
" Ngapain kamu datang ke sini?' Tanya daddy Thomas dengan wajah sinis.
" Rumah sakit ini milik umum jadi tuan Thomas tidak boleh melarangku untuk datang ke rumah sakit ini." Ucap pria itu dengan sinis.
" Oh aku tahu, pasti tuan Saverio ingin menemui putramu yang bernama Romero Fico Saverio." Ucap daddy Thomas.
" Betul sekali dan kebetulan sekali ruang perawatan putraku bersebelahan dengan putramu." Ucap tuan Saverio
Ceklek
Quenby membuka pintu ruang perawatan Fico dan melihat daddy Thomas sedang menatapnya dengan tajam.
" Ada apa dad?" Tanya Quenby.
" Masuk ke dalam." Perintah daddy Thomas sambil matanya tetap menatap tajam ke arah Quenby.
" Oh ini calon menantuku, kamu cantik sekali." Ucap tuan Saverio sambil tersenyum menatap Quenby berbeda dengan menatap daddy Thomas.
" Cih.... Aku tidak akan setuju jika putriku menikah dengan putranu? Quenby masuk!!!" Bentak daddy Thomas untuk pertama kalinya walau dalam hatinya sangat sakit karena selama ini dirinya tidak pernah membentak ke tujuh anak kembarnya.
" Baik dad." Jawab Quenby patuh walau hatinya terasa sangat sakit karena seumur hidupnya daddy Thomas tidak pernah membentaknya.
" Mari paman." Ucap Quenby sambil tersenyum dan masuk ke dalam ruang perawatan Nathan dan Maya.
" Sampai kapanpun aku tidak akan pernah setuju putriku menikah dengan putramu." Ucap daddy Thomas sambil menatap tajam ke arah tuan Saverio.
" Memangnya kenapa dengan putraku?" Tanya tuan Saverio sambil tersenyum devil.
" Tuan Saverio dan putramu adalah seorang psychophat dan aku sebagai orang tuanya tidak akan pernah setuju jika nanti putri di siksa oleh kalian berdua seperti yang kalian lakukan pada istri dan keluarga pamanmu." Ucap daddy Thomas.
" Aku dan putraku menyiksa dan membunuh istriku karena berani selingkuh dengan pria lain sedangkan keluarga pamanku kami melakukannya karena mereka mengincar harta kami. Jadi apakah kami bersalah jika kami menyiksa mereka semua hingga mereka mati?" Tanya tuan Saverio dengan nada santai.
" Oh ya, bagaimana dengan bermain wanita kalian berdua sama bukan? menyiksanya kemudian melakukan hubungan suami istri dan setelah itu membunuhnya, dasar kalian turunan binatang." Maki daddy Thomas.
Wajah tuan Saverio langsung berubah menjadi bengis dan matanya yang semula biru berubah menjadi merah, tuan Saverio mengambil pistol dan mengarahkan pistolnya ke dada daddy Thomas melihat pergerakan tuan Saverio mengambil pistol membuatnya juga mengeluarkan pistolnya dan juga mengarahkan pistolnya ke dada tuan Saverio, mereka berdua sama - sama menarik pelatuknya.
" Tidak!!!" Teriak Quenby sambil berjalan dengan cepat dan berdiri di tengah - tengah mereka.
Dor
Dor
Bruk
Grep
" Akhhhhhhhh..." Teriak Quenby ketika dada dan punggung Quenby tertembak oleh daddy Thomas dan tuan Saverio.
Tubuh Quenby langsung terjatuh namun langsung di peluk oleh daddy Thomas, tuan Saverio ingin membantunya tapi karena sudah di peluk daddy Thomas membuat tuan Saverio hanya diam mematung.
" Quenby!!!!" Teriak daddy Thomas dengan wajah pucat sambil menggendong tubuh lemah Quenby.
" Daddy dan paman, aku mohon dengan amat sangat jangan saling membenci, apakah daddy lupa dengan permintaan mommy untuk tidak menyimpan kebencian." Ucap Quenby sambil tersenyum dan tidak berapa lama matanya tertutup.
" Quenby!!! sayang bangun..." Ucap daddy Thomas dan tanpa sadar air matanya keluar.
Mommy Gloria dan dokter Kasandra yang sudah tertidur pulas langsung bangun karena mendengar dua suara tembakan beruntun membuat dokter Kasandra dan mommy Gloria turun dari ranjang dan melangkah cepat menuju ke pintu ruang perawatan dan membukanya.
ceklek
Dokter Kasandra membuka pintu ruang perawatan karena dan matanya langsung membulat sempurna begitu pula dengan mommy Gloria karena melihat daddy Thomas sedang menggendong Quenby sambil mengeluarkan air matanya.
" Daddy, apa yang terjadi?"Tanya dokter Kasandra.
" Bawa ke ruang operasi dad nanti aku menyusul, aku mau ganti pakaian dulu." Ucap dokter Kasandra.
" Mommy ikut." Ucap mommy Gloria dengan nada kuatir.
" Mommy jaga Nathan dan Maya nanti Aleandro dan Maximus akan datang menemani mommy." Ucap daddy Thomas sambil berjalan ke ruang operasi sedangkan dokter Kasandra menuju ke ruangan .
" Baik dad, kalau ada apa - apa kabarin mommy." Ucap mommy Gloria.
" Ok." Jawab daddy Thomas singkat.
Mommy Gloria memijat keningnya yang terasa pusing memikirkan anak dan menantunya sedangkan tuan Saverio hanya diam mematung dalam hatinya baru kali ini melihat keluarga yang saling mengasihi dan saling peduli berbeda dengan keluarganya dan juga ke dua orang tuanya yang sudah meninggal. Saudara - saudaranya tidak perduli jika salah satunya sakit mereka sibuk dengan dunianya masing - masing.
" Maaf kenapa tuan berdiri di sini?" Tanya mommy Gloria dengan nada lembut.
" Aku ingin menemui putraku yang kebetulan bersebelahan dengan kamar anak nyonya.
" Oh tuan orang tuanya nak Fico." Ucap mommy Gloria
" Iya benar, panggil saja Saverio." Ucap tuan Saverio.
" Kalau panggil nama tidak sopan bagaimana kalau kak Saverio." Ucap Gloria.
" Terserah nyonya saja." Ucap tuan Saverio.
" Panggil saja Gloria." Ucap mommy Gloria.
" Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya mommy Gloria penasaran.
" Sebenarnya aku dan suamimu saling bermusuhan sejak masih kuliah hingga sekarang dan tadi aku yang tidak bisa menahan emosi ingin menembak suamimu dan suamimu juga ingin menembak ku tapi putri kalian menghalangi kami dan..." Ucap tuan Saverio menggantungkan kalimatnya.
" Kalau boleh tahu kenapa suamiku dan kak Saverio saling bermusuhan?" Tanya mommy Gloria penasaran karena suaminya tidak pernah bercerita padahal mereka sudah menikah bertahun - tahun.
" Adik kesayanganku menyukai suamimu tapi sayang cintanya bertepuk sebelah tangan hingga akhirnya adik kesayanganku bunuh diri." Ucap tuan Saverio.
" Alasan suamiku tidak menyukai adikmu?" Tanya mommy Gloria.
" Suamimu sifatnya sangat dingin terhadap semua wanita termasuk adikku." Ucap tuan Saverio.
" Boleh aku mengatakan sesuatu?" Tanya mommy Gloria.
" Silahkan." Ucap tuan Saverio.
" JIka kita benar - benar tulus mencintai seseorang tapi orang itu tidak mencintai kita maka lepaskanlah karena jika kita memaksanya namanya egois sebab pernikahan itu di dasari saling mencintai dan dicintai." Ucap mommy Gloria.
" Bicara itu memang mudah bagaimana jika suamimu selingkuh?" Tanya tuan Saverio.
" Jika seandainya itu terjadi maka aku akan pergi meninggalkannya asalkan suamiku bahagia menikah dengan wanita lain." Ucap mommy Gloria.
" Apakah kamu mencintai suamimu?" Tanya tuan Saverio.
" Tentu saja aku sangat mencintai suamiku dan tidak ada pria lain selain suamiku." Ucap mommy Gloria dengan nada penuh keyakinan.
" Kalau mencintainya kenapa melepaskannya?" Tanya tuan Saverio.
" Seperti yang aku katakan tadi kebahagiaan suamiku merupakan kebahagiaanku." Ucap mommy Gloria.
" Inti dari perkataanku adalah hatiku bahagia jika orang yang kita cintai menikah dengan wanita lain dari pada orang yang kita cintai menikah dengan kita tapi dia tidak bahagia." Sambung mommy Gloria.
Tuan Saverio hanya terdiam dan merenungkan perkataan mommy Laras yang ada benarnya karena dirinya dulu menikah karena dia suka dengan gadis itu dan memaksanya menjadi istrinya hingga istrinya selingkuh dengan mantan kekasihnya dan berakhir dengan tragis ke duanya di siksa dan dibunuh olehnya dan putranya yang bernama Fico.
Tanpa sepengetahuan mereka berdua sepasang mata menatapnya tajam ke arah mereka berdua dengan langkah lambat.