Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Malaikat Pencabut Nyawa


" Kenapa terkejut?" Tanya Arlan dengan wajah sinis.


" Bukankah anak buahku menghadang mu di tengah jalan?" Tanya ketua mafia dengan nada bingung.


" Pffftttt... Hahahaha... Baiklah akan aku ceritakan agar kamu tidak ma*i penasaran." Ucap Arlan sambil tertawa lepas.


Arlan, ke 6 anaknya, Baron, Charli dan Alex diperintahkan mommy Laras dan daddy Alvonso untuk membantu Robert namun di tengah jalan putra pertamanya yang bernama Albert Ardiansyah sedang mengutak atik laptopnya meretas cctv di rumah sakit di mana Nathan dan Maya di rawat.


" Papi, di ruangan milik dokter Kasandra ada cctv yang di pasang oleh musuh jadi kemungkinan pembicaraan papi dengan papi Alvonso di sadap." Ucap Albert


" Benar kata kak Albert, dari kejauhan ada mobil yang mengikuti kita." Ucap Bella putri ke duanya.


" Papi lebih baik mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi biar om Baron, om Charli dan om Alex yang menghadang mereka." Ucap Charli.


" Ok, papi akan ngebut dan kamu Albert hubungi om Baron untuk menghadang mereka." Perintah Arlan


"  Baik." Jawab Albert singkat.


Arlan menambah kecepatan mobilnya sedangkan Albert langsung menghubungi Charli setelah selesai Albert menyimpan kembali ponselnya kemudian mengutak atik laptopnya.


xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


" Aku pikir kamu sudah ma*i bersama para anggota mu tapi ternyata kamu sangat licik dengan menyamar  menjadi orang lain." Ucap Arlan.


" Itulah keahlian ku dalam menyamar menjadi orang lain termasuk menyuruh orang untuk menyamar menjadi istrimu dan kakak iparmu Alvonso." Ucap pria itu sambil tersenyum menyeringai.


" Karena itulah lebih kamu harus ma*i." Ucap Arlan sambil menodongkan pistol ke arah kening ketua mafia.


" Apakah kamu tidak lihat anak buahku yang tidak takut ma*i datang lagi untuk melindungi ku." Ucap ketua mafia


Arlan melihat sekilas dan memang apa yang di katakan pasukan berani ma*i mengarahkan pistol ke kening Arlan membuat tersenyum devil membuat ketua mafia menatapnya dengan tatapan bingung.


" Apakah kamu tidak takut ma*i?" Tanya ketua mafia


Serentak mereka menengok ke arah belakang dan mata mereka membulat sempurna ketika mengetahui di belakang mereka ada daddy Alvonso, dokter Kennath dan Ronald musuh lamanya bersama ke enam anaknya Arlan dengan Alviana.


" Tuan Alvonso, Kennath dan Ronald, kalian bertiga bukannya berada di mansion?" Tanya ketua mafia.


" Kamu licik tapi kami lebih licik." Ucap daddy Alvonso.


dor


" Akhhhhh..." Teriak ketua mafia ketika keningnya di tembak dari jarak jauh.


Bruk


Ketua mafia itupun langsung mati di tempat dan di susul suara kematian anggota mafia tanpa menyisakan sedikitpun kemudian anggota mafia Robert memerintahkan untuk mengurus jasad mereka untuk diberikan ke kandang singa, macan, buaya, beruang dan ikan hiu.


" Semua sudah beres dan sekarang kita pulang saja." Ucap daddy Alvonso.


" Baik dad." Jawab Arlan.


" Cucu - cucu daddy kalian juga pulang dan jangan bersembunyi dan untuk Aleandro dan Maximus kamu pulanglah bersama Robert." Ucap daddy Alvonso.


" Baik opa." Jawab mereka serempak sambil berjalan menuju ke arah motor.


Aleandro dan Maximus berjalan ke arah daddy Alvonso untuk mengucapkan terima kasih atas bantuannya kemudian ke tiga sahabat sejati siapa lagi kalau bukan daddy Alvonso, dokter Kennath dan Ronald pulang menuju ke mansion yang kebetulan istri mereka masing - masing berada di mansion. Seperti biasa setiap bulan mereka selalu berkumpul dan bergantian tempat acara kumpul - kumpul sedangkan Aleandro dan Maximus ikut naik mobil bersama Robert karena mobil mereka rusak oleh penjahat menuju ke arah rumah sakit.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda seorang pria berjalan dengan langkah cepat karena dirinya di ikuti oleh seseorang hingga di tempat sepi pria itu di hadang oleh seorang pria tampan sambil membawa pisau lipat sambil tersenyum devil.


" Kamu siapa? Kenapa mengikuti ku?" Tanya pria itu dengan wajah ketakutan.


" Akulah malaikat pencabut nyawamu.' Ucap pria tampan itu dengan tatapan membunuh,