Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Jimmy dan Jessica


" Apakah kamu sangat suka melihatku hanya memakai handuk?" tanya Jimmy dengan nada menggoda.


" Astoge aku baru sadar kalau kak Jimmy hanya menggunakan handuk," jawab Jessica tanpa menjawab pertanyaan Jimmy sambil berjalan ke arah lemari pakaian miliknya.


" Dari tadi kita mengobrol kamu sama sekali tidak memperhatikan kalau aku menggunakan handuk?" tanya Jimmy tidak percaya.


" Perhatikan tapi ..." ucap Jessica menggantungkan kalimatnya sambil mengambil paper bag yang tersimpan di bawah lemari


( " Gara - gara kak Jimmy marah karena aku menolak melakukan hubungan suami istri aku tidak terlalu fokus melihat tubuh kak Jimmy," sambung Jessica dalam hati ).


" Tapi apa?" tanya Jimmy mengulangi perkataan Jessica.


" Lupakan apa yang aku katakan, ini pakaiannya masih baru dan aku harap kak Jimmy suka," ucap Jessica berusaha mengalihkan pembicaraan sambil memberikan paper bag tersebut.


Jimmy menerima paper tersebut kemudian membukanya dan melihat satu kotak warna hitam ukuran besar kemudian mengambil kotak tersebut dan membukanya ternyata isinya satu stell pakaian kerja dan kebetulan kemejanya warna biru laut adalah warna favorit Jimmy hingga Jimmy melihat satu kartu ukuran kecil membuat Jimmy penasaran kemudian membacanya.


" Untuk orang yang aku cintai, sepertinya kotak ini akan diberikan untuk kekasihmu?" tanya Jimmy dengan nada cemburu sambil meletakkan kotak berukuran besar ke ranjang milik Jessica.


" Memang benar," jawab Jessica dengan wajah memerah.


Duar


Duar


Bagai petir di siang bolong itu yang dirasakan Jimmy membuat Jimmy berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil pakaiannya setelah itu pulang ke mansion milik daddy Nathan.


" Kak Jimmy tidak suka pemberianku?" tanya Jessica dengan wajah kecewa.


" Bukankah kotak itu akan diberikan kekasihmu?" tanya Jimmy dengan nada dingin dan datar.


" Memang benar," jawab Jessica


" Lalu kenapa kamu memberikannya untukku?" tanya Jimmy sambil menahan amarahnya.


Deg


Deg


Jantung Jimmy berdetak kencang ketika mendengar ucapan Jessica ternyata dirinya salah menduga membuat Jimmy merasa sangat bersalah. Jimmy membalikkan badannya dan berjalan ke arah Jessica kemudian memeluknya.


" Maaf, kakak pikir pakaian itu untuk kekasihmu yang lain tapi ternyata untuk kakak" ucap Jimmy.


" Apakah di mata kakak aku wanita seperti itu? Mempunyai banyak kekasih?" tanya Jessica dengan nada kecewa tanpa membalas pelukan Jimmy.


" Maaf, jujur kakak sangat terkejut ketika membaca kartu kecil tersebut dan kakak mengira kamu mempunyai kekasih lain," jawab Jimmy dengan jujur.


" Aku maafkan tapi aku minta kak Jimmy percaya padaku kalau aku sangat mencintaimu dan tidak ada laki - laki lain yang aku cintai," ucap Jessica sambil membalas pelukan Jimmy.


" Aku percaya," jawab Jimmy sambil melepaskan pelukannya karena adik kecilnya sudah mulai terbangun.


" Terima kasih kalau kak JImmy percaya padaku," jawab Jessica yang juga melepaskan pelukannya.


" Pakaian ini kamu yang desain dan kamu jahit?" tanya Jimmy tidak percaya.


" Benar, apakah kak Jimmy suka?" tanya Jessica.


" Sangat suka," jawab Jimmy sambil mengambil kemejanya kemudian memakainya di depan Jessica.


" Kak Jimmy," panggil Jessica sambil memalingkan wajahnya.


" Kenapa memanggilku wajahmu menatap ke arah lain?" tanya Jimmy penasaran tanpa menjawab panggilan Jessica.


" Karena kak Jimmy memakai pakaian di depanku, kenapa tidak memakainya di kamar mandi?" tanya Jessica dengan nada kesal.