
Entah kenapa Fico mengambil ponselnya dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang perawat, Fico mencari nomer ponsel di kontak telepon setelah ketemu Fico menekan nomer tersebut kemudian ditempelkan ke telinganya dan panggilan pertama langsung di angkat.
( " Hallo paman Fico," panggil Jimmy )
( " Jimmy, dokter Jessica tidak sadarkan diri mulutnya mengeluarkan darah segar dekat ruangan ICU," ucap Fico tanpa basa basi )
Tut Tut tut
Tanpa menunggu jawaban Jimmy, Fico mematikan sambungan komunikasinya secara sepihak kemudian menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.
" Kak Fico kenapa menghubungi Jimmy?" tanya Aska dengan nada bingung
" Tidak tahu, sudahlah kita pergi dari sini," ucap Fico
" Ok," jawab Aska singkat
Ke dua pria tampan tersebut langsung berjalan ke arah lift kemudian Aska menekan tombol lift dan tidak berapa lama pintu lift terbuka dan mereka masuk ke dalam kotak persegi tersebut bersamaan mereka melihat Jimmy keluar dari ruangan icu dan berjalan ke arah Jessica setelah itu pintu lift tertutup dengan rapat. Jimmy yang mendapatkan telepon dari Fico langsung melangkahkan kakinya ke luar ruangan.
Jimmy melihat kerumuman membuat Jimmy melangkahkan ke dua kakinya dengan cepat dan menerobos kerumunan dan matanya membulat sempurna melihat Jessica tidak sadarkan diri dengan mulut mengeluarkan darah segar membuat Jimmy menggendong Jessica ala bridal style menuju ke ruang UGD.
Jimmy yang suka kebersihan entah kenapa dirinya tidak memperdulikan ketika darah segar Jessica mengenai pakaiannya karena dipikirannya Jessica harus hidup.
Kini Jimmy berada di ruangan UGD dan tidak berapa lama ponselnya berdering, Jimmy langsung mengambil ponselnya dan mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya.
( " Hallo," panggil Jimmy )
( " Ada di mana Jim?" tanya daddy Nathan )
( " Di ruang UGD dad," jawab Jimmy )
( " Siapa yang sakit?" tanya daddy Nathan )
( " Dokter Jessica dad," jawab Jimmy )
( " Dokter Jessica? yang tadi menolongi adikmu?" tanya daddy Nathan )
( " Tadi perasaan daddy tidak enak makanya pergi ke ruangan ICU dan daddy melihat Axel sedang menunggu Sela, Axel menceritakan semuanya termasuk paman Fico dan paman Aska yang membawa ke dua wanita ular itu, bagaimana keadaan dokter Jessica?" tanya daddy Nathan )
( " Belum tahu dad," jawab Jimmy )
Ceklek
Pintu ruangan ugd terbuka dan tampak dokter berjalan dengan lesu sambil menghembuskan nafasnya dengan berat membuat Jimmy berjalan ke arah dokter tersebut.
" Bagaimana keadaannya dok?" tanya Jimmy yang ponselnya masih terhubung dengan daddy Nathan karena mereka tadi masih mengobrol.
" Racun di dalam tubuh dokter Jessica sangat ganas dan sepertinya dokter Jessica tidak bisa bertahan lama," ucap dokter tersebut.
Duar Duar
Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Jimmy membuat tubuhnya agak oleng membuat dokter tersebut menahan tangan Jimmy setelah beberapa saat dokter tersebut melepaskannya.
" Apa?? dokter tidak bercanda bukan?" tanya Jimmy tidak percaya entah kenapa dirinya tidak rela jika Jessica pergi meninggalkan dirinya.
" Tidak, " jawab dokter tersebut singkat.
" Rumah sakit ini sangat terkenal pasti ada dokter yang bisa memberikan penawar racunnya," ucap Jimmy.
" Maaf racun ini termasuk jenis langka dan kami belum menemukan obat penawarnya," jawab dokter tersebut.
" Boleh aku menermuinya?" tanya Jimmy
" Silahkan," jawab dokter tersebut.
Jimmy berjalan ke ruang UGD dengan perasaan kacau balau dalam hatinya entah kenapa tidak rela kalau Jessica meninggal secepat itu dan dirinya berharap ada keajaiban. Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan daddy Nathan sangat terkejut mendengar percakapan Jimmy dengan dokter tersebut namun ketika mendengar kata racun membuat Nathan teringat dengan Katarina karena waktu itu Katarina lah yang menyelamatkan ke dua orang tuanya ketika ke dua orang tuanya di racun dan tanpa menunggu waktu daddy Nathan menghubungi Mikael suaminya Katarina di sambungan ke dua di angkat oleh Mikael.
( " Hallo," panggil Mikael dengan suara ciri khas bangun tidur )