Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Siapa yang menculik daddy dan mommy?


" Paman tenang saja, keluarga kami semua adalah mafia." bisik Alvonso yang percaya dengan Markus


" Kamu serius? kok paman tidak tahu?" bisik Markus


" Aku serius paman, ini rahasia antar laki - laki," bisik Alvonso


" Percayalah pada paman," bisik Markus.


" Kenapa paman dan Alvonso berbisik?" tanya Maximus


" Kepo," jawab Markus dan Alvonso serempak.


" Aish, nyebelin," Gerutu Maximus


Markus dan Alvonso hanya tersenyum kemudian Alvonso kembali ke mode serius untuk meretas kejadian dua puluh empat tahun yang lalu sedangkan Max masih sibuk mengutak atik laptopnya. Dokter Hendrik, Markus dan Maximus hanya menunggu dengan setia sambil memainkan ponselnya untuk menghilangkan kejenuhan.


Setengah Jam Kemudian


" Aku sudah berhasil meretas cctv tentang kejadian dua puluh empat tahun yang lalu," ucap Alvonso kemudian memperlihatkan ke mereka semua.


Merekapun menonton dari awal di mana ke dua orang tuanya daddy Thomas yang di ikat oleh anak buah Alex Maximus dan kedatangan mommy Gloria. Tidak berapa lama muncul mobil milik daddy Thomas dan 8 mobil milik anak buahnya.


Mobil mereka berhenti tidak jauh dari Gedung Tua dan mereka semua turun dari mobil sambil membawa pistol dan berjalan perlahan ke arah Gedung Tua tersebut.


xxxx Flash Back On  xxxx


" Tembak semua musuh tanpa sisa," perintah daddy Thomas dengan nada dingin dan aura membunuh..


" Baik tuan," Jawab mereka serempak.


Mereka berjalan dengan perlahan hingga bertemu dengan 4 orang yang berjaga di Gedung Tua tersebut, 4 anak buah daddy Thomas langsung menembak mereka tepat di keningnya dan merekapun langsung mati seketika.


Mereka pun melanjutkan kembali langkahnya dan masuk ke dalam Gedung Tua tersebut. Daddy Thomas yang melihat Alex Maximus ingin menembak istrinya langsung menembaknya hingga mati seketika karena tepat di keningnya bersamaan istrinya tidak sadarkan diri.


Daddy Thomas yang sedih langsung memeluk istrinya dan tidak menyadari bahaya yang mengintai dirinya, ayahnya Alex Maximus yang melihat putra kesayangannya mati ingin menembak daddy Thomas dan untunglah Markus yang melihat kalau daddy Thomas dalam bahaya langsung mengarahkan pistolnya ke arah jantung ayahnya Alex Maximus. Markus menembaknya dan tepat mengenai dada ayahnya Alex Maximus dan tembus ke arah jantung dan langsung meninggal di tempat.


Daddy Thomas menggendong mommy Gloria menuju ke rumah sakit bersama Markus karena mommy Gloria terkena luka tembak sedangkan anak buah daddy Thomas menembak semua musuh - musuhnya tanpa ampun hingga mereka semuanya mati tanpa sisa kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.


xxxx Flash Back Off  xxxx


Selesai menonton rekaman cctv Maximus sebagai putra ke dua menggenggam erat ke dua tangannya sambil menahan amarahnya sedangkan yang lainnya hanya menahan amarahnya terhadap Alex Maximus.


" Semuanya mati tanpa sisa sedikitpun tapi kenapa anak buahnya menyebut Alex Maximus seperti yang dikatakan oleh Dennis?" tanya Alvonso sambil berfikir begitu pula dengan yang lainnya ikut berfikir.


" Eh tunggu, siapa pria itu?" tanya Maximus tiba - tiba.


Serentak mereka menatap laptop dan melihat seorang pria berdiri menatap dari sebrang bangunan gedung tua dan di belakangnya pria itu ada dua belas pria  berpakaian serba hitam.


