Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Apa yang terjadi dengan kak Quenby?


" Mungkin masih di ruang operasi." Ucap tuan Saverio.


" Quenby kenapa dad?" Tanya Fico panik sambil bangun dari ranjang.


" Tertembak." Jawab tuan Saverio singkat.


" Apa??? Siapa yang melakukannya dad?" Tanya Fico sambil turun dari ranjang dan menarik selang infusnya.


" Daddy dan daddynya Quenby." Jawab tuan Saverio yang tidak bisa membohongi putranya terlebih di tutupi bagaimanapun pasti akan ketahuan juga.


" Apa??? Ceritakan yang lebih detail dad." Pinta Fico.


" Daddy dan daddynya Quenby sebenarnya musuh lama dan masing - masing ingi menembak tapi sayang Quenby menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya, setelah itu daddynya Quenby membawanya ke ruang operasi." Ucap tuan Saverio.


" Kamu tidak jatuh cinta kan dengan Quenby? Ingat Fico semua wanita adalah pendusta mereka berpura baik - baik dengan kita tapi sebenarnya dia ingin menyakiti perasaan kita dan bisa jadi membunuh kita seperti yang dilakukan oleh wanita ular itu." Ucap tuan Saverio yang sangat membenci istrinya.


" Tapi dad, Quenby berbeda dengan wanita lain Fico melihat ketulusan di matanya terlebih keluarganya mereka baik sama Fico." Ucap Fico.


" Apakah Quenby sudah tahu masa lalu kita berdua? Apakah Quenby mau menerimamu jika seandainya Quenby tahu kalau kita berdua adalah psychophat?" Tanya tuan Savero.


" Yang aku ingat ketika aku mulai tidak sadar aku mendengar Quenby meminta tolong keluarganya dengan nada panik padahal waktu itu Quenby tahu kalau aku yang telah mencelakai adik kembarnya dan adik iparnya, aku rasa Quenby juga sudah tahu masa laluku dari daddynya." Ucap Fico sambil berjalan menuju ke arah pintu.


" Mau kemana kamu?" Tanya tuan Saverio.


" Mau menunggu Quenby di ruang operasi." Ucap Fico sambil membuka pintu kamar perawatan.


" Aish anak ini, daddy ikut." Ucap tuan Saverio yang merasa kuatir jika putranya akan disakiti oleh daddy Thomas


Mereka berdua berjalan ke ruang operasi dan bertemu dengan daddy Thomas yang sedang menatapnya dengan tajam.


" Untuk apa kalian datang ke sini?" Tanya daddy Thomas dengan nada sinis.


Ceklek


Fico baru saja membuka suara untuk menjawab pertanyaan daddy Thomas namun pintu ruang operasi di buka membuat mereka menatap ke arah pintu dan melihat dokter Kasandra sedang berjalan ke arah mereka.


" Bagaimana keadaan kakakmu?" Tanya daddy Thomas.


" Dua peluru yang bersarang di tubuh kakak sudah berhasil di ambil dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Jawab dokter Kasandra.


" Oh ya dad, kak Quenby ruang perawatan mau disatukan sama kak Maya atau di pisah?" Tanya dokter Kasandra.


" Disatukan saja." Ucap daddy Thomas.


" Baik dad." Jawab dokter Kasandra.


Tuan Saverio dan Fico hanya mendengarkan percakapan mereka tanpa bicara sedikitpun sedangkan dokter Kasandra menatap mereka berdua.


" Bagaimana keadaan kak Fico?" Tanya dokter Kasandra sambil tersenyum sedangkan daddy Thomas hanya menatap tajam ke arah dokter Kasandra.


" Baik, Quenby baik - baik saja kan?" Tanya Fico.


" Iya baik - baik saja, hanya pengaruh obat biusnya yang belum hilang." Jawab dokter Kasandra.


" Syukurlah aku ikut senang." Jawab Fico.


Tidak berapa lama pintu ruang operasi terbuka mereka langsung menepi untuk memberikan jalan untuk dua perawat yang sedang mendorong brangkar di mana Quenby masih memejamkan matanya karena masih pengaruh obat bius. Mereka mendorongnya menuju ke ruang perawatan Maya dengan diikuti oleh daddy Thomas, dokter Kasandra, tuan Saverio dan Fico.


" Ngapain kalian ikuti kami? Pergilah?" Usir daddy Thomas.


" Daddy." Panggil dokter Kasandra


" Apa?" Jawab daddy Thomas sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar karena dirinya tahu dokter Kasandra mirip dengan mommy Gloria yang tidak bisa di bantah jika di anggap benar.


" Daddy ingat pesan mommy." Ucap dokter Kasandra


" Mungkin daddy sudah lupa pesan mommy." Ucap mommy Gloria.


" Aish kalian tidak mengerti maksud daddy." Ucap daddy Thomas sambil pergi meninggalkan tempat itu.


" Baik mom." Jawab dokter Kasandra.


" Kak Fico dan tuan..." Ucap dokter Kasandra menggantungkan kalimatnya.


" Panggil saja paman Saverio, aku daddynya Fico." Ucap tuan Saverio memperkenalkan dirinya.


" Baiklah paman, jika ingin melihat kakakku silahkan masuk dan maaf aku tinggal mau ganti pakaian dulu." Ucap dokter Kasandra.


" Ok," Jawab tuan Saverio singkat


Baru saja beberapa langkah dokter Kasandra melihat ke tiga kakak kembarnya yang bernama Aleandro, Maximus dan Yohanes membuat dokter Kasandra menghentikan langkahnya sedangkan tuan Saverio dan Fico yang hendak masuk ke ruang perawatan menghentikan langkahnya.


" Kasandra, aku dengar Quenby di tembak sekarang bagaimana keadaannya?" Tanya Aleandro.


" Iya kak, operasinya berjalan lancar dan sekarang berada satu ruangan dengan kak Maya." Ucap dokter Kasandra yang mulai menguap.


" Minumlah susu coklat hangat dulu." Ucap Aska yang tiba - tiba datang dan memberikan segelas susu coklat hangat kesukaan istrinya.


" Terima kasih sayang." Jawab dokter Kasandra sambil menerima susu coklat hangat.


" Sama - sama sayang, mau tinggal di sini atau pulang?" Tanya Aska.


" Pulang saja sayang, sayangku yang nyetir ya aku ngantuk banget." Ucap dokter Kasandra kemudian meminum susu hangat.


ctak


" Aduh sakit." Ucap dokter Kasandra sambil mengusap keningnya akibat di sentil oleh suaminya.


" Aska." Panggil Aleandro, Maximus dan Yohanes serempak.


" Hehehehe.. " Aska tertawa terkekeh - kekeh.


" Sayang, aku mau ganti baju dulu ya nanti setelah itu kita langsung pulang." Ucap dokter Kasandra.


" Ok." Jawab Aska singkat


" Kak Aleandro, kak Maximus dan kak Yohanes, Kasandra langsung pamit pulang ya besok pagi ke sini lagi." Ucap dokter Kasandra sambil mengecup punggung ke tiga kakaknya secara bergantian dan diikuti oleh Aska.


" Ok hati - hati." Jawab ke tiga kakaknya serempak.


" Oh ya ke tiga kakakku yang tampan jangan buat keributan di sini rumah sakit." Ucap dokter Kasandra


" Iya bawel." Jawab ke tiganya serempak.


" Satu lagi jangan ribut dengan paman Saverio dan kak Fico nanti aku adukan sama mommy." Ancam dokter Kasandra.


Serentak mereka baru sadar kalau ada tuan Saverio dan Fico, mereka serempak menatap tajam ke arah mereka berdua membuat keduanya hanya diam membuat dokter Kasandra ber dehem.


" Ingat jika kalian ribut aku akan adukan samma mommy." Ucap dokter Kasandra mengulangi perkataannya.


" Aska." Panggil ke tiga kakak iparnya.


" Iya kak." Jawab Aska.


" Bawa pulang istrimu." Perintah ke tiga kakak kembarnya serempak.


" Ke tiga kakakku memang nyebelin awas saja nanti aku suntik." Ancam dokter Kasandra.


Ke tiga kakaknya menatap tajam ke dokter Kasandra membuat dokter Kasandra menarik tangan suaminya sambil menjulurkan lidahnya menggoda ke tiga kakak kembarnya membuat ke tiga kakak kembarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum nyaris tidak terlihat tapi tuan Saverio dan Fico melihatnya.


Sepeninggal mereka Aleandro, Maximus dan Yohanes berjalan ke ruang perawatan VVIP dan diikuti oleh tuan Saverio bersama putranya yang bernama Fico.


ceklek


Yohanes membuka pintu dengan lebar kemudian Aleandro, tuan Saverio dan Fico masuk ke dalam di susul oleh Yohanes, mereka melihat Nathan sedang duduk di kursi dekat ranjang kakak kembarnya.


" Apa yang terjadi dengan kak Quenby?" Tanya Nathan