan untukku yaa" pinta Bella
"baik nyonya,,,"
"kalau begitu aku tunggu di meja makan ya",ujar Bella,ia pun menuju meja makan.
hari ini aku akan meminta ijin kepada Sean,aku ingin menemui bibiku',guman Bella dalam hati
Beberapa menit kemudian Lala membawakan sepiring pancake dan segelas teh hangat untuk Bella
"silahkan nyonya "meletakkan makanan tersebut
"terimakasih La"
Bella mulai menyantap pancake buatan Lala,tapi suara bariton mengalihkan perhatiannya
"kau makan sendirian saja bell" suara bariton Sean yang dingin
Bella kembali fokus ke makanannya " aku lapar."
"kenapa kau tidak membangunkan ku bell"Sean duduk di samping Bella.
"aku tidak ingin mengganggu tidur lelap mu "kilah bella.
"begitu ?? Sean menaikkan sebelah alisnya
Bella hanya mengangguk kembali menyuapkan makanannya.
"kalau begitu kau suapi aku makan"ujar Sean
Bella menoleh "kau bisa makan sendiri Sean"
"ayo lah kau istriku bell,,apa susahnya melayani suamimu ini"
Bella pasrah ia pun menyuapi Sean. Sean tersenyum senang Bella mau menyuapinya.
Setelah beberapa suap makanan pun habis oleh Sean.
"sudah habis,,,apa kau mau nambah lagi makannya???ketus Bella
"tidak,,,aku sudah kenyang" Sean meminum teh Bella sampai habis tak tersisa.
Bella menatap sebal makanan dan minumannya habis oleh suaminya sendiri.
"kalau begitu aku berangkat dulu"Sean beranjak namun Bella menahan tangannya.
"Sean bolehkah aku bertemu dengan bibiku"
"tentu saja,,,,"
"terimakasih"
"tapi itu tidak gratis"Sean menyeringai
"maksudmu??delik Bella
"cium aku dulu,,,baru kamu bisa aku ijinkan keluar" Sean tersenyum jail
"apa kau gila ini diruang makan kalau pelayan mu melihat gimana??
"terserah,,,kalau kau tidak mau ya sudah jangan pergi,diam dirumah saja"
Bella berpikir sejenak, kalau ia dikurung terus dirumah rasanya sangat bosan,tapi kalau ingin keluar ia harus mencium Sean terlebih dahulu.
Sean tersenyum jail menunggu Bella yang sedang berpikir. " bagaimana sayang,,,kalau kau masih lama berpikir aku mau berangkat dulu"
"tunggu,,,"tahan Bella,ia pun mendekati Sean lalu mengecup bibirnya sekilas.
"itu bukan ciuman sayang"Sean tak terima dengan kecupan saja
"lalu kau ingin bagaimana"geram Bella
"entahlah,,," Sean mengedikkan bahunya
pria ini benar-benar membuat aku jengkel,geram Bella dalam hati
Bella pun mendekatkan wajahnya ke wajah Sean, ******* bibir Sean perlahan hanya hitungan beberapa detik saja.
"apa kau puas Sean" Bella menggeram tertahan, setelah melepaskan ciumannya
"aku belum puas,,,tapi tidak apa-apa aku menerimanya"senyum Sean
dasar pria licik, Bella mengepalkan kedua tangannya
"jadi aku bisa pergi"tanya Bella
"iya tentu saja "
"terimakasih"jawab Bella datar
Sean terkekeh senang berhasil mengerjai istri dinginnya. Ia pun berangkat ke kantornya.
...aarggh aku membencinya, geram Bella frustasi....
...💐💐💐...
Bella sudah sampai di toko kue bibinya. Ia pun masuk kedalam mencari keberadaan bibinya.
"apa bibi ada??? tanya Bella menghampiri meja kasir
"Bu Marni sedang keluar mbak, dia lagi bertemu dengan teman-temannya"jawab Reni karyawan bi Marni.
"oh gitu,,,,ya sudah aku menunggunya saja,,oh iya ren,,,aku pesan red Velvet sama kopi americano yaa "
",baik mbak"
Bella duduk disudut ruangan toko tersebut, menatap ke arah jalan raya yang hilir mudik kendaraan.
"Bella,," sapa seorang pria
Bella menoleh seorang pria dengan seragam toko kue bibinya.
"ian,,,,"
"aku sibuk"jawab Bella datar
"sibuk mengurusi suamimu yaaa"Ryan tersenyum jenaka
Saat Bella akan membalas ucapan Ryan,Reni datang membawakan pesanannya tadi
"silahkan mbak" Reni meletakkan kue dan kopi pesanan Bella.
"terimakasih "
"ian kamu sudah selesai mengantarkan pesanan"tanya Reni kepada Ryan
"sudah selesai,,,aku mau istirahat sebentar", jawabnya.
Reni berlalu pergi ke tempat kasir. Ryan masih berdiri dihadapan Bella yang sedang menyesap kopinya.
"kenapa kamu masih disini,,,, bukan kah mau istirahat???tanya Bella dingin
"tentu aku sedang istirahat," Ryan duduk di hadapan Bella.
