
" Kata mommy, kita tidak boleh berbohong dan selama ini Cintya selalu berbohong sama Ms. Seli dengan mengaku paman sebagai daddy padahal kan paman bukan daddynya Cintya," ucap Cintya dengan wajah merasa bersalah.
Seli yang mendengar suara Cintya yang terlihat sedih membuat Seli berdiri dan melangkahkan kaki ke dua kakinya ke arah Presdir Albert kemudian mengambil ponsel yang di pegang oleh Presdir Albert dan mengarahkan ponselnya ke wajahnya.
"Cintya," panggil Seli sambil tersenyum
"Ms. Seli."panggil Cintya sambil membalas senyuman Seli.
" Ms. Seli bersama oma dan paman Albert?"tanya Cintya.
"Benar sayang, kapan kembali ke sekolah? Ms. Seli dan teman - teman pada kangen," ucap Seli.
"Daddy, kapan Cintya bisa sekolah lagi?"tanya Cintya
"Minggu depan" jawab daddynya Cintya
" Ms. Seli kata daddy minggu depan," jawab Cintya
"Oke, kami semua menunggumu," ucap Seli.
"Cintya, waktunya tidur," ucap mommynya Cintya.
"Baik mom, maaf ms besok lanjut lagi ya," ucap Cintya
"Oke, dadaaaa... cantik," ucap Seli.
"Daaa.. Ms. Seli yang paling cantik seperti Cintya," ucap Cintya narcis.
"Pffftttt,"
"Ms. Seli cantik kalau senyum dan tertawa," puji Cintya.
Seli hanya tersenyum sambil menahan tawa dan tidak berapa lama layar ponselnya berwarna hitam tanda sambungan komunikasi terputus. Apa yang dilakukan oleh Seli tidak lepas pandangan dari mami Kelly, papi Alvonso terlebih Presdir Albert. Seli berjalan ke arah mami Kelly kemudian mengembalikan ponselnya.
"Maaf tante, ponselnya."ucap Seli sambil duduk di sebelahnya.
"Sekarang sudah jelas ya kalau putra kami masih jomblo," ucap papi Alvonso sambil mengungkapkan putra sulungnya dengan tajam.
" Jelas paman," jawab Seli
" Karena sudah jelas jadi kalian setuju kan untuk dijodohkan?" tanya mami Kelly.
" Setuju," jawab Presdir Albert singkat dengan semangat empat puluh lima.
Serempak semua menatap ke arah Presdir Albert sedangkan Presdir Albert hanya tersenyum sambil menatap ke arah Seli wanita yang sudah mencuri hatinya pada pertemuan pertama mereka.
" Bagaimana denganmu Seli?" tanya mami Kelly
Seli ingin berbicara sambil menatap wajah ke dua orang tuanya dan wajah orang tua Presdir Albert secara bergantian dan dari wajah mereka seperti mengatakan setuju dengan wajah penuh harap membuat Seli menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
Hingga dirinya menyadari dengan kata - kata saudara kembarnya yaitu menjalani terlebih dahulu untuk mengenal sifat masing-masing jika tidak cocok maka bisa memutuskan hubungan perjodohannya.
"Setuju tante," jawab Seli pasrah yang tidak tega menatap wajah ke dua orang tuanya dan ke dua orang tua Presdir Albert.
Karena ke duanya sudah setuju bagaimana jika sekarang bertunangan terlebih dahulu dan kebetulan kami sudah memiliki cincin dan satu set perhiasan milik orang tuaku, ucap mami Kelly sambil membuka tasnya kemudian mengambil dua kotak berwarna merah.
"Secepat itukah?"tanya Seli.
"Lebih cepat lebih baik dan mengenai pernikahan kalian bagaimana kalau bulan depan?"tanya mama Kelly.
"Kalau kami setuju saja dan seperti yang kamu katakan lebih cepat lebih baik," ucap mama Maya.
Seli ingin mengatakan sesuatu tapi wajah yang tersirat memohon di wajah mommy Maya membuat Seli menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil berusaha tersenyum.
( ' Aduh kenapa jadi begini? Masa aku harus menikah dengan Presdir Albert sih," gerutu Seli dalam hati ).
( ' Akhirnya orang yang selama ini aku rindukan lagi menjadi milikku,' ucap Presdir Albert dalam hati ).
"Kak Sela kok belum datang ya?"tanya Seli mengalihkan pembicaraan agar tidak bertunangan terlebih dahulu karena dirinya belum siap.
" Iya benar kenapa lama ya?"tanya mama Maya
"Perasaan mommy juga tidak enak," sambung mommy Maya.
