Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Maya Meninggal


" Sstttttt... Quenby dan Maya baik - baik saja," ucap mommy Gloria dan daddy Thomas bersamaan walau dalam hatinya juga sangat takut kehilangan Quenby dan Maya.


Tidak berapa lama pintu terbuka dengan lebar dua orang perawat mendorong brangkar di mana Quenby berbaring dengan tubuh dipenuhi dengan selang begitu pula dengan tangan kanan ada selang infus dan tangan kiri selang darah karena Quenby kekurangan banyak darah.


Wajah, tubuh dan ke dua kakinya juga di balut oleh perban membuat hati Fico terasa sakit sekaligus menahan amarah dalam waktu bersamaan. Hal ini membuat Fico berjanji untuk menyiksa musuhnya habis - habisan hingga memintanya untuk di bu nuh karena telah melukai orang yang sangat dicintainya dan juga yang telah membuat dirinya kehilangan dua anak yang belum sempat dilihatnya.


Quenby dipindahkan ke ruang ICU dengan di temani Fico, mommy Gloria, Aleandro dan Maximus sedangkan yang lainnya masih menunggu Maya yang tidak tahu bagaimana nasibnya hanya saja mereka berharap semoga Maya baik - baik saja.


Tidak berapa lama pintu ruang operasi terbuka membuat daddy Thomas, Nathan dan Yohanes berdiri dan berjalan ke arah dokter tersebut yang wajahnya tampak kesedihan.


" Maaf kami sudah berusaha tapi Tuhan lebih sayang dengan nyonya Nathan," ucap dokter tersebut.


" Maksud dokter istriku..." ucap Nathan menggantungkan kalimatnya.


" Maaf tuan, nyonya Nathan meninggal dunia," ucap dokter tersebut.


Duarr             Duarr                  Duarr


Bagai petir menyambar itu yang dirasakan oleh Nathan membuat tubuhnya langsung melemas dan untunglah daddy Thomas menahan tubuh Nathan setelah beberapa saat Nathan melangkahkan ke dua kakinya dengan cepat menuju ke ruang operasi dengan di ikuti oleh daddy Thomas dan saudara - saudaranya dengan wajah sendu.


" Maya!!!!" teriak Nathan sambil menarik selimut yang berwarna putih yang menutupi tubuh istrinya dengan perlahan dengan tangan gemetar.


Grep


" Sayang, kamu tidak boleh ma ti..... Aku bagaimana bisa hidup tanpa kamu hiks... hiks... hiks..." ucap Nathan sambil memeluk tubuh yang sudah mulai dingin membuat Nathan terisak.


Daddy Thomas, Cantika istri Aleandro, Claudia istri Maximus, Yohanes, Aurora, dokter Kasandra, Aska, Cantika dengan suaminya Robert ikut menangis mereka tidak percaya kalau Maya meninggal dunia terlebih Maya terkenal dengan kebaikannya dan selalu membantu ipar - iparnya jika mereka ada masalah.


" Sayang, bangun... Apakah sayangku tidak ingin melihat kelima anak kita yang sangat tampan dan sangat cantik?" tanya Nathan.


" Sayang, aku tidak bisa membesarkan ke lima anak kita jika kamu pergi dari kehidupanku," sambung Nathan.


'' Sayang aku mohon bangunlah," mohon Nathan.


Nathan yang dua hari hanya makan sedikit karena hatinya selalu merasakan tidak enak seperti kehilangan sesuatu di tambah hari ini membuat tubuh Nathan lemas terlebih mendapatkan pukulan yang sangat sulit diterimanya membuat Nathan tidak sadarkan diri.


Yohanes yang melihat kakak kembarnya yang bernama Nathan memejamkan matanya tanpa bicara membuat Yohanes mendekati kakak kembarnya.


" Kak Nathan," panggil Yohanes


Hening


Hening


" Daddy kak Nathan sepertinya pingsan," ucap Yohanes sambil menarik perlahan tubuh Nathan.


Daddy Thomas dengan di bantu Yohanes dan Robert mengangkat tubuh Nathan sedangkan Aska keluar memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Nathan namun baru saja mengangkat tubuh Nathan.


Aurora istri Yohanes ikut tidak sadarkan diri karena dirinya selain belum makan siang dirinya juga sangat terpukul kehilangan kakak iparnya sekaligus sahabat baiknya sejak mereka masih sekolah dasar. Sebelum ambruk Cantika istri Aleandro melihatnya dan langsung menahan tubuh adik iparnya.


" Bantu aku angkat Aurora," ucap Cantika istri Aleandro.


Tanpa menunggu jawaban Claudia istri Maximus, dokter Kasandra istri Aska dan Cantika istri Robert mengangkat tubuh Aurora, awalnya Yohanes ingin mengangkat tubuh istrinya tapi dokter Kasandra meminta kakak kembarnya untuk mengangkat tubuh Nathan.