Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Calon Besan


' Aku terpaksa mendekatimu dan melakukan hubungan suami istri agar semua rencana ku berjalan dengan lancar, yaitu pertama menyingkirkan sepasang suami istri itu dan yang ke dua aku akan datang ke mansion untuk berpura - pura sedih karena kalian meninggal dan yang ke tiga atau yang terakhir aku menguras semua harta milik kalian.' Ucap wanita itu dalam hati sambil tersenyum jahat.


Karena lelah wanita itupun tertidur dengan pulas nya dan tanpa sadar merekapun saling berpelukan memberikan kehangatan masing - masing. Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik daddy Thomas, semua anak - anak daddy Thomas bersama para menantu dan calon menantunya yang bernama Aurora calon istrinya Yohanes berkumpul di meja makan.


" Mommy dan daddy biar kami saja yang menyiapkan makanan." Ucap Cantika menantu pertama istri Aleandro.


" Tidak usah biar kami saja." Ucap mommy Laras sambil meletakkan makanan yang sudah matang.


" Tapi dad..." Ucapan Claudia menantu ke dua istri Maximus terpotong oleh daddy Thomas.


" Benar kata mommy, biar kami yang mengurus makanan kalian karena besok - besok kalianlah yang menyiapkan semuanya." Ucap daddy Thomas.


" Tapi dad, mommy dan daddy yang memasak semua masakan ini. Biar kami saja yang menyiapkannya." Ucap Maya yang merasa tidak enak hati begitu pula dengan yang lainnya.


" Tidak apa - apa santai saja, selama ini kalian yang memasak jadi sekarang giliran kami." Ucap daddy Thomas.


" Sudah selesai, ayo kita makan bersama." Ajak mommy Gloria sambil duduk di kursi makan dengan diikuti oleh daddy Thomas.


" Baik mom." Jawab mereka serempak.


Daddy Thomas memimpin doa makan setelah lima menit kemudian daddy Thomas selesai berdoa mereka makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan lagi - lagi mommy Gloria dan daddy Thomas melarang ke tiga putrinya yaitu Quenby, dokter Kasandra dan Cantika serta ke dua menantunya yaitu Cantika dan Claudia berserta calon menantunya yang bernama Aurora.


" Kalian kumpul lah di ruang keluarga ada yang daddy bicarakan." Ucap daddy Thomas.


" Tapi dad..." Ucapan Quenby terpotong oleh daddy Thomas.


" Daddy tidak suka penolakan." Ucap daddy Thomas.


" Baiklah dad." Jawab mereka serempak dengan pasrah tanpa bisa membantahnya.


Daddy Thomas dan mommy Gloria saling membantu membersihkan meja dan mencuci semua perlengkapan piring dan gelas yang tadi mereka gunakan bersama anak - anak dan para menantunya. Setelah lima belas menit kemudian daddy Thomas dan mommy Gloria sudah selesai membersihkan meja makan dan mencuci semua perlengkapan piring dan gelas yang tadi mereka gunakan bersama anak - anak dan para menantunya.


Daddy Thomas dan mommy Gloria berjalan sambil memeluk dari arah samping seakan tidak ingin berpisah menuju ke ruang keluarga, daddy Thomas dan mommy Gloria tersenyum melihat mereka saling rukun dan saling menyayangi satu dengan yang lainnya. Daddy Thomas dan mommy Gloria duduk di kursi sambil memandangi satu persatu  ke tujuh anak kembarnya yang sudah dewasa bersama pasangan masing - masing kecuali Quenby karena Fico berada di luar negri.


" Yohanes dan Quenby, mommy dan daddy ingin kalian menikah besok siang begitu pula dengan Quenby dan Fico." Ucap mommy Gloria.


" Kok mendadak mom, dad?" Tanya mereka serempak.


" Besok kan ada oma dan opa datang ke sini dan mereka menginginkan besok kalian menikah secara bersamaan." Ucap daddy Thomas.


" Oh ya daddy sampai lupa menghubungi Fico." Ucap daddy Thomas sambil mengambil ponselnya yang di simpan di saku kemejanya.


Daddy Thomas mencari nomor kontak Fico setelah ketemu daddy Thomas menekan ponselnya dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Fico.


" Selamat siang dad, apa ada masalah dad?" Tanya Fico dengan nada terkejut karena calon mertuanya daddy Thomas menghubungi dirinya.


" Tidak ada apa - apa, hanya daddy ingin bertanya padamu." Ucap daddy Thomas.


" Tanya apa dad?" Tanya Fico dengan nada bingung.


" Apakah kamu sangat mencintai putriku Quenby?" Tanya daddy Thomas.


" Tentu saja dad, Fico sangat mencintai Quenby." Jawab Fico dengan penuh keyakinan.


" Memang ada apa dad? Kenapa menanyakan itu?" Tanya Fico dengan nada masih bingung.


" Apakah besok kamu mau datang ke mansion daddy?" Tanya daddy Thomas tanpa menjawab ucapan Fico.


" Mau dad, tapi maaf dad kenapa saya datang ke mansion?" Tanya Fico


" Menikah dengan Quenby." Jawab daddy Thomas.