"Coba dihubungi," ucap mami Kelly.
Mommy Maya membuka tasnya untuk mengambil ponselnya kemudian mencari nama Sela di kontak ponselnya setelah ketemu mommy Maya menghubungi Sela tapi ponselnya tidak aktif hingga 3 kali dirinya menghubungi tapi tetap tidak aktif.
Hal ini membuat mommy Maya mengusap wajahnya dengan frustrasi sedangkan daddy Nathan menghubungi anak buahnya untuk pergi ke tempat pesta di mana Sela dan presdir Axel datang ke pesta tersebut.
"Maaf mommy dan daddy, biar kami yang mencari adik kembar kami," ucap Lemos sambil berdiri.
"Iya dad, mom biar kami yang pergi," sambung Delon dan Jimmy.
"Pergilah dan hati - hati di jalan," ucap daddy Nathan.
"Baik dad, mom kami berangkat," pamit ke tiga anak kembarnya serempak.
Delon, Jimmy dan Lemos mengecup punggung tangan mommy Maya dan daddy Nathan setelah selesai terus berlanjut ke mami Kelly dan papi Alvonso secara bergantian kemudian pergi meninggalkan Restoran Seafood Alta.
"Aku akan coba telepon mommy dulu karena aku tidak bawa laptop," ucap papi Alvonso sambil mengambil ponselnya di saku jasnya.
"Iya pi, telepon saja," ucap mami Kelly.
Papi Alvonso menghubungi mommy Maya dan sambungan pertama langsung di angkat oleh daddy Alvonso.
( "Bagaimana acara pertemuannya Al? apakah berjalan dengan lancar?" tanya papa Alvonso.
( "Berjalan lancar dad tapi Alvonso minta bantuan mommy," pinta papi Alvonso )
( "Bantuan apa?" tanya daddy Alvonso dengan nada bingung )
( " Untuk meretas cctv di pesta ulang tahun pernikahan tuan Alberto, anaknya calon besanku ponselnya tidak aktif," ucap papi Alvonso ).
( " Mommy mu lagi di kamar mandi nanti daddy kasih tahu ke mommy," jawab daddy Alvonso )
( " Baik dad," jawab papi Alvonso ).
( " Oh ya kirimin fotonya biar kami mudah menemukannya," ucap daddy Alvonso ).
( " Baik dad," jawab papi Alvonso lagi).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian papi Alvonso menyimpan kembali ponselnya ke saku jasnya.
" Mommy, daddy, tante dan paman," panggil Seli.
" Ada apa Seli?" tanya mereka serempak
" Aku akan susul kak Delon, kak Jimmy dan kak Lemos sebelum pergi jauh," ucap Seli sambil berdiri.
" Biar kamu pergi sama Albert, Albert kamu mau kan pergi bersama Seli?" tanya mami Kelly.
" Mau mam," jawab Presdir Albert sambil tersenyum bahagia karena bisa berduaan dengan Seli.
" Hati - hati di jalan," ucap mommy Maya yang percaya dengan Presdir Albert begitu pula dengan daddy Nathan.
" Iya mom," jawab Seli.
Seli dan presdir Albert mengecup punggung tangan mommy Maya dan daddy Nathan setelah selesai berlanjut ke mami Kelly dan papi Alvonso secara bergantian kemudian pergi meninggalkan Restoran Seafood Alta.
" Oh ya kirimkan fotonya Sela," pinta papi Alvonso.
" Sebentar," ucap mommy Maya sambil membuka ponselnya kemudian mencari foto Sela di galeri ponselnya setelah ketemu lalu mengirimkan foto tersebut ke mami Kelly.
Mami Kelly mengambil ponselnya dan melihat foto tersebut kemudian memberikan ke arah mommy Maya dengan bingung.
"ini Seli? kenapa foto Seli yang di kirim?"tanya mami Kelly dengan bingung.
"Bukan itu Sela, wajahnya memang mirip tapi sebenarnya ada 2 hal yang memudahkan kami untuk mengetahui mana Sela dan mana Seli," ucap mommy Maya.
"Bedanya apa?"tanya mami Kelly penasaran.
Mommy Maya membisikkan sesuatu agar para pembaca penasaran setelah membisikkan mami Kelly menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian mami Kelly mengirimkan pesan ke mertuanya yang bernama mommy Laras untuk mencari Sela dengan cara meretas cctv di pesta ulang tahun pernikahan tuan Alberto,
"Lebih baik kita pulang dan mengenai acara pertunangan kita akan berjalan nanti jika semua sudah beres," ucap mami Kelly