
" Kenapa kamu melempar pisau itu ke arah adik kecil mereka berdua?" tanya ulang Delon.
"Suka saja membuat adik kecil para penjahat tidak bisa digunakan," jawab Lemos.
"Kamu iseng banget deh dek," ucap Delon.
"Baru tahu ya kak?" tanya Lemos sambil tersenyum tanpa dosa.
"Sudah jangan bertengkar," ucap daddy Thomas.
"Kami tidak bertengkar opa," jawab Delon dan Lemos serempak.
"Lebih baik kita berpencar karena sepertinya musuhnya sangat banyak," ucap Katarina mengalihkan perhatian.
"Bagus juga idemu, kita total ada 11 orang kita bagi dua tapi jalan berpencar selain cepat menemukan musuh juga bisa saling melindungi," ucap daddy Thomas.
"Bagus juga usul opa kalau begitu siapa yang berada di atas dan yang berada di lantai bawah?" tanya Katarina.
"Daddy, Aleandro, Robert, Aska dan Yohanes berada di lantai bawah sedangkan Maximus, Nathan,Katarina, Fico, Delon dan Lemos berada di lantai bawah," ucap daddy Thomas.
"Ok," jawab mereka serempak.
Mereka pun berjalan sesuai apa yang dikatakan oleh daddy Thomas sambil masing - masing berpencar dan mencari musuh, Maximus, Nathan,Katarina, Fico, Delon dan Lemos yang berada di lantai bawah berjalan dengan cara berpencar sambil membuka satu persatu kamar hotel kecuali Katarina.
Katarina berdiri mengawasi Maximus, Nathan, Fico, Delon dan Lemos yang sedang membuka satu persatu kamar hotel hingga Katarina melihat dari kejauhan enam orang yang terdiri lima pria dan satu wanita mengenakan pakaian serba hitam membuat Katarina membulatkan matanya sempurna karena melihat dua dari enam orang tersebut adalah orang tua dari istri pamannya yang tega meracuni dirinya hingga dirinya meninggal dan bereinkarnasi ke dalam tubuh Katarina di novel : Wanita Kesayangan CEO.
"Akhirnya aku menemukan ke dua orang tua yang melahirkan bibi, di lihat dari wajah mereka kalau wajah mereka masih muda dan besar kemungkinan mereka belum menikah dan sebelum mereka menikah aku akan membunuh mereka berdua terlebih dahulu agar mereka tidak melahirkan wanita jahat yang tega meracuniku," ucap Katarina.
Katarina melihat ke orang tersebut berjalan ke arah Maximus membuat Katarina mengeluarkan kartu domino dan dilempar ke empat orang tersebut dari jarak jauh.
"Akhhhhhhhhhhhhhh" teriak ke empat orang tersebut. serempak
Bruk Bruk Bruk Bruk
Tiga pria dan satu wanita berteriak kesakitan ketika kartu domino tersebut tepat mengenai keningnya membuat mereka langsung ambruk dan meninggal di tempat termasuk ke dua orang tua bibinya di kehidupan yang akan datang.
"Bibi, kamu tidak akan bisa lahir karena aku sudah membunuh ke dua orang tuamu," ucap Katarina sambil tersenyum puas karena dendamnya sudah terbalas.
"Tinggal orang tua paman yang belum aku temukan," sambung Katarina sambil menahan amarahnya.
Dendam Katarina terhadap paman dan bibinya ditujukan ke orang tua paman dan bibinya agar paman dan bibinya tidak sempat dilahirkan.
Sedangkan dua orang yang melihat ke empat temannya berteriak kesakitan dan meninggal di tempat membuat mereka sangat terkejut dan mencari siapa pelakunya sambil berpencar.
Sedangkan teriakan ke empat orang tersebut terdengar jelas di telinga Maximus, Nathan, Fico, Delon dan Lemos membuat pandangan mereka beralih ke sumber suara.
"Masih ada dua orang aku akan melempar pisau lipat ku ke arah pria yang berada di sebelah kanan," ucap Lemos sambil mengarahkan pisau kecil dari jarak jauh ke arah pria tersebut.
"Aku yang berada di ujung sebelah kiri," ucap Delon sambil mengarahkan pistol ke arah pria tersebut dari jarak jauh.