Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Mantan Mafia


" Lebih baik kita pergi dari sini sebelum musuh datang lagi." Ucap Alvonso.


" Paman Alvonso, paman Leo dan paman Nathan kalian keluar dulu aku akan berjalan mundur." Ucap Katarina.


" Ok." Jawab mereka serempak.


Sebenarnya sungguh memalukan buat ke tiga pria tampan tersebut karena tubuh Katarina dijadikan tameng untuk mereka bertiga tapi mengingat Katarina bisa melihat dengan jelas walau suasana gelap sekalipun di tambah telinganya yang tajam membuat mereka termotivasi untuk belajar agar suatu kelak jika ini terjadi maka kejadian memalukan ini tidak terjadi lagi.


Merekapun akhirnya berhasil keluar dari tempat tersebut sebelum musuh datang lagi, mereka pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke mansion dengan menggunakan dua mobil hingga setengah jam mereka sudah sampai di mansion. Alvonso, Nathan, Leo dan Katarina turun dari mobil dan melihat mereka sudah berkumpul semua di mansion.


" Opa Saverio dan paman Yohanes apakah masih sakit?" Tanya Katarina.


" Masih nyeri jika tubuh opa digerakkan." Ucap tuan Saverio.


" Sama." Jawab Yohanes singkat


" Kalau begitu minumlah obat ini setelah lima menit baru kita pergi dari sini." Ucap Katarina sambil mengeluarkan botol dari dalam tasnya.


Katarina membuka tutup botol dan menuangkan tablet ke tangan tuan Saverio dan Yohanes, mereka pun langsung memasukkan ke dalam mulutnya kemudian Katarina mencuci tangan terlebih dahulu setelah selesai Katarina mengecek kondisi daddy Thomas dan mommy Gloria.


" Kondisinya mulai membaik, nanti kalau sudah sampai di negara kita, aku akan buatkan obat agar kondisinya semakin membaik dan racun di dalam tubuhnya benar - benar hilang." Ucap Katarina.


" Apa racun?" Tanya mereka serempak dengan nada terkejut kecuali Alvonso, Alvian, Aleandro dan Maximus karena mereka sudah tahu.


" Apakah racunnya belum hilang sepenuhnya?" Tanya Aleandro dan Maximus secara bersamaan.


" Belum sepenuhnya." Jawab Katarina.


" Semua sudah berkumpul dan sebentar lagi lima menit, kita berangkat sekarang." Ucap Alvonso.


" Ok." Jawab mereka serempak.


Merekapun berjalan ke arah halaman belakang yang sangat luas di mana pesawat milik daddy Alvonso berada, satu persatu mereka naik pesawat. Aleandro, Maximus dan Robert mendorong brankar di mana daddy Thomas masih terbaring sedangkan Nathan, Fico dan Aska mendorong brankar di mana mommy Gloria juga berbaring menuju ke arah pesawat. Kini mereka semua masuk ke dalam pesawat di mana pilot dan pramugari sudah menunggu mereka sejak tadi untuk menuju ke negara mereka berasal.


Di negara berbeda tepatnya di mansion milik daddy Thomas, mommy Laras dan Alviana masih menatap layar laptop cctv untuk melihat mansion daddy Thomas jika ada pergerakan musuh sedangkan Debby menatap layar laptop untuk melihat sekeliling mansion daddy Thomas jika ada pergerakan musuh yang tiba - tiba datang tanpa di duga begitu pula dengan Dennis dan Dennisa menatap layar laptop dengan dua sudut berbeda untuk melihat jalan raya yang menuju ke arah mansion.


Tidak berapa lama ponsel milik daddy Alvonso berdering membuat daddy Alvonso mengambil ponselnya di saku jasnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Kennath." Ucap daddy Alvonso dengan nada bingung.


" Angkat saja dad." Jawab mommy Laras.


Daddy Alvonso menganggukkan kepalanya kemudian menggeser tombol warna hijau kemudian menempelkan ponselnya di telinganya.


" Ada apa Kennath?" Tanya daddy Alvonso.


