Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tiga Pelayan


" Coba kamu retas cctv mansion ini mulai lima hari yang lalu, cek di lantai satu dulu kalau tidak ada yang mencurigakan cek ke lantai dua sampai ke lantai empat nanti laporkan ke kami." Pinta daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab Alvonso patuh sambil jari jemari tangannya dengan lincah mengutak atik laptopnya.


" Alvian." Panggil daddy Alvonso.


" Iya dad." Jawab Alvian


" Coba kamu retas cctv mansion ini mulai empat hari yang lalu, cek di lantai satu dulu kalau tidak ada yang mencurigakan cek ke lantai dua sampai ke lantai empat nanti laporkan ke kami." Pinta daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab Alvian patuh sambil jari jemari tangannya dengan lincah mengutak atik laptopnya.


" Alviana, Debby dan Dennis." Panggil daddy Alvonso.


" Iya dad." Jawab Alviana, Debby dan Dennis serempak


" Sama seperti kakak kalian hanya saja untuk Alviana tiga hari yang lalu sedangkan Debby dua hari yang lalu dan Dennis satu hari yang lalu." Perintah daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab Alviana, Debby dan Dennis serempak sambil jari jemari tangannya dengan lincah mengutak atik laptopnya.


" Aleandro, kejadian kecelakaannya di mana dan jam berapa kejadiannya?" Tanya mommy Laras setelah daddy Alvonso setelah selesai memberikan perintah.


" Kejadiannya di jalan xxxx dan kejadian kira - kira sekitar 3 jam yang lalu." Jawab Aleandro.


" Ok, Dennisa  retas cctv di lokasi kejadian sekitar 6 jam yang lalu." Perintah mommy Laras.


" Baik mom." Jawab Dennisa patuh sambil jari jemari tangannya dengan lincah mengutak atik laptopnya.


" Leo kemana?" Tanya mommy Laras melihat menantunya tidak ada.


" Sebentar lagi datang mom." Jawab Debby istrinya Leo.


Tok                    Tok                  Tok


Tiba - tiba pintu ruang kerja milik daddy Thomas di ketuk seseorang membuat Yohanes berdiri dan berjalan ke arah pintu kemudian membukanya. Tampak Leo sedang berdiri di depan pintu dan Yohanes mempersilahkan untuk masuk ke dalam, Leo berjalan ke arah istrinya dan duduk di samping istrinya.


" Karena Leo sudah datang jadi mommy minta kalian berdua Leo dan Max pergi ke lantai paling atas sambil membawa dua drone. Kirim drone yang pertama ke tempat kejadian di mana mobil itu sebelum masuk ke jurang dan cari apa kalian menemukan sesuatu yang mencurigakan dan drone ke dua kirim ke tempat mobil itu terjatuh ke jurang dan cari apakah ada sesuatu yang mencurigakan." Perintah mommy Laras.


" Baik mom." Jawab Leo dan Max patuh.


" Yohanes bisa mengantar Leo dan Max?" Tanya daddy Alvonso.


" Bisa paman." Jawab Yohanes.


Mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut namun baru beberapa langkah daddy Alvonso memanggil Leo membuat Leo membalikkan badannya dan menatap wajah daddy Alvonso.


" Ada apa dad?" Tanya Leo.


" Leo tolong perintahkan Arlan bersama anak buah kita untuk melarang penghuni mansion untuk keluar apapun alasannya dan Fico, Robert dan Aska kalian bantu Arlan untuk mengumpulkan semua penghuni mansion." Ucap daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab mereka dengan patuh kecuali Leo hanya diam saja.


" Daddy merasa salah satu penghuni mansion ada mata - mata jadi kumpulkan mereka di ruang keluarga dan jika mereka sudah berkumpul minta semua ponsel milik mereka agar diletakkan di meja agar mereka tidak bisa mengirim pesan." Ucap daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab Leo yang mengerti ucapan daddy Alvonso.


" Fico tolong ajak tuan Saverio untuk melihat dan memperhatikan wajah satu persatu para penghuni mansion karena tuan Saverio bisa tahu mana pengkhianat dan mana yang bukan." Ucap daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab Fico.


Merekapun pergi hanya menyisakan daddy Alvonso, mommy Gloria, Alvonso, Alvian, Alviana, Debby, Dennis, Dennisa, Aleandro, Maximus dan Nathan. Setelah kepergian Leo, Max, Yohanes, Fico, Robert dan Aska semuanya langsung terdiam hanya terdengar suara ketikan laptop hingga setengah jam kemudian Alvonso, Alvian, Alviana, Debby dan Dennis mulai berbicara secara bersamaan.


" Mommy dan daddy." Panggil Alvonso, Alvian, Alviana, Debby dan Dennis serempak.


" Ceritakan." Ucap daddy Alvonso dan mommy Laras serempak.


" Kak Alvonso dulu." Ucap ke empat adiknya serempak.


" Aku melihat ada tiga pelayan yang mencurigakan memandangi keluarga paman Thomas dengan tatapan kebencian." Ucap Alvonso sambil memperlihatkan laptopnya ke daddy Alvonso dan mommy Laras.


Semuanya serempak langsung berdiri dan berjalan mendekati mommy Laras dan daddy Alvonso kemudian melihat dari layar laptop tiga orang pelayan menatap keluarga daddy Thomas dengan tatapan kebencian dari arah yang berbeda.


" Orangnya sama." Ucap Alvian, Alviana, Debby dan Dennis serempak sambil memperlihatkan ke mereka semua.


" Aleandro, Maximus, Alvonso dan Alvian kalian tangkap ke tiga orang ini dan bawa mereka ke gudang untuk di interogasi." Ucap daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab mereka serempak.


Mommy Laras tahu kemungkinan besar ke tiga pelayan itu untuk hidup sangat kecil karena dirinya tahu keluarga besarnya dan keluarga sahabatnya mommy Gloria adalah ketua mafia. Mommy Laras tidak bisa membantu ke tiga pelayan tersebut agar di beri ampunan dikarenakan mereka telah berani menghilangkan nyawa orang tua daddy Thomas, daddy Thomas dan mommy Gloria. Aleandro, Maximus, Alvonso dan Alvian keluar dari ruang kerja milik daddy Thomas.


" Debby dan Dennis kalian retas ponsel milik mereka bertiga, mereka mengirim pesan atau telepon dengan siapa saja." Perintah mommy Laras.


" Baik dad." Jawab Debby dan Dennis serempak sambil mengutak atik kembali laptopnya.


" Mommy dan daddy aku berhasil meretas kejadian kecelakaan." Ucap Dennisa sambil memperlihatkan laptopnya yang berisi kejadian kecelakaan.


Mommy Gloria, daddy Thomas dan Nathan menatap ke layar monitor untuk mengetahui apa yang terjadi sebelum kejadian naas tersebut.


Sebuah mobil putih yang dipastikan milik daddy Thomas mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah mansion hingga sebuah truk yang berlawanan arah dengan kecepatan tinggi sengaja melewati pagar pembatas kemudian melaju ke arah berlawanan di mana mobil daddy Thomas berada.


" Dennisa coba di perjelas mobilnya dan berikan suara karena daddy merasa pasti Leo dan Max sudah mengirimkan drone tempat kejadian tersebut." Ucap daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab Dennisa.


Dennisa mengambil laptopnya dan mengutak atik laptopnya kembali setelah sepuluh menit Dennisa sudah selesai dan meletakkan laptopnya ke daddy Alvonso membuat mommy Laras dan Nathan menonton rekaman cctv tersebut.


" Sepertinya mobilnya mau di rem tapi remnya blong." Ucap daddy Alvonso yang melihat sopir tersebut menekan klakson dan menginjak rem mobil.


" Kalau begitu mommy akan meretas cctv di garasi mobil untuk mengetahui benar atau tidaknya kalau mobilnya di sabotase." Ucap mommy Laras sambil mengambil laptop yang tadi digunakan oleh putranya yang bernama Alvonso.


Mommy Laras mulai mengutak atik laptopnya sedangkan daddy Alvonso, Dennisa dan Nathan masih setia menatap monitor dengan perasaan yang tidak menentu.