
Jessica yang mendengarnya sangat terharu dan sangat bersyukur mempunya calon mertuanya yang sangat sayang pada dirinya.
" Sebentar lagi makan siang, Sela dan Seli bantu mommy masak," ajak mommy Maya
" Baik mom," jawab Sela dan Seli serempak.
" Jessica ikut bantu mom," jawab Jessica
" Baiklah, ayo ikut," ajak mommy Maya
" Ayo mom," jawab Jessica.
Mommy Maya, Jessica, Sela dan Seli berjalan ke arah dapur meninggalkan para pria yang masih duduk di ruang keluarga.
" Delon, Jimmy, Lemos, Axel dan Albert," panggil daddy Nathan dengan nada serius.
" Iya dad," jawab mereka serempak
" Jika nanti pergi ke acara reuni, daddy minta tolong jaga Jessica, Sela dan Seli," pinta daddy Nathan
" Tanpa daddy minta pasti kami akan melakukan dad," jawab Delon
" Tentu saja dad," jawab Jimmy, Lemos, Axel dan Albert serempak.
" Bagus, walau mereka bertiga pergi ke toilet sekalipun salah satu dari kalian harus ikuti dan kalian semua harus memakai head seat," ucap daddy Nathan.
" Memang kenapa dad?" tanya mereka serempak
" Jika seandainya salah satu musuh ingin menyerang Jessica atau Sela ataupun Seli bisa melapor untuk meminta bantuan, apakah kalian mengerti maksud daddy?" tanya daddy Nathan
" Mengerti dad," jawab mereka serempak lagi.
" Bagus, daddy percayakan ke tiga putri daddy," ucap daddy Nathan
" Kok tiga dad?" tanya Jimmy dengan wajah bingung.
" Iya dad, kok tiga?" tanya Delon danĀ Lemos serempak
" Jessica sebentar lagi akan menikah dengan Jimmy jadi putri daddy dan mommy ada tiga begitu pula dengan putra daddy dan mommy yang awalnya tiga putra sekarang 4 putra dan sebentar lagi Albert akan menjadi putra daddy dan mommy jadi daddy dan mommy punya lima putra Delon, Jimmy, Lemos, Axel dan Albert," jawab daddy Nathan menjelaskan.
" Oh ya Albert sampai lupa," ucap Albert sambil mengambil paper bag yang diletakkan di bawah kakinya.
" Apa itu Albert?" tanya daddy Nathan.
" Sepasang jam tangan untuk anak - anak daddy," jawab Presdir Albert.
Presdir Albert mengambil satu kotak yang berisi sepasang jam tangan untuk diberikan ke Delon kemudian mengambil lagi untuk Jimmy, Lemos dan terakhir Presdir Axel.
" Satu kotak itu sepasang jam tangan," ucap Presdir Albert
" Bedanya apa sama jam yang kakak pakai?" tanya Delon.
" Jika salah satu dari kalian ada bahaya tinggal tekan tombol maka keluarga besar daddy, dan keluarga besar Albert akan tahu," jawab daddy Nathan sambil memperlihatkan jam tangannya yang selalu dipakai.
" Daddy kok punya?" tanya Delon, Jimmy dan Lemos serempak
Daddy Nathan menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan yang lainnya mendengarnya dengan serius kecuali Presdir Albert karena dirinya pernah diceritakan oleh orang tuanya.
" Itulah yang terjadi," ucap daddy mengakhiri ceritanya.
" Jadi untuk Jimmy pakailah jamnya dan satunya lagi berikan ke Jessica begitu pula dengan Axel dan Albert," ucap daddy Nathan.
" Baik dad," jawab Jimmy, Presdir Albert dan Presdir Axel serempak.
" Untuk Delon dan Lemos jangan berikan jamnya ke gadis lain walau kalian menyukainya sebelum daddy dan mommy setuju dengan hubungan kalian," ucap daddy Nathan dengan tegas.
" Baik dad," jawab Delon dan Lemos serempak.