"kenapa kamu duduk di sini?? menatap tajam Ryan
"memangnya kenapa tidak ada larangan,,lagian aku hanya ingin mengobrol denganmu" ujar Ryan
"pergilah,,,aku ingin sendiri"Bella mengibaskan tangannya
"kamu ini sangat dingin bell"
"tapi aku suka " cengir Ryan
"jangan merayu ku,,aku sudah menikah"
"aku tahu,,,,hanya sekedar suka tidak ada salahnya kan"balas Ryan
Bella tidak menanggapi ucapan Ryan ia fokus memakan kue red Velvet nya. Ryan menatap intens perempuan yang dihadapannya.
"kenapa kamu melihat ku seperti itu"Bella menyipitkan matanya.
"kamu sangat cantik,,andai kamu belum menikah aku pasti akan menikahimu" tak terduga kata-kata itu keluar dari mulut Ryan
Bella menatap tajam "jaga ucapanmu ian" desis Bella
"maafkan aku,,,aku tidak sengaja berkata seperti itu"ucap Ryan tanpa rasa sesal
"tolong tinggalkan aku" mohon Bella.
"baiklah,,tapi apa kita bisa berteman"
"iya baiklah ", Bella mengiyakan permintaan ian, ia tidak ingin ian terus-terusan berbicara dengannya.
"terimakasih bell,,, bolehkan aku meminta nomor handphone mu???
"tentu saja,,, tapi ada syaratnya,,kamu tidak boleh menghubungiku duluan, karena aku punya suami,,, aku tidak ingin ribut dengan suamiku" pesan Bella.
"ya sudah tidak apa"ucap Ryan lesu.
Akhirnya keduanya bertukar nomor handphone, walaupun ryan agar kecewa karena tidak boleh menghubunginya terlebih dahulu. Tapi ia senang bisa mendapatkan nomor handphone Bella.
",ya sudah sana pergi," usir Bella
"kamu ini galak sekali bell,,,, tapi aku suka" Ryan tersenyum ia pun beranjak pergi.
Bella menghela nafasnya,tidak bisakah seseorang tidak menggangu kesendiriannya. Ia menyesap kopinya termenung, pikiran nya melayang entah kemana. Panggilan seseorang mengalihkan lamunannya.
"bell,,,kamu disini "sapa bi Marni yang baru tiba,lalu ia duduk di hadapan Bella.
"bibi,,,,iya aku kesini,,,Sean mengijinkan ku berkunjung."
"jangan sering-sering kesini bell,,,bibi takut Sean marah"
"iya bi,,aku selalu ijin padanya,,,,kalau dia bilang tidak,,ya aku tidak akan pergi."
"begitu lebih baik bell"
"bibi dari mana???
"bibi habis kumpulan ibu-ibu RT bell,,,sekalian bawa pesanan Bu RT juga,,"jelas bi Marni
"oh gitu,"
"bell,,,apa kamu tahu Devan pindah keluar kota??? tanya bi marni
"tidak bi,,,,, memang nya pindah kemana??
"bibi juga tidak tahu bell,,,,tapi ibu-ibu yang dekat rumahnya bilang Bu Marta sudah menjual rumahnya lalu pergi entah kemana "terang bi Marni
"sampai sekarang aku gak tahu kabar Devan bi,,, semenjak dia dipenjara'"
"dia pria baik,,,tapi dia juga menuduhmu menjual diri,,bibi jadi kesal"
"apa tidak ada yang tahu bi mereka pindah kemana???
"tidak ada yang tahu bell,,,,setelah kebebasan Devan malamnya mereka langsung pergi"
apa mungkin ini ulah Sean juga,,apa aku perlu menanyakan hal ini....tapi kalau aku menanyakan soal Dev,,,pasti Sean marah,,,batin Bella
"bell,,,,"panggil bi Marni, Bella masih termenung tidak membalas sahutan bi Marni
"Bella,,,apa yang kamu pikirkan??sentak bi Marni.
"akh,,,tidak bi,,,aku hanya tidak menyangka saja Devan pergi dari sini."
"iya juga sih,,,bibi juga tidak menyangka...bell bibi ke belakang dulu ya"
" iya bi"Bella menganggukkan kepala.
devan kamu dimana sekarang,sungguh aku minta maaf karena masalahku kita berpisah dan kamu harus menderita.maafkan aku dev, lirih Bella dalam hati.
"hei kamu sedang ngelamun "seru Ryan mengibas-ngibaskan tangan ke wajah Bella
"Ryan...."Bella menggeram tertahan
"hihihi kamu ini ngelamunin apaan sih, sampai gak denger" canda Ryan
Bella menghela nafasnya " bisa tidak kamu jangan gangguin aku" kesal Bella
"abis kamu lucu,,gemesin "mencubit kedua pipi Bella
"Ryan lepasin,,,kamu ingin aku pukul hah"bentak Bella.
Ryan melepaskan cubitannya lalu kabur keluar,tertawa terpingkal-pingkal melihat Bella kesal.
awas kau,geram Bella mengusap-usap kedua pipinya.