
" Sayang pakai handuk dulu nanti masuk angin," ucap Quenby
" Tapi aku takut istriku berubah pikiran jadi biarkan saja tubuhku masih basah," jawab Fico.
" Sayang, aku mohon," Mohon Quenby yang tidak ingin suaminya sakit.
Fico menghembuskan nafasnya dengan berat karena dirinya sangat takut jika tiba-tiba Quenby berubah pikiran. Fico kemudian menurunkan tubuh Quenby dengan perlahan agar tidak terjatuh lalu Fico mengambil handuk ukuran besar untuk mengeringkan sisa air di tubuh Quenby dan dirinya kemudian membuangnya secara asal.
Fico menggendong Quenby kembali dan berjalan ke arah ranjang sedangkan Quenby mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya sambil menatap wajah tampan suaminya.
Fico dengan perlahan menurunkan tubuh Quenby ke ranjang kemudian menaiki tubuh Quenby. Fico mencium kening, sepasang mata Quenby, hidung kemudian bibir. Fico me lu mat bibir ranum Quenby yang sudah menjadi candunya setelah puas berlanjut ke leher Quenby dan memberikan tanda kemerahan sedangkan salah satu tangannya memainkan salah satu gunung himalaya milik Quenby.
" Sayang, makin bertambah besar saja," ucap Fico yang masih memainkan salah satu gunung himalaya.
" Suka?" tanya Quenby sambil membelai wajah suaminya.
" Sangat suka," jawab Fico.
Fico memasukkan mulutnya ke pucuk gunung himalaya membuat Quenby me re mas rambut Fico sambil mengeluarkan suara merdu membuat Fico tersenyum bahagia hingga jari telunjuk milik Fico dimasukkan ke dalam goa milik Quenby yang sudah mulai basah.
Perbuatan Fico membuat Quenby merasakan nikmat luar biasa hingga Fico memasukkan jari manis dan tidak berapa lama Quenby berteriak tanda dirinya mendapatkan or gas me untuk pertama kalinya.
Fico tersenyum bahagia karena Quenby sudah mendapatkan or gas me pertamanya. Fico melepaskan ke dua ibu jarinya yaitu jari telunjuk dan jari manis yang berada di dalam goa milik Quenby kemudian Fico mulai memasukkan tombak saktinya ke dalam goa yang paling dalam yang di sekelilingnya dipenuhi rumput berwarna hitam.
******* demi ******* keluar dari mulut mereka berdua hingga setengah jam kemudian Fico dan Quenby sama - sama mendapatkan pelepasan bersamaan tombak sakti milik Fico mengeluarkan laharnya.
Fico mendiamkan tombak sakti miliknya dan tidak berapa lama Fico menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping istrinya dan memeluknya.
Cup
" Terima kasih sayang, aku sangat puas," ucap Fico kemudian mengecup pucuk kepala Quenby.
" Malam ini tidur bersamaku ya?" pinta Fico
Quenby hanya menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya karena tubuhnya sangat lelah dan tidak berapa lama terdengar suara dengkuran halus Quenby membuat Fico tersenyum bahagia.
" Terima kasih sudah hadir dalam kehidupanku, aku selalu mencintaimu dan akan selalu menjagamu karena kamu adalah nafas hidupku," ucap Fico pelan.
Fico memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama Fico tertidur dengan pulas, mereka tidur sambil berpelukan dan memberikan masing - masing kehangatan.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Maya keluar dari kamarnya menuju ke arah kamar sebelah kanan bertepatan kedatangan dokter Kasandra yang juga keluar dari kamar sebelah kiri karena posisi kamar Maya berada di tengah - tengah.
" Mau kemana kak?" tanya dokter Kasandra.
" Mau ke kamar sebelah kanan mau menemani kak Quenby tidur," jawab Maya.
" Kakak tidur saja di kamar karena dari tadi aku melihat kak Quenby keluar dari kamar itu, sepertinya pergi ke kamarnya," ucap dokter Kasandra.
" Baiklah kalau begitu aku kembali lagi ke kamar, terima kasih," jawab Maya.
" Sama - sama," jawab dokter Kasandra.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :