
Nathan menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku kemejanya.
" Aku akan melindungi istriku dari orang - orang yang ingin menyakiti istriku karena itu aku akan membunuh mereka sebelum kalian mendekati istriku." Ucap Nathan dengan aura membunuh.
Setelah berkata seperti itu Nathan membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamarnya.
ceklek
Nathan membuka pintu kamar dan melihat istrinya masih tertidur dengan pulas nya. Nathan kembali berbaring di ranjang bersamaan Maya memeluk suaminya dan menjadikan dadanya sebagai bantalan kepalanya sambil memeluk suaminya sedangkan Nathan hanya tersenyum dan membalas pelukan istrinya. Tidak berapa lama Nathan tertidur dengan pulas nya.
xxxxxxxxxxxx
Di Tempat Yang Berbeda
" Kalian mandilah nanti gantian dengan kakak." Perintah Kevin.
" Baik kak." Jawab Rena dan Rina serempak.
Ke dua kakak beradik tersebut berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Kevin membuka pakaian dan celana panjangnya hanya menyisakan celana boxernya karena bau amis pada pakaiannya membuatnya tak betah.
" Lebih baik aku bakar pakaian ini begitu juga pakaian ke dua adikku." Ucap Kevin.
Lima belas menit kemudian ke dua adiknya sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai sedangkan Kevin berjalan ke arah kamar mandi.
" Kalian bakar pakaian kalian dan juga pakaian kakak." Perintah Kevin sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
" Baik kak." Jawab Rena dan Rina serempak.
Tanpa banyak bertanya Rena dan Rina membawa pakaian yang sangat amis bekas darah ke lima pemuda yang mereka bunuh barusan.
" Kita masukkan ke dalam tong sampah itu kak." Ucap Rina
" Ok." Jawab Rena singkat.
Rena dan Rina memasukkan pakaian mereka dan juga pakaian Kevin kemudian mulai membakarnya. Setelah selesai membakar Rena dan Rina kembali ke dalam rumah mereka dan melihat Kevin sedang duduk di ruang keluarga.
" Rencana selanjutnya apa kak?" Tanya Rena
" Besok tugasmu temui temanmu kalau ingin menyewa pria itu untuk membunuh Maya dan suaminya." Perintah Kevin
" Baik kak, besok aku akan temui temanku, apa ada yang lainnya kak?" Tanya Rina
" Hanya itu saja, jika sudah ada jawabannya kakak baru menemui Bela dan mengatakan dua temanku pria kaya membutuhkan pendamping dan kakak rasa pasti Bela membawa temannya untuk datang menemuinya." Ucap Kevin.
" Sekarang kalian istirahat kakak ingin pergi dulu." Sambung Kevin
" Kakak mau kemana?" Tanya Rena
" Ada sesuatu yang ingin kakak kerjakan, kalian istirahatlah." Ucap Kevin.
" Baiklah kak." Jawab Rena dan Rina serempak tanpa banyak bicara.
Kevin keluar dari rumah mungil tersebut dan berjalan dengan santai hingga dirinya bertemu dengan seorang wanita yang lebih tua darinya yang sedang berdiri di depan pintu .
" Sayang, aku sudah lama menunggumu." Ucap wanita itu dengan manja.
" Maaf sayang aku sedang sibuk." Ucap Kevin.
" Baiklah, masuk ke dalam mobil kita bermain di hotel saja karena aku sudah tidak bisa menahan hasratku dan ini kuncinya." Ucap wanita itu sambil menyerahkan kunci mobilnya kemudian masuk ke dalam mobil.
" Asal sesuai bayarannya." Ucap Kevin sambil menerima kunci mobil dan ikut masuk ke dalam mobil.
" Tenang saja asal kamu bisa memuaskan aku." Ucap wanita itu.
" Jangan kuatir." Jawab Kevin dengan nada santai sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Merekapun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke sebuah hotel untuk melakukan hubungan suami istri. Keluar dari perusahaan Kevin setiap hari melamar kerja tapi selalu di tolak hingga Kevin berkerja sebagai tukang parkir dan pelayan restoran untuk membiayai hidupnya dan ke dua adiknya hingga suatu ketika...
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
" Akhhhhh si*l aku sangat lelah kerja jadi tukang parkir dan pelayan restoran tapi gajinya habis tanpa sisa malah yang ada banyak hutang." Ucap Kevin dengan nada kesal.
" Ada cara instan mau tidak?" Tanya salah satu temannya yang berkerja sebagai pelayan restoran.
" Apa itu?" Tanya Kevin antusias.
" Menjadi gigolo." Bisik temannya.
" Apa?? Tidak aku tidak mau." Tolak Kevin
" Terserah padamu aku hanya memberikan usulan." Ucap temannya sambil mengeluarkan ponselnya keluaran terbaru.
" Ponselmu bukannya kemarin masih baru kenapa sekarang ganti baru?" Tanya Kevin
" Kemarin malam bisa memuaskan Tante dan sebagai ungkapan terima kasih dia memberikan tambahan berupa ponsel baru." Ucap temannya.
" Kamu serius terus ponsel lamamu?" Tanya Kevin mulai tertarik.
