
Di tempat yang berbeda sepasang suami istri berada di ruang icu dengan di kawal ketat oleh orang berseragam hitam - hitam dan tidak mengijinkan siapapun untuk masuk ke dalam ruangan icu kecuali dokter.
" Apakah sudah sadar?" Tanya wanita cantik tersebut.
" Belum nyonya." Jawab salah satu anak buahnya.
" Kalian berjaga lah dan jika ada yang mencurigakan tembak saja tanpa perlu banyak bertanya." Perintah wanita cantik itu.
" Baik nyonya." Jawab salah satu anak buahnya.
Wanita cantik itupun pergi meninggalkan rumah sakit tersebut, di tempat yang berbeda penghuni mansion yang seharusnya merasakan bahagia karena adanya pesta pernikahan berubah menjadi kesedihan semua penghuni mansion berduka cita atas kematian daddy Thomas, mommy Gloria dan ke dua orang tua daddy Thomas.
" Maaf tuan, sepertinya acara pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan jadi kami mohon diri." Ucap salah satu penerima tamu.
" Kami juga tuan." Jawab beberapa tamu undangan.
" Tunggu, pesta pernikahan tetap dilanjutkan." Ucap tuan Saverio sambil berjalan ke tempat orang yang bertugas untuk mengurus layar monitor yang saat ini sedang berjalan di layar monitor tentang kisah cinta Quenby dengan Fico dan Yohanes dengan Aurora.
" Daddy, hiks.... hiks... hiks... aku dan kak Fico tidak bisa menikah sekarang... aku... hiks... hiks..." Ucap Quenby sambil terisak dan tidak sanggup meneruskan perkataannya.
" Kak Fico... Hiks... Hiks... Bukannya aku tidak mencintaimu tapi saat ini aku hiks... hiks..." Ucap Quenby sambil terisak dan tidak sanggup meneruskan perkataannya.
" Tidak apa - apa sayang, aku mengerti." Jawab Fico yang menyadari kalau calon kekasihnya sedang berduka membuat Fico memeluk Quenby agar mengurangi kesedihannya.
" Aurora sayang, maafkan aku bukannya aku tidak mencintaimu tapi aku minta kamu mengerti jika saat ini pernikahan kita di tunda dulu." Ucap Yohanes dengan air mata tidak berhenti mengalir.
" Tidak apa - apa sayang aku mengerti kalau saat ini kak Yohanes sedang berduka." Jawab Aurora dengan air mata tidak berhenti keluar.
Aurora tidak marah kalau pernikahannya gagal karena dirinya juga sangat kehilangan daddy Thomas dan mommy Gloria yang sudah di anggap sebagai orang tuanya sendiri.
Grep
" Terima kasih sayang, kamu sudah mengerti." Ucap Yohanes sambil memeluk Aurora.
" Putriku Quenby dan putraku Fico serta putraku Yohanes dan Aurora, kemarin siang daddy, Fico mengobrol dengan daddy Thomas dan mommy Gloria di ruang kerja. Daddy Thomas memberikan usb ke daddy dan daddy Thomas mengatakan jika seandainya daddy Thomas dan mommy Gloria tidak datang ke pesta acara pernikahan maka acara harus tetap dilaksanakan." Ucap tuan Fico sambil memberikan kode ke arah petugas layar monitor atau proyektor.
" Quenby, Yohanes." Panggil daddy Thomas dan mommy Gloria sambil tersenyum dan melambaikan tangannya melalui layar proyektor.
Semua orang termasuk keluarga besar daddy Thomas memandang ke layar proyektor dan melihat mommy Gloria dan daddy Thomas saling berpelukan dari arah samping.
" Mommy hari ini senang banget karena sebentar lagi Quenby dan Yohanes menikah." Ucap mommy Gloria.
" JIka kalian melihat video ini berarti kami tidak lagi bersama kalian dan berkumpul seperti dulu lagi." Ucap daddy Thomas.
" Walau kami sudah tidak ada lagi tapi kami daddy dan mommy meminta pada kalian agar acara pesta pernikahan harus dilaksanakan." Ucap mommy Gloria.
