Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Bagaimana denganmu Nathan?


" Benar kata daddy, kamu jangan bersedih dulu aku juga sama sepertimu dan aku tahu bagaimana rasanya jadi jangan pernah merasa bersalah atau tidak enak hati dengan kami." Sambung Cantika istri Aleandro.


" Kita satu keluarga harus saling membantu jadi kamu jangan merasa tidak enak hati dengan keluargaku." Sambung Quenby.


Yang lainnya hanya menganggukkan kepalanya membuat Maya sangat beruntung menjadi bagian dari keluarga suaminya yang sangat tulus padanya dan dirinya sangat bersyukur mereka tidak seperti keluarga mantan suaminya yang hanya memikirkan diri mereka sendiri tanpa memperdulikan perasaan Maya sedikitpun. Setelah beberapa saat Aurora berpamitan dengan keluarga besar suaminya karena dirinya belum menikah dan seperti biasa Yohanes mengantar Aurora pulang ke mansion.


" Sudah malam, kita istirahat dulu." Ucap daddy Thomas sambil berdiri dan diikuti oleh istrinya mommy Gloria.


" Baik dad, sebentar lagi pergi ke kamar." Jawab Aleandro


" Iya dad." Jawab mereka serempak kecuali Quenby.


'' Aku mau tidur saja." Jawab Quenby sambil berdiri meninggalkan saudara-saudara kembarnya menuju ke arah anak tangga.


Mommy Gloria dan daddy Thomas berjalan menaiki anak tangga di susul oleh Quenby sedangkan para pria Aleandro, Maximus, Nathan, Aska dan Robert berjalan ke ruang kerja milik daddy Thomas sedangkan para wanita Cantika istri Aleandro, Claudia istri Maximus, Maya istri Nathan, dokter Kasandra istri Aska dan Cantika istri Robert berjalan ke taman belakang. Para istri mengobrol tentang sifat suaminya masing-masing dan terkadang mengobrol tentang yang tadi mereka lakukan bersama sedangkan para suaminya mengobrol berapa kali mereka melakukan hubungan suami istri dan juga berbincang mengenai perusahaan.


" Nathan, menurutku lebih baik tembak ke tiga orang yang tidak punya malu itu." Usul Aleandro.


" Kata kak Aleandro benar lebih baik kita tembak saja daripada mereka selalu bikin masalah terus." Sambung Maximus.


" Apalagi Kevin, kak Nathan lebih berhati-hati karena aku mendapatkan info dari anak buahku kalau Kevin pergi ke mansion bersama dua orang wanita dan kembali sendiri." Ucap Robert.


" Pria itu pergi ke mansion untuk apa?" Tanya Nathan sambil menatap adik iparnya.


" Kata anak buahku Kevin bertemu dengan seorang pria pemilik mansion, pria itu seorang psychophat yang suka menyiksa dan membunuh seseorang." Ucap Robert.


" Aku kurang mengerti coba jelaskan." Pinta Nathan


" Kevin menyewa untuk menculik dan membunuh kak Nathan dan kak Maya lewat pria psychophat itu dan membayarnya dengan memberikan dua wanita itu." Jawab Robert.


" Apa??" Teriak mereka serempak.


" Karena itulah aku bilang kak Nathan dan kak Maya lebih berhati-hati terlebih dengan kak Maya mengingat kak Maya sedang hamil." Ucap Robert dengan nada serius.


" Bagaimana anak buahmu bisa tahu rencana pria brengs*k itu?" Tanya Nathan yang enggan menyebut nama Kevin.


" Salah satu anak buahku menyamar menjadi pelayan." Jawab Robert


Merekapun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, mereka berpikir untuk menjalankan rencana agar rencana jahat Kevin tidak bisa berjalan. Nathan menahan amarahnya dan ingin secepatnya untuk membun*h Kevin karena dirinya tidak sanggup jika mesti kehilangan istri yang sangat dicintainya.


" Bagaimana kalau kita membuat jebakan?" Usul Aleandro tiba-tiba.


" Maksud kakak?" Tanya mereka serempak sambil menatap kakak sulungnya.


' Bukankah besok ada jadwal cek kandungan Maya?" Tanya Aleandro pada adiknya Nathan.