" Daddy serius?" Tanya Fico dengan nada terkejut.


" Sejak kapan daddy bercanda." Ucap daddy Thomas.


" Maaf dad, bukannya kata daddy 3 bulan lagi kami akan menikah?" Tanya Fico.


" Memang benar tapi opa dan omanya daddy meminta besok kamu dan Quenby menikah begitu pula dengan Yohanes dan Aurora." Jawab daddy Thomas.


" Setuju dad, hari ini Fico dan daddy akan pulang." Ucap Fico.


" Daddy ingin bicara dengan daddymu." Ucap Daddy Thomas.


" Sebentar dad." Ucap Fico.


" Dad, daddy Thomas ingin bicara dengan daddy." Ucap Fico sambil menyerahkan ponselnya.


" Hallo calon besan." Goda tuan Saverio.


Tuan Saverio tidak menyangka dari musuh bebuyutan dan kini menjadi calon besan, ini semua berkat mommy Gloria dan Quenby yang membuat tuan Saverio membuka mata hatinya untuk tidak menyimpan dendam terlebih melihat keluarga daddy Thomas akur dan saling melindungi berbeda dengan keluarganya yang telah di bunuh secara sadis oleh tuan Saverio dan putranya Fico tanpa sisa.


" Pertama aku ingin mengatakan maaf dengan tulus, maaf yang telah menyakiti hatimu dan aku harap kamu memaafkan kesalahanku dan melupakan masa lalu yang pernah aku lakukan padamu.' Ucap daddy Thomas untuk pertama kalinya dirinya meminta maaf.


Deg


Jantung tuan Saverio berdetak kencang mendengar ucapan daddy Thomas karena dirinya tahu daddy Thomas paling anti meminta maaf membuat tuan Saverio hanya diam dan mendengarkan ucapan selanjutnya.


" Yang ke dua, orang tuaku ingin mengadakan acara pernikahan anak kita untuk diadakan besok siang jadi aku harap kalian berdua datang ke sini untuk merayakan pernikahan anak kita." Ucap daddy Thomas.


" Bukankah Yohanes dan Aurora menikah lebih dulu dari pada anak kita?" Tanya tuan Saverio dengan nada bingung.


" Acara pernikahan diadakan berbarengan." Jawab daddy Thomas.


" Jadi ada dua pernikahan anak kita dan juga juga pernikahan putramu Yohanes dengan Aurora?" Tanya tuan Saverio.


" Ya benar." Ucap daddy Thomas.


" Baiklah kami akan membeli barang serah - serah han, membeli pakaian pengantin dan kebetulan aku mempunyai gedung bisa di pakai buat acara pernikahan tapi maaf aku tidak bisa mengundang orang banyak dan pesta yang meriah karena acara pernikahannya mendadak." Ucap tuan Saverio bicara apa adanya.


" Tenang saja, semua sudah di urus oleh istriku yang terpenting kalian datang ke acara pernikahan putriku. Acara diadakan di mansion saja itu juga permintaan orang tuaku dan maaf kalau acara pernikahan anak kita diadakan mendadak karena aku tidak bisa menolak permintaan ke dua orang tuaku." Ucap daddy Thomas.


" Tidak apa - apa, apa lagi aku melihat putraku sepertinya tidak sabar untuk menikahi putrimu dan aku akan menyuruh Fico untuk memesan pesawat sekarang." Ucap tuan Saverio.


" Putriku juga sama, baiklah kami akan menunggu ke datangan kalian." Ucap daddy Thomas.


" Apa ada yang lainnya?" Tanya tuan Saverio.


" Oh ya satu lagi hampir saja lupa." Ucap daddy Thomas.


" Apa itu?" Tanya tuan Saverio.


" Jika anak kita menikah otomatis kamu tidak lagi mempunyai anak satu melainkan empat belas anak." Ucap daddy Thomas.


" Apa?? Empat belas anak? Anak siapa saja??" Tanya tuan Saverio dengan nada terkejut.


" Anak kami 7 dan menantu 7 termasuk dengan Fico total empat belas, kamu maukan menjaga dan melindungi ke empat belas anakmu?' Tanya daddy Thomas.


" Tentu saja, anak - anakmu akan menjadi anak - anakku terlebih aku melihat semua anak dan menantu mu sangat sopan terhadap orang tua membuat aku sangat suka dengan mereka." Ucap tuan Saverio berkata jujur.


" Terima kasih, aku mempercayai dirimu." Ucap daddy Thomas.


" Terima kasih karena telah mempercayaiku." jawab tuan Saverio dengan nada terharu.


" Ok, bye." Pamit daddy Thomas


" Bye." Jawab tuan Saverio.


Tut                   Tut                   Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus dan daddy Thomas menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku kemejanya.


" Aurora, daddy sudah menghubungi ke dua orang tuamu dan mereka setuju dengan permintaan mommy dan daddy untuk menikahkan kalian berdua besok siang." Ucap daddy Thomas.


" Aurora, hari ini kamu menginap di sini ya dan tenang saja ke dua orang tuamu sebentar lagi ke sini." Sambung mommy Gloria.