
" Kita pakai dua mobil, aku yang mengendarai mobil bareng Quenby, Maya dan Kasandra," usul Cantika istri Aleandro
" Kalau gitu aku yang mengendarai mobil bareng Aurora dan Cantika," ucap Claudia.
" Ok," jawab mereka serempak.
" Kasandra, kamu bawa tas dokter siapa tahu Aurora mual - mual dan pingsan," goda Claudia.
" Aish, kakak ipar nyebelin banget doain kalau aku pingsan," ucap Aurora dengan bibir dimajukan.
" Pffftttt.... Hahahaha..." Tawa mereka serempak.
" Sepertinya seru nih, mommy boleh ikutan?" tanya mommy Gloria sambil memeluk pinggang suaminya.
" Boleh mom," jawab mereka serempak.
Merekapun mengobrol bersama hingga setengah jam kemudian mereka baru tersadar kalau sebentar lagi waktunya menjemput anak - anak Aleandro, anak - anak Maximus, anak angkat Nathan, anak - anak Aska dan anak - anak Robert.
Mereka pun berangkat menuju ke sekolah yang kebetulan satu sekolah hanya beda kelas dan benar saja mereka terlambat menjemput anak - anak mereka.
Setelah semua masuk ke dalam mobil mereka melanjutkan perjalanan menuju ke perusahaan milik Fico karena suami mereka berkumpul di perusahaan milik Fico hingga di pertengahan jalan Quenby melihat ada tukang penjual rujak.
" Kak Cantika, ada tukang rujak aku ingin beli rujak," ucap Quenby sambil menunjuk ke arah sebrang.
" Muter nya terlalu jauh Quenby," ucap Cantika istri Aleandro.
'' Tapi aku pengen makan rujak,'' ucap Quenby dengan mata berkaca-kaca.
" Mommy, di sana ada gulali Dita pengen," ucap Dita sambil menunjuk ke arah sebrang.
" Ok. Kak Cantika biar aku dan Quenby yang menyebrang jalan tolong mobilnya menepi," pinta Maya.
" Ok," jawab Cantika singkat.
Quenby dan Maya menengok ke arah samping kiri setelah di rasa sepi mereka berjalan hingga sampai di ujung jalan, Quenby membeli empat bungkus rujak sedangkan Maya membeli gulali untuk Dita.
Setelah selesai membayar mereka kembali menyebrang jalan raya namun ketika mereka berada di tengah jalan dan baru dua langkah berjalan ada dua truk dari arah berlawanan mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi. Quenby yang melihat mereka berdua dalam bahaya membuat Quenby mendorong Maya agar selamat terlebih Maya sedang hamil.
" Akhhhhhhhhhhh....." teriak Maya ketika dirinya tiba - tiba di dorong oleh Quenby
Brak
Brak
" Akhhhh....." teriak seorang pria dan Maya serempak.
Bruk
Bruk
Seorang pria yang entah datang dari mana menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya hingga pria itu dan Maya jatuh bersimbah darah karena kencangnya laju truk tersebut.
Brak
" Akhhhhhhhhhhh....." teriak Quenby ketika mobil satunya menabrak tubuhnya hingga dirinya langsung ambruk dan menatap Maya
Bruk
" Maya!!!!!" Teriak mereka serempak sambil keluar dari mobil
" Quenby !!!!" Teriak mereka serempak kembali sambil berjalan ke arah mereka
Maya hanya memandang Quenby dengan tatapan sendu tanpa bisa melakukan apapun begitu pula dengan Quenby dirinya tidak bisa membantu Maya karena tubuhnya sangat lemah hingga ke duanya mengeluarkan darah segar yang keluar dari hidung, mulut dan dari sela - sela pahanya dan semakin lama pandangan mereka menggelap hanya terdengar suara teriakan panik ari saudara - saudaranya hingga semakin lama suara - suara itu semakin menghilang.