" Kak Alvonso aku Maria, mobil kami dan mobil kak Ronald di serang jadi kami datang agak telat." Ucap dokter Maria.


" Perlu bantuan?" Tanya daddy Alvonso.


" Tidak perlu, ada bantuan datang sahabat kak Thomas yaitu kak Hendrik dan kak Markus. Lebih baik kalian bersiap - siap siapa tahu mereka juga menyerang mansion." Ucap dokter Maria,


Kisah tentang persahabatan daddy Alvonso dengan mommy Laras dapat di baca di novel Cinta Satu Malam bersama Mafia sedangkan kisah tentang persahabatan daddy Thomas dan mommy Gloria dapat di baca di novel Cinta Pertama Mafia.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Ok." Jawab daddy Alvonso.


Tut                       Tut                 Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh daddy Alvonso sedangkan dokter Maria keluar dari mobil untuk membantu suami dan sahabatnya Clarisa serta ke dua sahabat daddy Thomas yang sedang bertarung.


" Ada apa dad?" Tanya mommy Laras.


" Kennath, Ronald, Hendrik dan Markus bersama istrinya masing - masing mobilnya di serang sekarang mereka sedang melawan para musuh. Dennis coba kamu lacak GPS milik paman Kennath." Perintah daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab Dennis sambil mengutak atik laptopnya setelah dua menit kemudian tampak di layar monitor laptop milik Dennis orang sedang bertarung membuat daddy Alvonso dan mommy Laras melihatnya.


xxxxxxx Rekaman CCTV xxxxxxxx


Ronald, istrinya Clarissa, putri bungsunya bernama Liani dan menantunya Harlan duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan yang duduk di kursi pengemudi putra pertama mereka Rocky dan istrinya Putri hingga tiba - tiba Rocky menghentikan mobilnya secara mendadak kemudian menahan tubuh istrinya agar tidak terbentur dasboard mobil.


" Rocky!!!" Teriak mereka serempak


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang keluarga Ronald dapat di baca di novel Cinta Satu Malam Bersama Mafia, Cinta Satu Malam Bersama Mafia 2 dan Tentara Dingin VS Dokter Dingin.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Maaf Ayah, bunda mobil kita di hadang dari depan juga belakang," Jawab Rocky.


Mereka serentak menatap ke arah depan dan belakang, benar saja di depan ada mobil yang menghalangi mobil mereka. Tidak berapa lama satu persatu para penjahat keluar dari mobil bersamaan kedatangan 4 mobil lainnya sambil membawa senjata tajam membuat keluarga Ronald keluar semua karena kebetulan semuanya bisa bela diri. Perkelahian yang tidak seimbang dua puluh lima orang lawan enam orang membuat mereka terdesak hingga datang mobil dokter Kennath yang memang mobilnya sengaja lewat jalanan tersebut.


" Bukankah itu mobil kak Ronald?" Tanya dokter Maria.


" Iya benar, kamu hubungi Alvonso kalau kita datang terlambat, aku akan membantu mereka." Ucap dokter Kennath.


" Ok," jawab dokter Maria.


Dokter Kennath keluar dari mobil dan membantu Ronald sekeluarga sedangkan dokter Maria menghubungi daddy Alvonso kalau mereka di serang sehingga datang terlambat.


Di saat bersamaan datang keluarga dokter Hendrik dan keluarga Markus, melihat rekan bisnisnya sedang bertarung melawan musuh membuat keluarga dokter Hendrik dan keluarga Markus menghentikan mobilnya dan turun dari mobil membantu mereka.


Setelah selesai dokter Maria keluar dari mobil dan berjalan ke arah suaminya dokter Kennath untuk membantunya. Bantuan para mantan mafia yaitu dokter Kennath, Ronald, dokter Hendrik dan Markus sangat berarti hingga hampir setengah jam kemudian mereka mulai terdesak karena bantuan musuh datang.


" Kalian menyerah lah," ucap salah satu pria.


" Pantang buat kami untuk menyerah," ucap Ronald, dokter Kennath, dokter Hendrik dan Markus bersamaan.