Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Aku Kangen


Maya membalikkan badannya kemudian membuka pintu kamarnya dan melihat di ranjang mereka tidak ada Nathan membuat Maya menutupi pintu kamarnya. Maya berjalan ke arah ranjang hingga dirinya melihat pintu balkon kamarnya terbuka membuat Maya berjalan ke arah balkon kamarnya dan melihat suaminya sedang menatap ke arah langit.


Grep


" Sayang, aku kangen." ucap Maya sambil memeluk Nathan dari arah belakang.


Sepeninggal Maya, Nathan tidak bisa tidur membuat Nathan berdiri di balkon sambil menatap bintang - bintang di langit hingga akhirnya Maya datang dan memeluknya membuat Nathan melepaskan pelukan Maya kemudian membalikkan badannya sambil tersenyum menatap ke arah istrinya.


Cup


" Aku juga kangen," jawab Nathan kemudian mengecup bibir istrinya.


" Kenapa belum tidur?" tanya Maya.


" Perasaanku tidak enak seperti terjadi sesuatu tapi tidak tahu itu apa, karena itulah aku tidak bisa tidur dan menatap ke arah langit," ucap Nathan.


" Mungkin itu hanya perasaanmu, sudah malam kita tidur udara dingin tidak bagus untuk kesehatan," ucap Maya.


" Baik sayang," jawab Nathan patuh.


Mereka pun berjalan ke arah kamar mereka tapi sebelumnya Nathan menutup pintu balkon terlebih dahulu agar udara dingin dari luar tidak masuk ke dalam kamarnya. Nathan dan Maya berbaring di ranjang sambil berpelukan. Maya menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya sedangkan tangannya memeluk pinggang suaminya.


" Sayangku katanya mau menemani kak Quenby tidur? Nanti kak Quenby nyariin ke kamar kita kalau sayangku tidak datang," tanya Nathan.


" Tadi pas keluar ketemu Kasandra katanya kak Quenby pergi ke kamarnya makanya aku balik lagi ke sini," jawab Maya.


" Benarkah?" tanya Nathan tidak percaya sekaligus bahagia karena dirinya tidak lagi tidur sendiri.


" Benar sayang," jawab Maya sambil membuat pola abstrak di dada bidang suaminya.


" Syukurlah aku sangat senang karena aku tidur tidak sendiri lagi," jawab Nathan


" Belum ada sehari kita tidak tidur bersama, bagaimana kalau sampai berbulan - bulan?" tanya Maya.


" Belum sehari saja aku sangat tersiksa, apa lagi kalau sampai berbulan - bulan," ucap Nathan.


" Benarkah?" tanya Maya sambil masih membuat pola abstrak.


" Aku ingin di makan sama suamiku," jawab Maya sambil kepalanya mendongak ke atas menatap wajah tampan suaminya.


" Istriku semakin lama semakin bertambah mesum," ucap Nathan.


" Tapi suka kan?" goda Maya sambil menaikan alisnya ke atas dan ke bawah.


Cup


" Suka banget," jawab Nathan kemudian mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi candunya.


Nathan turun dari ranjang kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya dan membuangnya secara asal hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun kemudian dilanjutkan membuka pakaian istrinya hingga polos tanpa sehelai benangpun.


Nathan menaiki tubuh polos istrinya kemudian memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah dirasa cukup Nathan memasukkan tombak saktinya ke dalam goa yang paling terdalam hingga ke duanya mengeluarkan suara merdu.


Hingga setengah jam kemudian tombak sakti milik Nathan mengeluarkan cairan kental. Setelah berdiam agak lama di dalam goa milik Maya, Nathan mencabut tombak saktinya kemudian berguling di samping istrinya.


cup


" Terima kasih sayang," ucap Nathan kemudian mengecup kening istrinya kemudian memeluknya.


" Sama - sama sayang," jawab Maya sambil membalas pelukan suaminya.


Maya memejamkan matanya dengan kepala bersandar di dada bidang suaminya dan tidak membutuhkan waktu lama Maya tertidur dengan pulas sedangkan Nathan menatap langit - langit kamarnya dirinya tidak bisa tidur pikirannya menerawang jauh.


" Kenapa perasaanku tidak enak? Kenapa aku merasa istriku akan pergi jauh meninggalkan aku? dan kenapa waktu Maya mengatakan jika seandainya ada dua pilihan aku harus berjanji untuk memilih anak - anak kami?" tanya Nathan pada dirinya sendiri.


" Tidak sayang, aku tidak bisa memilih kalian karena kalian sangat berharga untukku," ucap Nathan


Nathan turun dari ranjang kemudian memakai celana boxer nya setelah selesai memakainya Nathan mengambil ponselnya kemudian berjalan ke arah balkon untuk menghubungi seseorang.


Di tempat yang sama namun berbeda ruangan Fico dan Quenby tertidur dengan pulas sambil berpelukan namun Fico mengalami mimpi di mana dirinya bertemu dengan sepasang anak kecil yang sedang tersenyum menatap dirinya.


" Daddy," panggil ke dua anak kecil tersebut.