Alvonso langsung mengutak atik kembali laptopnya untuk memperjelas wajah pria itu dan matanya langsung membulat sempurna membuat mereka penasaran.


" Lihatlah," Jawab Alvonso sambil memperlihatkan layar laptopnya ke mereka.


Mereka serempak menatap layar laptop tersebut dan matanya langsung membulat sempurna, seakan mereka tidak percaya apa yang di lihat oleh mereka.


" Bagaimana mungkin? Bukankah pria itu sudah di tembak mati oleh daddy," Ucap Maximus.


" Iya benar, paman juga melihat sendiri kalau pria itu mati ditembak oleh daddy," ucap Markus.


" Apa jangan - jangan mereka kembar seperti kami?" tanya Alvonso sambil mengutak atik kembali laptopnya.


" Tapi kalau mereka kembar tapi kenapa namanya sama?" tanya Maximus.


" Eh tunggu, paman baru ingat waktu itu Alex pernah cerita kalau dirinya mempunyai saudara kembar yang sangat mirip dengannya tapi di urus oleh paman dan bibinya dari pihak ayahnya karena paman dan bibinya tidak mempunyai keturunan." ucap dokter Hendrik tiba - tiba teringat akan sesuatu.


" Kok aku tidak tahu ya?" tanya Markus


" Aku saja baru tahu karena tidak sengaja bertemu dengan Alex bersama kembarannya ketika bertemu di luar kota ketika menghadiri seminar yang diadakan oleh rumah sakit," ucap dokter Hendrik.


" Lalu apa yang kamu katakan?" tanya Markus.


" Dia memintaku untuk tidak mengatakan ke siapapun cukup aku saja dan dia juga mengatakan kalau selama ini melarang kita untuk bermain ke rumahnya karena ke dua orang tuanya melarang dirinya mengajak temannya ke mansion." ucap dokter Hendrik.


" Pantas saja kita tidak boleh bermain ke mansionnya ternyata karena itu," ucap Markus.


" Betul sekali," Jawab dokter Hendrik.


" Aku sudah menemukan lokasinya," ucap Max tiba - tiba.


" Di mana?" tanya mereka serempak


" Di jalan xxxxx No 5," Jawab Max.


" Max , aku meretas data Alex Maximus susah sekali sepertinya mereka memberikan pengamanan yang sulit di tembus." ucap Alvonso sambil menyerahkan laptopnya ke arah Maximus.


" Sebentar." ucap Max sambil mengutak atik laptopnya kembali.


Setelah selesai mengutak atik Max menerima pemberian laptop Alvonso kemudian mengutak atik laptop tersebut hingga setengah jam lamanya akhirnya Max berhasil meretas data Alex Maximus kemudian memperlihatkan ke mereka dan mereka pun membacanya data pribadi Alex Maximus.


" Berarti yang meninggal itu bukan Alex Maximus tapi Alexis Maximus, " ucap Maximus.


" Ya benar, waktu itu Alexis Maximus lagi ada masalah dan meminta pertolongan saudara kembarnya dan saudara kembarnya yang bernama Alex Maximus membantunya dan mereka pun bertukar identitas. Alexis sebenarnya juga menyukai Gloria tapi karena menikah dengan saudara kembarnya akhirnya dia mengalah. Alexis sangat kecewa ketika mengetahui ternyata tante Gloria menikah dengan paman Thomas dan melahirkan ke tujuh bayi kembar karena itulah Alexis menculik ke dua orang tuanya paman Thomas," ucap Max


" Apa??" jawab mereka serempak


Max memberikan laptopnya ke mereka dan mereka melihat dan mendengarkan rekaman cctv di markas milik Alexis Maximus berikut percakapannya dengan anak buahnya.


" Lalu siapa yang menculik daddy dan mommy? apakah Alex Maximus?" tanya Maximus penasaran