" Serius, ponsel lamaku aku kasihkan ke adikku." Ucap temannya dengan nada santai.
" Baiklah aku setuju, kamu boleh memperkenalkan aku ke tante - tante." Ucap Kevin penuh semangat.
" Boleh... Boleh." Jawab Kevin dengan semangat.
" Tapi ganti pakaianmu dan ubah penampilanmu." Ucap temannya.
" Ok." Jawab Kevin singkat.
" Kita bertemu di mana?" Tanya temannya.
" Kita ketemu di gang yang sepi." Ucap Kevin
" Ok." Jawab temannya singkat.
Malam harinya Kevin merubah penampilannya membuat ke dua adiknya terkejut.
" Kakakku sangat tampan mau kemana?" Tanya Rena
" Kakak mau pergi kemana? Tumben potong rambut dan cukur kumis dan jenggot." Ucap Rina.
" Kakak melamar kerja di bar." Ucap Kevin berbohong.
" Maaf ya kak gara-gara kami kakak jadi kerja keras membanting tulang." Ucap Rena tidak enak hati.
" Maafkan kami ya kak." Ucap Rina yang ikut merasa bersalah karena telah menyusahkan kakaknya.
" Ssttt sudah jangan merasa tidak enak, kakak hanya minta kalian sekolah yang benar dan tidak melakukan kesalahan yang sama." Ucap Kevin
" Baik kak." Jawab Rena dan Rina serempak.
" Bagus sekarang kakak mau berangkat dulu." Ucap Kevin
" Baik kak, hati-hati." Jawab Rena dan Rina serempak lagi.
Kevin meninggalkan mereka berdua dengan berjalan kaki menuju ke sebuah gang yang sepi sesuai permintaan Kevin dan tidak berapa lama temannya datang sambil membawa mobil.
" Ayo naik." Ucap temannya.
Tanpa banyak bicara Kevin masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi.
" Mobilmu bagus, jangan bilang ini dapat dari salah satu wanita yang sudah kamu puaskan." Ucap Kevin
" Betul sekali hadiah mobil ini diberikan oleh wanita paruh baya yang sebulan lalu kehilangan suaminya dan aku bisa memuaskan hasratnya." Ucap temannya.
Kevin semakin tertarik untuk berkerja sebagai gigolo dan tidak sabar mendapatkan uang sebanyak-banyaknya tanpa perlu berkerja keras.
" Sudah sampai, puaskan wanita paruh baya itu dia uangnya sangat banyak jika dia puas kamu bisa mendapatkan uang yang sangat banyak." Ucap temannya.
" Ok." Jawab Kevin turun dari mobil.
" Bilang aku teman bisnisnya, dua jam lagi aku jemput." Ucap temannya.
Kevin hanya mengangguk kepalanya dan berjalan ke arah mansion. Kevin berbicara dengan salah satu bodyguard kemudian masuk ke dalam mansion tersebut dan melihat seorang wanita paruh baya dengan pakaian yang sangat seksi.
" Kita langsung ke kamar." Ucap wanita tanpa basa-basi berjalan ke kamar tamu.
Kevin hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara hatinya berdebar kencang bukan karena jatuh cinta tapi ini pertama kalinya dirinya menjadi gigolo. Wanita itu membuka pintu kemudian berjalan ke arah ranjang dan langsung berbaring.
" Puaskan aku dan aku akan membayarmu empat kali lipat." Ucap wanita itu.
Kevin pun dengan semangat melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian dilanjutkan melepaskan pakaian wanita itu.
( " Ya ampun sudah banyak yang keriput, sudahlah aku bayangkan Maya saja." Ucap Kevin dalam hati ).
Merekapun melakukan kegiatan suami istri hingga satu jam lebih lamanya dengan segala posisi membuat wanita itu berulang kali orgas*e. Hingga berapa saat kemudian Kevin mengeluarkan laharnya di luar agar wanita paruh baya itu tidak hamil.
" Aku sangat puas ini dua puluh lima juta buatmu." Ucap wanita itu sambil memberikan cek.
" Terima kasih." Jawab Kevin tersenyum bahagia sambil menerima cek tersebut.
Kevin memakai kembali pakaiannya dan membalikkan badannya namun baru saja menyentuh gagang pintu Kevin di panggil oleh wanita itu.
" Jika aku butuh lagi aku akan menghubungi dirimu." Ucap wanita paruh baya itu.
" Ok." Jawab Kevin singkat.
Kevin meninggalkan tempat tersebut bertepatan dengan kedatangan temannya.
" Nanti kalau cek nya aku cair aku akan memberimu tip." Ucap Kevin
" Tidak usah, uangku sudah banyak." Jawab temannya.
" Apa yang aku lakukan sebagai ucapan terima kasih?" Tanya Kevin
" Saat ini belum, nanti kalau aku butuh akan aku kasih tahu." Jawab temannya.
Sejak saat itu Kevin menjadi seorang gigolo dan kehidupan Kevin mulai membaik dan bisa membeli rumah minimalis dirinya tidak berani membeli rumah yang besar karena takut ke dua adiknya curiga.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx