
Deg
Deg
Presdir Axel memalingkan wajahnya ke arah Sela membuat bibir mereka tidak sengaja bersentuhan membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang hal itu membuat Sela langsung menjauhkan wajahnya dengan wajah memerah menahan malu sedangkan Presdir Axel hanya tersenyum tipis nyaris tidak terlihat.
" Ehem..." ucap Presdir Axel berupa deheman.
" Apa jawaban mereka?" tanya Presdir Axel
" Yang berhak memutuskan Presdir Axel," jawab Sela.
Presdir Axel mengajukan keberatan sama seperti yang dikatakan oleh pemilik perusahaan Tiongkok tersebut kemudian pemilik Tiongkok tersebut menanyakan sesuatu dan Sela menjawab pertanyaannya hingga akhirnya Sela dan pemilik perusahaan Tiongkok berbicara.
" Presdir Axel katanya apa keinginan Presdir Axel mereka akan berpikir setuju atau tidak," ucap Sela.
Presdir Axel mengatakan sesuatu hingga hampir tiga jam berdebat dan akhirnya mereka saling setuju dan menandatangani kontrak kerja sama setelah selesai pemilik perusahaan dari negara Tiongkok pergi meninggalkan mereka berdua.
Sela merapikan dokumen sedangkan presdir Axel menatap Sela tanpa banyak bicara hingga Sela menyadari kalau presdir Axel memperhatikan dirinya.
" Jangan memandangiku terus, nanti jatuh cinta lagi kan bahaya," ucap Sela.
" Bahaya kenapa?" tanya presdir Axel
" Kan aku sudah menikah dan mempunyai anak jadi bahaya kalau jatuh cinta padaku," jawab Sela dengan nada santai.
" Waktu kita berciuman apakah suamimu tahu?" tanya presdir Axel yang tidak memperdulikan ucapan Sela.
" Tidak," jawab Sela singkat.
" Kenapa?" tanya presdir Axel kepo.
" Aku tidak ingin ribut," jawab Sela sambil berdiri.
" Presdir... Presdir..." panggil Sela sambil melambaikan tangannya ke wajah presdir Axel.
Grep
Bruk
Presdir Axel menahan tangan Sela kemudian menariknya hingga jatuh di tubuh presdir Axel membuat Sela berusaha untuk bangun tapi di tahan oleh presdir Axel dengan menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang tengkuk Sela kemudian mencium bibir Sela yang sudah menjadi candunya sambil memejamkan matanya sedangkan Sela berusaha menghindar tapi tengkuknya di tahan membuat Sela mengeluarkan air matanya. Presdir Axel yang merasakan mulutnya terasa asin membuat presdir membuka matanya.
Grep
" Maaf, bukannya aku merendahkan dirimu tapi jujur sejak kejadian ciuman pertamaku malamnya aku tidak bisa tidur dan selalu memikirkan dirimu," ucap presdir Axel sambil memeluk Sela.
" Lebih baik aku berhenti jadi sekretaris," ucap Sela
" Kenapa berhenti?" tanya presdir Axel yang tidak rela jika Sela berhenti kerja sambil melepaskan pelukannya.
" Aku tidak ingin menyakiti perasaan suami dan anakku," ucap Sela berbohong sambil berdiri dan berjalan meninggalkan presdir Axel.
" Tetaplah berkerja di sini, aku janji hal ini tidak akan terjadi lagi," ucap presdir Axel.
" Sungguh?" tanya Sela sambil membalikkan badannya.
" Sungguh," jawab presdir Axel dengan nada singkat walau dirinya tidak merasa yakin tapi dirinya akan mencobanya.
" Aku pegang kata - kata presdir," Ucap Sela
Presdir Axel hanya menganggukkan kepalanya kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan Sela membuat Sela menyusul presdir Axel ke ruang kerjanya.
( ' Kenapa aku sangat sedih ketika presdir Axel mengatakan itu? Bukankah ini yang aku mau?' tanya Sela dalam hati )