" Iya kak besok ada jawal cek kandungan dan besok aku juga sudah ijin pada Yohanes untuk berangkat ke perusahaan menggantikanku untuk memimpin meating para pemegang saham." Jawab Nathan


" Jadi rencana kakak seperti ini." Ucap Alendro.


Aleandro berbicara dengan serius ke saudara-saudara kembarnya dan juga ke dua adik iparnya yang bernama Aska dan Robert untuk menjalankan rencana, mereka dengan serius mendengarkan rencana Aleandro yang terbilang sangat bagus dan mereka pun setuju dengan rencana Aleandro.


" Rencana bagus, sekarang kita istirahat agar tubuh kita fit dan menjalankan rencana." Ucap Aleandro


" Tunggu dulu, aku masih penasaran dengan Nathan." Ucap Maximus kepo.


" Penasaran kenapa kak?" Tanya Nathan dengan tatapan bingung.


" Oh iya kakak juga penasaran apa yang kalian lakukan? Kenapa sampai lama?Bukankah tidak boleh melakukan itu mengingat istrimu lagi hamil." Ucap Aleandro sambil menatap adik kembarnya.


Nathan melihat Aleandro, Maximus, Aska dan Robert menatap dirinya seakan menunggu jawaban Nathan membuat Nathan tersenyum geli melihat saudara-saudaranya penasaran apa yang dilakukam oleh Nathan bersama istrinya.


'' Kalian tahu apa ini?" Tanya Nathan sambil menunjuk ibu jarinya membentuk angka satu.


'' Satu.' Jawab mereka serempak.


'' Salah.' Jawab Nathan singkat


'' Jari telunjuk.' Jawab mereka serempak lagi.


'' Memang jari telunjuk tapi bisa tebak tidak kira-kira membayangkan ini sebagai apa?" Tanya Nathan


'' Sudahlah Nathan jangan main teka teki, tinggal jawab saja." Ucap kakaknya dengan nada kesal karena dirinya sangat penasaran.


" Tahu nih kak Nathan bikin aku penasaran." Ucap Aska


'' Ayolah kak langsung intinya." Pinta Robert


Nathan lagi-lagi tersenyum melihat saudara-saudaranya penasaran dan Nathan pun memasukkan jarinya ke mulutnya kemudian sekali-kali menjilat seperti menjilat es cream sedangkan saudara-saudaranya menatap dengan serius kecuali Aska karena dia pernah melakukannya.


" Aku tahu sudah cukup." Ucap Aska sambil senyam senyum sendiri.


" Apa sih aku tidak mengerti." Ucap Aleandro


" Iya aku juga tidak mengerti." Ucap Maximus dan Robert serempak.


'' Kakak-kakak tahu torpedo?" Tanya Nathan


" Torpedo itu angin topan? Apa hubungan torpedo dengan apa yang kamu lakukan?" Tanya Alendro


" Kalau peluru rudal?" Tanya Nathan yang tidak menjawab ucapan Aleandro sambil menepuk keningnya begitu pula dengan Aska.


" Peluru rudal? Nathan bicara yang jelas." Ucap Aleandro dengan nada kesal kembali.


" Aska ceritakan apa maksudku!!" Perintah Nathan


'' Kak Aleandro dan kak Maximus tahu alat kelam*n pria?" Tanya Aska


" Ya tahulah, memang apa hubungan dengan jari telunjuk, torpedo dan peluru rudal?' Tanya Aleandro sambil berfikir.


" Betul apa hubungan.... Ahhh... Aku tahu maksudnya itunya dimasukkan ke mulut kemudian dijilat seperti menjilat es cream.' Ucap Maximus yang mengerti ucapan Maximus.


" Ya betul." Jawab Nathan sambil senyum pepsodent.


" Istriku pernah melakukannya tapi sudah lama tidak mau melakukannya alasannya kata bau padahal kan enak." Ucap Aleandro dengan wajah di tekuk.


" Aku juga sama kak." Jawab Maximus


" Kalau istriku baru masuk punyaku tiba-tiba istriku merasa mual dan tidak mau melakukannya jadi aku hanya sekali merasakan itupun hanya sebentar." Ucap Robert.


" Kalau istriku pernah melakukannya tapi ketika mau keluar istriku batuk-batuk dan sejak itu tidak mau lagi padahal kan enak." Ucap Aska


'' Bagaimana denganmu Nathan?" Tanya Aleandro penasaran.