" Aleandro kamu putra pertama daddy dan mommy jadi mulai sekarang dan seterusnya kamu yang menggantikan daddy untuk melindungi dan menyayangi ke enam adik kembar mu dan ke enam adik iparmu." Ucap daddy Thomas.
" Cantika kamu menantu pertama mommy dan daddy jadi mulai sekarang dan seterusnya kamu yang menggantikan mommy untuk melindungi dan menyayangi adik - adik iparmu." Ucap mommy Gloria.
" Maximus, Claudia, Fico, Quenby, Yonathan, Maya, Yohanes, Aurora, Aska, Kasandra, Robert dan Cantika patuh lah pada kakak kalian karena Aleandro yang akan menggantikan posisi daddy." Sambung daddy Thomas.
" Cantika, Claudia, Quenby, Maya, Aurora, Kasandra dan Cantika." Panggil mommy Gloria sambil tersenyum manis.
" Pesan mommy jika suami kalian sedang marah lebih baik diam karena jika kalian ikut marah yang ada rumah tangga kalian akan hancur. Kalian mengalah demi keutuhan rumah tangga kalian terlebih kasihan anak - anak kalian yang melihat orang tuanya bertengkar. Inti dari pernikahan adalah harus saling percaya satu sama lain dan tidak ada saling curiga." Ucap mommy Gloria.
" Sekarang kalian menikahlah dan kami akan melihat dari jauh." Ucap daddy Thomas.
" Oh ya mommy dan daddy ingin melihat kalian semuanya tersenyum di hari pernikahan Quenby dengan Fico dan Yohanes dengan Aurora." Sambung daddy Thomas.
" Hapus air mata kalian karena mommy dan daddy akan merasa sedih jika kalian menangis." Pinta mommy Gloria.
" Oh ya mommy sampai lupa jika seandainya kami meninggal tolong kuburkan kami dalam satu lubang yang sama karena mommy tidak bisa hidup tanpa daddy." Ucap mommy Gloria.
" Daddy juga tidak bisa hidup tanpa mommy." Ucap daddy Thomas sambil wajahnya diarahkan ke wajah mommy Gloria.
" Sayang, kita lagi syuting." Ucap mommy Gloria sambil memalingkan wajahnya.
" Memang kenapa?" Tanya daddy Thomas sambil mengecup leher istrinya.
" Sayang stop, video ini di lihat banyak orang." Protes mommy Gloria.
" Hehehe... Maaf sayang aku lupa." Jawab daddy Thomas sambil tertawa terkekeh - kekeh.
Titttttttttttttt
Layar proyektor langsung terputus dan digantikan dengan kisah perjalanan cinta antara Quenby dengan Fico dan Yohanes dengan Aurora, tuan Saverio berjalan ke arah mereka dan berhenti tepat di depan mereka.
" Quenby, Fico, Yohanes dan Aurora menikahlah di depan jasad oma, opa, daddy Thomas dan mommy Gloria." Ucap tuan Saverio.
" Baik dad." Jawab mereka patuh walau air mata tidak berhenti keluar.
" Kalian semua cuci muka dan untuk para wanita kalian di hias lagi karena mommy Gloria dan daddy Thomas akan merasa sedih melihat kalian menangis sesuai perintah mommy Gloria dan daddy Thomas." Ucap tuan Saverio.
" Baik dad." Jawab mereka patuh sambil menghapus air matanya dengan kasar.
Merekapun langsung membersihkan wajahnya di kamarnya masing - masing, para wanita merias wajahnya setelah mereka membersihkan wajahnya sedangkan para pria selesai membersihkan wajahnya dan terlihat segar keluar dari kamar mandi dan menunggu istri mereka masing - masing. Quenby dan Aurora kembali di hias sedangkan Fico dan Yohanes menuruni anak tangga sambil menunggu calon istrinya masing - masing.
Singkat cerita kini acara pernikahan sudah selesai setelah mereka berempat mengikrarkan janji suci pernikahan dan kini mereka sudah mengganti pakaian serba hitam untuk bersiap mengantar ke peristirahatan terakhir orang tua daddy Thomas dan sepasang suami istri daddy Thomas dan mommy Gloria bertepatan kedatangan segerombolan orang berpakaian serba hitam.