Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Empat Pria


Mila menepuk tangannya dan tidak berapa lama empat orang pria berwajah seram datang sambil menatap Maya dengan tatapan lapar membuat Maya menelan salivanya dengan kasar.


" Kakak tahu, siapa ke empat pria ini? mereka adalah orang yang aku bayar untuk melakukan hubungan suami istri dan dupa yang kamu cium adalah dupa yang bisa membuat orang te ran sang atau ber gairah," ucap Mila sambil tersenyum devil.


" Aku akan menuruti semua permintaanmu tapi tolong jangan lakukan ini padaku," mohon Maya sambil menggelengkan kepalanya.


" Justru aku melakukan ini agar suami kakak cemburu dan menceraikan kakak setelah itu suami kakak pasti akan menikah denganku," jawab Mila dengan penuh percaya diri.


" Dan satu lagi ke empat pria yang aku sewa masing - masing terkena penyakit yaitu chlamydia, gonore, Sifilis, herpes, HPV dan HIV itu semua adalah penyakit yang bisa mematikan," sambung Mila


" Selamat menikmati," ucap Mila sambil keluar dari ruangan tersebut.


" Mila, kakak mohon jangan lakukan ini padaku," mohon Maya sambil berjalan mundur dengan air mata tidak berhenti keluar.


" Jangan berteriak sayang, mari kita bersenang - senang," ucap salah satu pria tersebut.


" Stop!!! jangan mendekat!!! aku akan membayar kalian empat kali lipat," ucap Maya berusaha bernegosiasi.


" Sebentar lagi kami akan ma ti jadi kami tidak membutuhkan uang," jawab salah satu pria tersebut.


Srettttttttt             


                                       


Srettttttttt


" Tidakkkkkkkkkkkkkkk!!!" teriak Maya ketika pakaiannya di tarik paksa oleh pria pertama dan pria ke dua


Srettttttttt    


 


Srettttttttt


" Kak Nathan!!!! Tolong aku!!!" teriak Maya


Brak


Di saat genting pintu yang tertutup rapat di tendang oleh dua orang siapa lagi kalau bukan Nathan dan Yohanes, Mata Nathan dan Yohanes membulat sempurna melihat keadaan Maya membuat Yohanes refleks menatap ke empat pria dengan tatapan membunuh sedangkan Nathan membuka kemejanya sambil berjalan ke arah Maya kemudian melepaskan ikatan ke dua tangan dan ke dua kaki Maya kemudian memakaikan kemejanya ke tubuh Maya lalu memakaikan kancingnya satu persatu. Yohanes yang melihat kakak iparnya dilecehkan membuat Yohanes gelap mata.


Bugh                      Bugh


Duag                      Duag


Setelah selesai memakai pakaian Maya, Nathan berdiri dan berjalan ke arah ke empat pria tersebut dengan tatapan tajam kemudian membantu Yohanes memukul ke empat pria tersebut hingga beberapa saat kemudian Maya berusaha bangun dan berjalan ke arah suaminya.


Grep


" Sayang, tolong aku," mohon Maya sambil menyentuh tombak sakti milik suaminya.


" Sayang, kamu kenapa?" tanya Maya sambil menendang salah satu pria tersebut.


" Panas, aku tidak tahan, dupa itu yang bisa membuat orang te ran sang atau ber gairah dan ke empat pria itu semuanya terkena penyakit menular hlamydia, gonore, Sifilis, herpes, HPV dan HIV," ucap Maya menjelaskan sambil menunjuk ke arah dupa yang sudah mulai habis.


" Apa??" pekik Nathan dan Yohanes dengan nada terkejut sekaligus marah dalam waktu bersamaan.


" Pelakunya Mila, sayang tolong aku sudah tidak tahan lagi," mohon Maya


" Wanita ular ini mau kabur, kita apakan dia?" tanya Aleandro yang tiba - tiba datang sambil menarik tangan Mila.


" Kebetulan sekali, lakukan apa yang direncanakan Mila terhadap istriku," ucap Nathan.


Nathan tiba - tiba mempunyai ide  untuk membalaskan dendam sambil menggendong istrinya sedangkan Maximus yang melihat Yohanes sedang memukul para penjahat membuat Maximus membantu adik kembarnya.


" Apa maksudmu?" tanya Aleandro dengan nada bingung.