" Daddy, boleh Jimmy bertanya?" tanya Jimmy penasaran
" Kenapa daddy dan mommy setuju kalau Jimmy menikah dengan Jessica?" tanya Jimmy
" Aku juga penasaran," ucap Delon
" Sama aku juga penasaran kan daddy dan mommy belum mengenal Jessica," sambung Lemos
" Jessica mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Sela, sama orang tua sopan, murah senyum, sabar selain itu daddy dan mommy bisa melihat wajah Jessica bukan seperti gadis di luaran sana," ucap daddy Nathan
" Maksud daddy?" tanya mereka serempak
" Daddy dan mommy tahu mana gadis yang tulus dan yang tidak selain itu daddy dan mommy bisa tahu mana gadis yang matre dan yang tidak matre," jawab daddy Nathan.
" Jadi daddy tahu kalau misalnya ada gadis pura - pura baik tapi sebenarnya tidak?" tanya Lemos
" Tentu saja," jawab daddy Nathan.
" Karena itu sebelum memberikan jam ke gadis yang kalian sukai bawa ke sini dan perkenalkan pada kami," sambung daddy Nathan.
" Delon mengerti dad," jawab Delon
" Lemos juga dad," jawab Lemos
" Bagus," jawab daddy Nathan
Mereka pun kembali mengobrol dan tidak berapa lama Jessica datang menemui mereka dan mengajaknya untuk makan bersama. Singkat cerita kini mereka berada di ruang makan seperti biasa mommy Maya mengambil makanan untuk suaminya barulah untuk dirinya berlanjut ke Delon mengambil sendiri dan ketika Jimmy ingin mengambil makanan Jessica mengambil piring Jimmy.
" Kak Jimmy, biar Jessica yang ambilkan," ucap Jessica
Jimmy menganggukkan kepalanya dalam hatinya sangat bahagia karena baru kali ini dirinya diperhatikan setelah selesai barulah Jessica mengambil untuk dirinya sendiri dan berlanjut ke Lemos begitu pula dengan Sela mengambil makanan untuk suaminya sedangkan Seli mengambil makanan untuk calon suaminya barulah dirinya.
Setelah masing - masing piringnya sudah di isi barulah salah satunya memimpin doa selesai berdoa mereka makan hingga lima belas menit mereka sudah selesai makan dan minum.
Para wanita sebagian membersihkan meja makan dan sebagian lagi mencuci piring sedangkan para pria kembali ke ruang keluarga melanjutkan untuk mengobrol.
xxxxxxxxxxx
Tidak terasa hari berlalu dengan cepatnya dan sekarang keluarga daddy Nathan sudah berada di rumah milik Jessica di mana ke dua orang tuanya dan adik tirinya numpang di rumahnya namun Jessica belum cerita ke keluarga calon suaminya karena merasa tidak perlu untuk diceritakan.
" Permisi," ucap mommy Maya
Ceklek
Jessica yang sejak tadi menunggu di ruang tamu dengan langkah cepat membuka pintu utama dan melihat calon mertuanya bersama keluarganya datang sambil membawa barang - barang serah - serah han.
" Mommy," panggil Jessica sambil tersenyum bahagia dan langsung mengecup punggung tangan mommy Maya
" Kok sepi, pada kemana?' tanya mommy Maya.
" Maaf, ayah dan ibu pergi sebentar lagi datang dan Jenita berada di kamarnya," jawab Jessica
" Silahkan duduk mommy, daddy, kak Delon, kak Jimmy, Lemos, Sela, Axel, Seli dan Albert," ucap Jessica
" Terima kasih," jawab mereka serempak
" Jessica!!!" teriak Jenita dari dalam kamarnya
" Maaf, sebentar ya," ucap Jessica sambil tersenyum walau dalam hatinya ingin menjerit kemudian berjalan ke arah kamar adik tirinya.
" Di balik senyuman Jessica menyimpan luka," bisik mommy Maya.
" Mommy tahu darimana?" bisik daddy Nathan
" Dari matanya, matanya membuat mommy teringat dengan masa lalu mommy di mana adik ipar mommy...." ucapan mommy Maya terpotong oleh daddy Nathan
" Jangan diteruskan daddy tahu," ucap daddy Nathan
" Kalian siapa?" tanya seorang wanita dan pria paruh baya dengan wajah judes.